Bahagia Setelah Menderita

Bahagia Setelah Menderita
Cinta yang tulus


__ADS_3

Aisyah telah tiba di lokasi photoshoot bersama Damar alias sepupunya. Ya sebelumnya Damar sudah memberitahu Aisyah kalau saat ini ada jadwal baginya untuk melakukan pemotretan bersama seorang lelaki, namun hingga kini Aisyah masih belum mengetahui siapakah partnernya yang akan berfoto bersamanya nanti.


"Syah, kamu udah siap kan? Sebentar lagi fotonya akan segera dimulai, kamu harus ready ya Aisyah!" ucap Damar.


Aisyah mengangguk dengan lembut, "Sudah kak, tapi aku bingung deh. Sebenarnya siapa sih cowok yang jadi partner aku itu?" ucapnya.


"Namanya Alex, nanti juga kamu tahu sendiri kok siapa orangnya. Dia barusan kasih kabar, kalau dia sudah dalam perjalanan kesini," ucap Damar.


"Hah Alex? Serius kak, nama cowok yang jadi partner aku itu Alex?" kaget Aisyah.


"Iya Aisyah, emang kenapa sih kalau namanya Alex? Apa kamu kenal sama cowok yang namanya Alex itu, hm?" tanya Damar penasaran.


"Alex itu mantan pacarnya Kania, kak. Tapi, masa iya sih Alex jadi model disini?" jawab Aisyah.


"Mungkin aja ini Alex yang berbeda, kan nama Alex itu bukan cuma satu Aisyah," ucap Damar.


"Bisa jadi sih, tapi emang panjangnya Alex siapa ya kak?" tanya Aisyah penasaran.


"Eee namanya itu—"


"Permisi pak!" baru saja Damar hendak menjawab, namun tiba-tiba Aura sang asisten datang menyela obrolan mereka.


Damar serta Aisyah pun kompak bangkit dari tempat duduk mereka, menatap ke arah Aura dengan bingung karena tiba-tiba saja wanita tersebut datang kesana kali ini. Damar sontak mendekati asisten cantiknya itu karena penasaran, sedangkan Aisyah tetap menunggu disana menatap mereka karena tidak ingin mengganggu pembicaraan mereka.


"Ada apa Aura? Kamu kok kelihatan ngos-ngosan gitu sih?" tanya Damar keheranan.


"Begini pak, Alex sudah datang dan dia juga katanya sudah siap untuk langsung melaksanakan foto. Eee Aisyah sendiri juga sudah siap kan, pak?" ucap Aura.


"Ah iya, dia sudah siap. Tapi kamu jangan lupa, panggil dia Kania di hadapan orang nanti!" ucap Damar mengingatkan asistennya.


"Iya pak, saya mengerti kok. Kalau begitu saya mohon izin, saya ingin mengecek semua persiapan foto!" ucap Aura.

__ADS_1


"Ya silahkan!" ucap Damar singkat.


Setelahnya, Aura pun pergi dari sana untuk melakukan tugasnya. Sedangkan Damar juga mengajak Aisyah keluar dan bersiap-siap melakukan sesi pemotretan, jujur Aisyah sangat gugup karena ini pertama kalinya ia akan berfoto dengan seorang lelaki yang belum ia kenali. Aisyah juga penasaran, siapa sebenarnya sosok bernama Alex itu.


Begitu tiba di luar, betapa terkejutnya Aisyah ketika dirinya menyaksikan sosok lelaki tampan yang tengah duduk di depan sana sembari memainkan ponsel miliknya. Dari jauh saja, Aisyah telah dapat mengenali siapa lelaki tersebut. Ya tentu ia kenal sekali dengannya, karena dia adalah Alex alias mantan kekasih dari adiknya.


"Kak, tunggu!" Aisyah langsung menghentikan langkah sepupunya itu dengan mencekalnya.


"Ada apa Aisyah?" tanya Damar heran.


"Kak, apa itu laki-laki yang akan menjadi pasangan aku di foto nanti?" Aisyah pun menunjuk ke arah Alex terduduk dan bertanya pada kakak sepupunya.


Dengan cekatan Damar mengalihkan pandanganya, kemudian mengiyakan ucapan Aisyah tadi. Ya Damar menjawab jika lelaki itu memang benar adalah pasangan Aisyah di foto nanti, seketika Aisyah pun terkejut. Dugaannya sedari tadi ternyata benar, Alex yang akan menjadi partnernya kali ini adalah sang mantan dari adiknya sendiri.


"Kamu ini kenapa Aisyah? Apa kamu kenal sama Alex partner kamu itu?" tanya Damar heran.


