Bahagia Setelah Menderita

Bahagia Setelah Menderita
Sahabat pengganggu


__ADS_3

Alex menggeram dan mengepalkan kedua tangannya sembari melangkah ke dekat Daniel, sepertinya Alex sudah tidak bisa menahan emosinya ketika mendengar ucapan Daniel yang meledeknya dan menantangnya. Melihat keributan akan terjadi, Kania langsung menengahi kedua lelaki itu dan meminta mereka tidak berkelahi.


"Ih udah udah, kalian jangan ribut disini ya! Aku gak mau nanti jadi kebawa-bawa karena kalian ribut, aku itu kesini cuma mau kuliah. Alex, mending kamu pergi deh sekarang!" ucap Kania tegas.


"Tapi Nia, aku mau tetap disini jagain kamu. Aku gak suka laki-laki ini godain kamu!" ucap Alex kekeuh.


Kania menggeleng dibuatnya, "Terserah apa kata kamu Lex, aku capek bicara sama kamu. Aku mau pergi aja, silahkan kalian ribut!" ucapnya kesal.


"Eh Kania tunggu!" Daniel berhasil mencekal lengan gadis itu dan memintanya tetap disana.


Alex yang melihat itu kembali terbawa emosi, ia reflek menarik tangan Daniel agar lepas dari lengan Kania secara paksa. Tanpa diduga, Daniel yang tak terima pun membalasnya dengan menyerang Alex dan mendorongnya. Kania sampai syok dan reflek menutup mulutnya saat melihat itu, apalagi Daniel kini mulai terpancing dan ikut mendekati Alex.


Tidak ada yang bisa dilakukan Kania saat ini, ia benar-benar bingung dan terus menggelengkan kepala sambil berpikir keras. Kali ini Daniel dan juga Alex sedang berdebat di depan sana, seolah melupakan Kania begitu saja. Kania coba meminta bantuan dari para mahasiswa yang ada disana, namun mereka malah mengeluarkan ponsel masing-masing dan merekam kejadian itu.


"Aduh! Ish, gimana ini cara misahin mereka? Kalau aku nekat deketin mereka, yang ada nanti aku bisa kena pukul juga!" gumam Kania.


Disaat Kania tengah kebingungan, Alex dan Daniel pun semakin memanas disana. Bahkan, kini tangan Alex sudah mencengkram kerah baju Daniel dan bersiap memukul wajahnya dengan satu tangan yang sudah diangkat. Daniel menyeringai dibuatnya, menggeleng perlahan dan tidak takut sama sekali dengan ancaman Alex saat ini.


"Lo dengar ya Lex, Kania itu udah bukan punya lu lagi! Gue berhak untuk deketin dia, dan lu gak punya hak apa-apa buat larang gue!" tegas Daniel.


"Kurang ajar lu ya! Gak tahu malu lu setelah apa yang lu lakuin ke Kania di kostan itu? Dasar cowok mesum dan otak ngeres! Lo itu gak pantas buat dapetin Kania, sialan!" geram Alex.


Daniel terdiam, ingatan mengenai kejadian saat itu pun kembali terbayang di benaknya. Ya Daniel sadar kalau ia telah melakukan hal yang tidak benar dengan Kania karena terbawa gairah, apalagi kala itu Daniel melakukannya dalam keadaan sadar. Namun, semua yang Daniel lakukan semata-mata untuk membantu Kania setelah dikerjai oleh Alex.

__ADS_1


"Lo gak sadar ya Lex? Gue lakuin itu juga kan karena awal mulanya dari lu, lu yang udah kasih obat tidur ke Kania saat itu!" sentak Daniel.


Kali ini giliran Alex yang terdiam membisu sembari memalingkan wajahnya, ia juga sadar kalau semua yang dikatakan Daniel memang benar adanya dan Alex menyesal telah melakukan itu pada Kania demi melancarkan aksinya. Namun, yang terjadi justru ia memberikan kesempatan bagi Daniel untuk merasakan tubuh Kania pertama kali.


Setelah itu, Daniel beralih menatap Kania dan membawa pergi gadis itu dari sana dengan paksa tanpa memperdulikan Alex. Tentu saja Kania terkejut dengan perlakuan Daniel padanya, karena pria itu seperti benar-benar kesal dan tidak ingin jika Alex terus saja mengganggu hubungan mereka yang sudah semakin mendekat.




