Bahagia Setelah Menderita

Bahagia Setelah Menderita
Jadian aja


__ADS_3

"Eengghh..."


Lenguhan kecil keluar dari mulut Kania, gadis itu terbangun dan membuka matanya sembari duduk di atas ranjang itu. Ia memegangi kepalanya, menatap ke sekeliling dan terlihat kebingungan sambil bertanya-tanya dimanakah dirinya. Seketika ia terkejut saat menoleh ke bawah, ia baru sadar tubuhnya masih polos dan hanya tertutupi oleh sarung yang entah milik siapa.


Kania pun reflek memeluk tubuhnya sendiri, lalu mencari-cari dimana pakaiannya dan berniat memungutnya. Kania kini teringat pada momen saat ia dan Daniel melakukan perbuatan yang tidak benar, ia sungguh menyesal karena sudah kehilangan kendali dan malah berbuat seperti itu. Padahal selama ini, Kania selalu menjaga tubuhnya untuk suaminya kelak.


Gadis itu berhasil memakai semula pakaiannya, meskipun ada yang sedikit robek karena kelakuan Daniel tadi. Ia kini berdiri tegak dan merapihkan kondisi tubuhnya sembari bercermin, ia juga mencari keberadaan Daniel yang seolah tak terlihat di sekitar sana sejak ia terbangun. Padahal ia ingat betul, Daniel tadi ada di sebelahnya.


"Daniel dimana ya? Masa dia ninggalin aku sendirian di kostnya kayak gini?" gumam Kania tampak kebingungan.


Kania terus melangkah menyusuri kamar yang tidak terlalu besar itu, hanya ada tiga petak disana seperti rumah kontrakan pada umumnya yang biasa ditemui di perkotaan. Kania berusaha mencari dan memanggil nama Daniel, tetapi ia tak berhasil menemukannya disana. Malahan ia justru teringat pada kelakuannya tadi, untungnya ia dan Daniel tidak sampai saling memasuki satu sama lain.


"Duh, aku kok malah kepikiran yang tadi terus ya? Ini juga kenapa coba mendadak punya aku jadi berkedut lagi, apa jangan-jangan efek obat itu masih ada? Sialan emang Alex, awas aja kamu kalo ketemu aku nanti!" lirih Kania.


"Untung aja Daniel bisa tahan diri, walau aku sendiri tadi yang maksa dia suruh masukin punyanya. Kalau sampai dia gak tahan, mungkin sekarang aku udah gak suci lagi!" sambungnya.


Disaat ia sedang berjalan menyusuri rumah itu, tanpa sengaja ia mendengar suara obrolan dari arah luar sana yang membuatnya penasaran. Akhirnya Kania memilih melangkah menuju pintu keluar untuk memastikan ada siapa saja disana, ya karena ia mendengar seperti banyak orang yang sedang berbicara saat ini.


Setelah mengetahuinya, Kania pun syok berat dan sampai harus menutupi mulutnya sendiri. Ia melihat Alex bersama Aisyah serta Damar sedang berbicara di luar sana dengan Daniel, tampak sekali ketiga orang itu seolah tengah menginterogasi Daniel dan menuduh Daniel yang tidak-tidak. Mungkin saja mereka sudah mengetahui semuanya, tapi mengapa justru ada Alex juga disana.


Sungguh Kania tidak tega melihatnya, ia tak mau mereka malah menyalahkan Daniel dikala Alex lah yang bersalah kali ini. Jika tidak ada Daniel, maka mungkin dapat dipastikan Kania akan diperkosa secara kejam oleh Alex tadi. Kania langsung saja melangkah keluar berniat menolong Daniel dan membantu pria itu menjelaskan pada semuanya.


"Cukup kak Damar, jangan salahkan Daniel kayak gitu!" sentak Kania menyela obrolan mereka sembari berdiri di dekat Daniel dengan langkah tertatih.


"Hah Kania??" Aisyah terkejut melihat adiknya muncul secara tiba-tiba disana.


