Bahagia Setelah Menderita

Bahagia Setelah Menderita
Akhiri saja


__ADS_3

Aisyah ditemani Damar datang menemui Alex yang memang sudah sedari tadi berada disana. Tampak Damar langsung menyapa pria itu, sehingga Alex menoleh ke arahnya dan terkejut melihat keberadaan Aisyah di hadapannya. Sontak Alex bergerak mendekat untuk memastikan kalau ia tidak salah lihat, sungguh Alex juga tak menyangka kalau dirinya akan berfoto bersama Aisyah kali ini.


"Lex, apa kabar? Gak nyangka banget aku, ternyata yang jadi partner foto aku itu kamu. Pantas aja kak Damar bilang nama cowoknya itu Alex," ucap Aisyah sambil tersenyum.


Alex menggeleng kebingungan, "Aisyah, ini lu kan? Kok gaya bicara lu jadi beda gitu?" ujarnya.


Deg


Betapa kagetnya Aisyah, ternyata Alex mengenali dirinya saat ini dan tidak bisa ditipu. Jujur Aisyah terlihat bingung, ia tak tahu kalau Alex masih bisa mengenalinya. Padahal ia sudah berusaha sekeras mungkin untuk bisa menjadi Kania, namun sepertinya Alex tahu betul jika yang saat ini berdiri di depannya adalah Aisyah dan bukan Kania.


Damar yang berdiri tepat di sebelah Aisyah, berusaha mengalihkan topik dengan cara mendekati Alex dan mengatakan bahwa sebentar lagi foto akan segera dimulai. Akhirnya Alex tidak lagi bertanya seperti tadi, terutama setelah Damar turut meyakinkan dirinya bahwa wanita yang ada di depannya saat ini bukanlah Aisyah melainkan Kania.


Meski awalnya tak percaya, tetapi Alex mengiyakan saja ucapan Damar dan menerima jika yang akan menjadi partnernya adalah Kania. Sebenarnya Alex sangat senang jika yang berfoto dengannya itu Kania, tapi entah kenapa Alex yakin sekali jika wanita itu bukanlah Kania. Sebagai orang yang pernah menjalin hubungan lama dengan Kania, tentu saja Alex sangat mengenali siapa gadis tersebut.


Setelah sesi perkenalan selesai dengan waktu singkat, kini Alex dan Aisyah diantar bersama oleh Damar menuju tempat pemotretan. Keduanya tampak canggung kali ini, terutama Aisyah yang masih merasa gugup berdekatan dengan Alex. Apalagi sejak tadi Alex terus saja menatap ke arahnya seolah menaruh kecurigaan, ya memang Alex masih belum percaya pada gadis itu.


"Kenapa nunduk terus? Mau coba-coba jadi Kania? Gak akan mempan Aisyah, gue tahu banget kalau lu bukan Kania," ucap Alex berbisik.


Aisyah semakin merasa gugup mendengarnya, gadis itu tidak bisa fokus ke sesi pemotretan lantaran Alex yang terus mengintimidasinya dan mengatakan jika dirinya tidak mungkin dapat menjadi sosok Kania. Meski begitu, mereka tetap bersikap profesional di depan kamera dan berhasil menyelesaikan sesi itu dengan cepat karena tidak banyak kesalahan.


Setelah semuanya selesai, kini Alex pergi lebih dulu dari sana meninggalkan Aisyah tanpa berbicara sepatah katapun. Sontak Aisyah terduduk lesu di tempat yang tersedia, ia berusaha menenangkan diri mengingat baru saja ia dihadapkan pada situasi yang sangat sulit. Untungnya Damar cepat mendekat dan membantu sepupunya itu, ya sebagai saudara tentu Damar tidak tega melihat Aisyah saat ini.


"Kania, nih kamu minum dulu biar tenang!" ucap Damar seraya menyodorkan sebotol minuman ke arah Aisyah agar gadis itu meminumnya.


"Thanks kak."


Aisyah pun menghabiskan minuman yang diberikan oleh Damar, lalu ia kembali menatap ke arah pria itu dengan tatapan bingung. Pasalnya barusan Damar masih saja memanggil Kania ke arahnya, padahal sekarang ini mereka hanya berdua dan tidak ada siapapun lagi. Para kru serta Alex juga sudah beristirahat di ruang masing-masing, dan harusnya Damar tidak perlu menyebutnya sebagai Kania lagi.


