Bahagia Setelah Menderita

Bahagia Setelah Menderita
Deg-degan


__ADS_3

Marvel yang tadi bertemu dengan Aisyah di toilet, kini kembali ke tempat duduknya yang mana sebelumnya ia sudah menyewanya bersama Nazla. Namun ia sangat heran kali ini, ya sebab Nazla yang tadi ia tinggal disana saat ini justru tidak ada dan meja miliknya itu kosong tanpa ada siapapun yang mengisinya. Marvel pun tampak celingak-celinguk, berusaha menemukan dimana Nazla.


Setelah mencari-cari, akhirnya Marvel berhasil menemukan keberadaan gadisnya itu. Ya Marvel tercengang begitu melihat Nazla ada di meja lain bersama dua orang lelaki, dan satu lelaki itu amat dikenali oleh Marvel tentunya. Sontak Marvel pun terkejut, lantaran lelaki yang ada bersama Nazla disana adalah Damar alias kakak sepupu dari wanita yang sempat hampir menjadi istrinya dulu.


Tanpa berpikir panjang lagi, Marvel segera mendekat dan menghampiri Nazla disana untuk mencari tahu sedang apa wanita itu. Ya Marvel sangat penasaran dibuatnya, ia tak paham mengapa Nazla malah pergi meninggalkan mejanya lalu beralih ke meja yang lain. Apalagi disana juga terdapat dua orang lelaki, yang mana satu lelaki itu adalah Damar.


"Nazla?" pria itu langsung menyapa gadisnya, membuat suasana di meja itu terkejut lalu menoleh secara bersamaan ke arahnya.


Seketika Nazla, Damar dan satu orang lelaki asing itu beranjak dari tempat duduk mereka masing-masing untuk menghadap ke arah Marvel yang berdiri di dekat mereka. Ya ketiganya terkejut melihat kehadiran Marvel disana, terutama Damar yang tak menyangka jika Marvel mengenali gadis di dekatnya itu yang ia curigai sebagai pelaku utama alias orang yang menyuruh Iyan dan temannya.


"Marvel, kamu kenapa nyamperin aku kesini sih? Aku kira kamu masih di toilet loh, udah yuk kita balik ke tempat kita aja!" ucap Nazla dengan cepat mendekati Marvel dan merangkulnya.


"Apa kata kamu? Aku masih penasaran loh ini, sebentar dulu ya Nazla!" ucap Marvel menolak.


"Ta-tapi Vel..."


Nazla spontan menutup mulutnya begitu Marvel mengangkat telapak tangannya, Nazla pun tidak bisa berbuat apa-apa kali ini selain berharap kalau Marvel tidak akan mengetahui semuanya. Sedangkan Marvel kini beralih menatap Damar yang berdiri di dekatnya, dia mendekat lalu coba bertanya kepada pria itu mengenai masalah yang terjadi.


"Bang, ini ada apa ya? Kenapa lu bisa sama Nazla disini? Terus cowok ini siapa?" tanya Marvel kebingungan.


Damar menyeringai dibuatnya, "Lu jangan tanya ke gue, Vel! Tanya aja sama cewek lu ini, apa yang udah dia perbuat ke Aisyah lewat perantara orang ini!" ucapnya santai.


"Apa? Nazla, sebenarnya ada apa ini? Kenapa bang Damar bilang kayak gitu ke kamu? Apa yang udah kamu lakuin ke Aisyah, ha?" ujar Marvel.


"Vel, jangan dengerin omongan dia ya! Kamu percaya aja sama aku, gak mungkin aku jahatin Aisyah seperti yang dia bilang tadi!" elak Nazla.


"Bohong tuh dia!!" sela Damar dengan cepat.


Marvel sontak terkejut, begitu juga dengan Nazla yang reflek menatap tajam ke arah Damar. Kini Marvel terlihat semakin emosi, apalagi kelihatannya Damar memang tidak sedang bercanda dan bisa jadi semua yang dikatakannya benar. Marvel pun kembali menanyakan itu pada Nazla, ia berharap Nazla mau jujur padanya kali ini.


