
Hari berganti, dan kini Kania serta Aisyah diajak oleh Damar untuk pergi ke sebuah restoran mewah di kota mereka dalam rangka menikmati dinner indah yang jarang terjadi. Ya sebelumnya mereka sudah jarang sekali berkumpul seperti ini, apalagi sejak pernikahan Aisyah yang gagal terlaksana dan membuat gadis itu terpuruk.
Kedua gadis cantik itu pun terduduk di kursi yang sudah tersedia, tentunya bersama Damar yang juga tampak berpenampilan rapih dan tampan. Ini kedua kalinya Kania memakai gaun cantik yang membuat dirinya seperti bidadari, sebab ia jarang sekali memakai gaun itu karena ia lebih suka tampil biasa dan sangat berbeda dengan Aisyah yang lebih terbiasa memakai gaun seperti model.
"Kania, kamu cantik banget sih pakai gaun itu! Kayaknya emang itu cocok deh buat dipakai sama kamu, aku aja sampai pangling loh lihatnya!" ucap Damar memuji sepupunya.
Kania langsung tersipu malu dibuatnya, "Apaan sih kak? Cantikan juga Aisyah tuh, aku mah biasa aja kali!" ucapnya gugup.
"Yeh kamu mah merendah mulu, kalau Aisyah kan aku udah biasa lihat dia pakai gaun kayak gini. Jadi, aku gak kaget kalau dia cantik banget malam ini. Beda sama kamu Kania, nah makanya aku kagum sama kecantikan kamu!" ucap Damar.
"Iya Kania, bener kok yang dibilang kak Damar. Kamu itu cantik banget ih, gemes aku!" sahut Aisyah sembari mencolek dagu adiknya.
"Ish, kalian ini paling bisa deh kalau godain aku. Udah ah mending kita langsung makan aja, aku keburu laper nih kalau kalian ngobrol terus!" sentak Kania yang tampak kelaparan.
"Ohh, sepupu aku yang cantik dan lucu ini udah lapar toh? Yaudah, kamu pilih aja tuh di daftar menu mau pesan apa!" ucap Damar tersenyum lebar.
Kania mengangguk paham, lalu mengambil daftar menu di atas meja dan memilih pesanannya. Begitu juga dengan Aisyah yang melakukan hal sama, Damar kini memanggil pelayan disana dan mereka bertiga pun mengatakan pesanan mereka kepada pelayan tersebut tanpa ada yang tertinggal. Setelah itu, tentu saja si pelayan bergerak kembali ke tempatnya untuk menyampaikan pesanan mereka.
"Eee kak, aku ke toilet dulu ya?" Aisyah tiba-tiba meminta izin untuk pergi ke toilet sejenak.
Tentu saja Damar mengiyakan dan memberi izin kepada Aisyah untuk pergi ke toilet, Aisyah pun beranjak dari kursinya lalu melangkah menuju toilet di restoran tersebut. Sedangkan Damar kini ditinggal berdua dengan Kania, ya tampak Damar menatap Kania sambil tersenyum sampai membuat gadis itu kebingungan dan tak mengerti.
"Nia, serius loh aku kagum sama kamu malam ini. Kecantikan kamu terpancar dengan sempurna, perfect banget loh. Yakin nih kamu gak mau kembali jadi penyanyi atau vokalis band, hm?" ucap Damar coba membujuk sepupunya itu.
"Kak Damar, aku kan udah bilang kalau aku gak bisa jadi penyanyi lagi. Aku itu gak mau bikin Aisyah iri atau cemburu sama aku, apalagi kalau sampai aku lebih populer dari dia," ucap Kania.
"Gapapa sayang, Aisyah pasti ngerti kok. Lagian masalah dia kan sebentar lagi selesai, kita hanya tinggal cari tahu siapa pelaku yang udah nyuruh orang buat edit videonya Aisyah. Jadi, kamu gak perlu khawatir lagi cantik!" ucap Damar.
"Tetap aja kak, aku gak mau. Kakak tahu sendiri kan Aisyah kayak gimana? Dulu aja dia sampai ngambek sama aku dan cuekin aku terus loh," ucap Kania.
"Iya aku tahu, tapi kan itu dulu. Aku yakin sekarang Aisyah gak mungkin kayak gitu lagi, percaya deh sama aku! Mau ya Kania, kamu balik jadi penyanyi kayak dulu!" bujuk Damar.
