Bahagia Setelah Menderita

Bahagia Setelah Menderita
Cemas


__ADS_3

Aisyah dan Nazla kini saling bertatapan dari jarak yang sangat dekat, mereka sudah sama-sama terbawa emosi dan ingin saling menghabisi. Meski begitu, tak ada dari mereka yang menyerang atau sekedar bergerak lebih dulu. Tampaknya, baik Aisyah maupun Nazla masih belum berani untuk melakukan apa yang ingin mereka lakukan saat ini.


Namun, tak lama kemudian sekumpulan pria bertubuh kekar muncul dan berdiri tepat di belakang Nazla sambil tersenyum menatap ke arah Aisyah dengan tangan dilipat. Sontak Nazla menyeringai kali ini, sedangkan Aisyah terlihat panik karena tak menyangka dengan kehadiran orang-orang itu.


"Apa-apaan ini? Kenapa lu bawa orang lain kayak gini coba?" tanya Aisyah heran sekaligus ketakutan.


"Haha, kenapa Syah? Takut ya lu karena ngeliat mereka semua ada di pihak gue sekarang? Lu gausah takut Aisyah, karena gue cuma akan suruh mereka buat hancurin hidup lu!" ucap Nazla.


"Dasar pengecut! Apa lu gak berani buat satu lawan satu sama gue, ha?" ejek Aisyah.


"Buat apa Syah? Gue males ngotorin tangan gue sendiri, jadi biar mereka aja yang kasih pelajaran ke lu Aisyah!" ucap Nazla.


"Kurang ajar!" umpat Aisyah kesal.


Saat Aisyah hendak melarikan diri, tiba-tiba saja Nazla memerintahkan orang-orang yang dia bawa untuk menangkap dan menahan Aisyah agar tidak bisa pergi kemana-mana. Aisyah pun meronta-ronta, meminta untuk dilepaskan sembari berontak dari cengkraman orang-orang itu.


Akan tetapi, semua usaha yang dilakukan Aisyah sia-sia saja. Tenaganya tidak cukup jika dibanding dengan tiga orang pria kekar yang ada di dekatnya dan mencengkram lengannya dengan kuat, Aisyah pun semakin ketakutan dan tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya.


"Lepasin gue, Nazla! Lo jangan macam-macam, lu bisa makin terkena pasal pidana dan dapat hukuman yang lebih besar dari sebelumnya!" ucap Aisyah dengan tegas.


Bukannya takut dan menurut, Nazla justru tersenyum lebar seraya memberi kode pada ketiga orang suruhannya untuk membawa Aisyah pergi. Ya Nazla sudah merencanakan semuanya dengan baik, sehingga kini ia akan mengeksekusi semua rencana itu dan membuat Aisyah semakin menderita.


Setelahnya, Aisyah pun dibawa secara paksa untuk masuk ke dalam gedung kosong itu. Meski Aisyah terus berontak dan berusaha melepaskan diri, namun akhirnya ia tidak bisa berbuat apa-apa dan pasrah saja saat ketiga pria kekar tersebut mendorongnya masuk ke dalam ruang di gedung itu sampai tersungkur di lantai.


"Aisyah Aisyah, jangan kira kalau lu bisa semudah itu ngelawan gue ya! Lo bakal abis sekarang!" sentak Nazla.

__ADS_1


Ketakutan semakin menyelimuti tubuh Aisyah, saat ini ia tidak bisa berbuat apa-apa karena di sekelilingnya sudah ada tiga sosok besar yang siap untuk menghajarnya bila melawan. Nazla sendiri juga tampak terus tertawa, seolah-olah dia puas melihat ketakutan Aisyah itu.


"Sekarang kalian laksanakan tugas kalian, telanjangi dia dan buat dia tidak berdaya! Gue akan bikin video panas pakai muka asli lu, tanpa editan sedikitpun. Dan gue bakal sebar video itu ke media sosial, supaya lu dibully lagi!" ucap Nazla.