"Sekali lagi aku tanya sama kamu Nazla, dan tolong kamu jawab dengan jujur! Apa yang udah kamu lakuin ke Aisyah?" sentak Marvel.


Nazla hanya diam seraya menggelengkan kepalanya, air mata telah keluar dari wajahnya dan ia pun mulai bertingkah seolah-olah ia memang tidak melakukan kesalahan apa-apa pada Aisyah. Namun, Marvel tentu tak terpengaruh dan malah membentak Nazla serta meminta gadis itu untuk menjawab jujur. Jika tidak, maka Marvel akan semakin emosi padanya dan bisa saja ia meninggalkan gadis itu kali ini.


"Aku udah jujur Vel, emang aku gak ngelakuin apa-apa kok ke Aisyah!" tegas Nazla.


"Cukup Nazla! Kalau kamu gak mau kasih tahu aku, okay aku akan cari tahu semuanya sendiri!" ucap Marvel tanpa ragu.


Deg


Nazla terkejut, ia khawatir Marvel akan tahu semuanya nanti bahwa dirinya lah yang sudah menyuruh Ivar serta Iyan untuk mengedit video panas itu menjadi mirip wajah Aisyah dan menyebarkannya di media sosial. Tentunya Marvel pasti akan sangat marah padanya, sehingga Nazla tidak mau itu terjadi.


"Mendingan lu ngaku aja deh, semuanya udah jelas sekarang kalau ternyata lu dalang dari semuanya! Orang ini adalah tersangka utama pengeditan sekaligus penyebaran video Aisyah, dan tadi gue lihat lu lagi bicara sama dia!" ucap Damar.


"Apa? Ja-jadi, soal video Aisyah itu..."


"Ada apa ini??" ucapan Marvel terhenti, karena tiba-tiba saja Aisyah muncul di dekatnya dan menyela obrolan mereka.

__ADS_1


Seketika semua orang disana terkejut dan spontan menatap ke arah Aisyah, tak ada yang mengira jika Aisyah akan datang menghampiri mereka lalu menyerobot perkataan Marvel tadi.


"Aisyah, kamu ngapain ada disini? Kamu di meja aja sama Kania ya!" ucap Damar.


"Enggak kak, jawab dulu pertanyaan aku! Ini ada apa dan kenapa kalian bawa-bawa nama aku coba?" ujar Aisyah dengan tegas.


"Syah, ini bukan urusan kamu. Sekarang kamu balik ke meja dan makan aja!" perintah Damar.


"Jelas ini urusan aku kak, tadi aku dengar banget kok kalau Marvel sebut soal video aku. Apa kakak udah berhasil temuin pelakunya?" ucap Aisyah.


Damar terdiam seraya memalingkan wajahnya, ia tidak tahu harus berkata apa kali ini. Ya sebenarnya ia sudah yakin jika Nazla adalah pelakunya, tetapi ia masih belum memiliki cukup bukti untuk bisa menuduh Nazla lah yang sudah melakukan hal itu kepada Aisyah.


"Aisyah!" kali ini giliran Kania yang turut menghampiri mereka dan berdiri di dekat Aisyah.


Damar pun semakin bingung saat ini, setelah Aisyah justru kini Kania malah turut mengikuti langkah Aisyah dan menghampiri mereka. Tentu saja Damar amat gelisah, rencananya untuk menginterogasi Nazla kini hilang sudah dengan kehadiran dua gadis tersebut disana. Apalagi ia belum bisa mendapatkan apa-apa dari Ivar maupun Nazla, sehingga ia tak punya bukti untuk bisa memenjarakan mereka.


"Nah Kania, kamu bawa kakak kamu ini balik ke meja ya! Aku ada urusan sebentar disini, nanti begitu selesai baru deh aku balik ke meja!" suruh Damar.


"Enggak kak, aku gak mau. Aku bakal tetap disini sama kak Damar!" tegas Aisyah.


"Syah, ayo kamu ikut aja sama aku! Jangan ganggu kak Damar yang lagi punya urusan penting, Syah!" bujuk Kania memegangi lengan saudaranya.


"Nia cukup deh! Lu aja sana yang pergi, gue tuh mau tetap disini!" sentak Aisyah.


