Bahagia Setelah Menderita

Bahagia Setelah Menderita
Ketemu malaikat penolong


__ADS_3

...❤️❤️❤️❤️❤️...


Aisyah POV


Aku sampai di depan kampus pelita bangsa, yang tak lain ialah kampusnya Kania. Aku hadir disini bukan sebagai diriku sendiri, karena aku akan bertukar peran dengan Kania dan menjadi Kania selama beberapa hari ke depan tentunya sampai aku berhasil menemukan bukti bahwa aku tidak bersalah dalam kasus video tersebut dan orang-orang berhenti menghujat ku nantinya.


Jujur, aku agak kasihan pada adikku itu yang harus terpaksa menjalani hidup sebagai diriku, hanya demi membuatku senang dan kembali bersemangat. Namun, mau bagaimanapun inilah satu-satunya jalan terbaik yang aku akan tempuh karena aku tidak ingin terus-terusan dihujat seperti itu.


Perasaan ku sangat senang begitu menapakkan kaki di depan kampus tersebut, rasanya sangat beda sekali dengan sebelumnya ketika aku masih kuliah di kampus ku dan sebagai diriku sendiri.


Baru saja aku melangkah masuk ke dalam, namun pancaran senyum serta sapaan dari orang-orang disana langsung muncul. Aku pun tampak bahagia mendapat sambutan seperti itu, walau tentunya itu semua ditujukan untuk Kania bukan diriku.


"Kania!"


Tiba-tiba saja ada yang memanggil nama Kania dari arah depan sembari melambaikan tangan, kulihat dari tempatku berdiri saat ini, tiga gadis yang tengah menuju ke arahku adalah teman-teman Kania yang pernah diajak kerja kelompok ke rumahku dulu.


Namun, aku sama sekali tidak ingat satupun diantara mereka dan aku bingung saat ini harus memanggil mereka dengan sebutan apa.


"Duh, mereka siapa ya? Haish, Kania juga gak bilang apa-apa lagi soal temen-temen di kampusnya." batinku yang sangat kebingungan saat ini.


Akhirnya aku pun hanya melempar senyum tipis ke arah mereka tanpa berbicara apapun, tentu karena aku takut salah sebut nama dan membuat jati diriku ketahuan. Mungkin bisa saja mereka akan melapor pada pihak kampus, lalu aku dikeluarkan karena bukan Kania yang asli.


"Kania? Kamu kenapa diam aja sih?" tanya salah seorang dari mereka.


Duh, aku semakin bingung harus bagaimana sekarang? Terlebih mereka terus saja menatap ke arahku sangat tajam, membuat aku semakin tak tahu harus berbuat apa saat ini.


"Iya Kania, sombong banget sih mentang-mentang kita udah gak ketemu lama!" sahut gadis lainnya.


"Hah? Enggak kok, aku gak gitu!" ucapku mengelak.


"Ya terus kenapa diem aja, Kania? Kamu lapar? Belum sarapan? Mau ke kantin bareng sama kita enggak?" tanya wanita itu lagi.

__ADS_1


Aku makin tidak karuan saat ini, apalagi mereka justru mengajak aku untuk makan bersama mereka di kantin.


Ya ampun, tau nama kalian aja aku enggak. Apalagi aku harus makan bareng sama kalian, yang ada aku bakal jadi patung di kantin nanti! Haish, ini benar-benar merepotkan dan tidak enak seperti yang aku bayangkan selama ini.


"Kania? Yah dia malah diem lagi!" ujarnya.


"Kamu sebenarnya kenapa sih?" tanyanya.


"Eee gapapa kok," jawabku gugup. "Aku duluan ya? Ada kelas soalnya, maaf gak bisa makan bareng sama kalian!" sambung ku.


Aku akhirnya memilih untuk pergi menjauh dari mereka, ya tentu agar aku bisa terhindar dari mereka dan tidak perlu bingung lagi harus mengatakan apa karena aku tak mengenali mereka itu siapa.


Bruuukkk..