Sontak Aisyah langsung bergerak mendekati sang adik dan memeluknya erat, ia juga memberikan tatapan cemas dan meraba seluruh tubuh Kania untuk memastikan dia baik-baik saja. Aisyah tentu tak mau jika terjadi sesuatu pada adiknya, apalagi setelah ia mendapat informasi dari Alex mengenai jebakan yang diberikan kepada Kania tadi.


"Nia, lu gapapa kan? Gue cemas banget sumpah sama lu, gue khawatir terjadi apa-apa sama lu!" ucap Aisyah tampak panik.


Kania mengangguk sambil tersenyum, "Aku gapapa Syah, sesuai yang kamu lihat sekarang. Udah kamu gak perlu panik ya, lagian justru Daniel itu yang udah tolong aku tahu Syah!" ucapnya.


"Maksud lu? Bukannya Daniel yang udah jebak lu ya? Dia kasih obat bius ke lu kan, lu diapain aja sama dia Nia?" ujar Aisyah.


Kania menggeleng-gelengkan kepalanya, mengelak semua yang dikatakan Aisyah dan mengatakan bahwa itu tidak benar. Ia juga menjelaskan pada semua disana, bahwa Daniel tidak bersalah dan ini semua hanyalah siasat dari Alex yang ingin menuduh Daniel agar dilihat sebagai sosok yang jahat di mata Aisyah maupun Damar.


"Itu gak bener Syah, Daniel gak bersalah disini. Malahan dia yang udah nolongin aku tadi, kalau gak ada dia bisa aja aku kenapa-kenapa," ucap Kania.


"Lo serius Nia? Lu jujur aja deh sama gue, apa yang udah Daniel lakuin ke lu sampai lu bela dia begini!" ucap Aisyah.


Kembali Kania menggelengkan kepalanya, ia terus berusaha meyakinkan Aisyah bahwa Daniel tidak bersalah dan pria itu hanya berniat menolongnya dari jebakan yang diberikan Alex. Ya Kania juga mengatakan hal itu, dimana Alex lah yang awalnya mengajak Kania untuk pergi ke sebuah cafe dan menawarkan minuman padanya yang ternyata sudah diberi obat bius serta panas dan menyebabkan ia tidak dapat mengontrol tubuhnya sendiri.


Seketika Aisyah dibuat terkejut, begitu juga dengan Damar yang langsung spontan menatap wajah Alex di sebelahnya. Damar benar-benar tak menyangka ini semua adalah ulah Alex, pria itu lah yang sudah menjebak Kania dan hendak menyakitinya. Namun, Alex malah memutarbalikkan fakta dan mengatakan ketidakbenaran kepada mereka tadi.


"Kurang ajar lu! Berani banget lu bohongin gue, dasar pengecut! Kenapa lu taruh obat begituan di minuman Kania, ha? Sengaja lu mau jebak dia, terus tidur sama dia?" geram Damar.


Alex terdiam tak berkutik, ia sekarang ada dalam situasi yang buruk dan membuatnya bingung harus berbuat apa. Niatnya ingin menjebak Daniel dan membuat pria itu dibenci oleh mereka semua, tetapi kini justru semua berbalik kepadanya dan Alex lah yang akan dibenci kali ini.

__ADS_1


"Jawab Lex! Kenapa lu ngelakuin ini ke Kania? Dia itu adik gue, harusnya lu gak boleh kayak gitu! Mana katanya lu masih cinta sama dia? Kalau begini, yang ada gue gak akan izinin Kania buat balikan sama lu lagi!" sentak Aisyah.


"Benar itu, gue juga gak setuju Kania dekat sama cowok kayak lu. Dan tempat yang pantas buat lu itu di markas gue, sekarang juga gue akan bawa lu kesana untuk dihukum!" sahut Damar.


"Hah? E-enggak bang, ja-jangan! Gue gak bersalah, ini bukan salah gue!" ucap Alex.


"Diem lu!" sentak Damar.


Tanpa banyak basa-basi lagi, Damar langsung menangkap tubuh Alex dan menahannya sehingga tidak bisa pergi kemana-mana lagi. Setelah itu, Damar pun membawa Alex dari sana untuk diberi hukuman yang setimpal. Damar tentu tak terima dengan perlakuan Alex kepada Kania, ia berjanji akan memberikan hukuman berat bagi Alex.