Kania langsung terdiam saat itu juga, bentakan dari Aisyah memang berhasil membuat Kania bungkam dan tak bisa berkata apa-apa lagi. Akhirnya Kania juga membiarkan Aisyah tetap disana, tetapi tentu Kania tidak pergi dari sana dan menemani Aisyah bersama Damar serta yang lain.


"Gak ada yang aku sembunyikan, aku cuma mau selidiki semuanya dulu sekarang. Begitu aku tahu nanti, pasti aku bakal kasih tahu ke kamu juga kok Aisyah. Please lah, kamu nurut dan pergi dulu ya dari sini!" ucap Damar.


"Kenapa kak? Aku mau tetap disini, udah kakak lanjutin aja penyelidikannya! Bener kan ini orang yang namanya Ivar itu?" ujar Aisyah.


Deg


Damar terkejut, rupanya Aisyah juga mengenali siapa sosok pria yang ada di dekat Nazla saat ini. Memang benar karena Aisyah tentu sudah melihat wajah dari pelaku utama pengeditan itu dari berbagai selebaran yang diedarkan oleh Damar atau pihak kepolisian di luar sana, sehingga tentu Aisyah tak mungkin tidak mengenali siapa pria itu.


"I-i-iya, dia memang Ivar yang sedang kita cari. Aku tadi lihat dia disini dan lagi bicara berdua dengan Nazla, makanya aku samperin karena aku curiga kalau Nazla lah yang sudah menyuruh Ivar untuk melakukan ini semua!" jelas Damar.


"Apa? Berarti ini semua ulah kamu Nazla? Kenapa kamu tega ngelakuin ini ke Aisyah, ha?" sentak Marvel seolah tak percaya.


Nazla hanya bisa diam dengan kegugupan yang dideritanya, gadis itu tak tahu harus mengelak bagaimana lagi terkait pertanyaan dari Marvel serta Damar tadi. Semuanya sudah terungkap, dan ia sangat menyesal karena sudah mengajak Ivar untuk bertemu disana untuk membahas terkait pengejaran yang dilakukan para polisi dan pasukan Damar.


Namun, tanpa diduga Ivar justru berhasil melarikan diri dari tempat itu dan berlari dengan kencang keluar dari restoran tersebut meninggalkan orang-orang yang sedang asyik berbincang sampai mengabaikan dirinya. Tentu saja Damar serta yang lainnya terkejut, mereka tak menyangka Ivar bisa kabur dan lolos kali ini.


"HEY JANGAN LARI KAMU!" Damar reflek mengejar pria itu keluar dari restoran dengan kecepatan tinggi.


Aisyah juga hendak mengejarnya, namun Kania dengan cepat menahan lengan saudaranya itu karena dia tidak ingin Aisyah kenapa-napa. Ya Kania pun meminta Aisyah tetap disana bersamanya, meski sempat berdebat akhirnya Aisyah mau menurut dan tidak memaksa pergi.


"Eh Nazla, sekarang lu jelasin deh ke gue! Apa maksud lu suruh orang buat edit video gak jela itu pake muka gue, ha?" ujar Aisyah.

__ADS_1


Nazla menggeleng dengan cepat, "Enggak Syah, ini salah paham. Bukan aku pelakunya, aku aja gak kenal siapa cowok tadi. Kita gak sengaja ketemu dan bukan janjian," ucapnya mengelak.


"Masih aja ngelak ya lu, mending lu jujur atau gue bakal telpon polisi sekarang juga!" ancam Aisyah.


"Hah? Jangan Aisyah! Beneran bukan aku kok yang ngelakuin itu, kamu percaya dong sama aku! Coba aja kamu tanya sama orang tadi, aku juga gak tahu kalau dia yang udah edit video kamu loh!" ucap Nazla tampak ketakutan.


"Cih, masih aja gak mau ngaku. Emang orang kayak lu itu pantasnya di penjara, dasar perempuan munafik!" umpat Aisyah.


