Bahagia Setelah Menderita

Bahagia Setelah Menderita
Singkirkan Alex!


__ADS_3

Kania melihat melalui jendela kalau saat ini Marvel sudah pergi dari rumahnya, gadis itu pun tersenyum lega dan hendak memberitahukan pada kakaknya. Akan tetapi, Damar rupanya sudah berada di belakangnya dan membuat Kania terkejut serta spontan mengusap dadanya untuk menetralkan nafas yang menggebu-gebu itu.


Damar sendiri malah terkekeh ketika melihat ekspresi yang ditunjukkan Kania saat ini, pria itu seolah merasa gemas serta ingin sekali mencubit kedua pipi adiknya. Kania pun menunjukkan ekspresi kesal dengan wajah cemberut, apalagi sekarang juga nafasnya masih belum tenang akibat terkejut.


"Ish, kak Damar mah! Ngapain sih berdiri di belakang aku kayak gitu? Bikin kaget aja tahu, untung aku gak jantungan!" sentak Kania.


"Hahaha, sengaja aku biar bikin kamu kaget. Lagian kamu serius banget sih ngeliatin keluar kayak gitu, padahal mah santai aja kali. Emang apa coba yang bisa kamu lihat dari situ?" kekeh Damar.


"I-itu barusan aku lihat kak Marvel udah keluar kak, dia pergi dari rumah ini!" jawab Kania.


"Oh."


Kania merasa kesal karena Damar hanya menjawab itu, ia langsung saja menyerang Damar dengan pukulan pada bahu serta lengannya. Namun, Damar berhasil menahan telapak tangan Kania sehingga gadis itu tidak bisa lanjut memukulnya. Kania berusaha melepaskan diri, tetapi usahanya gagal lantaran Damar kini juga mendekapnya.


"Nia, aku gemes deh sama kamu. Gimana kalau kita duduk berdua disitu sekarang?" bujuk Damar.


Kania mengernyitkan dahinya, ia menggeleng cepat sembari memberontak minta dilepaskan oleh kakaknya itu. Damar tentu tidak menuruti permintaan Kania begitu saja, kini pria itu malah bergerak membawa tubuh Kania secara paksa menuju sofa yang tersedia di rumah itu.


Damar berhasil membuat Kania terduduk di sofa bersamanya, tetapi pria itu masih tetap merangkul pundak Kania seolah tak membiarkan Kania lepas begitu saja. Kania juga sudah tampak pasrah, wajahnya cemberut karena tidak dapat melawan tenaga kakaknya yang super kuat.


"Kak, itu Aisyah gimana ya sekarang? Kira-kira tadi dia bicara apa aja sama kak Marvel itu ya? Aku jadi penasaran pengen tahu, aku mau temuin Aisyah dulu ya kak!" ujar Kania.


Damar menggeleng perlahan dan tak mengizinkan Kania untuk pergi dari sana, bahkan pria itu semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Kania. Memang tidak ada jawaban dari pria itu, namun Kania sudah dapat menebak bahwa Damar ingin memintanya tetap berada disana.


"Ih kak Damar, lepasin ah aku mau ketemu Aisyah di luar! Aku tuh penasaran dia ngomong apa aja sama kak Marvel," kesal Kania.


"Sssttt, tunggu aja nanti juga Aisyah kesini sendiri! Dia kan gak mungkin di luar terus, kamu sabar aja sih Nia sayang cantik!" ucap Damar.


"Ya tapi kan—"


Belum sempat Kania selesai berbicara, tiba-tiba ia sudah lebih dulu melihat Aisyah yang memasuki rumahnya dan terlihat dalam kondisi bersedih. Sontak Kania berniat menghampirinya, akan tetapi Damar malah mendekapnya semakin kuat dan membuat Kania tidak bisa apa-apa.


"Kak Damar, aku mau bicara sama Aisyah tau!" ucap Kania merengek kesal.