"Kak, kenapa kamu masih sebut aku Kania? Apa kamu lupa ya aku ini siapa?" tanya Aisyah heran.


"Sssttt, ini masih di lokasi loh. Kamu harus jaga-jaga Kania, jangan sampai ada yang dengar dan tahu kalau kamu bukan Kania! Apalagi sebentar lagi bos dari brand yang memakai jasa kamu ini akan datang, jadi kamu harus hati-hati!" ucap Damar.


"Oh gitu, iya deh kak. Tapi, aku capek banget mau selonjoran. Bisa kan kak?" ucap Aisyah.


Damar mengangguk dan mengizinkan Aisyah untuk pergi beristirahat terlebih dulu, sontak Aisyah pun bangkit lalu berjalan ke ruangan yang telah disediakan khusus untuknya. Sedangkan Damar tampak pergi menemui asistennya, pria itu ingin tahu kapan bos dari brand yang bekerjasama dengannya itu akan datang.




Hari berganti, Kania yang baru keluar dari kamar terkejut lantaran tiba-tiba Aisyah menarik tangannya dan membawanya mepet ke dinding. Kania pun terdiam dengan mata terbelalak, ia tak mengerti apa yang hendak dilakukan Aisyah padanya sampai bertindak seperti itu. Namun, sesaat kemudian ia dapat melihat ekspresi kesedihan dari wajah Aisyah.


Kania pun terlihat heran, ia bertanya pada saudara kembarnya itu mengenai apa yang terjadi. Akan tetapi, Aisyah yang terlanjur sedih malah terus menitikkan air mata dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Tentu saja Kania semakin heran, ia mendekat kemudian memegang dua pundak Aisyah untuk menenangkan wanita itu.

__ADS_1


Setelah berhasil sedikit lebih tenang, Aisyah akhirnya mau menatap wajah adiknya kembali dan beralih mengusap wajah cantik Kania dengan lembut. Kania masih belum tahu apa yang terjadi sebenarnya, sehingga gadis itu mencoba terus menenangkan Aisyah agar dia bisa berbicara dengan tenang tanpa harus mengeluarkan air mata.


"Syah, sebenarnya kamu mau ngomong apa? Aku sampe kaget loh tadi pas kamu tarik tangan aku," tanya Kania dengan wajah bingung.


Aisyah tampak sesenggukan, "Maafin aku Kania, tapi kayaknya kita sudahi aja deh tukar identitas ini. Aku gak mau manfaatin kamu terus, padahal aku kan disini yang salah bukan kamu," ucapnya.


"Hah? Aku gak pernah ngerasa dimanfaatin kok, justru aku senang bantu kamu Syah!" ucap Kania.


"Aku yang merasa gak enak sama kamu, Kania. Aku ini kakak kamu loh, harusnya aku yang jagain kamu bukan malah sebaliknya!" ucap Aisyah.


"Syah, udah lah kamu gak perlu mikir kayak gitu! Aku ikhlas kok bantu kamu," ucap Kania.


"Gak bisa Nia, pokoknya aku mau kita sudahi ini semua!" tegas Aisyah.


Kania menggeleng tak percaya, apa yang dikatakan Aisyah benar-benar membuat dirinya bingung dan tak tahu harus apa. Kania juga heran apa sebenarnya yang membuat Aisyah jadi seperti ini, padahal sebelumnya gadis itu baik-baik saja dan setuju dengan usulan yang diberikannya. Namun, sekarang tiba-tiba Aisyah malah mengatakan itu padanya.


"Kamu itu kenapa sih? Kenapa kamu mau kita akhiri semuanya, apa kamu sudah berhasil menemukan bukti kalau kamu bukan orang yang ada di video itu?" tanya Kania.


"Belum, tapi aku udah gak mau ngerepotin kamu lagi Kania. Aku bisa kok hadapi semua ini tanpa melibatkan kamu," jawab Aisyah tegas.


