Bahagia Setelah Menderita

Bahagia Setelah Menderita
Balik jadi model?


__ADS_3

Nazla terdiam saja sembari memalingkan wajahnya, ia benar-benar bingung harus pergi melalui jalan mana untuk bisa menghindar dari Damar. Namun, ia tentu tetap tidak akan mau menyerah kepada Damar apalagi Aisyah. Tak mungkin juga Nazla ingin mendekam di penjara, karena itu adalah hal yang paling ditakuti oleh seluruh orang.


Disaat Nazla hendak berlari, tiba-tiba saja Daniel bersama rombongannya muncul disana. Sontak Nazla tambah terkejut, wanita itu melotot lebar melihat kemunculan banyak orang saat ini. Sekarang posisinya sudah terjepit, ia dikepung oleh banyak orang dan tidak mungkin bisa melarikan diri lagi dari sana. Damar pun juga sudah bersiap untuk menangkapnya, lalu membawanya ke penjara.


"Nazla, lu lihat kan sekarang siapa yang datang? Orang-orang gue ini bakal segera bawa lu polsek terdekat untuk ditangani!" geram Damar.


"Ja-jangan! Gue mohon ampuni gue, gue gak bakal ganggu Aisyah lagi kok! Tolong jangan bawa gue ke kantor polisi, please!" rengek Nazla.


"Hahaha, lu pikir semudah itu gue bakal ampuni lu? Gak Nazla, gue disini tahu kalau lu orang yang sangat jahat dan gak mungkin gue bisa maafin lu!" ucap Damar tegas.


"Bang, apa kita langsung tangkap aja si cewek jahat ini?" tanya Daniel dengan berbisik.


Damar hanya menganggukkan kepalanya, kemudian Daniel yang mengerti langsung bergerak bersama para anak buahnya untuk menangkap Nazla. Kini Daniel mulai memerintahkan orang-orang itu untuk meringkus Nazla beserta ketiga anak buahnya, ia lalu membawa Nazla dan yang lain pergi dari gedung tersebut serta membawanya keluar.


Sementara Damar menetap disana dan beralih mendekati Aisyah yang masih terikat dengan kondisi nyaris telanjang, ia pun membantu melepaskan ikatan itu lalu membuat Aisyah terbebas. Tanpa basa-basi lagi, Aisyah langsung spontan memeluk erat tubuh kakaknya sambil menangis deras.


"Kak, makasih banyak ya udah tolongin aku! Aku benar-benar gak tahu tadi bakal gimana kalau gak ada kak Damar, hiks hiks aku sedih banget kak!" ucap Aisyah menangis histeris.


Damar tersenyum seraya mengusap punggung adiknya yang tak tertutupi itu, ia paham kesedihan Aisyah dan mencoba menenangkannya kali ini. Meski sekarang ia cukup tegang lantaran memeluk Aisyah dalam kondisi setengah polos, ya walau ia sadar Aisyah adalah saudaranya.


"Iya iya udah Aisyah, kamu gausah nangis terus kayak gitu! Mending sekarang pakai lagi tuh baju kamu biar gak kedinginan ya, abis itu kita keluar bareng karena Kania udah nunggu disana!" ujar Damar melepaskan pelukannya.


"I-i-iya kak, sekali lagi terimakasih ya! Aku jadi malu karena langsung meluk kamu tadi," gugup Aisyah.


"Ah gapapa sayang," singkat Damar.


Akhirnya Aisyah memakai kembali pakaiannya dengan bantuan Damar, lalu ia juga bangkit dan pergi dari gedung tersebut bersama Damar untuk menyelamatkan diri. Aisyah benar-benar lega saat ini, ia tak percaya kalau dirinya bisa bebas dari perangkap yang dibuat oleh Nazla tadi.


Mereka pun bergegas melangkah keluar dari gedung dengan Damar yang menopang tubuh gadis itu, Damar tentu tahu kalau Aisyah masih lemas dan panik setelah tadi sempat hampir saja mengalami pelecehan oleh tiga orang pria sekaligus. Untungnya, Damar bisa datang tepat waktu untuk mencegah aksi Nazla kepada Aisyah itu.


"Saya gak bisa bayangin kalau hal itu sampai terjadi ke Aisyah tadi, maka saya akan merasa gagal sebagai seorang kakak dan mungkin saja Morgan akan sangat membenci saya!" gumam Damar di dalam hatinya.