Kania terdiam kebingungan, ia tak tahu harus menjawab apa pada Damar kali ini. Terlebih Damar malah meraih dua tangannya dan menggenggam dengan erat, pria itu terus memaksa agar Kania mau kembali menjadi penyanyi seperti dulu. Tentunya itu semua Damar lakukan, karena dia ingin keuangan miliknya naik drastis seperti dulu lagi.
Namun, Kania benar-benar bimbang. Gadis itu sejujurnya tidak ingin kembali menjadi penyanyi, karena memang ia merasa dirinya sudah tidak seperti dulu lagi. Bahkan ia juga tak pernah melatih suaranya, bukan tidak mungkin jika para fansnya nanti malah kecewa mendengar suaranya yang telah banyak berubah itu.
Apalagi jika ia mengingat kejadian dulu, dimana Aisyah merasa cemburu padanya karena kalah popularitas. Kania tidak mau hal itu terjadi kembali, meski ia tahu sekarang ini Aisyah sudah berubah dan tidak akan begitu lagi. Tapi tetap saja, Kania ingin berjaga-jaga khawatir kalau Aisyah masih tidak suka melihat dirinya lebih populer dibanding Aisyah dan nantinya malah mereka akan bertengkar lagi.
"Gimana Nia, kamu mau kan sayang? Kalau iya, aku bisa cariin band yang bagus buat kamu. Aku jamin deh, orang-orang pasti bakal suka banget sama kamu!" ucap Damar.
Kania menggeleng perlahan, "Maaf kak, aku tetap gak bisa. Kakak mending cari yang lain aja deh, atau mungkin Aisyah bisa jadi penyanyi juga! Siapa tahu kan dia malah lebih populer nantinya dibanding aku," ucapnya kembali menolak.
"Nia, kamu ini kenapa sih? Ayolah Nia, sekali ini aja kamu turutin kemauan aku dong sayang!" ucap Damar berusaha membujuknya.
"A-aku gak mau kak, aku udah bertekad untuk berhenti dari dunia hiburan dan aku gak mungkin balik lagi kesana. Tolong ya kak, kakak jangan paksa aku terus kayak gitu!" ucap Kania kekeuh.
"Tapi Nia—"
Ucapan Damar terhenti, karena matanya melirik ke arah lain dan menemukan sosok pria yang mirip seperti orang yang tengah ia cari. Ya itulah pria incarannya dan juga para polisi, sontak saja Damar bergegas bangkit untuk memastikan lebih lanjut apakah itu memang orangnya atau hanya sekedar mirip saja dengan si pelaku.
"Ada apa kak, kenapa kakak gak jadi lanjutin ucapan kakak itu?" tanya Kania keheranan.
__ADS_1
"Sebentar sayang, aku mau kesana dulu. Itu kayaknya ada orang yang aku kenal deh, kamu tunggu disini aja ya!" jawab Damar.
"Hah? Siapa kak?" Kania tampak penasaran dan ingin tahu siapa yang dimaksud oleh sepupunya itu.
Namun, Damar tak menjawab. Pria itu malah pergi begitu saja menghampiri seseorang yang ia duga sebagai pelaku utama dalam penyebaran video palsu atas wajah Aisyah, jika memang benar maka pasti Damar akan langsung menangkapnya dan membawanya ke kantor polisi.
"Ehem ehem, permisi!" Damar pun menegur orang itu sembari berdiri tepat di sebelahnya, ia tersenyum hingga membuat orang itu terkejut.
"Siapa ya?" tanyanya terheran-heran.
"Saya Damar, boleh saya berkenalan dengan anda?" ucap Damar dengan santai.
Deg
•
•
Disaat Kania dan Damar masih asyik di dalam resto itu, kini Aisyah yang memang ingin buang air baru saja keluar dari toilet sesudah menuntaskan apa yang dia inginkan. Gadis itu membuka keran, mencuci tangannya dengan air mengalir dan juga membasuh wajahnya di depan wastafel. Barulah setelah itu, ia benar-benar keluar dari sana.
Begitu keluar, Aisyah dibuat kaget saat tanpa sengaja dirinya berpapasan dengan Marvel yang baru saja hendak pergi ke toilet. Aisyah sontak terkejut, menatap wajah pria itu dengan bingung karena tak percaya apa yang ada di hadapannya saat ini. Marvel sendiri juga terlihat bingung, tapi dia pun sangat senang dapat bertemu Aisyah disana.
"Aisyah, ini beneran kamu? Kamu kok bisa ada disini sih?" tanya Marvel tampak terheran-heran.
