Bahagia Setelah Menderita

Bahagia Setelah Menderita
Rencana Alex


__ADS_3

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kania kini berniat pulang ke rumah dan menunggu taksi online yang ia pesan itu di depan kampusnya. Gadis itu sudah menghindar dari Daniel dan tidak ingin bertemu lagi dengannya, sebab apa yang dilakukan Daniel tadi kepadanya sungguh membuatnya jengkel. Ya meski Kania tidak bisa membenci pria itu, karena Daniel sudah beberapa kali membantunya selama ini.


Gadis itu terus memandangi layar ponselnya sembari menatap ke sekeliling, ia berharap taksi yang ia pesan dapat segera muncul sebelum Daniel kembali datang dan mengacaukan semuanya. Namun, entah mengapa hingga kini taksi itu belum muncul juga di depannya. Kania pun terlihat panik serta kesal, ia tak mau jika Daniel justru lebih dulu datang dan mengganggunya.


Tak lama kemudian, sebuah mobil berhenti di depannya dengan kaca depan yang terbuka. Sontak Kania terkejut, karena ia merasa bahwa bukan itu mobil taksi yang ia pesan. Dan benar saja, mobil itu ternyata merupakan mobil milik Alex dan dikendarai langsung oleh pria itu. Bahkan, saat ini Alex turun lalu menemuinya dengan senyuman tipis.


"Hai Kania cantik! Kamu makin cantik aja deh, aku benar-benar kagum sama kamu sayang!" ucap Alex memuji serta menggoda gadis itu.


"Lex, ngapain kamu kesini?" tanya Kania ketus.


Alex tersenyum dan berdiri tepat di dekat gadis itu, tak lupa Alex juga hendak merangkul Kania dengan satu tangannya. Hanya saja kali ini Kania berhasil menghindar, sebab tentunya Kania tak mau tubuhnya disentuh oleh sembarangan orang. Apalagi orang itu adalah Alex, mantannya yang sudah pernah menyakiti dirinya dahulu.


"Kamu kok tanyanya begitu sih sayang? Jelas lah aku kesini mau jemput kamu, yuk aku antar kamu pulang!" ucap Alex seraya hendak meraih tangan Kania untuk digenggam.


Namun, lagi-lagi Kania menghindar dan menepis tangan lelaki itu lebih dulu.


"Cukup ya Alex, aku gak mau bareng sama kamu! Aku juga udah pesan taksi kok, jadi kamu gak perlu repot-repot untuk anterin aku!" tegas Kania.


"Kania, ayolah aku mohon! Aku cuma mau antar kamu sampai ke rumah kok, habis itu aku janji gak akan dekati kamu lagi. Kamu jangan kayak gini lah, kamu lupa ya kalau dulu kita itu saling mencintai dan menyayangi satu sama lain loh!" bujuk Alex.


"Itu dulu Alex, sekarang semuanya udah beda. Kamu gak bisa mengungkit-ungkit masa lalu kita yang udah lewat, kamu itu harusnya melihat ke depan dong!" ucap Kania.


"Aku ngerti, tapi gak tahu kenapa aku gak bisa lupain kamu sayang. Mungkin aku ini terlalu sayang sama kamu, sampai aku selalu mikirin kamu dan sulit buat melupakan kenangan indah kita berdua!" ucap Alex.


Kania reflek membuang muka dengan tangan dilipat di depan, tapi saat itu juga Alex langsung menarik tangannya dan berhasil menggenggamnya. Ya Kania tentu terkejut dengan tindakan tiba-tiba Alex, langsung saja gadis itu protes dan berusaha melepaskan diri walau sulit karena tenaganya tak sebanding dengan tenaga milik Alex.


"Ikut sama aku, Kania!" paksa Alex.


"Ish lepas, kamu gak bisa kayak gini dong Alex! Aku punya hak buat tolak kamu, jadi sebaiknya kamu lepasin aku sekarang juga!" sentak Kania tampak begitu emosi.