Damar hanya terdiam, lalu tak lama Aisyah pun mendekati mereka dan ikut duduk di sebelah kedua saudaranya itu. Kania langsung menegurnya, coba bertanya serta mencari tahu apa yang terjadi antara Aisyah dan juga Marvel di luar tadi. Tentu saja Kania amat penasaran, gadis itu juga khawatir kalau Aisyah dilukai lagi perasaannya oleh Marvel.


"Syah, kamu gak kenapa-napa kan? Tadi si kak Marvel itu bicara apa aja sama kamu, hm?" tanya Kania dengan wajah penasaran.


"Umm, dia ngajak aku buat balikan. Aku heran sama dia, padahal dulu kan dia yang batalin pernikahan kita. Dia juga bilang kalau dia masih cinta sama aku dan gak bisa ngelupain aku," jelas Aisyah.


"Dih gak jelas banget sih tuh cowok! Udah Syah, kamu gausah gubris ucapan dia! Kamu juga jangan mau balikan sama dia!" ucap Kania.


"Heh!" Damar langsung spontan menutupi mulut Kania mengenakan telapak tangannya, yang membuat gadis itu terkejut serta tampak kesal karena tidak bisa berbicara.


"Kamu jangan ikut campur urusan dewasa deh, Nia!" tegur Damar.


Kania mengalah saja dan memilih pasrah karena tidak bisa berbuat apa-apa, sedangkan Aisyah tampak terkekeh melihat adiknya diperlakukan seperti itu oleh Damar. Memang sering sekali Damar meminta Kania untuk tidak ikut campur dan mengatakan bahwa Kania masih belum cukup umur, padahal usianya dengan Aisyah tidak terlalu jauh.


"Syah, sekarang mending kamu lupain aja deh si Marvel itu ya!" saran Damar.

__ADS_1


Aisyah pun manggut-manggut mengerti, ia juga paham bahwa tidak mungkin ia berhubungan kembali dengan Marvel yang dahulu sudah membuatnya malu di hadapan banyak orang. Pernikahan yang sudah di depan mata, harus kandas lantaran lelaki itu lebih percaya pada video palsu yang dibuat oleh Nazla dibanding dirinya.


Sebagai seorang kakak, Damar juga tak akan rela bila adiknya itu kembali bersama Marvel yang telah menyakiti hatinya. Damar pun berjanji pada Aisyah, kalau ia akan terus menjaga gadis itu dari Marvel dan tak mungkin membiarkan lelaki itu terus mendekatinya.


"Makasih kak, kamu udah mau perduli sama aku!" ucap Aisyah sambil tersenyum.


"Sama-sama, kan selain sepupu kamu itu juga model masa depan aku. Karir kamu tuh yang paling bagus di manajemen aku, jadi aku gak akan biarin kamu kenapa-napa!" ucap Damar.


"Tapi kan belum tentu aku bakal balik jadi model di tempat kakak," ucap Aisyah.


"Ohh, kamu emangnya gak mau jadi model aku lagi? Yaudah deh gak masalah, kan masih ada Kania nih yang bisa gantiin kamu!" kekeh Damar.


"Ih kok jadi aku?" protes Kania.


"Sssttt, kamu itu kan berbakat juga sayang. Kamu bisa gantiin posisi Aisyah kalau dia gak mau lanjut jadi model, toh muka kalian sama," ujar Damar.


Kania benar-benar tak menyangka dengan perkataan Damar barusan, tentu saja ia tidak mau jika sampai pria itu menjadikannya sebagai pengganti Aisyah di dalam foto pemotretan. Kania adalah tipe gadis yang pemalu, tidak mungkin juga ia bisa menjadi pengganti dari Aisyah yang sangat terlatih itu.


Aisyah sendiri juga sebenarnya tak terima jika Damar menunjuk Kania sebagai penggantinya, biar bagaimanapun sampai sekarang Aisyah juga belum ikhlas jika Kania lebih populer dibanding dirinya. Meski ia sudah janji akan berubah, tapi tetap saja Aisyah masih tetap merasa iri bila Kania menjadi model pengganti untuknya.