Aisyah manggut-manggut perlahan, "I-i-iya, gue emang lagi dinner bareng kakak sepupu gue. Ada Kania juga kok di luar," jawabnya gugup.
"Oh ya? Wah asyik dong tuh, kebetulan aku juga lagi dinner sama Nazla disini!" ucap Marvel.
"Okay, yaudah ya gue pergi dulu?" Aisyah langsung pamit dan berniat pergi menemui Damar serta Kania di depan sana.
"Apa lagi Vel? Lo bilang tadi lu lagi dinner sama Nazla, udah sana balik gih!" ujar Aisyah.
Aisyah pun menghentakkan tangannya lepas dari genggaman Marvel, setelah itu ia kembali melangkah menuju ke luar untuk menemui yang lain tanpa perduli dengan pria itu. Namun, lagi-lagi Marvel tak berdiam begitu saja dan berusaha membujuk Aisyah agar tetap bersamanya. Ya entah kenapa Marvel sulit sekali berpisah dengan Aisyah, pria itu ingin terus bersama Aisyah disana.
"Tunggu dulu Syah, aku mohon kamu jangan pergi dan dengerin aku dulu! Kita bicara ya Aisyah, ada yang mau aku bicarakan sama kamu sekarang!" bujuk Marvel.
"Udah cukup Marvel, gak ada lagi yang perlu kita bicarakan!" sentak Aisyah.
Marvel tersentak kaget mendengar ucapan Aisyah barusan, pria itu tak menyangka jika Aisyah dapat membentaknya seperti tadi. Namun ia paham, karena memang apa yang ia lakukan dulu sudah sangat menyakiti hati wanita itu. Marvel kini tak tahu lagi harus bagaimana untuk bisa membuat Aisyah memaafkannya, sebab gadis itu kini seolah sangat membenci dirinya.
Aisyah yang kesal kembali melanjutkan langkahnya, meninggalkan Marvel di tempat itu seorang diri tanpa memperdulikannya. Marvel tak lagi menahan gadis itu, menurutnya ia sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi saat ini untuk dapat membuat Aisyah tetap bersamanya. Hampir semua sudah ia lakukan, tetapi Aisyah tetap saja bersikap seperti itu padanya.
Kini Aisyah kembali ke dalam restoran, melihat ke meja tempat dimana Kania berada dan melangkah menghampirinya. Namun, ia heran lantaran disana hanya ada Kania seorang. Ya Aisyah bertanya pada Kania mengenai keberadaan Damar dan dimana dia saat ini, dengan cepat Kania menunjuk ke arah Damar berada sambil memakan makanan miliknya yang memang sudah datang.
"Hah? Kak Damar ngapain disana, Nia? Itu siapa coba yang lagi ngobrol sama dia?" tanya Aisyah.
Kania menggeleng pelan, "Gak tahu, tadi juga kak Damar aku tanya malah diam. Terus dia langsung pergi deketin orang itu," jawabnya.
"Ohh, yaudah gue mau kesana juga ya? Gue kepo banget kak Damar ngapain disana," ucap Aisyah.
"Eh jangan Syah! Udah kamu disini aja, tuh makan gih pesanan kamu udah sampai loh!" ucap Kania mencekal lengan kembarannya itu.
__ADS_1
"I-i-iya deh," Aisyah menurut kali ini, ia pun terduduk di kursinya walau matanya masih terus menatap ke arah Damar di depan sana.
"Syah, udah kamu gausah ngeliatin kak Damar terus!" pinta Kania.
"Apa sih Kania? Gue cuma penasaran, heran aja gitu kenapa kak Damar kayak akrab banget sama tuh cowok? Apa itu temannya?" ujar Aisyah.
Kania menggeleng sebagai jawaban tanda tak tahu, ya karena gadis itu memang tidak tahu siapa orang yang ditemui Damar saat ini sampai membuat Damar pergi meninggalkannya seorang diri tadi. Aisyah pun terus memandangi kakak sepupunya itu, sungguh ia penasaran sekali dan ingin tahu siapa yang tengah ditemui oleh Damar.
•
•
Marvel yang tadi bertemu dengan Aisyah di toilet, kini kembali ke tempat duduknya yang mana sebelumnya ia sudah menyewanya bersama Nazla. Namun ia sangat heran kali ini, ya sebab Nazla yang tadi ia tinggal disana saat ini justru tidak ada dan meja miliknya itu kosong tanpa ada siapapun yang mengisinya. Marvel pun tampak celingak-celinguk, berusaha menemukan dimana Nazla.
