Bahagia Setelah Menderita

Bahagia Setelah Menderita
Makan malam nikmat


__ADS_3

Kania baru menyelesaikan kelasnya, ia hendak pergi ke kantin menemui teman-temannya sesuai janji ia pagi tadi pada mereka. Akan tetapi, baru saja ia melangkah sudah ada sosok Daniel yang berdiri tepat di hadapannya. Terlihat pria itu tersenyum ke arahnya, menatap wajah Kania penuh arti seolah mengharapkan sesuatu yang Kania tak mengerti.


Daniel pun bergerak lebih dekat, mengatakan keinginannya pada gadis itu dengan cara mengajaknya pergi ke taman kampus. Setelah berpikir sejenak, mau tidak mau akhirnya Kania terpaksa menerima ajakan pria itu karena ia tidak tega jika menolaknya. Ya apalagi terlihat Daniel begitu antusias kali ini, walau Kania sendiri khawatir temannya akan marah nanti.


Sebelum pergi, tak lupa Kania meminta pada Daniel untuk tidak terlalu lama berbincang saat di taman nanti. Tentu karena Kania masih harus menepati janjinya dengan pergi ke kantin, syukurnya Daniel mau mengerti dan mengiyakan permintaan Kania yang memang sederhana itu. Akhirnya mereka pun melangkah bersamaan menuju taman kampus.


Sesampainya di taman kampus, Daniel langsung bergerak maju membersihkan kursi panjang yang ada disana sebelum diduduki oleh Kania. Barulah keduanya kini duduk berdampingan disana, meski Kania tampak sedikit canggung karena memang ia tak terbiasa berduaan dengan laki-laki selain saudara atau Alex mantan kekasihnya dulu.


"Niel, kamu ajak aku kesini mau ngomong apa sih? Soal pertanyaan kamu yang tadi pagi ya?" Kania langsung bertanya dengan penuh heran.


Daniel tersenyum seraya menggeser posisinya menjadi lebih dekat dengan Kania, namun gadis itu meminta padanya untuk menjauh sedikit karena ia tidak biasa terlalu berdekatan dengan laki-laki. Untung saja Daniel mau menurut, sehingga Kania tidak perlu marah-marah atau berteriak. Daniel sendiri juga tidak ingin jika Kania pergi dari sana, sebab saat ini pria itu mau berbicara dengannya.


"Begini Nia, aku cuma mau minta jawaban dari kamu. Ya walau kamu bilang kalau kamu belum pengen buka hati kamu, tapi tetap aja aku berharap banget loh Nia!" ucap Daniel.


"Maaf ya Niel, tapi aku tetap sama keputusan aku dari awal. Aku gak bisa menjalin hubungan dulu untuk saat ini, termasuk dengan kamu," ucap Kania.


"Nia, pelan-pelan aja! Aku kasih kamu waktu deh buat berpikir, siapa tahu kamu bisa berubah pikiran nantinya. Aku cinta sama kamu Nia, dan perasaan ini aku rasakan sejak dulu kita masih duduk di bangku sekolah!" ucap Daniel kekeuh.


"Tapi Daniel, aku gak suka sama kamu. Gimana bisa aku menjalin hubungan sama orang yang gak aku cintai?" ucap Kania.


Deg


Daniel amat terkejut mendengarnya, ada rasa sakit yang menusuk ke hatinya begitu mendengar ucapan Kania barusan. Ya gadis itu memang terpaksa jujur, karena dia tidak mau memberi harapan palsu pada Daniel dan nantinya malah akan mengecewakan pria itu sendiri. Meski kali ini Kania tahu, bahwa ia sudah menyakiti hati pria di dekatnya.


"Udah ya Niel, aku gak bisa lama-lama disini. Aku harus temuin teman-teman aku di kantin," ucap Kania sembari beranjak dari kursinya.


Daniel pun turut bangkit mengikuti gadis itu, "Kania tunggu!" ucapnya menahan pergerakan Kania.


"Apa lagi Daniel? Kamu udah sepakat loh tadi, kita bicara tapi gak lama-lama. Sekarang ini waktunya udah lumayan lama loh, jadi aku harus pergi temuin teman-teman aku. Kasihan mereka udah nungguin aku di kantin," ucap Kania kesal.