Bukannya menurut, Alex justru terus memaksa Kania untuk ikut dengannya. Kini pria itu menarik lengan Kania dan membawanya masuk ke dalam mobil miliknya, Kania pun tidak bisa melakukan apa-apa selain terdiam pasrah dan mengikuti semua keinginan Alex. Meski, Kania tentunya merasa tak tenang dengan pemaksaan yang dilakukan pria itu.


Setelahnya, kini Alex turut masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya bersama Kania yang berada di sebelahnya. Pria itu menoleh ke arahnya, tersenyum lebar lalu mengusap puncak kepala Kania dengan lembut untuk menenangkannya. Ya Alex tak mau jika Kania terus ketakutan padanya, karena ia tak memiliki niat jahat atau apapun itu.


Tanpa disadari oleh keduanya, tampak Daniel melihat dengan jelas saat Alex memaksa Kania masuk ke mobilnya. Tentu saja Daniel tak terima wanita yang dicintainya diperlakukan seperti itu, sontak Daniel langsung bergerak cepat dengan motornya dan mengejar mobil Alex untuk bisa menyelamatkan Kania dari tangan pria itu.



__ADS_1


Singkat cerita, mobil Alex berhenti di depan sebuah cafe yang Kania sama sekali tak pernah datangi. Sontak gadis itu menatap heran ke arah Alex, ia bertanya mengapa Alex justru membawanya kesana dan bukan pulang ke rumahnya. Padahal tadi Alex sendiri yang mengatakan ingin mengajaknya pulang, ia pun kini merasa kesal padanya.


Alex terlihat santai kali ini dan tidak terlalu mencemaskan pertanyaan Kania, ya sebab ia sudah menemukan alasan yang pas dan tepat untuk bisa meyakinkan gadis itu. Alex mengatakan jika ia ingin mengajak Kania menikmati makanan serta minuman di cafe itu sejenak, karena ia tahu kalau Kania pastinya merasa lapar setelah seharian berkuliah di kampusnya tadi.


Kania tak memiliki pilihan lain, ia tidak bisa menolak tawaran Alex karena pasti pria itu akan tetap memaksanya. Akhirnya gadis itu mengiyakan ajakan Alex dan mau ikut makan bersamanya disana, meski ada rasa ragu serta khawatir karena ia merasa Alex tengah merencanakan sesuatu. Namun, semua itu ia tepis dengan segera dan berpikir jika tak mungkin Alex akan berbuat jahat padanya.


Kini mereka pun sama-sama turun dari mobil, tak lupa Alex juga menggandeng tangan Kania dan membawanya ke dalam cafe lalu mencari tempat duduk yang masih kosong. Disana Alex langsung memesan makanan serta minuman untuk mereka, sehingga Kania hanya tinggal duduk santai menanti pesanannya tiba.


"Lex, aku baru sekarang ini datang ke cafe ini. Kok disini sepi banget ya, masa cuma ada kita berdua doang? Kemana pelanggan yang lain?" heran Kania.


"Kania, soal itu kamu gak perlu pikirin ya! Mungkin aja emang lagi sepi, sekarang kan siang hari. Atau bisa jadi orang-orang masih pada beraktivitas, tapi aku biasa kesini ramai aja kok dan banyak juga yang datang kesini," ucap Alex berbohong.


"Oh okay, aku paham kok. Yaudah, aku gak bisa lama-lama disini Lex. Aku mau pulang dan bantu Aisyah mengurus masalahnya, jadi aku harus cepat-cepat pergi!" ucap Kania tampak grogi.


"Tenang Kania! Aku gak akan paksa kamu untuk lama-lama disini kok, begitu kita selesai makan nanti aku bakal langsung antar kamu pulang. Kamu bisa pegang kata-kata aku, udah ya kamu gausah mikirin apa-apa lagi!" ucap Alex menenangkan.


