
Keesokan harinya, Kania merasa bahagia melihat Aisyah yang sudah tampak lebih bercahaya dibanding sebelumnya. Tentu saja semua itu sebab Nazla telah ditangkap dan diberi hukuman oleh Damar kemarin, sehingga Aisyah pun bisa lebih tenang saat ini dan tidak perlu lagi merasa sedih.
Langsung saja Kania menghampiri saudara kembarnya itu, ia sengaja mengejutkan Aisyah dan mulai menggodanya disana sambil sesekali tertawa serta mencolek pipinya. Aisyah juga terlihat melakukan hal yang sama pada Kania, sepasang saudara itu pun asyik bercanda ria di depan meja makan sambil tertawa-tawa bahagia.
"Ahaha, aku senang banget deh bisa lihat kamu bahagia kayak gini Syah! Setelah belakangan ini kamu lebih banyak sedih, akhirnya sekarang kamu bisa tertawa lagi deh!" ucap Kania tersenyum.
Aisyah manggut-manggut saja disertai senyuman manisnya, lalu ia menarik tubuh Kania dan memeluknya erat sembari melampiaskan rasa bahagia serta melepaskan semua penderitaan yang selama ini ia pendam. Aisyah benar-benar bahagia saat ini, bahkan ia sampai tidak bisa berhenti tertawa di depan adik kembarnya itu.
"Ehem ehem ehem..." tiba-tiba saja, suara deheman seorang pria mengejutkan keduanya. Aisyah spontan melepas pelukannya, lalu bersamaan menoleh ke asal suara dengan ekspresi terkejut.
"Kak Damar??" kedua gadis mungil itu sama-sama terkejut melihat keberadaan sepupu mereka disana.
"Hehe, iya dong kan aku mau lihat gimana kondisi dua adik cantik aku ini setelah peristiwa kemarin. Ternyata benar dugaan aku, kalian kelihatan bahagia banget ya? Kalau kayak gini kan aku senang banget lihatnya deh," ujar Damar sambil tersenyum.
"Ahaha, kak Damar mah paling bisa kalau godain aku sama Kania! Iya dong kita pasti bahagia, kan si jahat Nazla itu udah ketangkap!" ucap Aisyah.
"Iya tuh kak, itu makanya sekarang Aisyah kelihatan lebih bahagia dari sebelumnya. Aku juga ikut senang deh ngeliat kakak kembar aku ini udah bisa senyum pagi-pagi begini," sahut Kania.
Damar tersenyum dan kemudian bergerak maju menghampiri Aisyah serta Kania, ia lalu menarik kedua lengan Aisyah mendekat ke arahnya. Setelah itu, Damar merangkulnya sembari menatapnya dari jarak dekat. Aisyah terlihat gugup dan penasaran dengan kelakuan kakaknya itu, termasuk juga Kania yang ada di depan mereka.
"Nah, kalau kayak gini kan kamu kelihatan makin cantik Syah! Berarti bisa dong kamu mulai foto lagi besok? Banyak loh klien yang nyariin kamu dan minta kamu balik lagi," ujar Damar.
"Umm aku....."
"Jangan nolak Aisyah! Aku pastikan semua masalah kamu ini udah clear, semua orang juga udah tahu kalau kamu gak salah kok. Jadi, kamu gak perlu takut lagi kalau akan ada yang bully kamu!" ucap Damar menyela.
"Iya bener tuh Syah, mending kamu foto lagi deh biar ada kegiatan dan bisa bikin nama kamu naik lagi!" ucap Kania.
Aisyah menundukkan wajahnya, ia benar-benar bingung harus menjawab apa saat ini. Sejujurnya ia memang masih ingin meneruskan karirnya sebagai model, tetapi Aisyah khawatir dan merasa cemas kalau-kalau nantinya ia tidak bisa kembali memenuhi ekspektasi dari para kliennya.
Ting nong ting nong....
