Bahagia Setelah Menderita

Bahagia Setelah Menderita
Marsha cantik


__ADS_3

Marvel tiba di depan kost tempat Marsha berada, pria itu tampak rapih dan menyisir rambutnya dengan bantuan kaca mobil untuk memastikan apakah dirinya sudah pas atau belum agar tak mengecewakan Marsha nanti. Ya Marvel tentu tidak mau terlihat buruk di hadapan Marsha, karena pria itu hendak menarik perhatian Marsha.


Setelah dirasa cukup, Marvel pun bergegas menuju ke depan pintu kamar Marsha dan mengetuknya perlahan. Sebelumnya Marsha memang sudah memberitahu padanya lokasi tempat kost itu sekaligus nomor kamarnya, sehingga Marvel saat ini tidak bingung lagi saat datang kesana.


TOK TOK TOK....


Marvel mengetuk pintu dengan perlahan seraya memanggil nama gadis itu, ia sungguh gugup dan terus menatap sekitar memastikan bahwa tidak ada orang yang melihatnya disana. Biar bagaimanapun, ini adalah kali pertama Marvel datang ke tempat tersebut sejak ia bertemu dengan Marsha di danau sebelumnya.


"Iya sebentar." Marsha berteriak dari dalam kamarnya, suara langkah kaki pun terdengar dan membuat Marvel tersenyum senang.


Ceklek


Pintu terbuka, lalu Marsha pun muncul dari dalam sana dan menemui pria tersebut. Marvel begitu terkejut melihat penampilan Marsha saat ini, gadis itu sangat cantik dan berbeda dari biasanya. Marvel sampai tak bisa berkedip dibuatnya, ia sangat terpesona dan terpukau dengan kecantikan gadis di depan matanya itu.

__ADS_1


"Hai Marsha! A-aku kaget banget loh, ternyata kamu bisa secantik ini sekarang!" gugup Marvel.


Marsha tersipu dan berusaha menyembunyikan senyumnya, gadis itu benar-benar malu ketika Marvel memujinya seperti tadi. Kedua pipinya pun memerah, baru kali ini ia merasakan hal itu saat bertemu dengan seorang lelaki. Padahal, ini bukan kali pertama Marsha bersama lelaki karena dulu ia juga pernah memiliki kekasih.


"Ka-kamu udah siap belum? Kita pergi sekarang aja yuk, mumpung cuaca masih belum terlalu panas dan enak buat jalan-jalan!" ajak Marvel.


"Ah boleh, aku mah siap kok kapanpun. Tapi, bener ini tampilan aku udah bagus?" tanya Marsha.


"Hahaha, yaudah kalo gitu aku masuk dulu mau ambil tas! Kamu gak pengen mampir dulu nih? Kalau mau, nanti sekalian aku buatin minum. Barangkali kamu haus kan?" ucap Marsha menawarkan.


"Eee enggak deh gausah, kita minumnya nanti di jalan aja. Soalnya takut gak keburu waktunya, kan kita mau nonton sebentar lagi," ucap Marvel.


"Iya sih, yaudah bentar ya?" pamit Marsha.

__ADS_1


Marvel mengangguk saja, lalu Marsha pun masuk kembali ke dalam kamarnya demi mengambil tas miliknya yang tertinggal disana. Sedangkan Marvel tetap menunggu disana dengan perasaan gugup, sungguh pria itu tidak tahu apa yang harus dia lakukan nanti saat sudah berada di jalan berdua dengan Marsha.


"Huft, kaget banget gue tadi! Kok bisa ya Marsha secantik itu? Apa nanti gue bisa tahan kalau berdua sama dia?" gumam Marvel lirih.


Kini akhirnya Marsha kembali ke luar menemui Marvel setelah mengambil tasnya, ia mengunci pintu kamarnya itu sebelum pergi bersama Marvel untuk mencegah sesuatu terjadi. Marvel masih terus terdiam saat ini, matanya tak bisa lepas dari tubuh seksi Marsha yang juga terlihat sangat mempesona dan sulit untuk membuatnya berpaling.


"Gimana Marsha, udah siap kan sekarang? Kamu cantik banget loh!" tanya Marvel sambil tersenyum.


Marsha menoleh ke arahnya dan ikut tersenyum disertai anggukan kecil pada wajahnya, gadis itu juga terlihat tak kalah gugup dari apa yang Marvel rasakan sekarang ini. Marvel pun memberi jalan bagi Marsha untuk melangkah lebih dulu, tanpa basa-basi lagi Marsha bergegas menuju mobil milik Marvel yang terparkir di depan pagar.



__ADS_1


__ADS_2