"Maaf Kania, bukan maksud aku buat halangi kamu. Tapi, aku ini masih mau bicara sama kamu. Please Nia sayang, duduk lagi ya cantik!" Daniel terus memelas padanya dan meminta gadis itu tetap disana bersamanya.


Kania menggeleng menolak ajakan pria itu, kali ini ia tidak mau lagi terpengaruh oleh sikap Daniel yang dibuat-buat itu dan ia akan tetap pergi menemui teman-temannya di kantin.


"Oke Nia, kamu boleh pergi. Aku juga gak akan halangi kamu lagi," ucap Daniel tegas.


Tak ada jawaban dari gadis itu, ia malah berbalik begitu saja dan langsung pergi meninggalkan Daniel tanpa perduli dengannya. Sontak Daniel merasa kesal, pria itu benar-benar marah setelah Kania terang-terangan menolaknya dan mengatakan jika wanita itu tidak mencintainya. Daniel pun bertekad bahwa dia akan terus mendekatkan diri pada Kania, dia juga tidak mungkin menjauh darinya.




Aisyah kini pulang ke rumahnya diantar oleh Damar, namun tampak ia masih belum bisa tenang lantaran si pelaku utama belum tertangkap dan juga tidak ada petunjuk apapun yang bisa didapat dari Iyan tadi saat diinterogasi. Aisyah pun terlihat gelisah, ia khawatir pelaku itu akan terus menerornya dan mengganggu hidupnya yang sudah menderita ini.


Damar pun mendekatinya, merangkul dan mencium kedua pipi gadis itu untuk menenangkannya. Ia juga berkata, kalau sehabis ini ia akan kembali berjuang menemukan rekan Iyan yang ditugaskan untuk mengedit video menyerupai Aisyah itu. Damar juga meminta pada Aisyah untuk beristirahat di dalam dan jangan terlalu memikirkan hal itu, sebab ia tak mau Aisyah kembali menjadi seperti dulu.


Tak lama kemudian, Darwin dengan motornya muncul di dekat mereka dan membuat keduanya terkejut bukan main. Aisyah sungguh tak menyangka, pria itu kini kembali ada di hadapannya. Darwin bahkan langsung mendekat ke arahnya begitu turun dari motor, tampak juga pria itu tersenyum dan berdiri tepat di hadapan Aisyah serta Damar yang masih saling merangkul itu.


"Halo Syah! Lo tadi kenapa gak kuliah? Gue cariin loh di sekeliling kampus, eh ternyata kata orang-orang emang lu yang gak datang," ujar Darwin.


Aisyah terlihat kebingungan menjawabnya, gadis itu tentu tak mungkin berkata jujur jika kemarin-kemarin yang datang ke kampus itu Kania dan bukan dirinya karena memang ia belum siap mental. Ya Aisyah juga tidak ingin Darwin tahu, bahwa dirinya habis pergi menemui sosok pengedit videonya itu.


"Eee iya Darwin, barusan aja Aisyah abis ada pemotretan sama gue. Itu makanya dia gak bisa datang ke kampus, lagian gue udah kasih surat izin ke pihak kampus kok tadi," sela Damar.


"Ohh, pantesan gue gak lihat Aisyah di kampus. Jadi lu ada pemotretan? Wah asyik nih gue bisa lihat foto lu lagi deh di tv atau media sosial!" ucap Darwin.

__ADS_1


"I-i-iya Win..." Aisyah tampak gugup kali ini.


"Oh ya, lu ada apa datang kesini? Pengen ketemu sama Aisyah atau cuma mau tanya soal tadi?" tanya Damar kembali.


"Iya nih bang, gue pengen bicara sama Aisyah. Boleh gak ya kira-kira kalau gue bicara berdua sama Aisyah disini?" ucap Darwin sambil tersenyum.


"Ya boleh dong, tapi tetap semuanya tergantung sama Aisyah. Dia mau atau enggak itu ya terserah dia aja, silahkan lu tanya langsung ke dia!" ucap Damar sembari melirik wajah sepupunya.