Naas bagiku, ya karena aku terlalu fokus melihat ke belakang, alhasil aku pun menubruk tubuh seseorang yang sangat kekar dan aku terhuyung ke belakang hingga terjatuh ke lantai.


"Kamu gapapa?" ujarnya terdengar cemas.


Aku pun coba bangkit dan mengangkat kepalaku untuk melihat siapa yang aku tabrak tadi, dan aku sangat syok saat mengetahui dia adalah salah seorang pria yang ku kenal sejak lama.


Kulihat dia menyunggingkan senyum dan tangannya masih terus diulurkan ke arahku.


Aisyah POV end


...•••...


Author POV


Kania yang masih menyamar menjadi Aisyah, kini tengah duduk di taman kampus sendirian sembari memegang buku tugasnya yang ditolak oleh dosen karena ia terlambat menyerahkan itu. Ya Kania tampak sedih karena ini akan berpengaruh pada nilai Aisyah nantinya, ia pun merasa bersalah pada kakaknya tersebut hingga tanpa sadar ia meneteskan air mata disana yang perlahan-lahan mulai bertambah deras.


"Hih! Lihat tuh si cewek murah lagi nangis!'

__ADS_1


"Iya, emang dikata ada yang kasian apa ya?"


Cibiran serta hujatan terus saja terdengar dimanapun Kania berada saat ini, ya karena memang satu kampus itu semuanya sudah tau mengenai berita yang sedang beredar dan mereka kompak membenci Kania yang disangka Aisyah itu dan mencapnya sebagai wanita gak bener.


Kania pun hanya bisa diam masih menangis dalam kesedihan karena ini baru hari pertama, tapi ia sudah mendengar banyak sekali hujatan dan ditambah lagi tugasnya juga tidak diterima oleh dosen.


"Haish, mereka itu bisanya hujat orang saja! Emang dikata mereka udah bener apa?" gumam Kania.


Tak lama kemudian, tiba-tiba saja ada seseorang yang muncul dan menyodorkan botol minuman ke arah Kania. Sontak Kania pun kaget dan langsung mendongakkan kepalanya ke atas untuk mengetahui siapa yang memberikan botol itu padanya.


Dan kania pun kembali dibuat kaget, karena ternyata yang muncul disana itu adalah Darwin alias lelaki yang memang selama ini mencintai Aisyah dan selalu berusaha mendekati gadis itu. Namun, kali ini Darwin salah mengira karena yang ada di hadapannya bukanlah Aisyah, melainkan Kania.


Kania langsung berdiri dengan gugup dan menunjuk ke arah Darwin dengan jarinya, ia masih tak mengira kalau Aisyah ternyata satu kampus dengan Darwin, ya karena Aisyah tak pernah cerita apapun padanya tentang teman-teman kampusnya itu.


"Darwin...??" ujar Kania kaget.


Wajah Darwin pun berubah terkejut ketika melihat reaksi dari Kania saat melihatnya muncul disana, ia heran mengapa gadis itu sampai kaget begitu ketika tahu ialah yang memberikan botol air padanya.


"Kenapa?" tanya Darwin terheran-heran.


"Eee gapapa, ini maksudnya apa?" ujar Kania.


"Minum, buat kamu. Pasti kamu haus karena habis nangis begitu, makanya aku bawain kamu minum. Karena aku tahu, seorang Aisyah itu gak pernah bawa bekal minum ke kampus." ucap Darwin.


"Eee makasih ya!" ucap Kania gugup dan mengambil botol minum itu dari tangan Darwin.


"Sama-sama. Oh ya, aku boleh ikut duduk disini gak temenin kamu? Siapa tahu dengan curhat ke aku, suasana hati kamu bisa lebih tenang." ucap Darwin.


"Umm, boleh aja." ucap Kania tersenyum tipis.


Setelah mendapat izin dari Kania, Darwin pun duduk disana tepat di sebelah gadis tersebut. Mereka saling menatap sejenak kemudian tersenyum, sampai pada akhirnya Kania merasa malu dan membuang muka. Darwin pun tampak senang melihat ekspresi Kania yang ia kira Aisyah itu, karena wajahnya sangat menggemaskan.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2