Daniel kini telah keluar lebih dulu bersama para orang suruhan Aura yang kini membawa Nazla serta anak buahnya, mereka pun menemu Kania dan juga Aura yang menunggu sedari tadi di depan gerbang. Mereka juga terlihat begitu bahagia, ya tentu karena keberhasilan mereka dalam meringkus penjahat itu.


Sementara Kania yang awalnya sedih, kini berubah menjadi lebih bahagia begitu melihat Daniel datang dengan membawa tubuh Nazla yang terikat. Kania merasa senang dan bersyukur karena Nazla telah tertangkap, maka sekarang dapat dipastikan jika Nazla tak akan mungkin lagi bisa melukai Aisyah ataupun orang lain.


"Kamu lihat ini Kania, aku sama yang lain udah berhasil tangkap si jahat dan anak buahnya! Sekarang kamu gak perlu sedih lagi ya, Nia!" ucap Daniel sambil tersenyum.


Kania benar-benar bahagia saat ini, ia sampai terdiam selama beberapa detik karena masih belum percaya seratus persen pada hal itu. Kania sedari tadi terus merasa cemas, tetapi kini kecemasan itu telah tergantikan dengan rasa syukur setelah Nazla berhasil ditangkap dan akan dibawa ke penjara.


"Ah syukurlah, a-aku beneran senang banget lihatnya kalau Nazla berhasil ditangkap! Tapi Niel, kak Damar sama Aisyah dimana? Mereka baik-baik aja kan?" ucap Kania masih merasa heran.


Daniel menganggukkan kepalanya disertai senyuman lebar, ia mengatakan bahwa Damar dan Aisyah kini dalam keadaan baik-baik saja. Ya meskipun tadi Aisyah sempat hendak diperkosa oleh ketiga lelaki suruhan Nazla itu, tapi kali ini Aisyah sudah berhasil diselamatkan dan tengah dalam perjalanan menuju kesana.


Tentu saja Kania sangat lega mendengarnya, setidaknya ia bisa lebih tenang saat ini. Ya akhirnya Daniel meminta seluruh orang suruhan Aura untuk membawa Nazla serta anak buahnya ke kantor polisi lebih dulu, karena bagia Daniel tidak ada waktu lagi dan semua orang jahat itu harus segera dikirim ke penjara untuk mendapat hukuman setimpal.

__ADS_1


Akan tetapi, Aura sang asisten pribadi Damar tidak setuju dengan perkataan Daniel. Ia melarang anak buahnya untuk membawa pergi Nazla ke kantor polisi, ia justru menyuruh mereka semua membawa Nazla dan yang lainnya ke markas. Ya, sepertinya Aura melakukan itu karena ia tahu seperti apa sikap bosnya yang belum puas jika belum memberi hukuman langsung pada musuhnya.


"Aura, apa mereka akan dihukum dulu sama kak Damar? Jika iya, memangnya kak Damar mau melakukan hukuman apa ke mereka? Apa buruk?" tanya Kania penasaran.


"Entahlah Kania, aku juga kurang tahu kalau soal itu. Tapi yang pasti, pak Damar selalu melakukan itu setiap kali beliau berhasil menangkap musuhnya. Maka dari itu, aku tadi melarang Daniel untuk membawa Nazla ke penjara," jelas Aura.


"Ohh, yaudah terserah kamu aja deh. Aku gak perduli mereka mau dibawa kemana, yang penting mereka itu harus segera dihukum!" ucap Kania tegas.


"Tentu Kania, pak Damar pasti akan menghukum mereka seberat-beratnya! Kamu gak perlu khawatir kalau soal itu, beliau kan sudah ahli dalam menghukum musuhnya!" ucap Aura tersenyum.


"Iya, aku percaya sama kak Damar kalau soal itu!" ucap Kania.


Tak lama kemudian, kedua orang yang dinanti-nanti oleh Kania pun tiba disana dan langsung bergerak menghampirinya sambil menyapanya. Ya kedua orang itu tentunya adalah Damar serta Aisyah, saat ini Aisyah telah terlihat rapih dan tidak lagi bersedih karena bujukan dari Damar saat berjalan tadi.


"Kak Aisyah, kak Damar!" Kania pun tersenyum lebar melihat kedua saudaranya itu selamat.


Tanpa berpikir panjang, Kania langsung menghampiri keduanya dan memeluk mereka dengan erat untuk melampiaskan kebahagiaannya. Kania sungguh senang melihat dua saudaranya dapat selamat saat ini, sehingga ia tidak perlu lagi merasa cemas atau khawatir pada mereka.