Dan tanpa diduga oleh ketiganya, suara bel terdengar berbunyi dari arah luar saat mereka tengah asyik berbincang. Mereka pun tampak penasaran saat ini, mereka juga bingung siapa yang berani datang ke rumah Aisyah dikala pagi seperti ini dan masih belum waktunya untuk bertemu.
Akhirnya Damar beserta kedua adiknya itu bergegas melangkah menuju pintu untuk mengecek siapa yang datang disana, sebab mengejutkan sekali saat ada seseorang bertamu ke rumah dua gadis itu di waktu pagi seperti ini. Ya wajar kalau yang datang adalah keluarga mereka, tetapi jika bukan maka pasti keduanya akan sangat ketakutan.
Ceklek
Begitu pintu dibuka, Damar dan yang lainnya terkejut ketika melihat Marvel lah yang berdiri di depan sana sembari memandang ke arah mereka. Marvel tampak tersenyum sembari membawa bunga mawar merah di tangannya yang mungkin saja ia tujukan untuk Aisyah, tentu saja Damar mulai emosi begitu melihat keberadaan Marvel saat ini.
"Lu lagi lu lagi, mau lu apa sih sebenarnya? Gue gak habis pikir sama cowok kayak lu, gak ada kapok-kapok nya ya jadi orang!" geram Damar.
"Santai bang! Gue kesini baik-baik loh, gue cuma pengen ketemu dan bicara sama Aisyah. Tolong kasih izin gue buat ngelakuin itu bang, gue janji gak akan berbuat hal yang lain!" ucap Marvel.
"Gak bisa, gue gak akan biarin laki-laki kayak lu deketin adik gue lagi!" sentak Damar.
"Bener tuh, lagian Aisyah juga pasti gak bakal mau kok bicara sama lu! Jadi, mending lu pergi deh dan jangan balik lagi!" sahut Kania.
__ADS_1
Damar langsung melirik ke arah Kania dan merangkulnya, tak lupa pria itu menutupi mulut Kania menggunakan telapak tangannya agar tidak ikut bicara. Kania tentu saja berontak, tetapi usahanya sia-sia karena tenaga Damar jauh lebih besar dibanding dirinya.
"Gue mohon sama lu, bang! Cuma kali ini aja kok gue mau bicara berdua sama Aisyah, tolong izinin gue ya bang!" mohon Marvel.
"Halah, gue tetap gak percaya sama lu Marvel!" ucap Damar dengan keras.
Marvel pun terdiam kebingungan, sedangkan Damar tampak makin emosi dan kini bergerak maju mendekati pria itu. Dengan kasarnya, Damar mendorong tubuh Marvel hingga terhuyung ke belakang dan nyaris terjatuh. Aisyah serta Kania bahkan sampai menutupi mulut mereka, seolah tak percaya dengan apa yang dilakukan Damar.
Setelah itu, Damar kembali mengusir Marvel dan memperingati pria itu agar tidak kembali lagi kesana. Ia juga menekankan pada Marvel supaya pria itu mau menurut, karena jika tidak maka dapat dipastikan Damar akan langsung memberikan hukuman berat kepada Marvel.
"Kalau lu masih saja berani mengganggu Aisyah, jangan salahkan gue kalau lu bakal gue bikin jadi perkedel!" ancam Damar.
Tak ada yang bisa dilakukan Marvel saat ini, karena ia tidak mungkin melawan Damar. Ia tahu kalau Damar adalah orang yang memiliki kemampuan besar, terlebih Damar juga merupakan orang terpandang di areanya dan akan sulit bagi Marvel untuk bisa melawannya.
"Okay, gue nurut sama ucapan lu. Gue gak akan maksa Aisyah kalau emang dia gak mau ngobrol sama gue, tapi tolong kasih kesempatan buat gue tanya langsung ke Aisyah sekarang!" ujar Marvel.
"Gak perlu, udah pasti Aisyah gak akan mau bicara sama lu!" sentak Damar.
"Tunggu kak!" tiba-tiba saja, Aisyah ikut maju mendekati kakaknya dan menatap Marvel dengan wajah tidak tega.
