Bahagia Setelah Menderita

Bahagia Setelah Menderita
Aisyah ngambek


__ADS_3

Nazla sendiri saat ini tengah pergi menemui Marvel di pinggir danau. Tampak pria itu tengah menatap air danau dengan wajah kosong dan seolah memikirkan sesuatu, tanpa basa-basi Nazla pun bergerak cepat menghampiri pria itu untuk menghiburnya. Perlahan Nazla menyentuh pundak Marvel, sampai membuat sang empu terkejut dan menoleh ke arahnya.


Marvel sontak bergerak menjauh, mencoba melepaskan tangan gadis itu dari pundaknya karena ia sungguh merasa malas meladeni Nazla saat ini. Entah mengapa, sampai sekarang Marvel masih belum percaya seratus persen pada Nazla dan ia yakin ada yang tengah disembunyikan olehnya sehingga membuat Marvel ragu.


"Kamu tuh kenapa sih, Vel? Kamu masih mikirin cewek kamu yang gak tahu diri itu, ya? Ayolah Vel, kamu lupain dia dong!" bujuk Nazla.


Marvel menatap penuh emosi ke arah gadis itu, "Dengar ya Nazla, kamu jangan pernah bicara aneh-aneh soal Aisyah! Dia itu gak salah, aku yakin dia gak begitu!" ucapnya tegas.


"Oh ya, kamu yakin? Kalau memang begitu, kenapa dulu kamu malah memutuskan untuk membatalkan pernikahan kalian?" tanya Nazla.


"Ya justru itu, aku nyesel banget udah ngelakuin itu dulu. Harusnya aku gak batalin pernikahan aku dan Aisyah, aku menyesal karena udah termakan omong kosong kamu Nazla!" sentak Marvel.


"Hah? Kok kamu jadi nyalahin aku sih? Itu semua kan keputusan kamu," heran Nazla.


"Iya emang, tapi kamu terus-terusan pengaruhi aku untuk batalin pernikahan itu. Kamu andil juga dong dalam keputusan aku?" ucap Marvel.


"Udah deh Vel, lagian gak ada untungnya juga kalau kamu nikah sama cewek itu!" cibir Nazla.


Marvel menggeleng perlahan, "Enggak Nazla, justru kalau aku menikah sama Aisyah maka itu sebuah keberuntungan yang aku belum dapat sampai sekarang. Aku akan terus berusaha, supaya aku bisa memperbaiki hubungan aku dan dia!" ucapnya.


"Kamu mau lakuin apa lagi, Vel? Dia aja kan udah gak perduli sama kamu," tanya Nazla.


"Entahlah, tapi aku akan berusaha untuk itu. Aku masih cinta sama Aisyah, jadi aku gak mungkin bisa melupakan dia!" jawab Marvel.


"Hadeh, kamu keras kepala banget ya Vel? Awas loh nanti kamu nyesel!" ujar Nazla.


Marvel terkekeh seraya menggelengkan kepalanya, ia berbalik dan berniat pergi dari tempat itu meninggalkan Nazla. Namun, sepertinya Nazla tak mengizinkan Marvel untuk pergi begitu saja. Ya tepat sedetik kemudian, Nazla langsung mencekal lengan Marvel dan meminta pria itu tetap disana bersamanya. Bahkan, Nazla juga memeluk lengan Marvel dengan erat seolah tak ingin melepasnya.


"Jangan pergi Vel! Aku itu cinta sama kamu, aku gak rela kalau kamu masih mau kejar-kejar perempuan gak bener itu!" ucap Nazla diiringi isak tangis.


Jujur Marvel amat terkejut mendengarnya, ia tak menyangka Nazla ternyata memendam rasa padanya selama ini. Meski Marvel sudah curiga sejak lama, sebab sikap Nazla selalu saja lembut dan seolah berharap balasan darinya. Namun, Marvel tak mengira jika Nazla ternyata benar-benar jatuh cinta padanya.


"Maaf Naz, tapi ini udah jadi keputusan aku. Aku gak akan berhenti, sampai aku berhasil mendapatkan tujuan aku!" tegas Marvel.


Nazla menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar penyataan Marvel barusan, gadis itu tak percaya jika cinta Marvel pada Aisyah begitu besar dan sampai tidak ada ruang baginya untuk masuk ke dalam hati pria itu. Nazla pun sangat kecewa pada keputusan Marvel, kali ini ia melepaskan lengan pria itu seolah memberi kebebasan padanya.