"Ta-tapi Syah—"


Aisyah langsung menaruh jari telunjuknya di bibir Kania, membuat kata-kata adiknya itu terhenti dan tidak bisa diteruskan. Kania pun menutup mulut, dia sudah tak tahu harus mengatakan apa lagi dan berbuat apa untuk membujuk Aisyah. Sepertinya ini semua memang sudah keputusan murni dari Aisyah, sehingga Kania pun tak dapat berbuat apa-apa.


"Apa Syah? Kamu minta aku buat gantiin kamu sebagai model? Enggak Syah, aku gak bisa kayak gitu. Lagian kamu tuh kenapa mendadak begini sih, Syah? Apa kamu gak nyaman jadi aku?" ucap Kania terkejut bukan main.


Aisyah menggeleng dan mengatakan kalau semua yang diucapkan Kania itu tidak benar, ya ia mengaku sejujurnya ia nyaman menjadi diri Kania karena banyak mendapat teman serta pujian dari orang. Akan tetapi, ia tak mau terus-menerus hidup di dalam diri orang lain. Lagipula, ia juga tidak tega jika Kania terus saja dihujat karena kesalahannya.


"Ya oke deh, aku nurut aja sama kamu Syah. Tapi kalau untuk jadi model, kayaknya aku gak bisa deh. Aku ini kan gak punya bakat," ucap Kania.


"Gapapa Nia, aku yakin kok kamu bisa. Jadi model itu gampang loh, nanti aku ajarin kamu deh. Lagian kamu tahu gak, Alex loh yang jadi partner foto kamu nanti," ucap Aisyah tersenyum lebar.


Deg


Kania terkejut bukan main, ia tak menyangka jika Alex lah yang akan menjadi partner fotonya saat sesi pemotretan nanti. Tentu saja Kania langsung menolak saat itu juga, ia memang sudah tidak mau berhubungan lagi dengan Alex setelah apa yang pria itu lakukan padanya beberapa tahun lalu. Meski usahanya itu selalu saja mendapat cobaan, karena Alex yang terus berusaha mendekatinya.




Disaat Kania keluar dari rumahnya dan berniat pergi ke kampus, ia malah dikejutkan dengan sosok Alex yang sudah berdiri disana lebih dulu seolah sengaja menunggunya. Sontak Kania terkejut, bahkan ia sampai berdiam diri selama beberapa detik di tempatnya sembari memandangi sosok Alex. Ia bingung harus melakukan apa, terlebih Alex sudah menghalangi jalan keluarnya sehingga mau tidak mau Kania terpaksa mendekati pria tersebut.


Melihat Kania telah muncul dan berjalan mendekat ke arahnya, kini Alex bangkit dari atas motornya lalu berdiri tegak disertai senyuman lebar yang tak lepas dari wajah cantik Kania. Jujur Alex sudah menunggu momen ini sedari tadi, akhirnya lelaki itu dapat kembali bertemu dengan wanita yang sangat ia cintai. Tak dapat dipungkiri, bahwa Alex amat menyesal karena telah kehilangan Kania dahulu.

__ADS_1


"Hai Kania! Sekarang kamu gak bisa ngelak lagi, aku tahu kalau kamu ini beneran Kania. Tuh buktinya kamu pakai kalung inisial 'k' yang biasa dipakai sama Kania," ucap Alex tersenyum lebar.


Kania langsung membuang muka, rasanya malas sekali ia harus meladeni pria seperti Alex yang sudah pernah menyakitinya. Meski hingga kini Kania juga masih mencintai Alex, tetapi gadis itu sadar kalau tak seharusnya mereka kembali berhubungan seperti dulu. Semua kisah diantara mereka telah usai, dan Kania juga tidak akan mau jika harus kembali bersama Alex.


"Ayolah Kania, kamu jangan dingin gitu dong sama aku! Mana Kania yang dulu aku kenal? Kamu itu ceria banget loh, dan itu yang bikin aku tambah sayang sama kamu. Tapi, belakangan kamu malah selalu cuek begini," ucap Alex.


"Lex, kalau kamu ingat dulu itu awalnya aku juga dingin dan cuek loh ke kamu. Malah kamu sampai susah kan dapetin hati aku?" ucap Kania.