Sangking kesalnya, Aisyah sampai berniat memukul wajah Nazla di hadapan Kania serta Marvel. Akan tetapi, niat Aisyah terhenti lantaran dengan cekatan Marvel berhasil menahan tangan gadis itu. Ya tampak Marvel tidak ingin Aisyah menampar wajah Nazla kali ini, sehingga Marvel mencengkram lengan Aisyah dan menghalanginya.


"Jangan lakukan itu Aisyah, semua belum terbukti! Nazla belum tentu bersalah disini, jadi kamu jangan main hakim sendiri!" sentak Marvel.


Aisyah pun menghentak tangannya lepas dari genggaman pria itu, lalu mengatakan pada Marvel bahwa ia akan membuktikan kalau Nazla memang orang yang sudah menyuruh Ivar serta Iyan. Setelah itu, Aisyah langsung menarik tangan Kania dan mengajaknya pergi dari sana.




Besoknya, Kania dibuat terkejut saat tiba-tiba mulutnya dibekap oleh seseorang dari belakang dan dibawa secara paksa dari depan kamarnya. Padahal ia baru saja keluar kamar dan hendak pergi ke kampus, tetapi sekarang malah ia dibawa oleh orang yang entah siapa dan ia tak tahu akan dibawa kemana saat ini. Kania berusaha berontak, namun usahanya sia-sia karena tenaga si lelaki jauh lebih besar daripada dirinya.


"Mmpphh mmpphh..."


Hanya itu yang keluar dari mulutnya, bekapan tangan dari pria di belakangnya benar-benar kuat dan membuat kepala Kania perlahan mulai terasa pusing. Kania juga tidak bisa berbuat apa-apa, matanya membulat ketika ia sadar bahwa ia dibawa menuju gudang di rumahnya.


Kini mulutnya telah dilepas oleh si pria, dan tubuhnya didorong begitu saja sampai terhempas dan nyaris tersungkur ke lantai. Gadis itu langsung mengambil nafas dalam-dalam, ia sungguh kesal karena nafasnya hampir hilang akibat bekapan tadi. Ia pun menoleh untuk memastikan siapa orang yang tadi membekapnya, dan ternyata itu adalah Damar.


"Hah? Kak Damar??" Kania terkejut, lalu sontak bangkit mendekati pria tersebut.


"Ish, kakak ngapain sih? Tahu gak tadi aku hampir sesak nafas gara-gara kakak? Emang ya kakak itu sepupu yang gak bener!" sentak Kania.


Damar terkekeh dibuatnya, "Hahaha, maaf Nia cantik. Udah ah jangan kesel gitu terus!" godanya.


"Gimana aku gak kesel? Kakak tadi bikin aku takut tahu, aku kira ada maling atau penjahat gitu yang mau apa-apain aku disini! Eh ternyata penjahatnya malah kakak sepupu aku sendiri," kesal Kania.


"Hehe, iya iya aku minta maaf. Aku itu sebenarnya cuma mau ajak kamu ngobrol berdua, tanpa diketahui sama Aisyah," ucap Damar berbisik.


"Hah? Emang kakak mau bicara soal apa? Terus kenapa Aisyah gak boleh tahu, sepenting itu ya kak?" tanya Kania dengan wajah penasarannya.


Damar mengangguk, kemudian mengajak Kania bersandar ke tembok yang ada di dekat gudang itu. Tak lupa Damar juga merangkul gadis itu, sekali lagi ia memberitahu pada Kania untuk tidak berisik supaya Aisyah tak mengetahui keberadaan mereka di bawah sana.


"Aku mau bahas soal si Ivar yang semalam itu," ucap Damar tepat di telinga Kania.


Kania sontak mengernyitkan keningnya penuh heran, "Kalau begitu, kenapa Aisyah gak boleh tahu? Ini kan menyangkut dia, nanti dia mar—mmpph!!"


Dengan cepat Damar membungkam mulut Kania kembali menggunakan telapak tangannya, ya ia rasa gadis itu terlalu keras bersuara tadi dan ia khawatir Aisyah akan mendengarnya nanti. Damar pun memperingatkan Kania untuk menurut, dan kali ini Kania hanya bisa mengangguk sekaligus berharap Damar mau melepaskan mulutnya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2