Aisyah terlihat amat gugup kali ini, terlebih ia ditatap oleh dua orang pria sekaligus di dekatnya. Aisyah pun menundukkan wajahnya, ia bingung sekali harus mengatakan apa kepada Darwin setelah Damar menyerahkan semua padanya. Darwin sendiri juga tampak terus memandangi wajahnya, seolah menunggu jawaban dari gadis itu.


"Syah, lu mau kan bicara berdua sama gue sebentar aja? Gue janji gak akan lama, lu bisa pegang kata-kata gue!" ucap Darwin.


"Eee gu-gue..." Aisyah benar-benar gugup, sesekali menatap wajah Damar dan mengeratkan pegangannya pada lengan pria itu.


"Hadeh Aisyah, kamu ngapain malah pegangan sama aku begitu sih? Itu loh ditanya sama si Darwin, jawab dong!" ujar Damar terheran-heran.


"Iya kak, aku kan cuma minta bantuan kamu. Apa urusan kita udah selesai?" ucap Aisyah.


Damar mengangguk perlahan, "Udah kok, kamu bisa bicara sama Darwin kalau kamu mau. Aku juga sekalian mau pamit nih," ucapnya.


"Hah? Pamit kemana sih kak? Gak mau tunggu Kania pulang dulu?" tanya Aisyah.


"Gausah, nanti aja kapan-kapan aku kesini lagi. Yaudah ya Syah, aku pulang dulu? Titip salam aja buat Kania, bilangin ke dia kalau masalah kamu sebentar lagi selesai!" ucap Damar.


Aisyah manggut-manggut saja kali ini, ia tak lagi menahan Damar untuk tetap disana karena memang sudah keputusan pria itu sendiri. Ya akhirnya Damar pun pergi menaiki mobilnya, tak lupa Damar memperingati Darwin untuk tidak macam-macam pada Aisyah.


Setelah Damar pergi, kini Darwin tampak lebih berani dan mulai mendekati Aisyah. Sedangkan Aisyah sendiri juga memasang wajah datar seperti dahulu ketika bertemu dengan Darwin, pria itu tersenyum dan mengajak Aisyah pergi ke taman di dekat sana untuk berbincang berdua. Aisyah berpikir sejenak, sebelum kemudian mengiyakan ajakan dari pria itu dan ikut pergi bersamanya.


Ya mereka berdua langsung melangkah bersama-sama menuju taman di dekat rumah gadis itu, meski Aisyah sebenarnya ragu untuk bicara berdua dengan Darwin karena khawatir jika pria itu akan membahas mengenai perasaannya.




"Jadi gimana Win, apa yang mau lu bicarakan sama gue sekarang?" tanya Aisyah menatap wajah pria di sebelahnya dengan bingung.


"Iya Syah, gue pengen tanya soal perasaan lu ke gue. Sekaligus gue juga mau menyampaikan sama lu, kalau gue ini jatuh cinta sama lu dan gue mau memiliki lu seutuhnya!" ucap Darwin tegas.


Deg


Betapa kagetnya Aisyah ketika mendengar pengakuan yang keluar dari mulut Darwin itu, ternyata benar saja dugaan Aisyah sedari tadi bahwa Darwin akan mengatakan mengenai perasaannya kepada wanita itu. Kini Aisyah pun semakin bingung, ia memalingkan wajahnya dan tak tahu harus menjawab apa kepada Darwin.


Sementara Darwin juga terus memandanginya, menantikan respon serta jawaban dari Aisyah terkait perkataan yang ia ucapkan tadi. Darwin sangat berharap kalau Aisyah akan mau menjadi miliknya, karena sejak dulu Darwin selalu ingin menjalin hubungan dengan wanita itu. Meski mereka berdua sempat berkelahi kala itu, tetapi pada akhirnya mereka juga kembali dapat berbaikan semula.


Aisyah yang bingung hanya bisa diam menunduk, pikirannya mengarah kemana-mana karena bingung harus menjawab apa untuk Darwin. Ia tidak mau memberi pria itu harapan, tapi entah kenapa ia juga sulit untuk menolak Darwin kali ini. Apakah mungkin jika dirinya kini telah mencintai Darwin? Tetapi, mengapa ia justru merasa gugup kali ini?