Aisyah tengah berada di taman kampusnya seorang diri sembari menikmati sebatang coklat yang ia beli di kantin sebelumnya, gadis itu memandang sekitar dan merasa iri melihat adanya pasangan kekasih yang saling berduaan di tempat itu. Rasanya Aisyah juga ingin melakukan itu, namun ia sendiri bingung hendak bercengkrama dengan siapa.


Tak lama kemudian, seorang temannya yang bernama Livy muncul dan ikut duduk di sebelahnya sambil menepuk bahunya. Sontak Aisyah terkejut dan tersadar dari lamunannya, gadis itu menoleh lalu tampak kesal kepada sahabatnya. Livy malah tertawa puas melihat ekspresi Aisyah saat ini, karena Aisyah memang tampak benar-benar terkejut.


"Hahaha, sorry sorry Aisyah jangan marah gitu kali! Salah sendiri lu malah bengong kayak gitu, gue padahal gak ada niat buat ngagetin lu loh. Eh lu malah kaget sendiri," kekeh Livy.


"Ah kurang ajar emang lu! Ngapain sih lu kesini? Jangan bilang kalo lu cuma pengen gangguin gue!" geram Aisyah.


Livy menggeleng cepat, "Enggak kok enggak, gue justru pengen temenin lu tahu. Gue kasihan aja sama sahabat gue yang satu ini, daritadi gue lihat sendirian mulu!" ucapnya mencibir.


"Gue tuh emang lagi pengen sendiri, gausah lebay deh lu!" ucap Aisyah ketus.


Livy tersenyum dan menggeser posisi duduknya menjadi lebih dekat dengan Aisyah, hal itu membuat Aisyah keheranan dan kembali menatapnya. Namun, tanpa diduga Livy malah merangkul pundak Aisyah dan menempelkan wajah keduanya. Aisyah terus dibuat heran, ia penasaran apa sebenarnya maksud dari Livy melakukan hal itu.

__ADS_1


"Gue paham kok sama perasaan lu, Syah. Lu pasti iri kan sama orang-orang yang pada pacaran disini, bener kan?" ucap Livy menggodanya.


Aisyah tersentak dan spontan memalingkan wajahnya, ia benar-benar heran mengapa Livy bisa mengetahui apa yang ia pikirkan sedari tadi di kursi taman tersebut. Seolah-olah Livy memang bisa membaca pikirannya, padahal mungkin saja Livy hanya asal menebak karena melihat dari raut ekspresi Aisyah tadi.


"Nah, kalo lu diem sambil gugup kayak gini berarti bener nih dugaan gue. Udah deh lu ngaku aja Syah, gausah canggung kalo sama gue mah!" ujar Livy.


"Apa sih Livy? Lo kalo ngomong gausah ngaco deh, ngapain juga gue cemburu coba!" elak Aisyah.


Livy terkekeh dibuatnya, sedangkan Aisyah yang kesal langsung menyingkirkan tangan Livy darinya dan fokus memakan coklat miliknya. Namun, Livy tak semudah itu menyerah dan malah terus menggoda sahabatnya saat ini. Livy yakin kalau Aisyah memang butuh dihibur, tetapi gadis itu selalu saja mengelak dan tak ingin mengakuinya.


"Ayolah Aisyah, gue tahu kok perasaan lu sekarang! Kenapa sih lu gak mau jujur aja sama gue? Kita ini kan temenan udah dari awal lu masuk ke kampus ini, jadi harusnya lu percaya dong sama gue!" ucap Livy.


"Huft, apanya yang mau gue jujurin ke lu? Soal gue cemburu gitu?" tanya Aisyah.


Livy manggut-manggut cepat, "Iya bener, sama satu lagi yang perlu lu jawab jujur. Kenapa lu gak jadian aja sih sama si Darwin itu?" ujarnya.


Deg


Aisyah terkejut bukan main dengan apa yang dikatakan Livy barusan, gadis itu terdiam dan tidak bisa menjawab pertanyaan Livy karena ia sendiri bingung dengan perasaannya pada Darwin.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2