"Lo benar-benar biadab Nazla! Dasar perempuan gak punya adab!" umpat Aisyah dengan sangat emosi.


"Terserah lu mau bilang apa tentang gue, intinya sekarang juga gue bakal kasih pelajaran buat lu karena lu udah ngerebut semua yang gue punya!" ucap Nazla kesal.


"Apa sih maksud lu? Kapan gue ngelakuin itu coba? Gue cuma perjuangin cinta gue, kalau soal Marvel lebih milih gue ya itu derita lu!" ucap Aisyah.


Plaaakk


Langsung saja Nazla menampar wajah Aisyah dengan keras sampai membuat gadis itu tersungkur memegangi pipinya, lalu tanpa basa-basi lagi ia segera meminta ketiga orang suruhannya untuk melepaskan semua pakaian di tubuh Aisyah dan juga meminta mereka untuk memuaskan Aisyah di hadapannya saat ini juga.




Maka dari itu, Kania meminta bantuan pada Damar untuk mengikuti kemana Aisyah pergi. Benar saja dugaannya, sebab saat ini Aisyah sedang dijebak oleh Nazla dan para anak buahnya yang berjumlah tiga orang itu. Kania pun sangat mengkhawatirkan kakaknya, ia tidak mau sesuatu yang buruk terjadi pada Aisyah di dalam sana.


"Kak, ayo kak kita cepat masuk kesana! Aku gak mau Aisyah sampai diapa-apain sama mereka, aku takut banget Aisyah kenapa-napa!" ucap Kania.


"I-i-iya Kania, kamu tunggu disini ya! Biar aku aja yang masuk dan selamatin Aisyah, aku gak mau mereka malah beralih mengincar kamu kalau ngeliat kamu ada di sana!" ucap Damar.


"Tapi kak, aku juga pengen bebasin Aisyah. Aku bisa jaga diri kok!" ucap Kania memaksa.

__ADS_1


Damar menggeleng kuat, "Gak Nia, aku bilang kamu tetap disini ya disini aja! Kalau kamu ngeyel, nanti aku marah nih!" ucapnya tegas.


"Iya deh aku ngalah, tapi kakak hati-hati ya!" ucap Kania pasrah.


Pria itu menganggukkan kepalanya dan menarik tengkuk Kania untuk mengecup keningnya, lalu setelah itu barulah Damar turun dari mobilnya meninggalkan Kania untuk memasuki gedung tersebut. Sedangkan Kania tampak anteng menunggu di dalam mobil, meski hatinya masih terus merasa cemas.


"Duh, semoga kak Damar bisa bebasin Aisyah deh dari dalam sana!" gumam Kania.


Disaat Kania sedang merasa cemas mengenai kondisi saudara kembarnya, tiba-tiba ia melihat sebuah motor berhenti tepat di belakang mobilnya dan terlihat juga seorang lelaki turun dari motor itu sembari melepas helmnya. Kania menatap penuh heran, karena ternyata lelaki itu adalah Daniel.


"Daniel? Ngapain coba dia disini?" ujar Kania.


TOK TOK TOK...


Lalu, Daniel tampak mengetuk kaca mobil tersebut dan membuat Kania kebingungan. Akhirnya Kania perlahan membuka kaca mobilnya, menemui sosok Daniel yang berdiri tepat di sebelahnya. Daniel pun tersenyum begitu melihat Kania saat ini, ia benar-benar senang karena bisa bertemu gadis itu.


"Kania, kamu turun dong sebentar! Aku mau bicara sama kamu cantik!" pinta Daniel.


"Hm, bicara apa sih?" tanya Kania keheranan.


"Udah turun aja dulu yuk!" ajak Daniel.


Kania pun terpaksa mengikuti kemauan Daniel untuk turun dari mobil, ia langsung menatap wajah pria itu dengan serius sembari mengernyitkan dahinya. Ia benar-benar bingung apa yang hendak dibicarakan Daniel padanya, sebab tampaknya pria itu saat ini begitu serius untuk bicaranya padanya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...AISYAH SELAMAT GA YA???...


__ADS_2