
Kania terpaksa menghentikan langkahnya, menatap wajah Alex dengan mata tajam sembari berusaha melepaskan diri dari genggaman tangan pria tersebut. Tak lama kemudian, Kania terbelalak ketika segerombolan mahasiswi di kampus itu mendekat ke arah mereka dan kembali mencibirnya. Ya para mahasiswi itu mengatakan jika Kania yang mereka kira Aisyah adalah memang wanita murahan, itu karena kedekatannya dengan Alex saat ini.
Tentu saja Kania merasa jengkel mendengarnya, semua hujatan itu ditujukan padanya tetapi karena mereka semua mengira dirinya adalah Aisyah. Itulah sebabnya Kania tampak kesal, ingin rasanya ia membalas dan memukul mereka semua yang sudah menghujat Aisyah seperti itu. Namun, ia tidak mau membuat citra nama Aisyah buruk di kampusnya dan lebih memilih sabar untuk sekarang ini.
"Tuh lu dengar sendiri kan mereka bilang apa? Ini semua gara-gara lu, gue sekarang jadi dihujat lagi sama mereka. Hidup gue tuh udah hancur Lex, tapi sekarang lu nambahin lagi beban di hidup gue ini!" geram Kania disertai isakan tangisnya.
"Kania, aku minta maaf. Aku gak bermaksud untuk—"
"Kania Kania Kania, itu terus yang lu bilang. Capek gue rasanya kasih tahu lu, kalau gue ini bukan Kania!" sela Kania dengan tegas.
Alex terdiam mendengarnya, belum pernah Kania bersikap seperti itu padanya sebelumnya. Akhirnya Alex terpaksa melepaskan tangan gadis itu, lalu membiarkan Kania pergi begitu saja memasuki area kampus tanpa mengejarnya lagi. Meski begitu, Alex masih yakin jika wanita yang tadi ia temui itu adalah Kania dan bukan Aisyah.
"Woi Alex!" tiba-tiba saja, suara seseorang datang menyapa dan membuat fokus Alex teralihkan ke sosok pria tersebut.
"Hah Darwin?" Alex benar-benar kaget melihat keberadaan Darwin disana, ya terlebih ketika pria itu mendekat ke arahnya lalu menatap dengan heran.
"Lu ngapain disini Lex? Emangnya sekarang lu kuliah disini juga?" tanya Darwin kebingungan.
"Eee enggak, gue tadi abis nganterin Kania. Lu sendiri ngapain disini, kuliah?" ucap Alex menjawab apa adanya.
"Iya gue kuliah, tapi bentar deh gue bingung. Kok bisa lu anterin Kania kesini? Setahu gue, yang kuliah disini itu Aisyah bukan Kania. Oh atau lu salah sebut ya?" ucap Darwin.
Alex menggeleng, "Gak Win, beneran gue anterin Kania. Ya walaupun dia ngaku sebagai Aisyah, tapi gue yakin kok kalau itu Kania!" ucapnya kekeuh.
"Hahaha, ngaco banget lu Lex! Itu tuh beneran si Aisyah, mana ada Kania kuliah di kampus kayak gini. Kania mah kuliahnya di kampus terkenal yang bagus, sembarangan lu kalo ngomong!" kekeh Darwin.
"Yah terserah lu deh, yaudah gue mau cabut dulu. Sampaikan salam gue ke Kania, ya!" ucap Alex.
"Hadeh, masih aja lu ngarep itu Kania. Iya deh terserah lu aja, kalo gitu gue juga pengen ke dalam," ucap Darwin.
"Oke." Alex mengangguk perlahan.
__ADS_1
Setelahnya, Alex pun kembali ke mobilnya dan pergi meninggalkan area kampus. Sedangkan Darwin tampak melangkah lebih dulu, dan tanpa sengaja Darwin malah bertemu dengan Kania yang tengah terduduk di pinggir lorong kampus sambil bermain handphone. Melihat gadis itu sendirian disana, sontak Darwin bergegas menghampirinya.
"Ehem ehem, Aisyah!" Darwin langsung memanggil gadis yang ia kira sebagai Aisyah itu.
"Hah Darwin??" Kania terkejut, lalu spontan beranjak dari kursinya dan berdiri menatap Darwin dengan wajah bingung.
"Hey, aku boleh ya ikut duduk disini sama kamu?" ucap Darwin sambil tersenyum.