Damar pun tahu dengan apa yang dirasakan Aisyah saat ini, itu sebabnya ia sengaja memancing dengan cara meminta Kania untuk mau menjadi pengganti Aisyah sebagai modelnya. Sebenarnya Damar juga tidak ingin menjadikan Kania model, ia hanya mau membuat Aisyah cemburu lalu setuju dengan tawarannya tadi.


"I-i-iya deh kak, yaudah aku mau jadi model di tempat kak Damar. Sekarang kamu puas kan?" ucap Aisyah dengan gugup.


Damar langsung tersenyum mendengarnya, lagi-lagi rencananya berhasil dan Aisyah masuk ke dalam perangkapnya. Kini ia pun sangat senang karena Aisyah telah mau menerima tawarannya, sehingga ia tidak perlu repot-repot mencari pengganti untuk Aisyah dalam sesi pemotretan besok.




Aisyah kini pergi diantar oleh anak buah Damar, sedangkan Damar tetap disana bersama Aura sang asisten. Damar mencekal lengan Aura yang hendak melangkah pergi, ia tak membiarkan gadis itu kemana-mana dan meminta Aura untuk tetap disana bersamanya. Bahkan, Damar mengajak Aura terduduk di kursi yang tersedia saat ini.


"Pak, tapi saya harus mengurus persiapan foto yang lain. Saya juga mau cek kondisi pemeran pria di dalam, soalnya tadi sewaktu saya tinggal beliau masih didandani pak," ucap Aura gugup.


Damar tersenyum dan merangkul pundak Aura agar merapat padanya, "Tenang saja Aura! Semua itu biar diatur sama yang lain, kamu disini aja sama saya karena ada yang ingin saya bicarakan sama kamu sekarang!" ucapnya tegas.


"I-i-iya pak, memangnya bapak mau bicara soal apa sama saya?" tanya Aura penasaran.


"Saya minta kamu kosongkan jadwal untuk nanti malam, karena saya mau ajak kamu makan malam berdua dengan saya!" pinta Damar.


"Hah? Dalam rangka apa ya pak? Tumben bapak ajak saya makan malam," heran Aura.


"Udah kamu gausah banyak tanya Aura, intinya kamu kosongkan jadwal kamu sekali ini aja! Saya mau kamu dinner berdua dengan saya, karena ada sesuatu yang ingin saya sampaikan!" tegas Damar.


"Iya pak, sa-saya akan lakukan itu."


Damar tersenyum mendengarnya, ia kecup kening Aura sembari mengusap lengannya dan mempererat pelukannya. Damar tidak sabar dengan nanti malam, dimana ia akan menyampaikan semua perasaan yang ia pendam selama ini kepada Aura. Lelaki itu berharap semua akan berjalan dengan lancar, karena ia tidak bisa menahan diri lagi dan ingin segera mempersunting gadis itu.


"Oh ya, tadi kamu kan bicara soal model pria yang akan dipasangkan dengan Aisyah. Itu tuh siapa yang kamu maksud ya?" tanya Damar penasaran.

__ADS_1


"Eee tentu saja dia Alex, pak. Kan kita cuma punya dia," jawab Aura sambil tersenyum.


Damar tersentak mengetahui bahwa model pria yang dimaksud Aura adalah Alex, alias orang yang sudah membuat Kania nyaris kehilangan kesucian beberapa waktu lalu. Tentu saja Damar sangat emosi, ia tentu tidak akan membiarkan orang seperti Alex untuk bisa sukses menjadi model di bawah naungannya.


"Ini gak bisa dibiarin Aura, saya gak sudi kalau Aisyah dipasangkan sama dia!" tegas Damar.


Aura tampak mengernyitkan dahinya, ia heran apa yang membuat Damar sampai semarah itu kepada Alex dan terlihat begitu emosi. Padahal, sebelumnya Damar sangat senang dengan kemampuan modeling Alex yang mumpuni. Bahkan Damar juga mengakui, kalau Alex bisa menjadi model yang sukses di kemudian hari.