"Aku seneng banget lihat kalian berdua bisa selamat dan baik-baik aja, padahal tadi aku udah sempat panik loh kak!" ucap Kania merasa lega.


"Haha, iya nih aku juga bersyukur karena bisa selamat tadi dari si Nazla itu!" ucap Aisyah.


"Itu dia Aisyah, lain kali kamu jangan mudah percaya sama kata-kata orang ya! Kalau mau kemana-mana juga harus izin dulu atau minimal kasih tahu lah, jangan pergi gitu aja!" tegur Damar.


"Iya kak Damar iya..."




Kania dan Aisyah telah tiba di rumah mereka bersama Daniel yang mengikuti menggunakan motornya, kedua gadis itu pun turun dari mobil lalu terkejut ketika melihat Marvel sudah berdiri di depan pagar sambil menatap ke arahnya. Aisyah sontak terkejut, sekaligus tak menyangka dengan kehadiran Marvel di rumahnya saat ini.


Mereka pun sama-sama menghentikan langkahnya, menatap wajah Marvel seolah tak percaya sembari menunjukkan ekspresi terkejut serta heran mengapa pria itu datang kesana. Padahal, Aisyah sudah berulang kali meminta Marvel agar tidak lagi mengganggu hidupnya dan membiarkan ia bahagia serta menikmati kehidupan barunya.


Kini Marvel bergerak menghampiri mereka sambil terus tersenyum memandang ke arah Aisyah, ia senang karena gadis itu akhirnya datang dan bisa membuatnya bertemu kembali dengannya. Jujur sampai saat ini, Marvel masih belum bisa melupakan Aisyah dan juga sangat sulit baginya untuk menghilangkan rasa cintanya pada gadis itu.


"Ais, hari ini aku senang banget karena bisa lihat kamu dengan mata kepala aku sendiri! Aku bahagia bisa berada disini dan melihat langsung senyum indah kamu itu, i love you Aisyah!" ucap Marvel.


Aisyah langsung memutar bola matanya dan mencoba menatap ke arah lain saat Marvel mendekatinya, sungguh ia malas sekali harus berhadapan dengan pria itu dan meladeni kata-kata manisnya yang sudah basi jika didengar. Aisyah amat membenci Marvel, tak mungkin ia bisa kembali bersama pria itu untuk saat ini.


"Lo gausah sok-sok bilang love you ke gue deh, kalau ujung-ujungnya aja lu lebih percaya sama ucapan si Nazla dibanding gue! Apa lu lupa, waktu itu lu udah bikin gue malu di depan banyak orang?" geram Aisyah.


"I-i-iya Aisyah, untuk itu aku minta maaf. Tolong, kamu kasih aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya!" bujuk Marvel.


"Gak ada kesempatan yang pantas didapat sama orang seperti lu, sampai kapanpun gue gak akan pernah mau balikan sama lu! Sekarang mending lu pergi, dan jangan balik lagi!" kesal Aisyah.


Marvel menggeleng dengan cepat, "Aku gak bisa lakuin itu Syah, aku akan tetap ada disini sampai kamu mau maafin aku!" ucapnya kekeuh.


Kania yang melihat itu sontak ikut merasa jengkel dan bergerak lebih maju mendekat ke arah Marvel sembari mengepalkan tangannya, Kania tentu tak terima dengan perlakuan Marvel dahulu kepada saudaranya kembarnya itu. Dan kini, Kania juga tidak akan membiarkan Marvel menyentuh apalagi menyakiti Aisyah seperti dulu.

__ADS_1


"Kak Marvel, udah cukup ya kak selama ini kakak nyakitin Aisyah! Aku gak mau lagi ada kesakitan yang kedua bagi Aisyah, jadi aku mohon sekarang kakak jangan ganggu Aisyah lagi!" sentak Kania.


"Kamu gausah ikut campur, aku cuma mau bicara sama Aisyah!" ketus Marvel.


Karena emosi, Daniel yang tak terima gadisnya dibentak oleh Marvel pun mulai bergerak maju lalu melayangkan tinjunya ke arah perut pria itu. Daniel benar-benar tidak suka jika ada lelaki yang berani membentak Kania seperti tadi, sebab ia amat mencintai Kania dan tidak ingin kalau gadis itu merasa sakit hati atau hanya sekedar bersedih.