"Tapi Lex, tadi aja kamu bohongin aku loh. Kamu bilang mau antar aku pulang, tapi nyatanya kamu malah bawa aku kesini," ujar Kania.


"Eee okay, untuk itu aku minta maaf. Tapi, aku kan cuma mau menikmati waktu berdua sama kamu Nia. Udah lama kita begini sejak putus, makanya aku ajak kamu kesini deh," ucap Alex sambil tersenyum.


"Huh, dasar gak jelas kamu Lex!" cibir Kania.


"Lex cukup! Aku gak suka ya kamu colek-colek aku kayak gitu, emangnya kamu kira aku ini sabun colek apa!" geram Kania tampak kesal.


"Hahaha, iya maafin aku ya sayang. Aku kebawa suasana aja sih gara-gara kamu imut banget, soalnya dulu kan kita sering begini. Aku yakin kamu pasti masih ingat soal itu," ucap Alex.


"Iya aku ingat kok, tapi aku gak mau mengulangi kejadian itu lagi. Kita ini udah putus Lex, jadi gak ada alasan untuk kamu melakukan itu!" ucap Kania.


"Okay, aku ngerti kok maksud kamu. Kalo gitu kita makan aja ya sekarang, kamu gausah cemberut terus kayak gitu! Abis ini kan kita pulang, jadi kamu tenang ya cantik!" bujuk Alex.


Kania manggut-manggut paham, "Iya Lex, awas ya kalau kamu gak nurut!" ucapnya tegas.


Alex tersenyum saja sambil mengangguk perlahan, lalu tak lama pesanan mereka pun datang dan Alex segera meminta Kania memakannya. Disela-sela Kania makan, Alex menyeringai menatap wajah gadis itu seolah ada sesuatu yang sedang ia rencanakan untuknya. Kania tak menyadari itu, karena dia ingin cepat-cepat saja menghabiskan semua makanannya dan pergi dari sana.




Daniel kini masih memantau dari luar cafe untuk melihat apa yang dilakukan Alex serta Kania di dalam sana, ya pria itu merasa heran mengapa Kania justru mau saja diajak ke dalam bersama Alex yang jelas-jelas sudah menyakitinya. Daniel pun tampak kecewa pada sikap Kania, ia berpikir mungkin saja Kania memang masih mencintai Alex dan itu alasan Kania menolaknya.

__ADS_1


Namun, untuk saat ini Daniel ingin terus berada disana dan memastikan kondisi Kania baik-baik saja. Ia tentu tak mau jika Alex berlaku buruk kepada Kania, pastinya ia akan langsung menghajar pria itu dengan tangannya sendiri jika memang Kania diperlakukan buruk olehnya. Meski kini, tidak ada tanda-tanda hal itu akan terjadi.


"Kania, apa kamu masih mencintai Alex? Sepertinya kamu juga bahagia diajak makan bareng sama dia, apa ini alasan kamu tolak aku? Jujur aku kecewa, aku kira kamu itu wanita yang beda!" lirih Daniel.


Tak lama kemudian, Daniel terkejut saat melihat Alex keluar dari cafe itu sambil memapah tubuh Kania di sampingnya. Sontak Daniel langsung turun dari jok motornya dan menatap ke arah Alex dengan tangan terkepal, ia curiga terjadi sesuatu pada Kania karena gadis itu tampak tak sadarkan diri di dalam rangkulan Alex.


Tanpa menunggu lama lagi, Daniel bergegas menghampiri Alex serta Kania disana dengan wajah kesalnya. Ya Daniel pun menyapa Alex dan terlihat menatap tajam ke arahnya, sontak Alex berhenti melangkah lalu terkejut ketika melihat Daniel ada disana. Padahal Alex tak merasa jika ia mengajak Daniel kesana, tentu saja Alex pun terlihat bingung dan ketakutan saat ini.


