Bahagia Setelah Menderita

Bahagia Setelah Menderita
Hari pertama di kampus


__ADS_3

...❤️❤️❤️❤️❤️...


Hari ini adalah hari pertama bagi Kania yang akan pergi ke kampusnya, namun bukan sebagai dirinya sendiri melainkan Aisyah. Ya ia memang sudah berjanji untuk bertukar peran dengan saudara kembarnya tersebut, karena ia merasa kasihan pada Aisyah yang terus saja histeris dan kehilangan semangat untuk melanjutkan hidupnya.


Kania pun sarapan terlebih dahulu, sebelum ia akan berangkat ke kampus bersama supirnya. Tak hanya Kania, Aisyah juga akan menjalani kehidupan barunya saat ini sebagai Kania dan akan kuliah di tempat Kania nantinya. Ya kampus Aisyah dengan Kania memang berbeda tempat dan lumayan berjauhan, sehingga mereka tidak akan bertemu di kampus yang sama.


Aisyah terlihat lebih bersemangat dibanding sebelumnya karena hari ini ia akan melanjutkan kuliahnya, walau bukan sebagai dirinya dan juga harus meneruskan kuliah Kania.


"Syah, kamu kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Kania merasa heran saat melihat Aisyah tersenyum.


"Hahaha, iya dong kan gue lagi seneng! Dimana-mana orang seneng itu pasti senyum atau ketawa, nah kalo sedih baru deh nangis. Masa gitu aja lu gak paham sih?" jawab Aisyah sambil tersenyum renyah dan memotong daging di piring.


"Kenapa kamu bisa seneng?" tanya Kania.


"Haish, lu gak jelas banget deh! Kemarin pas gue sedih dan nangis-nangis terus, lu bujuk gue supaya gak nangis. Eh sekarang giliran gue senyum, lu juga kayak gak suka gitu." ujar Aisyah.


"Bukan gak suka, aku penasaran aja. Kan gak biasanya kamu senyum-senyum gitu sambil makan, emang ada apa sih?" ucap Kania.


"Ohh, gak ada apa-apa. Gue seneng aja karena hari ini gue bakal kuliah dan bisa hidup bebas di luar tanpa adanya hujatan atau apalah itu, kan lu tau sendiri belakangan ini banyak netizen yang suka hujat gue dan benci sama gue!" ucap Aisyah.


"Iya sih, yaudah syukur deh! Semoga kamu bisa seneng-seneng terus, ya!" ucap Kania tersenyum.


"Aamiin! Semoga lu juga betah jadi gue dan gak ngajak tukeran lagi! Karena kayaknya asyik sih, kalo gue jadi lu. Kan gak ada orang yang benci atau ngehujat lu," ucap Aisyah.


"Eee iya..." ucap Kania tampak ragu.

__ADS_1


Tentu saja Kania sangat khawatir dengan sikap Aisyah yang seperti itu, tak mungkin jika ia bertukar peran selamanya dengan Aisyah. Karena bagaimanapun juga, kehidupan aslinya adalah sebagai Kania bukan Aisyah. Begitupun sebaliknya, Aisyah juga tak mungkin bisa selamanya menjalani hidup sebagai Kania karena ia adalah Aisyah.


"Duh, Ais kelihatan seneng banget jadi aku. Semoga aja semua masalah ini segera terselesaikan deh, supaya aku bisa kembali jadi diri aku sendiri!" gumam Kania di dalam hatinya.


Melihat sang adik terdiam, Aisyah merasa curiga dan menyangka kalau Kania tidak senang bertukar peran dengan dirinya. Aisyah pun meletakkan sejenak sendok serta garpu ke atas meja, lalu berbicara kepada Kania disana.


"Lu kenapa? Gak suka kalo gue lama-lama jadi lu?" tanya Aisyah menegur Kania.


"Hah? Enggak kok, gak gitu. Aku justru seneng kalo kamu bahagia, jangan salah paham gitu dong Ais!" jawab Kania sambil tersenyum.