Marvel pun sampai tersungkur ke aspal saat ini, ia memegangi perutnya dan menatap wajah Daniel dengan tajam dipenuhi emosi. Marvel berusaha bangkit kembali, ia tidak pernah menyerah untuk bisa mengajak Aisyah kembali padanya. Sampai kapanpun, Marvel tak akan mungkin bisa melupakan cintanya pada gadis itu.




Keesokan harinya, Kania merasa bahagia melihat Aisyah yang sudah tampak lebih bercahaya dibanding sebelumnya. Tentu saja semua itu sebab Nazla telah ditangkap dan diberi hukuman oleh Damar kemarin, sehingga Aisyah pun bisa lebih tenang saat ini dan tidak perlu lagi merasa sedih.


Langsung saja Kania menghampiri saudara kembarnya itu, ia sengaja mengejutkan Aisyah dan mulai menggodanya disana sambil sesekali tertawa serta mencolek pipinya. Aisyah juga terlihat melakukan hal yang sama pada Kania, sepasang saudara itu pun asyik bercanda ria di depan meja makan sambil tertawa-tawa bahagia.


"Ahaha, aku senang banget deh bisa lihat kamu bahagia kayak gini Syah! Setelah belakangan ini kamu lebih banyak sedih, akhirnya sekarang kamu bisa tertawa lagi deh!" ucap Kania tersenyum.


Aisyah manggut-manggut saja disertai senyuman manisnya, lalu ia menarik tubuh Kania dan memeluknya erat sembari melampiaskan rasa bahagia serta melepaskan semua penderitaan yang selama ini ia pendam. Aisyah benar-benar bahagia saat ini, bahkan ia sampai tidak bisa berhenti tertawa di depan adik kembarnya itu.


"Ehem ehem ehem..." tiba-tiba saja, suara deheman seorang pria mengejutkan keduanya. Aisyah spontan melepas pelukannya, lalu bersamaan menoleh ke asal suara dengan ekspresi terkejut.


"Kak Damar??" kedua gadis mungil itu sama-sama terkejut melihat keberadaan sepupu mereka disana.


"Hehe, iya dong kan aku mau lihat gimana kondisi dua adik cantik aku ini setelah peristiwa kemarin. Ternyata benar dugaan aku, kalian kelihatan bahagia banget ya? Kalau kayak gini kan aku senang banget lihatnya deh," ujar Damar sambil tersenyum.


"Ahaha, kak Damar mah paling bisa kalau godain aku sama Kania! Iya dong kita pasti bahagia, kan si jahat Nazla itu udah ketangkap!" ucap Aisyah.


"Iya tuh kak, itu makanya sekarang Aisyah kelihatan lebih bahagia dari sebelumnya. Aku juga ikut senang deh ngeliat kakak kembar aku ini udah bisa senyum pagi-pagi begini," sahut Kania.


Damar tersenyum dan kemudian bergerak maju menghampiri Aisyah serta Kania, ia lalu menarik kedua lengan Aisyah mendekat ke arahnya. Setelah itu, Damar merangkulnya sembari menatapnya dari jarak dekat. Aisyah terlihat gugup dan penasaran dengan kelakuan kakaknya itu, termasuk juga Kania yang ada di depan mereka.


"Nah, kalau kayak gini kan kamu kelihatan makin cantik Syah! Berarti bisa dong kamu mulai foto lagi besok? Banyak loh klien yang nyariin kamu dan minta kamu balik lagi," ujar Damar.


"Umm aku....."


"Jangan nolak Aisyah! Aku pastikan semua masalah kamu ini udah clear, semua orang juga udah tahu kalau kamu gak salah kok. Jadi, kamu gak perlu takut lagi kalau akan ada yang bully kamu!" ucap Damar menyela.


"Iya bener tuh Syah, mending kamu foto lagi deh biar ada kegiatan dan bisa bikin nama kamu naik lagi!" ucap Kania.


Aisyah menundukkan wajahnya, ia benar-benar bingung harus menjawab apa saat ini. Sejujurnya ia memang masih ingin meneruskan karirnya sebagai model, tetapi Aisyah khawatir dan merasa cemas kalau-kalau nantinya ia tidak bisa kembali memenuhi ekspektasi dari para kliennya.


Ting nong ting nong....


Dan tanpa diduga oleh ketiganya, suara bel terdengar berbunyi dari arah luar saat mereka tengah asyik berbincang. Mereka pun tampak penasaran saat ini, mereka juga bingung siapa yang berani datang ke rumah Aisyah dikala pagi seperti ini dan masih belum waktunya untuk bertemu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2