Apalagi Alex kini sedang membawa tubuh Kania yang pingsan, ia pun bingung harus menjelaskan apa kepada Daniel nantinya. Tak mungkin tentu jika Alex berkata jujur bahwa ia sengaja membuat Kania pingsan dengan memberinya minuman yang sudah dicampuri obat bius, pastinya Daniel akan marah dan bisa aja menghajarnya saat itu juga.


"Ini ada apa, kenapa Kania bisa pingsan kayak gini? Apa yang lu lakuin ke Kania, ha? Ngaku lu sialan!" geram Daniel.


Alex terdiam sesaat, ia berpikir keras apa yang harus ia jawab kepada Daniel saat ini. Namun, akhirnya pria itu coba membuka mulutnya dan menatap ke arah Daniel dengan sikap tegak. Alex tak mau jika Daniel mencurigainya, maka dari itu ia berusaha bersikap tetap tenang di hadapan Daniel kali ini.


"Gak ada apa-apa, Kania cuma lelah abis makan sampai kenyang tadi. Makanya dia ketiduran deh, terus ini mau gue bawa pulang. Udah lu minggir, jangan halangi jalan gue!" ucap Alex.


"Lu pikir gue percaya sama lu? Enggak Lex, gue tahu lu itu punya banyak cara busuk buat deketin Kania lagi. Jadi, sekarang serahin Kania ke gue dan biar gue yang antar dia!" pinta Daniel.


"Hahaha, enak aja lu! Gue gak akan pernah mau serahin Kania ke lu!" ucap Alex menolak.


"Yaudah, kalo gitu gue bakal rebut paksa Kania dari lu." Daniel tampak serius dan terus mendekati Alex dengan tatapan tajamnya.


"Lo mau apa? Kalau lu pengen ribut sama gue, oke gue bakal ladenin lu!" ucap Alex tegas.


Daniel mengangguk pelan, ia sudah bersiap untuk menghadapi Alex disana demi bisa menyelamatkan Kania dari cengkraman pria itu. Tampak Alex juga meletakkan sejenak tubuh Kania di bawah sana, agar ia bisa leluasa untuk menghadapi Daniel dan bertarung dengannya. Ya Alex pun turut mendekat, tanpa banyak berpikir lagi ia langsung saja menyerang Daniel dengan cekatan.


Pertarungan diantara mereka pun terjadi, baik Alex maupun Daniel sama-sama berhasil melayangkan pukulan ke tubuh masing-masing. Sampai pada akhirnya, Daniel berhasil menumbangkan Alex dan membuat pria itu tersungkur ke tanah. Alex tampak merintih kesakitan sembari memegangi dadanya, membuat Daniel menyeringai dan dapat membawa Kania pergi dari sana.


"Lo udah kalah Lex, sekarang Kania akan gue bawa pergi dari sini dan lu gak bisa halangi gue lagi!" ucap Daniel memperingatkan Alex dengan jari telunjuk mengarah ke wajah pria itu.


"Tu-tunggu, lu gak bisa bawa Kania! Dia itu milik gue, jangan pernah lu sentuh dia!" geram Alex.


Disaat Alex hendak mencegah Daniel, tiba-tiba ia merasakan sakit yang amat sangat pada bagian tubuhnya. Sehingga Alex pun tidak dapat melakukan apapun, pria itu malah kembali tersungkur dan meringis kesakitan. Sedangkan Daniel sudah berhasil mendekati Kania, lalu membopong tubuh gadis itu dan membawanya pergi menjauh dari sana.


"Kania, lu tenang aja! Gue bakal jagain lu sampai kapanpun, dan sekarang gue akan bawa lu pulang ke rumah dengan selamat!" ucap Daniel sembari menggendong tubuh gadis itu dan berjalan meninggalkan Alex disana.


Ya Daniel pun membawa Kania menggunakan taksi yang ia cegat, sebab tak mungkin ia menggunakan motor untuk kali ini.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2