"Aku mau kok bicara sebentar sama Marvel, hanya sebentar. Kak Damar izinin aku ya!" sambungnya.
Sontak Damar serta Kania terkejut bukan main mendengar pengakuan Aisyah itu, mereka tak menyangka kalau Aisyah justru ingin berbicara berdua dengan Marvel saat ini. Padahal, sebelumnya gadis itu sendiri yang mengatakan kalau dia sangat membenci Marvel.
•
•
Marvel tampak sangat gugup kali ini, pria itu bahkan tak berani bertatapan langsung dengan Aisyah dan terus saja memalingkan wajahnya. Bunga di tangannya juga sudah ia letakkan di atas kursi, sebab Marvel agak ragu untuk memberikan itu kepada Aisyah sekarang.
"Lo sebenarnya mau ngomong apa sih sama gue? Buruan deh gausah kelamaan, gue kan tadi bilang cuma sebentar!" ketus Aisyah.
Marvel terkejut dengan Aisyah yang baru saja membentaknya itu, ia sampai menoleh ke arah Aisyah dan berusaha untuk menenangkan diri walau saat ini ia sangat merasa gugup. Ia coba untuk memberanikan dirinya, karena hanya kali ini saja kesempatan ia untuk bisa bicara dengan Aisyah.
"I-i-iya Aisyah, a-aku mau bilang ke kamu kalau aku ini masih jatuh cinta sama kamu. Aku gak bisa ngelupain kamu Aisyah, karena aku ini emang benar-benar suka sama kamu!" ucap Marvel.
"Oh, jadi cuma itu yang mau kamu bicarakan sama aku sekarang? Gak penting banget sih Vel, kalau itu mah aku udah tahu kali!" kesal Aisyah.
"Baguslah kalau kamu udah tahu, jadi apa kamu sekarang mau balikan sama aku? Aku juga tahu kok, kamu masih belum bisa ngelupain aku sepenuhnya kan? Mending kita balikan aja deh kayak dulu lagi!" ucap Marvel sambil tersenyum menggoda.
"Balikan? Cih, gue gak sudi balikan sama cowok labil kayak lu!" ucap Aisyah menolak dengan keras.
Lagi-lagi Marvel terdiam dibuatnya, perkataan wanita di sebelahnya itu benar-benar membuatnya grogi dan tidak tahu harus menjawab apa lagi. Aisyah sepertinya sudah sangat membencinya, bahkan gadis itu seolah tidak ingin berdekatan dengannya dan terus berusaha menjauh.
"Kalau udah gak ada yang mau diomongin lagi, gue minta lu pergi sekarang! Gue gak pengen ada keributan disini, makanya gue mohon sama lu tolong nurut sama kata-kata gue!" ujar Aisyah.
"Okay Syah, aku akan pergi. Tapi, kamu terima bunga dari aku ini ya!" bujuk Marvel.
__ADS_1
Dengan cepat Aisyah meraih bunga dari tangan Marvel itu, ia melakukannya agar Marvel bisa cepat pergi juga dari sana. Benar saja dugaannya, Marvel pun kini beranjak dari tempat duduk seolah bersiap untuk pergi. Aisyah agak lega melihatnya, walau ia sebenarnya merasa tidak tega ketika tadi ia bersikap kasar kepada pria itu.
"Yaudah, aku pamit dulu ya Aisyah? Semoga kamu bisa jaga bunga itu baik-baik!" ucap Marvel.
Aisyah hanya menjawab dengan anggukan kepala, gadis itu bahkan tidak sama sekali menatap ke arah Marvel berada saat ini. Marvel memakluminya, lalu memilih melangkah pergi meninggalkan tempat itu sesuai perkataannya tadi. Sedangkan Aisyah kini baru beralih menatap ke arah pria itu, ia tersenyum sebelum melempar bunga tersebut ke tanah dan menginjaknya sampai hancur.