Sementara itu, Kania dan Aisyah masih berada di dalam kost milik Daniel. Kedua gadis itu disediakan minuman serta camilan oleh Daniel, dan kini duduk bersama-sama di ruang depan sambil saling berbincang ria. Sebelumnya Aisyah juga sudah meminta maaf pada Daniel, ia menyesal karena percaya begitu saja pada Alex tadi.


"Niel, gue minta maaf ya sama lu? Gue nyesel banget tadi malah nyalahin lu kayak gitu, mana gue udah sempat marah-marahin lu lagi. Sialan emang tuh si Alex!" ucap Aisyah.


Daniel terkekeh dibuatnya, "Ahaha, iya gapapa Aisyah. Gue juga paham kok lu kayak gitu karena perduli sama adik lu, gue pun akan melakukan hal yang sama kalo itu terjadi ke saudara gue," ucapnya sambil tersenyum.


"Makasih Niel, lu emang orang baik! Tapi, lu kok bisa bikin Kania sembuh sih? Jangan-jangan lu juga udah sentuh Kania ya tadi?" tanya Aisyah keheranan.


Deg


Pertanyaan Aisyah barusan betul-betul membuat Daniel dan Kania terkejut secara bersamaan, bahkan Kania sampai terbatuk-batuk karena tak menyangka Aisyah akan menanyakan hal itu. Tidak mungkin tentu jika Kania mengatakan yang sejujurnya, pasti Aisyah bisa emosi dan memarahi Daniel kembali seperti tadi saat di luar.


"Maksud kamu apa sih, Syah? Ngelakuin apa coba? Aku sama Daniel cuma tidur doang tadi," elak Kania.


"Udah lu jujur aja sama gue! Gak mungkin lu bisa sembuh kayak gini, kalo kalian gak ngelakuin sesuatu. Gue tahu banget obat begituan punya efek yang luar biasa," ucap Aisyah.


"Syah, beneran kita gak ngapa-ngapain. Kamu mah gak percayaan banget sama aku, ish!" kesal Kania.


Aisyah beralih menatap Daniel, "Niel, apa bisa lu jawab pertanyaan gue sekarang? Lu lakuin apa ke adik gue tadi sampai dia sembuh?" ucapnya.


"Hah? Duh, gue harus jawab apa ya? Gue bingung juga nih jawabnya," ucap Daniel garuk-garuk kepala.


"Lo gausah bingung, jujur aja sama gue? Tadi kalian ngelakuin apa aja disini, hm? Disini kan kalian cuma berduaan tuh, apalagi Kania dalam kondisi pengaruh obat. Gue gak yakin kalau kalian diam-diam aja, pasti kalian ngelakuin sesuatu!" ucap Aisyah.


"Syah, kamu kok ngomongnya gitu sih? Kamu anggap aku wanita murahan gitu? Parah banget sih kamu, aku ini adik kamu loh!" ucap Kania.


"Bukan begitu Nia, gue cuma pengen tahu aja kejujuran dari kalian. Lagian lu juga salah deh Niel, kenapa lu malah bawa Kania ke kost lu bukan ke rumah gue?" sentak Aisyah.


"Eee itu gue...."


"Syah, udah lah kamu jangan cecar Daniel terus! Kasihan dia, kan dia cuma mau tolong aku! Niat dia baik kok, kamu jangan salahin dia dong!" sela Kania.


"Nia, gue juga gak nyalahin Daniel kok. Gue cuma mau tahu kalian ngapain aja tadi, terus apa kalian udah sempat begituan?" ujar Aisyah.

__ADS_1


"Kalau udah, kenapa? Kamu mau marahin Daniel, iya? Jangan Syah, kamu hukum aja aku karena itu semua aku yang minta ke Daniel!" ucap Kania.


Aisyah tersentak mendengarnya, "Apa? Berarti benar kalian udah ngelakuin itu? Kamu udah gak perawan, Kania?" tanyanya lagi.