Marvel menyempatkan diri untuk melirik sekilas ke arah Nazla, jujur ia merasa kasihan pada gadis itu dan tidak tega karena telah menyakitinya. Namun, bagaimanapun ia juga tidak bisa menerima cinta Nazla karena sampai kapanpun cintanya itu hanya untuk Aisyah seorang. Marvel ingin berusaha memperbaiki hubungannya dengan Aisyah, meski ia tahu itu tidak akan mudah.

__ADS_1


"Sekali lagi maafin aku Naz, aku harus pergi!" ucap Marvel sebelum berlalu pergi.




Disisi lain, Damar bersama kedua adiknya telah pergi dari markas sesudah berhasil mendapatkan informasi dari Ivar mengenai siapa yang menyuruhnya melakukan hal bejat itu. Ya ketiganya sama sekali tak menyangka jika ini semua adalah ulah dari Nazla, pantas saja wanita itu terlihat senang ketika mendengar penderitaan yang dialami oleh Aisyah karena cemoohan dari orang-orang.


Aisyah pun tampak sangat emosi saat ini, ia sudah bersiap untuk menemui Nazla dan membalas dendam atas perbuatannya. Akan tetapi, Damar tak mengizinkan Aisyah untuk melakukan itu dan malah memintanya pulang ke rumah. Tentu saja Aisyah menolak, karena ia sekarang tengah dalam fase marah dan sangat emosi.


Saat ini ketiganya berada dalam satu mobil, ya Damar berhasil memaksa Aisyah serta Kania untuk naik ke mobilnya dan pergi bersama menuju rumah kedua gadis itu. Meski awalnya menolak, tetapi pada akhirnya Aisyah hanya bisa pasrah saat Damar menyeretnya masuk ke dalam mobil itu. Tapi, tentu saja emosinya pada Nazla masih meluap-luap hingga sekarang dan belum tersalurkan.


"Kak, kenapa sih kak Damar halangi aku buat cari Nazla dan kasih pelajaran ke dia? Aku tuh benci banget sama dia tahu, kak!" ujar Aisyah.


Damar tersenyum tipis, "Sabar Syah, nanti ada waktunya kok untuk pembalasan!" ucapnya santai.


"Kapan waktunya kak? Aku udah gak sabar banget pengen bales dendam ke dia, dia itu udah bikin hidup aku menderita tau kak!" geram Aisyah.


"I-i-iya Syah, aku tahu kok soal itu. Kamu serahin aja semuanya ke aku ya sayang!" bujuk Damar.


Aisyah terlihat kesal mendengar perkataan kakak sepupunya itu, ia langsung memalingkan wajahnya dan tidak mau lagi berbicara pada Damar atau siapapun saat ini. Sedangkan Damar sendiri hanya tersenyum sambil sesekali memandang ke arah Aisyah melalui kaca spion tengah, ya saat ini Aisyah memang terduduk di kursi belakang seorang diri.


Damar kini beralih menatap Kania yang ada di sebelahnya, dari tatapannya terlihat jika Damar begitu kesal mendengar ucapan Kania. Sontak gadis itu langsung menunduk ketakutan dibuatnya, ia sadar kalau tak seharusnya ia berbicara seperti itu kepada Damar dan sampai membuat Damar merasa kesal padanya.


"Kamu gausah ikut campur urusan dewasa, kamu diam aja deh Kania!" sentak Damar.


Kania tersentak, "Ih kakak apaan sih? Aku itu udah dewasa ya, umur aku sama Aisyah kan cuma beda sepuluh menit!" ucapnya kesal.


"Hahaha, tapi memang kamu itu masih kecil Nia. Biarin aja kakak yang urus semuanya!" ujar Damar.


Kania tampak mengembungkan pipinya, membuat Damar gemas dan mencubit pipi gadis itu berkali-kali. Kania pun semakin kesal, langsung saja ia memukul tangan Damar sampai membuat sang empu merintih sambil menahan tawanya. Mereka malah asyik bercanda kali ini, seolah melupakan Aisyah yang juga berada di belakang mereka.


"Ish, kalian kenapa malah pada ribut berdua gitu sih? Ini gimana masalahnya si Nazla yang nyebelin itu? Aku udah gak sabar pengen balas dendam ke dia tau!" tegur Aisyah.