Aisyah mengangguk perlahan, "Jelaslah kak, itu tuh Alex mantannya Kania yang tadi aku ceritain ke kakak. Masa aku harus foto berdua sama dia sih, kak?" ucapnya gugup.


"Gak gitu, sekarang kan aku pakai nama Kania buat pemotretan. Kalau dia sadar aku ini bukan Kania gimana?" ucap Aisyah.


Damar terdiam, dirinya juga bingung harus berbuat apa kali ini. Perkataan Aisyah tadi memang benar karena bisa saja Alex mengenali jika wanita itu bukanlah Kania, sebab Alex telah mengenal Kania cukup lama sejak mereka menjalin hubungan beberapa tahun lalu. Tentu saja Aisyah cemas, begitu juga dengan Damar saat ini.




Kania POV


Aku telah menyelesaikan kelas hari ini, aku pun berniat pulang ke rumah karena sudah tidak ada lagi yang harus aku lakukan di kampus ini. Akan tetapi, langkahku ini tersendat sebab tiba-tiba dua orang wanita cantik berambut panjang berdiri di depanku dan menatapku dengan senyuman lebar mereka seolah bersiap untuk meledekku kembali.


Ya dua orang wanita yang berdiri di hadapanku saat ini ialah Risa dan juga Marwa, mereka berdua ini memang sering sekali membully aku dan juga menghinaku dimanapun. Entah apa masalah mereka dengan Aisyah, sampai-sampai mereka tak mau berhenti menghina diriku yang tengah menyamar sebagai Aisyah saat ini.

__ADS_1


"Kalian mau apa lagi sih, gak puas ya dari kemarin kalian udah bully gue? Masih kurang?" ucapku pada mereka dengan rahang bergetar menahan emosi.


"Hahaha, lu pikir cukup gitu bagi kita bully lu segitu doang? Masih kurang Aisyah, gak ingat lu dulu sering bully kita juga waktu masa jaya lu? Jangan pura-pura lupa deh, Aisyah!" ujar Risa.


Deg


Aku terkejut sekali mendengar perkataan Risa barusan, jadi ternyata mereka begini karena Aisyah sempat membully mereka dulu. Namun, entah mengapa aku tak ingin semudah itu percaya pada mereka karena aku yakin Aisyah tidak mungkin suka membully orang seperti yang mereka katakan dan aku percaya seratus persen pada kembaranku itu.


"Iya betul tuh, sekarang ini waktunya pembalasan kita disaat lu lagi terpuruk kayak gini!" sahut Marwa.


"Okay, gue minta maaf soal waktu itu. Gue tuh gak ada niat buat bully kalian, please stop ya jangan kayak gini terus! Gue itu gak pernah ngelakuin seperti yang ada di video," ucapku tegas.


"Lu pikir kita perduli? Semua orang lihat sesuai bukti yang ada, jadi itu yang kita semua tahu. Lo gak bisa ngelak lagi, dasar cewek murahan!" ucap Risa.


"Berhenti Risa!!"


Tiba-tiba saja, seseorang berteriak sangat keras dari arah yang berlawanan dengan kami. Sontak aku segera menolehkan kepala ke asal suara, dan disana aku menemukan sosok Darwin yang seperti sangat emosi kali ini. Darwin pun juga mendekati kami saat ini, dia terlihat menarik tanganku dan melindungi ku di belakang tubuhnya itu dengan sigap.


"Kalau kalian berdua mau menyakiti Aisyah, langkahi dulu mayat gue!" ucap Darwin dengan tegas.


"Ohh, ada pahlawan kesiangan nih. Emang dasar laki-laki gak sadar diri, udah ditolak berulang kali juga masih aja pengen deketin cewek murahan itu!" cibir Marwa.


"Jaga bicara lu Marwa! Yang lu bilang cewek murahan ini bekas murid terpintar di sekolahnya dulu, jadi lu gak boleh sembarangan ngomong kayak gitu! Gue gak terima ya, gue bisa laporin tindakan kalian ini ke dekan!" ucap Darwin.


"Apa sih Darwin? Mau sampai kapan lu demen sama nih cewek murahan, hm? Dia aja gak pernah anggap lu ada kok," ejek Risa.


"Gue gak perduli, pokoknya gue bakal terus lindungi Aisyah dari orang-orang kayak kalian berdua!" tegas Darwin disertai tatapan tajamnya.


Aku benar-benar kagum dengan rasa cinta dan keperdulian Darwin kepada Aisyah, menurutku Aisyah beruntung memiliki lelaki yang tulus mencintainya seperti Darwin ini. Namun, sayang sekali Aisyah harus menyia-nyiakan Darwin dan malah lebih memilih Marvel yang akhirnya juga menyakiti perasaan kakakku itu.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2