"Syah, gue gak akan maksa lu kok. Tapi gue harap sama lu, tolong jujur sama perasaan lu dan jangan bohong hanya karena lu gak pengen gue jadi pacar lu!" ucap Darwin.


Aisyah terkejut, dirinya langsung menatap ke arah Darwin sembari menunjukkan ekspresi bingungnya. Ia heran mengapa Darwin bisa mengatakan itu, padahal sedari dulu juga ia selalu jujur dan tidak pernah membohongi perasaannya sendiri. Aisyah memang tak menyukai pria itu, karena dulu ia merasa Darwin telah mengecewakannya.


"Gue ini udah jujur ya Darwin, perasaan gue ke lu cuma sebatas teman. Gue gak bisa jadi pacar lu, gue harap lu bisa paham!" ucap Aisyah.


"Lo yakin Syah? Ayolah, gue ini udah memendam rasa sama lu dari dulu loh sejak kita pertama kali ketemu! Gue juga yang selalu ada buat lu, itu kalau lu gak lupa!" ucap Darwin.


"Gue gak lupa kok, gue tahu lu selalu bantu gue selama ini. Tapi, maaf Win karena gue gak bisa balas perasaan lu!" ucap Aisyah.

__ADS_1


Aisyah langsung beranjak dari tempat duduknya dan berniat pergi, namun Darwin dengan cepat menahan gadis itu untuk tidak pergi dari sana dan meminta Aisyah tetap disana. Karena bagi Darwin, sosok gadis itu adalah orang yang berhasil membuatnya merasa bahagia dan selalu terpesona tiap kali bertemu dengannya.


"Syah, gue mohon lu disini dulu! Gue masih belum selesai bicara loh," pinta Darwin.


"Apa lagi yang mau lu bicarain ke gue, Darwin?" tanya Aisyah dengan malas.


"Oke oke, gue minta maaf kalau tadi kesannya gue kayak maksa lu buat jadi pacar gue. Sekarang gue cuma minta satu hal sama lu, gue mau jadi sahabat lu Aisyah!" ucap Darwin.


Aisyah terdiam saja kali ini, tak ada kalimat apapun yang keluar dari mulutnya. Sedangkan Darwin tampak terus menahan lengan gadis itu seolah tak ingin melepasnya, ya karena Darwin memang ingin terus berada di dekat Aisyah dan dia paling tidak bisa jika harus berjauhan dengannya.




Hari berganti, dan kini Kania serta Aisyah diajak oleh Damar untuk pergi ke sebuah restoran mewah di kota mereka dalam rangka menikmati dinner indah yang jarang terjadi. Ya sebelumnya mereka sudah jarang sekali berkumpul seperti ini, apalagi sejak pernikahan Aisyah yang gagal terlaksana dan membuat gadis itu terpuruk.


Kedua gadis cantik itu pun terduduk di kursi yang sudah tersedia, tentunya bersama Damar yang juga tampak berpenampilan rapih dan tampan. Ini kedua kalinya Kania memakai gaun cantik yang membuat dirinya seperti bidadari, sebab ia jarang sekali memakai gaun itu karena ia lebih suka tampil biasa dan sangat berbeda dengan Aisyah yang lebih terbiasa memakai gaun seperti model.


"Kania, kamu cantik banget sih pakai gaun itu! Kayaknya emang itu cocok deh buat dipakai sama kamu, aku aja sampai pangling loh lihatnya!" ucap Damar memuji sepupunya.


Kania langsung tersipu malu dibuatnya, "Apaan sih kak? Cantikan juga Aisyah tuh, aku mah biasa aja kali!" ucapnya gugup.


"Yeh kamu mah merendah mulu, kalau Aisyah kan aku udah biasa lihat dia pakai gaun kayak gini. Jadi, aku gak kaget kalau dia cantik banget malam ini. Beda sama kamu Kania, nah makanya aku kagum sama kecantikan kamu!" ucap Damar.