"Maaf pak, tapi apa ya yang membuat bapak jadi mengatakan hal itu? Bukannya dulu bapak suka banget sama si Alex ini?" heran Aura.


"Jelas, karena dia sudah berani menyakiti adik saya! Lebih baik kamu temui dia sekarang, lalu kamu bilang ke dia kalau kontraknya dengan kita akan segera diputus!" titah Damar.


"Hah? Ta-tapi pak...."


Belum sempat Aura menyelesaikan ucapannya, Damar sudah lebih dulu menutup mulut gadis itu dan memintanya diam. Aura mengangguk menurut, tak ada yang bisa dilakukan olehnya saat ini selain mengikuti perintah bosnya itu. Lagipun, semua itu tidak sulit untuk ia lakukan karena Alex juga belum terlalu berpengaruh bagi manajemen mereka.




Sementara itu, Kania dicegat oleh Marvel saat ia tengah dalam perjalanan menuju kampus. Kania pun meminta supirnya untuk berhenti, lalu perlahan ia turun dari mobil dan menemui Marvel di luar sana karena penasaran. Ya Kania ingin tahu, apa yang hendak dilakukan Marvel saat ini dan sampai membuat pria itu mencegatnya disana.


Tanpa basa-basi lagi, Marvel kini mendekati gadis itu sambil tersenyum. Ia tahu bahwa yang ada di hadapannya adalah Kania, sebab gadis itu mengenakan kalung yang berinisial 'k" alias Kania. Namun, Marvel memang sengaja menemui Kania saat ini agar ia bisa meminta bantuan gadis itu untuk mendekati Aisyah nantinya.


"Ada apa ya kak? Kenapa kak Marvel cegat jalan aku kayak gini?" tanya Kania dengan wajah bingung.


Marvel hanya tersenyum dan meneruskan langkahnya sampai tepat berada di dekat gadis itu, ia pun menghentikan langkah kakinya dan kini fokus menatap wajah Kania yang sudah terlihat amat penasaran. Tentu saja Kania masih kebingungan, sebab selama ini dia tak pernah memiliki masalah atau hubungan apa-apa dengan Marvel.


"Simpel aja Kania, aku cuma mau minta ke kamu untuk sampaikan apa yang mau aku katakan ini ke Aisyah nanti!" pinta Marvel.


Kania mengernyitkan dahinya, "Emangnya kak Marvel mau bicara apa?" tanyanya penasaran.


"Iya Nia, jadi aku ini mau bilang kalau aku masih sayang dan cinta sama kakak kamu itu. Aku beneran gak bisa melupakan Aisyah dari dalam hidup aku sampai sekarang," jawab Marvel.


Kania menggeleng heran mendengar kata-kata yang keluar dari mulut pria itu, ia tidak mungkin terpedaya oleh perkataan Marvel barusan. Ia tahu betul sifat Marvel seperti apa, dan ia yakin kalau lelaki seperti Marvel tak mungkin bisa merasakan jatuh cinta yang sebenarnya. Apalagi, setelah Marvel sempat menyakiti perasaan Aisyah kala itu.


"Kamu kira aku bakal percaya gitu sama perkataan kamu? Sorry ya kak, tapi aku cuma gak mau Aisyah tersakiti lagi untuk kedua kalinya!" tegas Kania.


"Kamu gak perlu takut soal itu, Kania. Aku ini tulus dan benar-benar cinta sama Aisyah, gak mungkin aku menyakiti dia seperti yang kamu duga itu. Tolong, kamu percaya ya sama aku!" bujuk Marvel.


"Gak kak, aku gak akan pernah percaya sama kak Marvel! Mau kak Marvel nangis darah atau apapun itu, aku tetap gak percaya!" sentak Kania.


Deg


Ucapan Kania barusan berhasil membuat pertahanan tubuh Marvel hancur, pria itu mulai melancarkan aksinya yang lain untuk bisa meyakinkan Kania. Kini Marvel berlutut di hadapan gadis itu, memohon padanya agar mau membantu dirinya mendapatkan cinta Aisyah kembali.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2