"Duduk ya duduk aja kali, gausah pake minta izin sama gue! Lagian ini kan tempat duduk kampus, jadi semua mahasiswa disini ya boleh dong duduk di tempat ini," ucap Kania ketus.
"Iya iya Aisyah, kamu santai aja dong jangan galak-galak begitu!" kekeh Darwin.
"Gue pengen cabut, bye!" Kania pun pergi begitu saja tanpa perduli dengan Darwin yang ada disana.
"Eh Aisyah, tunggu!" Darwin berteriak cukup keras sembari mengejar Kania dan berhasil mencegah gadis itu pergi.
"Apa Win? Gue harus ke kelas sekarang, gue gak punya banyak waktu!" ucap Kania tegas.
Setelah berpikir selama beberapa menit, akhirnya Kania memutuskan menyetujui saja permintaan Darwin itu dan berbicara bersamanya disana. Menurutnya, tak ada salahnya jika ia berbincang dengan Darwin saat ini. Lagipula kelasnya masih dimulai beberapa menit lagi.
•
•
Disisi lain, Aisyah telah tiba di lokasi photoshoot bersama Damar alias sepupunya. Ya sebelumnya Damar sudah memberitahu Aisyah kalau saat ini ada jadwal baginya untuk melakukan pemotretan bersama seorang lelaki, namun hingga kini Aisyah masih belum mengetahui siapakah partnernya yang akan berfoto bersamanya nanti.
"Syah, kamu udah siap kan? Sebentar lagi fotonya akan segera dimulai, kamu harus ready ya Aisyah!" ucap Damar.
Aisyah mengangguk dengan lembut, "Sudah kak, tapi aku bingung deh. Sebenarnya siapa sih cowok yang jadi partner aku itu?" ucapnya.
"Namanya Alex, nanti juga kamu tahu sendiri kok siapa orangnya. Dia barusan kasih kabar, kalau dia sudah dalam perjalanan kesini," ucap Damar.
__ADS_1
"Hah Alex? Serius kak, nama cowok yang jadi partner aku itu Alex?" kaget Aisyah.
"Iya Aisyah, emang kenapa sih kalau namanya Alex? Apa kamu kenal sama cowok yang namanya Alex itu, hm?" tanya Damar penasaran.
"Alex itu mantan pacarnya Kania, kak. Tapi, masa iya sih Alex jadi model disini?" jawab Aisyah.
"Mungkin aja ini Alex yang berbeda, kan nama Alex itu bukan cuma satu Aisyah," ucap Damar.
"Bisa jadi sih, tapi emang panjangnya Alex siapa ya kak?" tanya Aisyah penasaran.
"Eee namanya itu—"
"Permisi pak!" baru saja Damar hendak menjawab, namun tiba-tiba Aura sang asisten datang menyela obrolan mereka.
Damar serta Aisyah pun kompak bangkit dari tempat duduk mereka, menatap ke arah Aura dengan bingung karena tiba-tiba saja wanita tersebut datang kesana kali ini. Damar sontak mendekati asisten cantiknya itu karena penasaran, sedangkan Aisyah tetap menunggu disana menatap mereka karena tidak ingin mengganggu pembicaraan mereka.
"Ada apa Aura? Kamu kok kelihatan ngos-ngosan gitu sih?" tanya Damar keheranan.
"Begini pak, Alex sudah datang dan dia juga katanya sudah siap untuk langsung melaksanakan foto. Eee Aisyah sendiri juga sudah siap kan, pak?" ucap Aura.
"Ah iya, dia sudah siap. Tapi kamu jangan lupa, panggil dia Kania di hadapan orang nanti!" ucap Damar mengingatkan asistennya.
"Iya pak, saya mengerti kok. Kalau begitu saya mohon izin, saya ingin mengecek semua persiapan foto!" ucap Aura.
"Ya silahkan!" ucap Damar singkat.
Setelahnya, Aura pun pergi dari sana untuk melakukan tugasnya. Sedangkan Damar juga mengajak Aisyah keluar dan bersiap-siap melakukan sesi pemotretan, jujur Aisyah sangat gugup karena ini pertama kalinya ia akan berfoto dengan seorang lelaki yang belum ia kenali. Aisyah juga penasaran, siapa sebenarnya sosok bernama Alex itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1