Bahagia Setelah Menderita

Bahagia Setelah Menderita
Kegigihan Marvel


__ADS_3

Aisyah tiba di kampusnya bersama Damar. Gadis itu langsung pamit pada Damar dan hendak turun dari mobilnya, Damar hanya mengangguk memberi izin serta membiarkan Aisyah turun karena memang mereka sudah sampai. Tanpa basa-basi lagi, kini Aisyah melangkahkan kakinya keluar dari mobil tersebut.


Namun, baru saja ia turun tanpa diduga sosok Marvel justru sudah berdiri di depan kampusnya seolah sengaja menunggu kehadiran gadis itu. Aisyah sontak menghentikan langkahnya, ia mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam sana karena malas bertemu dengan Marvel.


Hal itu sontak membuat Damar yang masih ada di dalam mobil tampak kebingungan, ia heran mengapa Aisyah justru berhenti di dekat mobilnya dan tidak jadi masuk ke kampus. Damar pun menatap sekeliling, lalu menemukan sosok Marvel yang berdiri tak jauh dari sana. Akhirnya Damar memilih turun menemui Aisyah, untuk membantu gadis itu dari orang bernama Marvel.


"Syah, kamu kenapa gak jadi masuk? Takut ya sama orang itu, hm?" tanya Damar sambil mendekati Aisyah dan menyentuh pundaknya.


Aisyah terkejut dibuatnya, "Eh, kak Damar? I-i-iya nih kak, a-aku males banget ketemu dia atau bicara sama dia lagi. Kayaknya aku gak jadi ngampus deh kak, kita foto-foto aja yuk!" ucapnya gugup.


Damar mengernyitkan dahinya bingung dengan permintaan Aisyah, bagaimana bisa ia mengizinkan Aisyah untuk tidak ke kampus dan malah berfoto sebagai model. Selain karena tidak ada jadwal foto, Damar juga tak mau jika Aisyah bolos dari kampus dan malah akan kehilangan pelajaran.


"Enggak enggak, kamu gak boleh bolos sayang! Kamu harus terus kuliah, jangan karena Marvel kamu malah jadi suka bolos begini! Udah ayo aku anterin kamu masuk ya!" ucap Damar tegas.


"Yah kak, aku males banget ketemu dia. Aku pengen foto-foto aja deh daripada ngampus," rengek Aisyah.


"Syah, kamu gausah ngeyel deh! Kamu harus kuliah sampai lulus dan jadi sarjana, ingat kan sama permintaan kakak kamu terakhir kali!" ujar Damar.


"Iya aku ingat, yaudah deh aku mau ke kampus. Kak Damar jangan marah-marah dong!" ucap Aisyah.


Damar tersenyum dan merangkul sepupunya itu, "Gitu dong, ayo aku antar kesana sampai kamu aman!" ucapnya menenangkan.

__ADS_1


Aisyah mengangguk setuju, perlahan keduanya mulai melangkah maju masuk ke kampus itu. Aisyah tampak memegang erat lengan Damar dan bersembunyi di balik tubuh pria itu, membuat sang empu terlihat risih tetapi tak mampu melakukan apa-apa karena ia tak ingin Aisyah marah.


Saat keduanya dekat dengan Marvel, tampak Aisyah terus menyembunyikan dirinya berharap agar Marvel tak melihatnya. Namun, entah kebetulan atau apa Marvel justru pas sekali menoleh ke arah mereka dan membuat keberadaan mereka diketahui olehnya. Marvel pun tersenyum lebar, karena ia tahu Aisyah lah yang sedang bersama Damar.


"Aisyah!" langsung saja Marvel menyapa gadis itu, sehingga mau tak mau Aisyah menghentikan langkahnya begitupun dengan Damar.


Kini Marvel mendekat ke arah mereka, lagi-lagi jantung Aisyah berdetak sangat kencang dan rasa takut terus menyelimuti dirinya karena ia tak ingin berdekatan kembali dengan Marvel. Tapi tanpa bisa dihindari, Marvel berhasil berdiri tepat di hadapan Aisyah serta Damar saat ini.


