Bahagia Setelah Menderita

Bahagia Setelah Menderita
Orang baru


__ADS_3

Kania baru saja pergi dari kampusnya dan memilih mampir sejenak ke sebuah minimarket yang ada di dekatnya untuk membeli minuman. Gadis itu sengaja pergi lebih cepat, karena ia tak mau Daniel mengetahuinya dan memaksanya untuk kembali mengantarnya pulang.


Disaat ia sedang memilih minuman yang cocok untuknya, tiba-tiba tanpa disengaja ia malah bertemu dan bersenggolan dengan Nazla yang kebetulan juga berada di minimarket itu. Karena wajahnya yang mirip, Nazla pun mengira bahwa Kania adalah Aisyah. Sehingga, kini Nazla tampak geram begitu melihat Kania ada disana.


"Hadeh, lagi-lagi gue harus ketemu sama cewek murahan kayak lu disini! Lu masih berani aja ya keluar rumah? Padahal semua orang juga udah tahu kelakuan busuk lu itu di belakang Marvel, gue heran deh sama lu!" cibir Nazla.


Kania menggeleng pelan seraya memicingkan matanya, "Apa urusannya sama lu? Suka-suka gue dong mau ngapain kek," ucapnya menyindir.


Nazla dibuat semakin emosi mendengar perkataan Kania, ya memang Kania sengaja menyamar sebagai Aisyah saat ini untuk mengetahui apakah benar Nazla lah yang sudah melakukan semuanya. Jujur saja Kania masih menaruh curiga pada Nazla sampai saat ini, ia yakin sekali gadis itu pasti terlibat di dalam masalah ini.


"Susah emang ngomong sama cewek gak tahu diri kayak lu, untung aja Marvel masih waras dan gak jadi nikahin lu! Kalau sampai itu terjadi, gak tahu lagi deh bakal gimana," cibir Nazla.


"Ya ya ya, bilang aja kalau lu iri kan sama gue dan lu gak pengen gue bahagia sama Marvel!" ujar Kania.


"Cih, ngapain gue iri sama cewek murahan kayak lu? Sorry ya, kita mah gak level dan gue ini cewek berkelas!" ucap Nazla.


"Cewek berkelas? Ah masa sih? Gak salah tuh gue denger lu ngomong kayak gitu?" cibir Kania.


Nazla semakin naik pitam dibuatnya, dua tangannya bahkan terkepal kuat seolah hendak meraih dan menjambak rambut Kania saat itu juga. Namun, Kania sama sekali tak takut dengan ancaman gadis itu dan malah terus berdiri tegak seolah menantang untuk berkelahi.


"Orang-orang sekarang udah tahu semuanya, kalau video itu tuh cuma editan. Gue juga tahu banget, pasti lu orang yang udah nyuruh Iyan sama si Ivar itu buat edit videonya kan!" ucap Kania.


"Hahaha, sembarangan aja lu kalo ngomong! Lu punya bukti apa emangnya, ha?" ucap Nazla.

__ADS_1


"Untuk sekarang emang gue belum ada bukti, tapi gue bakal terus cari tahu dan bongkar semuanya nanti. Perbuatan busuk lu ini, akan diketahui sama seluruh orang di kota ini. Termasuk juga Marvel, dia pasti bakal benci sama lu!" tegas Kania.


Deg


Nazla tersentak mendengar perkataan Kania yang seolah-olah menekannya, ia sampai dibuat cemas dan khawatir jika benar-benar memang sampai Kania akan mendapatkan semua bukti yang menyatakan bahwa dirinya bersalah. Pastinya Marvel akan sangat membencinya, dan semua rencana yang ia susun akan gagal.


"Kenapa diam? Lu pasti takut kan sama ancaman gue? Hati-hati aja Nazla, gue bakal bongkar semuanya secepat mungkin!" ucap Kania.


"Silahkan aja, gue gak takut sama ancaman lu! Bukan gue kok pelakunya," tantang Nazla.


"Yaudah, tungguin aja saatnya nanti! Semua kejahatan yang lu lakuin ke gue, pasti akan terungkap dan lu juga akan mendapatkan balasan untuk itu!" ucap Kania tegas.


Nazla terdiam kali ini, sepertinya Kania tidak sedang main-main dengan ucapannya. Nazla pun sedikit khawatir saat ini, ia tak mau jika sampai Kania yang ia sangka sebagai Aisyah itu berhasil menemukan bukti bahwa dirinya adalah pelaku yang sudah menyuruh Ivar serta Iyan untuk mengedit video Aisyah dan menyebarnya di media sosial.


"Gawat nih! Aisyah gak boleh tahu kalau gue yang udah suruh orang-orang itu, gue harus temuin Ivar sekarang juga!" gumam Nazla dalam hati.




Kania telah keluar dari minimarket itu dan meminum minumannya sampai sisa setengah, ia benar-benar haus karena tadi sempat berselisih paham dengan Nazla yang sangat dibenci olehnya. Gadis itu kini terus melangkah di tepi jalan, entah kenapa ia masih membenci sekali Nazla dan ingin segera memberi pelajaran pada wanita itu.


Namun tiba-tiba, ia malah bertabrakan dengan seseorang di depannya karena ia tidak fokus menatap ke depan. Botol di tangannya pun terjatuh dan tumpah karena ia belum sempat menutupnya, Kania benar-benar terkejut dan bergegas menoleh untuk melihat siapa yang ia tabrak tadi.

__ADS_1


"Duh, ma-maaf aku gak sengaja!" ucap Kania tampak gugup dan merasa bersalah.


Lelaki di hadapannya itu berbalik dengan posisi tangan memegang ponsel dan sepertinya tengah menghubungi seseorang, tatapan dingin terlihat di wajah pria itu saat menoleh ke arah Kania. Sungguh saat ini Kania benar-benar ketakutan, ia khawatir lelaki itu akan memaki-maki dirinya dan meminta ganti rugi darinya.


"Oh ya, gapapa. Saya juga yang salah karena terima telpon di pinggir jalan begini, kamu gak kenapa-napa kan?" ujar lelaki itu.


"Eee...."


Kania tak habis pikir dengan itu, ia sangat kaget melihat respon dari si pria. Tadinya ia mengira pria itu akan memarahinya, tapi ternyata sekarang justru pria itu menanyakan kondisinya dan tidak terlihat sedang marah sama sekali. Kania pun sampai bingung dan tak tahu harus berbicara apa, ia juga syok dengan ketampanan yang ditunjukkan pria itu.


"Hey, halo! Kamu sakit ya, atau jangan-jangan kepala kamu sakit tadi gara-gara kebentur badan saya? Saya minta maaf ya, kalau memang benar begitu mari saya antar kamu ke rumah sakit!" ucap lelaki itu terlihat mencemaskan kondisi Kania.


"Hah? A-aku gapapa kok, aku justru yang harusnya minta maaf. Aku tadi jalan gak lihat-lihat dulu, maafin aku ya!" gugup Kania.


Pria itu mengembangkan senyumnya, "It's okay, saya maafkan kamu. Kita sama-sama saling memaafkan aja, ya?" ucapnya memberi usul.


Kania manggut-manggut perlahan, membuat si pria terkekeh karena ekspresi gadis itu. Kali ini Kania memang terlihat menggemaskan, itulah sebabnya si pria lebih memilih mendekati Kania dan memutus sejenak telponnya serta meletakkan ponselnya ke dalam saku celana.


"Saya Pasya," lelaki itu tiba-tiba menyodorkan tangannya ke arah Kania sembari mengenalkan diri, sehingga Kania benar-benar terkejut.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2