Setelah mencari-cari, akhirnya Marvel berhasil menemukan keberadaan gadisnya itu. Ya Marvel tercengang begitu melihat Nazla ada di meja lain bersama dua orang lelaki, dan satu lelaki itu amat dikenali oleh Marvel tentunya. Sontak Marvel pun terkejut, lantaran lelaki yang ada bersama Nazla disana adalah Damar alias kakak sepupu dari wanita yang sempat hampir menjadi istrinya dulu.
Tanpa berpikir panjang lagi, Marvel segera mendekat dan menghampiri Nazla disana untuk mencari tahu sedang apa wanita itu. Ya Marvel sangat penasaran dibuatnya, ia tak paham mengapa Nazla malah pergi meninggalkan mejanya lalu beralih ke meja yang lain. Apalagi disana juga terdapat dua orang lelaki, yang mana satu lelaki itu adalah Damar.
"Nazla?" pria itu langsung menyapa gadisnya, membuat suasana di meja itu terkejut lalu menoleh secara bersamaan ke arahnya.
Seketika Nazla, Damar dan satu orang lelaki asing itu beranjak dari tempat duduk mereka masing-masing untuk menghadap ke arah Marvel yang berdiri di dekat mereka. Ya ketiganya terkejut melihat kehadiran Marvel disana, terutama Damar yang tak menyangka jika Marvel mengenali gadis di dekatnya itu yang ia curigai sebagai pelaku utama alias orang yang menyuruh Iyan dan temannya.
"Marvel, kamu kenapa nyamperin aku kesini sih? Aku kira kamu masih di toilet loh, udah yuk kita balik ke tempat kita aja!" ucap Nazla dengan cepat mendekati Marvel dan merangkulnya.
"Apa kata kamu? Aku masih penasaran loh ini, sebentar dulu ya Nazla!" ucap Marvel menolak.
"Ta-tapi Vel..."
Nazla spontan menutup mulutnya begitu Marvel mengangkat telapak tangannya, Nazla pun tidak bisa berbuat apa-apa kali ini selain berharap kalau Marvel tidak akan mengetahui semuanya. Sedangkan Marvel kini beralih menatap Damar yang berdiri di dekatnya, dia mendekat lalu coba bertanya kepada pria itu mengenai masalah yang terjadi.
"Bang, ini ada apa ya? Kenapa lu bisa sama Nazla disini? Terus cowok ini siapa?" tanya Marvel kebingungan.
Damar menyeringai dibuatnya, "Lu jangan tanya ke gue, Vel! Tanya aja sama cewek lu ini, apa yang udah dia perbuat ke Aisyah lewat perantara orang ini!" ucapnya santai.
"Apa? Nazla, sebenarnya ada apa ini? Kenapa bang Damar bilang kayak gitu ke kamu? Apa yang udah kamu lakuin ke Aisyah, ha?" ujar Marvel.
"Vel, jangan dengerin omongan dia ya! Kamu percaya aja sama aku, gak mungkin aku jahatin Aisyah seperti yang dia bilang tadi!" elak Nazla.
"Bohong tuh dia!!" sela Damar dengan cepat.
Marvel sontak terkejut, begitu juga dengan Nazla yang reflek menatap tajam ke arah Damar. Kini Marvel terlihat semakin emosi, apalagi kelihatannya Damar memang tidak sedang bercanda dan bisa jadi semua yang dikatakannya benar. Marvel pun kembali menanyakan itu pada Nazla, ia berharap Nazla mau jujur padanya kali ini.
"Sekali lagi aku tanya sama kamu Nazla, dan tolong kamu jawab dengan jujur! Apa yang udah kamu lakuin ke Aisyah?" sentak Marvel.
Nazla hanya diam seraya menggelengkan kepalanya, air mata telah keluar dari wajahnya dan ia pun mulai bertingkah seolah-olah ia memang tidak melakukan kesalahan apa-apa pada Aisyah. Namun, Marvel tentu tak terpengaruh dan malah membentak Nazla serta meminta gadis itu untuk menjawab jujur. Jika tidak, maka Marvel akan semakin emosi padanya dan bisa saja ia meninggalkan gadis itu kali ini.
"Aku udah jujur Vel, emang aku gak ngelakuin apa-apa kok ke Aisyah!" tegas Nazla.
"Cukup Nazla! Kalau kamu gak mau kasih tahu aku, okay aku akan cari tahu semuanya sendiri!" ucap Marvel tanpa ragu.
Deg
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...