"Hai Syah! Akhirnya kamu datang juga, aku udah tungguin loh daritadi!" sapa Marvel.


"Ngapain lagi sih lu temuin gue? Gue udah bilang, hubungan diantara kita itu gak ada lagi dan semua tentang Kita udah usai. Lagian lu juga dah punya Nazla kan?" sentak Aisyah.


"Tenang Syah, kamu sabar dulu! Aku ini mau minta maaf sama kamu, beneran aku serius Syah! Aku nyesel udah lakuin itu ke kamu," ucap Marvel.


"Syah, please Syah kasih aku satu kesempatan lagi!" bujuk Marvel.


Damar langsung sigap menghalangi niat Marvel yang ingin mendekati Aisyah, pria itu tak mau jika Marvel terus saja memaksa Aisyah saat ini. Biar bagaimanapun, Damar akan selalu melindungi Aisyah yang juga merupakan saudaranya itu. Tentu Damar tak mau jika ada orang yang menyakiti Aisyah ataupun Kania, karena ia sudah dititipi mereka berdua oleh Morgan beberapa detik waktu lalu.


"Jangan paksa Aisyah jika dia tidak mau! Lu pergi deh dari sini, gue gak mau lu gangguin adik gue lagi!" sentak Damar.


"Tenang bang, gue gak ada maksud buat ganggu Aisyah kok! Gue cuma mau minta maaf sama Aisyah, sekaligus memperbaiki hubungan gue dan dia seperti dulu lagi!" ucap Marvel membela diri.

__ADS_1


"Memperbaiki hubungan kita gimana? Diantara gue dan lu itu udah gak ada apa-apa, jadi lu jangan harap bisa balikan lagi sama gue!" kesal Aisyah.


"Syah, aku—"


Kali ini Damar mulai kehilangan kesabarannya, ia menepis tangan Marvel dengan kasar dan mendorong tubuh pria itu sampai terhuyung ke belakang. Marvel pun tampak kesakitan, lalu berusaha menahan amarah Damar karena dia tidak mau terjadi keributan disana.


"Bang, tahan bang! Gue beneran gak mau ribut, gue datang kesini baik-baik!" ucap Marvel.


"Ah banyak omong lu! Kalau lu gak mau ada keributan, yaudah lu pergi dari sini dan jangan pernah deketin adik gue lagi!" sentak Damar.


Disaat Damar hendak memberikan pukulannya pada Marvel, tiba-tiba saja Aisyah menghalanginya dan menahan pergerakan pria itu dengan cara mencekal lengannya. Aisyah tidak ingin kakaknya itu terpancing emosi karena ulah Marvel, meski sebenarnya ia juga kesal pada Marvel karena sudah terus-terusan mengganggu hidupnya.


"Kak, udah kak sabar! Kalau kak Damar ribut disini sama dia, nanti yang ada aku bakal kena hukuman juga sama pihak kampus!" pinta Aisyah.


"Iya Syah iya, aku sabar kok. Kamu tenang aja ya!" ucap Damar tersenyum lebar menatapnya.


Aisyah merasa lega mendengarnya, setidaknya ia tahu kalau Damar tidak akan memperpanjang masalah itu. Meski saat ini Marvel juga masih terus berada disana seolah tidak ingin pergi, ya Marvel begitu keras kepala dan sulit sekali untuk diberitahu oleh Aisyah maupun Damar.


Akan tetapi, akhirnya Damar memilih mengajak Aisyah pergi dari sana saat ini. Damar pun meraih dua tangan Aisyah, kemudian membawanya pergi begitu saja meninggalkan Marvel disana. Tak ada yang bisa dilakukan Marvel kali ini, karena tidak mungkin dia menghalangi langkah Aisyah yang dibawa pergi oleh Damar.


"Ah sial! Tapi gue gak boleh nyerah, gue harus bisa deketin Aisyah dan dapetin dia lagi seperti dulu!" batin Marvel tampak kesal.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2