Kania terdiam, ia menyesali perkataannya tadi yang malah mengakui apa yang sudah ia lakukan bersama Daniel tadi saat ia dalam pengaruh obat panas pemberian Alex.




Singkat cerita, Kania dan Aisyah telah tiba di rumah mereka setelah menyelesaikan konflik dengan Daniel di kostnya tadi. Kedua gadis itu langsung masuk ke dalam, dan kini duduk bersamaan di sofa ruang tamu sambil saling memandang. Kania diam saja kali ini, seolah merasa bersalah karena sudah berbuat hal yang tidak benar bersama Daniel tadi.


Kania juga telah menceritakan semuanya pada Aisyah, ia mengaku dan jujur bahwa ia dan Daniel tadi sempat melakukan hal yang tak sepantasnya mereka lakukan. Namun, Kania juga mengatakan kalau dirinya dan Daniel berhasil menahan diri untuk tidak sampai pada tahap pencelupan. Sehingga Kania tentunya masih perawan, dan itu dimaklumi oleh Aisyah yang memahami kejadian tersebut.


"Syah, aku minta maaf ya? Aku gak bisa jaga diri aku sendiri dari Alex, sampai-sampai dia dengan mudah jebak aku tadi," ucap Kania lirih.


"Gapapa, lu gausah minta maaf. Ini bukan salah lu tahu, tenang aja ya!" ucap Aisyah.


"Tapi Syah, aku sekarang udah kotor. Aku ini wanita kotor, aku gak suci lagi! Kalau kak Morgan masih hidup, pasti dia kecewa banget karena adiknya gak bisa jaga diri!" ucap Kania.


Aisyah menggeleng perlahan, "Gak Nia, lu gak boleh bicara begitu! Tubuh lu mungkin udah di jamah sama Daniel, tapi lu masih suci kok. Lagipun, semua itu terjadi juga bukan karena keinginan lu. Udah ya lu jangan sedih terus!" bujuknya.


"Gimana aku gak sedih, aku tuh yakin banget di atas sana kak Morgan pasti benci banget sama aku!" ucap Kania terisak.


Aisyah merasa kasihan pada adiknya itu, sontak saja ia langsung mendekap tubuh Kania dengan erat dan mengusapnya lembut bermaksud menenangkan gadis itu. Aisyah tentu tak tega melihat Kania terus bersedih, biar bagaimanapun Kania adalah saudara kembarnya yang sangat ia sayangi dan ia tidak mau Kania terus-terusan mengalami masalah.


"Sabar ya Nia! Lu mungkin bisa buka hati lu buat Daniel, supaya lu gak merasa kotor. Dia kan cowok pertama yang sentuh tubuh lu, jadi lu kasih aja dia kesempatan buat milikin lu! Gimana, lu setuju gak sama usul gue?" ucap Aisyah.


"Umm, Daniel sih waktu itu juga sempat tembak aku Syah. Ya tapi sampai sekarang aku itu cuma anggap dia teman, gak lebih. Gimana bisa aku jadian sama dia coba?" ucap Kania.


"Ih ya gampang aja dong Kania, lu perlahan coba buka hati lu buat dia! Lu deketin terus tuh dia, tempel aja jangan kasih kendor! Gue yakin, lambat laun lu bisa jatuh cinta sama dia! Itu yang dulu Marvel lakuin ke gue," saran Aisyah.


"Ohh, cie cie kamu masih suka ya sama kak Marvel! Namanya disebut-sebut mulu," goda Kania.


"Haish, mulai deh. Lu gausah kayak gitu deh Nia, nanti gue kesel terus hukum lu nih!" geram Aisyah sembari mencubit hidung adiknya.


"Ahaha, iya ampun Syah ampun!" kekeh Kania.


Aisyah tak berhenti sampai disitu saja, ia kembali menyerang Kania dengan gelitikan serta cubitan di area pinggangnya sampai membuat Kania tak bisa berhenti tertawa. Keduanya terus bercanda ria disana, sehingga tak sadar jika ada seseorang yang tengah memperhatikan mereka dari jarak tak jauh.


"Ehem ehem..."


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...HUUUU...

__ADS_1


__ADS_2