"Najis banget gue terima bunga ini dari tuh cowok labil! Lama-lama gue bakal pindah rumah juga nih, biar dia gak bisa temuin gue lagi!" geram Aisyah.
•
•
Kania melihat melalui jendela kalau saat ini Marvel sudah pergi dari rumahnya, gadis itu pun tersenyum lega dan hendak memberitahukan pada kakaknya. Akan tetapi, Damar rupanya sudah berada di belakangnya dan membuat Kania terkejut serta spontan mengusap dadanya untuk menetralkan nafas yang menggebu-gebu itu.
"Ish, kak Damar mah! Ngapain sih berdiri di belakang aku kayak gitu? Bikin kaget aja tahu, untung aku gak jantungan!" sentak Kania.
"Hahaha, sengaja aku biar bikin kamu kaget. Lagian kamu serius banget sih ngeliatin keluar kayak gitu, padahal mah santai aja kali. Emang apa coba yang bisa kamu lihat dari situ?" kekeh Damar.
"I-itu barusan aku lihat kak Marvel udah keluar kak, dia pergi dari rumah ini!" jawab Kania.
"Oh."
Kania merasa kesal karena Damar hanya menjawab itu, ia langsung saja menyerang Damar dengan pukulan pada bahu serta lengannya. Namun, Damar berhasil menahan telapak tangan Kania sehingga gadis itu tidak bisa lanjut memukulnya. Kania berusaha melepaskan diri, tetapi usahanya gagal lantaran Damar kini juga mendekapnya.
"Nia, aku gemes deh sama kamu. Gimana kalau kita duduk berdua disitu sekarang?" bujuk Damar.
Kania mengernyitkan dahinya, ia menggeleng cepat sembari memberontak minta dilepaskan oleh kakaknya itu. Damar tentu tidak menuruti permintaan Kania begitu saja, kini pria itu malah bergerak membawa tubuh Kania secara paksa menuju sofa yang tersedia di rumah itu.
Damar berhasil membuat Kania terduduk di sofa bersamanya, tetapi pria itu masih tetap merangkul pundak Kania seolah tak membiarkan Kania lepas begitu saja. Kania juga sudah tampak pasrah, wajahnya cemberut karena tidak dapat melawan tenaga kakaknya yang super kuat.
"Kak, itu Aisyah gimana ya sekarang? Kira-kira tadi dia bicara apa aja sama kak Marvel itu ya? Aku jadi penasaran pengen tahu, aku mau temuin Aisyah dulu ya kak!" ujar Kania.
Damar menggeleng perlahan dan tak mengizinkan Kania untuk pergi dari sana, bahkan pria itu semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Kania. Memang tidak ada jawaban dari pria itu, namun Kania sudah dapat menebak bahwa Damar ingin memintanya tetap berada disana.
"Ih kak Damar, lepasin ah aku mau ketemu Aisyah di luar! Aku tuh penasaran dia ngomong apa aja sama kak Marvel," kesal Kania.
"Sssttt, tunggu aja nanti juga Aisyah kesini sendiri! Dia kan gak mungkin di luar terus, kamu sabar aja sih Nia sayang cantik!" ucap Damar.
"Ya tapi kan—"
Belum sempat Kania selesai berbicara, tiba-tiba ia sudah lebih dulu melihat Aisyah yang memasuki rumahnya dan terlihat dalam kondisi bersedih. Sontak Kania berniat menghampirinya, akan tetapi Damar malah mendekapnya semakin kuat dan membuat Kania tidak bisa apa-apa.
"Kak Damar, aku mau bicara sama Aisyah tau!" ucap Kania merengek kesal.
Damar hanya terdiam, lalu tak lama Aisyah pun mendekati mereka dan ikut duduk di sebelah kedua saudaranya itu. Kania langsung menegurnya, coba bertanya serta mencari tahu apa yang terjadi antara Aisyah dan juga Marvel di luar tadi. Tentu saja Kania amat penasaran, gadis itu juga khawatir kalau Aisyah dilukai lagi perasaannya oleh Marvel.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...