Damar dan Kania sontak menoleh ke belakang, mereka kompak terkekeh kecil melihat ekspresi Aisyah yang tampak kesal. Damar juga mengatakan pada sepupunya itu, kalau Aisyah tidak perlu khawatir karena sebentar lagi Damar akan mencari dan membalaskan dendam wanita itu pada Nazla.


__ADS_1



Singkat cerita, ketiganya pun tiba di kediaman Kania serta Aisyah. Tanpa banyak berpikir lagi, Aisyah langsung turun dari mobil itu dan melangkah pergi meninggalkan saudaranya dengan cepat. Ya sepertinya Aisyah masih kesal saat ini, karena Damar menghalangi niatnya yang ingin pergi mencari Nazla dan membalaskan dendamnya.


Kania pun tampak kasihan melihat saudaranya pergi dengan perasaan kesal itu, ia juga ikut turun dari mobil dan berniat mengejar Aisyah. Akan tetapi, dengan cepat Damar menahan tangannya lalu melarang gadis itu untuk pergi. Kania tidak bisa apa-apa, karena tenaganya kalah jika dibandingkan dengan Damar yang seorang lelaki.


"Apa sih kak? Kakak jangan halangi aku dong, aku mau bujuk Aisyah biar dia gak marah lagi!" pinta Kania sambil coba berontak.


Damar menggeleng perlahan, "Gak Nia, kamu biarin aja dia sendirian dulu sekarang! Mending kamu ikut aku yuk, ada yang mau aku bicarakan sama kamu Nia!" ucapnya sambil tersenyum.


Kania pun mengernyitkan dahinya, "Hah? Kakak mau bicara apa?" tanyanya penasaran.


"Ada deh, makanya ayo kamu ikut aku! Biarin aja Aisyah tenangin dirinya disini, siapa tahu nanti dia bisa pulih kan!" ajak Damar.


"Tapi kak, aku khawatir sama Aisyah. Kalau dia kenapa-napa disini gimana?" ucap Kania panik.


"Nia, kamu tenang ya! Aku udah minta anak buah aku buat jagain Aisyah disini, jadi kamu gak perlu khawatir lagi sama dia! Lagipun, aku cuma pengen ajak kamu pergi sebentar kok!" bujuk Damar.


"Umm..."


Kania tampak berpikir kali ini, gadis itu terus mengetukkan jarinya ke dagu seperti kebanyakan orang saat sedang memikirkan sesuatu. Namun, Damar yang sudah tidak sabar langsung saja menarik paksa Kania dan membawanya kembali ke dalam mobil untuk diajak pergi.


Tak ada penolakan atau perlawanan dari Kania saat Damar membawanya secara paksa, sebab gadis itu juga sadar kalau dirinya tidak mungkin bisa meladeni kekuatan sang kakak. Kini mereka pun sudah berada di dalam mobil itu kembali, dan Kania terlihat sangat penasaran apa yang hendak Damar lakukan padanya kali ini.


Berkali-kali Kania menanyakan itu pada Damar, namun sepertinya pria itu tak ingin memberitahu apa-apa padanya. Justru kini Damar menyalakan mesin mobilnya dan bersiap untuk pergi, sehingga Kania hanya bisa cemberut sembari memalingkan wajahnya. Meski ia tidak senang, tetapi ia hanya bisa pasrah menunggu kemana Damar ingin membawanya pergi.


Disaat Damar hendak melajukan mobilnya, tanpa diduga sebuah motor tiba dan berhenti tepat di depan mobil itu seolah menghalangi niat Damar yang ingin pergi dari sana. Damar sontak menggeram kesal, terlebih ketika sosok pemotor di depan sana membuka helmnya dan turun dari motor yang dia tumpangi sambil menunjukkan wajahnya.


"Alex??" lirih Kania saat mengetahui siapa sosok pria yang menghalangi jalannya itu.


"Sialan tuh anak! Di bebasin bukannya berubah malah mau cari gara-gara lagi, kayaknya dia emang harus dihabisin deh!" geram Damar.


"Kak jangan!" Kania langsung menahan Damar yang hendak turun dan menghabisi Alex.


"Kenapa sayang? Kamu masih perduli sama dia? Lupa kamu kalau dia itu yang udah taruh obat tidur di minuman kamu tempo hari, ha? Hampir aja kamu kehilangan kesucian kamu Nia!" kesal Damar.


Kania terdiam saat ini, memang benar apa yang dikatakan Damar tadi mengenai sosok Alex.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2