"Ahaha, iya juga sih. Aku perlu beberapa bulan sampai bisa bikin kamu luluh, dan aku gak nyesel udah ngorbanin waktu selama itu karena akhirnya aku bisa dapetin wanita secantik kamu," ujar Alex.


"Cukup Lex! Aku rasa kamu gak perlu bahas yang udah lalu, mending kamu pergi deh!" ucap Kania.


"Gimana bisa aku pergi dari sini, Kania? Aku sulit banget loh buat lupain kamu, dan aku masih berharap kita bisa kembali seperti dulu!" ucap Alex.


Kania menggeleng dengan cepat, "Itu gak mungkin Lex, kamu gausah ngaco deh!" ucapnya kesal.


Karena tak tahan lagi, Kania pun berniat pergi melewati Alex dan keluar dari rumahnya untuk segera menuju kampus. Namun, Alex yang masih ingin berdua bersama Kania langsung menahan tangan gadis itu dengan cengkraman kuat. Akhirnya Kania tidak punya pilihan lain, gadis itu terpaksa menuruti kemauan Alex untuk tetap disana dan harus mengurungkan niatnya.


Alex tampak menyunggingkan senyumnya, menatap wajah Kania dengan intens tanpa berkedip. Kania berusaha lepas dari genggaman pria itu, tetapi usahanya sia-sia lantaran Alex justru semakin kuat mencengkram lengannya. Bahkan permohonan dari Kania juga tak diindahkan oleh Alex, sepertinya pria itu sudah terlalu jengkel dengan sikap Kania yang terus saja berusaha menghindar darinya.


"Lex, lepasin aku! Kalau kamu gak nurut, aku bakal teriak nih supaya orang-orang di sekitar sini datang dan pukulin kamu!" ucap Kania mengancam.


"Jangan gitu dong Kania! Aku begini juga karena kamu loh, aku gak mau kehilangan kamu. Kamu ke kampus sama aku ya Nia, aku masih pengen bicara berdua sama kamu!" bujuk Alex.


"Aku bisa berangkat ke kampus sendiri, kamu gak perlu repot-repot antar aku!" ucap Kania menolak.


Bukannya menurut, Alex justru mencengkram lebih kuat lengan Kania dan memaksanya untuk ikut bersamanya. Alex tidak ingin melepaskan gadis itu kali ini, ia mau Kania menjadi miliknya kembali seperti dulu karena ia masih mencintai gadis itu. Entah kenapa Alex sangat sulit melupakan Kania, maka dari itu ia pun berharap Kania mau kembali bersamanya menjalin hubungan cinta.


"Kania, aku mohon sama kamu kali ini aja! Aku cuma mau antar kamu kok, please!" ucap Alex memaksa.


Kania menggeleng sekali lagi menolak ajakan Alex, ia tetap pada pendiriannya untuk tidak mau pergi bersama Alex karena ia khawatir Alex akan memaksanya untuk kembali bersama pria itu. Kania juga terus berontak, menghentak tangannya berusaha lepas dari cengkraman Alex meskipun amat sulit karena kalah tenaga.


Tak lama kemudian, seorang pemotor muncul secara mendadak di hadapan mereka dan berhenti tepat di depan gerbang rumah gadis itu. Sontak baik Alex maupun Kania sama-sama terkejut, keduanya menatap ke arah pemotor yang baru turun dari motornya itu dan melepas helmnya. Seketika Kania terbelalak, karena orang yang datang ialah Daniel.


"Daniel, kamu ngapain datang ke rumah aku pagi-pagi begini?" tanya Kania terheran-heran.


Daniel hanya tersenyum, menatap secara bergantian wajah Kania serta Alex sebelum meminta Alex untuk melepaskan tangan Kania. Tentu saja tak semudah itu Alex menuruti perintahnya, karena dia tidak mungkin mau menurut pada siapapun, apalagi seorang pria seperti Daniel yang bisa saja menjadi saingannya dalam mendapatkan Kania.


"Lepasin dia, Lex! Gue minta sama lu, tolong jangan paksa Kania kalau dia udah gak mau lagi sama lu! Lo itu laki kan, harusnya lu jangan bertindak kayak gini dong!" ucap Daniel.


"Cih, gausah ikut campur lu! Ini urusan gue sama Kania, bukan lu!" sentak Alex.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2