"Iya Kania, bener kok yang dibilang kak Damar. Kamu itu cantik banget ih, gemes aku!" sahut Aisyah sembari mencolek dagu adiknya.


"Ish, kalian ini paling bisa deh kalau godain aku. Udah ah mending kita langsung makan aja, aku keburu laper nih kalau kalian ngobrol terus!" sentak Kania yang tampak kelaparan.


"Ohh, sepupu aku yang cantik dan lucu ini udah lapar toh? Yaudah, kamu pilih aja tuh di daftar menu mau pesan apa!" ucap Damar tersenyum lebar.


Kania mengangguk paham, lalu mengambil daftar menu di atas meja dan memilih pesanannya. Begitu juga dengan Aisyah yang melakukan hal sama, Damar kini memanggil pelayan disana dan mereka bertiga pun mengatakan pesanan mereka kepada pelayan tersebut tanpa ada yang tertinggal. Setelah itu, tentu saja si pelayan bergerak kembali ke tempatnya untuk menyampaikan pesanan mereka.


"Eee kak, aku ke toilet dulu ya?" Aisyah tiba-tiba meminta izin untuk pergi ke toilet sejenak.


Tentu saja Damar mengiyakan dan memberi izin kepada Aisyah untuk pergi ke toilet, Aisyah pun beranjak dari kursinya lalu melangkah menuju toilet di restoran tersebut. Sedangkan Damar kini ditinggal berdua dengan Kania, ya tampak Damar menatap Kania sambil tersenyum sampai membuat gadis itu kebingungan dan tak mengerti.


"Nia, serius loh aku kagum sama kamu malam ini. Kecantikan kamu terpancar dengan sempurna, perfect banget loh. Yakin nih kamu gak mau kembali jadi penyanyi atau vokalis band, hm?" ucap Damar coba membujuk sepupunya itu.


"Kak Damar, aku kan udah bilang kalau aku gak bisa jadi penyanyi lagi. Aku itu gak mau bikin Aisyah iri atau cemburu sama aku, apalagi kalau sampai aku lebih populer dari dia," ucap Kania.


"Gapapa sayang, Aisyah pasti ngerti kok. Lagian masalah dia kan sebentar lagi selesai, kita hanya tinggal cari tahu siapa pelaku yang udah nyuruh orang buat edit videonya Aisyah. Jadi, kamu gak perlu khawatir lagi cantik!" ucap Damar.


"Tetap aja kak, aku gak mau. Kakak tahu sendiri kan Aisyah kayak gimana? Dulu aja dia sampai ngambek sama aku dan cuekin aku terus loh," ucap Kania.


"Iya aku tahu, tapi kan itu dulu. Aku yakin sekarang Aisyah gak mungkin kayak gitu lagi, percaya deh sama aku! Mau ya Kania, kamu balik jadi penyanyi kayak dulu!" bujuk Damar.


Kania terdiam kebingungan, ia tak tahu harus menjawab apa pada Damar kali ini. Terlebih Damar malah meraih dua tangannya dan menggenggam dengan erat, pria itu terus memaksa agar Kania mau kembali menjadi penyanyi seperti dulu. Tentunya itu semua Damar lakukan, karena dia ingin keuangan miliknya naik drastis seperti dulu lagi.


Namun, Kania benar-benar bimbang. Gadis itu sejujurnya tidak ingin kembali menjadi penyanyi, karena memang ia merasa dirinya sudah tidak seperti dulu lagi. Bahkan ia juga tak pernah melatih suaranya, bukan tidak mungkin jika para fansnya nanti malah kecewa mendengar suaranya yang telah banyak berubah itu.


Apalagi jika ia mengingat kejadian dulu, dimana Aisyah merasa cemburu padanya karena kalah popularitas. Kania tidak mau hal itu terjadi kembali, meski ia tahu sekarang ini Aisyah sudah berubah dan tidak akan begitu lagi. Tapi tetap saja, Kania ingin berjaga-jaga khawatir kalau Aisyah masih tidak suka melihat dirinya lebih populer dibanding Aisyah dan nantinya malah mereka akan bertengkar lagi.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2