
Pagi harinya, terlihat Damar bangun dari tidurnya dan tampak cukup bahagia setelah semalaman penuh ia merasa puas dengan kenikmatan yang diberikan oleh tubuh Aura. Pria itu menoleh ke samping, nampak kini Aura masih tertidur pulas dengan kondisi polos dan hanya tertutupi selimut. Ya semalam Damar memang menghajar habis-habisan tunangannya itu, padahal tadi malam adalah yang pertama kali bagi Aura.
Damar sangat beruntung karena berhasil mendapatkan kesucian Aura semalam, itulah yang ia nanti-nantikan sejak lama. Setelah ini, Damar pastikan kalau Aura akan menjadi miliknya dan wanita itu tidak bisa menghindar lagi darinya. Damar amat mencintai Aura, itulah sebabnya Damar terpaksa meniduri Aura dan meminta Aura untuk menyerahkan tubuhnya sebagai jaminan kalau Aura akan selalu ada di sisinya sampai mereka menikah.
Kini Damar kembali mendekat ke arah tubuh Aura, ia dekap dengan erat sembari mengecup seluruh area wajah wanita yang baru ia renggut kesuciannya itu. Ada rasa kasihan sebenarnya di dalam diri Damar, mengingat semalam Aura sangat kesakitan dengan permainan kasar yang ia lakukan. Namun, Damar merasa puas karena berhasil membuat Aura banjir akan kenikmatan pada akhirnya. Bahkan, ia juga menumpahkan benihnya di dalam rahim Aura.
"Eengghh...."
Wanita itu melenguh di dalam tidurnya saat merasakan sentuhan dari pria di sampingnya, Aura membuka mata lalu terkejut ketika menyadari Damar sudah memeluknya dan mengecupinya. Apalagi, keduanya masih dalam kondisi polos tanpa sehelai benangpun. Seketika Aura teringat pada kejadian malam tadi, dimana akhirnya Aura pasrah dan menyerahkan tubuhnya pada lelaki itu.
__ADS_1
"Loh pak, ini kita masih di hotel?" Aura terkejut bukan main dan spontan hendak bangkit, namun Damar menahan tubuh wanita itu dengan lebih kuat.
"Mau kemana sih emang? Hari ini kita habiskan waktu disini, karena aku gak bisa lepas dari kamu Aura. Semalam itu luar biasa sekali, kamu mau kan kalau kita mengulanginya lagi?" goda Damar.
Aura menggeleng perlahan, "Gak pak, saya masih capek. Rasanya milik saya juga sakit banget, apalagi semalam bapak kasar mainnya!" ucapnya menolak.
"Hey, kamu lupa ya sama permintaan aku semalam? Jangan panggil aku pak lagi mulai sekarang, kamu itu kan udah jadi tunangan aku loh! Panggil aku mas, lagian aku juga masih muda!" sentak Damar.
"No problem, ayo kita mandi aja dulu! Siapa tahu setelah itu, kamu jadi lebih membaik. Kita mandi bareng aja biar lebih cepat, okay!" pinta Damar.
__ADS_1
Kali ini Aura mengangguk setuju, dengan perlahan dan berhati-hati Damar memapah tubuh wanita itu dan membawanya menuju kamar mandi secara perlahan-lahan. Damar tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada calon istrinya itu, karena ia masih menginginkan kenikmatan yang lainnya dan lebih daripada yang semalam mereka lakukan.
Di kamar mandi, Damar segera menyalakan keran dan mengisi air ke dalam bathtub. Sembari menunggu, Damar menekan tubuh Aura ke dinding serta mengapit tubuhnya dari jarak dekat. Damar memandangi seluruh tubuh wanita itu yang dipenuhi bercak merah buatannya, ia merasa bangga karena kini Aura telah resmi menjadi miliknya.
"Aura, kamu cantik sekali!" Damar memujinya, lalu segera melahap bibir mungil wanitanya dengan sangat ganas dan bergairah.
Aura hanya bisa pasrah menerima semuanya, ia tidak dapat menolak keinginan bosnya itu. Akhirnya, terpaksa Aura menikmati saja apa yang dilakukan Damar saat ini. Lagipun, ia juga merasa nikmat saat pria itu menyentuh tubuhnya seperti ini. Ya bukan hanya bibir yang saling memagut, tetapi kedua tangan Damar juga terus menjelajahi tubuhnya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...