"Ohh, ya bagus deh." ujar Aisyah manggut-manggut.


Akhirnya Kania dan Aisyah lanjut memakan sarapan mereka masing-masing, tak ada lagi obrolan diantara mereka sampai keduanya selesai menghabiskan makanan itu. Kania pun langsung beranjak dari kursi, membawa piringnya serta milik Aisyah lalu memberikan itu kepada bik Eros di dapur.




Sesampainya di kampus harapan jaya, Kania langsung pamit pada Aisyah dan turun dari mobilnya untuk memulai kehidupan barunya saat ini sebagai seorang Aisyah. Begitu ia menginjakkan kaki di atas jalan kampus tersebut, sepasang mata langsung tertuju padanya dan gunjingan pun terdengar di telinga Kania yang baru mengambil nafasnya.


Kania menoleh ke belakang, menatap Aisyah yang masih ada di dalam mobil belum berangkat menuju kampusnya. Tampak Aisyah memberi semangat pada Kania dan mengepalkan tangannya dari sana, membuat Kania tersenyum sambil mengangkat tangannya juga tanda kalau ia bersemangat.


Barulah kini Aisyah menutup kembali kaca mobilnya dan meminta sang supir untuk lanjut melaju pergi dari sana, Aisyah sebenarnya tidak tega membiarkan Kania menanggung dosanya dan harus dihujat seperti itu oleh banyak orang. Namun, ia sendiri tak bisa berbuat banyak lantaran bukti kalau ia tidak bersalah hingga kini belum berhasil didapatkan.


Setelah Aisyah bersama mobilnya pergi, Kania pun tampak menelan saliva lebih dulu sebelum melangkah masuk ke dalam kampus itu. Kania melirik ke arah kanan serta kirinya sembari berjalan perlahan, ia tidak tahan sebenarnya karena banyak sekali gunjingan yang terdengar di telinganya.

__ADS_1


"Aku jadi kasihan sama Aisyah, dia pasti gak kuat banget kalau harus dengar ini semua." batin Kania.


Bruuukkk...


"Awwhhh.."


Karena jalan menunduk, Kania pun tak melihat jalan dan bertabrakan dengan seorang wanita yang sedang jalan berlawanan arah dengannya. Kania langsung mendongakkan kepalanya untuk melihat siapakah yang tabrak, ia sangat bingung karena tak mengenali siapa wanita tersebut.


"Heh! Sialan banget sih lu! Kalo jalan tuh pake mata, jangan malah nunduk! Dasar cewek murahan!" ujar wanita itu memaki-maki Kania.


Kania sangat merasa sedih mendengar umpatan yang dilontarkan wanita itu padanya, namun ia tak bisa berbuat apa-apa karena bingung dengan siapa wanita yang ada di hadapannya sekarang.


"Kenapa diem aja lu? Biasanya udah langsung merong-merong gak terima," ujarnya lagi.


"Ohh, mungkin aja sekarang dia udah nyadar kalau dia tuh cewek gak bener. Jadi, dia terima aja dikatain murahan gitu! Kan juga emang bener, video panasnya itu udah kesebar dimana-mana dan dilihat jutaan penduduk negara ini." ucap temannya.


"Hahaha, iya bener. Gue heran deh, kok bisa sih lu masih berani dateng ke kampus ini? Harusnya kan lu diem di rumah, nangis-nangis di pojokan!" ujarnya meledek Kania yang disangka Aisyah.


"Jelas dong! Gue masih berani datang kesini, karena gue gak ngelakuin semua itu. Lu sekarang bisa puas-puasin ledek gue dan katain gue sesuka hati lu! Tapi, jangan salahin gue kalo gue nanti bakal laporin kalian semua ke polisi atas dasar pencemaran nama baik setelah gue berhasil dapatkan bukti kalau gue emang gak ngelakuin itu!" ucap Kania tegas.


Kedua wanita yang ada di depannya hanya tersenyum meledek tak menggubris perkataan Kania, sedangkan Kania langsung saja pergi meninggalkan mereka dengan perasaan kesal.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2