
Marsha dan Marvel kini tiba di bioskop tempat mereka akan menonton film, tanpa basa-basi lagi Marvel segera memesan tiket disana untuk mereka berdua. Tak lupa Marvel juga membeli popcorn serta minuman agar menambah keasyikan di dalam sana nanti, Marsha menurut saja dan menunggu disana sampai Marvel selesai membeli semuanya.
Selama menunggu, entah mengapa Marsha seperti tak bisa mengalihkan pandangannya dari tubuh Marvel di depan sana. Rasanya Marsha begitu kagum pada pria itu, karena Marvel memang amat tampan dan menggoda bagi siapapun. Marsha sendiri juga tersenyum dibuatnya, seolah-olah gadis itu ingin sekali menjadi kekasih dari seorang Marvel yang baru beberapa kali ia temui itu.
Akhirnya Marvel pun kembali menemui gadis itu dengan membawa dua buah tiket serta popcorn dan minuman, pria itu segera memberikan semuanya pada Marsha sekaligus mengajak Marsha untuk masuk ke studio film. Marsha bangkit dari tempat duduknya, tersenyum lebar sembari terus menatap wajah Marvel yang ada di dekatnya saat ini.
"Nih aku udah beliin semuanya, kita langsung masuk aja yuk sebentar lagi filmnya juga mau dimulai!" ucap Marvel dengan lembut.
"Yuk!" dengan senang hati Marsha mengangguk, lalu ikut pergi bersama pria itu.
Mereka masuk bersama-sama ke dalam studio lalu terduduk di kursi yang telah mereka pesan, film di layar tampak masih belum mulai dan masih ada kesempatan bagi mereka untuk saling mengobrol. Marsha memberanikan diri menatap ke arah lelaki di sebelahnya itu, sedangkan Marvel terlihat masih gugup dan bingung harus apa.
"Vel, filmnya masih lama ya mulainya? Padahal aku udah gak sabar banget nih mau nonton, soalnya kata orang-orang di sosmed sih film ini seru loh. Kamu juga udah lihat kan?" ucap Marsha.
"Ya Marsha, udah kok. Kamu sabar aja, kita tunggu sampai filmnya mulai!" ucap Marvel.
"Okay, tapi boleh kali popcorn nya itu dibuka. Kan lumayan buat ganjal perut sekarang sambil nunggu filmnya dimulai," ucap Marsha.
"Oh iya, ma-maaf Marsha. Pasti kamu lapar ya? Oke deh aku bukain nih," ucap Marvel tersenyum.
Marsha mengangguk saja sambil menundukkan wajahnya, kedua pipinya tampak memerah akibat kelakuannya tadi. Marvel sendiri kini terlihat mulai membuka popcorn nya dan menyodorkan itu ke arah Marsha, ya Marvel hanya membeli satu buah popcorn dalam ukuran besar agar bisa dimakan berdua oleh mereka.
"Nah, kamu makan aja duluan nih! Aku mah nanti aja kalau filmnya udah dimulai," ucap Marvel.
"Eh eh, masa cuma aku sendiri sih yang makan? Kamu juga makan lah, lagian ngapain sih ngeliatin hp terus daritadi?" heran Marsha.
"Eee aku cuma—"
Tiba-tiba saja, Marsha langsung mengambil alih ponsel itu dari tangan Marvel dan menyimpannya. Sontak Marvel terkejut bukan main atas tindakan cukup berani dari gadis itu, tetapi Marvel juga tidak bisa berbuat apa-apa. Marvel malah tersenyum menatap ke arah Marsha, memang seharusnya ia tidak bermain handphone saat bersama gadis itu.
"Udah ya Vel, bentar lagi mulai tuh filmnya! Hp kamu biar aku simpan dulu, nanti pas selesai baru deh aku kasih!" ucap Marsha.
"Iya deh iya, kalo gitu sini bagi popcorn nya buat aku!" ucap Marvel.
Marsha mengangguk dan memberikan popcorn itu kepada Marvel untuk dimakan berdua, Marvel pun tersenyum bahagia begitu juga dengan Marsha yang tidak kalah bahagianya. Mereka berdua sama-sama senang saat ini, karena bagaimana pun ini adalah kali pertama mereka pergi berdua.
•
•
Singkat cerita, akhirnya Marvel dan juga Marsha telah selesai menonton film itu sampai habis. Keduanya langsung saja beranjak dari tempat duduk, lalu melangkah ke luar sembari bergandengan tangan. Ya hal itu spontan saja dilakukan Marsha, entah dorongan darimana tiba-tiba Marsha berani meraih telapak tangan Marvel dan menggenggamnya seperti itu di depan banyak orang yang berkunjung ke bioskop tersebut.
Marvel sebenarnya agak gugup saat Marsha menyentuh tangannya, tetapi ia hanya bisa diam dan bersikap seolah tidak terjadi apapun. Lagipula, Marvel sendiri merasa senang karena Marsha mau lebih terbuka dan memberanikan diri mengajaknya bergandengan. Padahal, sebelum ini Marsha lebih banyak diam dan apa yang terjadi sekarang amat membuat Marvel terkejut.
Saat di luar, Marsha menghentikan langkahnya dan melepas genggaman tangannya. Marvel sontak kecewa karena ia kehilangan telapak tangan halus milik Marsha yang sempat ia genggam, namun kemudian Marsha mengatakan jika dirinya ingin buang air kecil dan harus pergi ke kamar mandi sejenak sebelum pulang nantinya.
"Vel, aku mau ke toilet sebentar ya? Kamu tunggu disini aja, nanti aku balik kok!" ucap Marsha lirih.
Marvel manggut-manggut saja, ia paham apa yang harus ia lakukan sekarang dan tidak mungkin jika ia mengikuti Marsha ke dalam toilet perempuan. Bisa gawat semuanya jika sampai hal itu terjadi, maka dari itu Marvel memilih menunggu dengan cara terduduk di tempat yang tersedia sembari melamun mengingat momen saat di dalam studio tadi.
"Duh, hp gue masih sama Marsha lagi. Bosen banget deh nunggu begini doang gak main hp, gimana ya?" gumam Marvel mulai tampak bosan.
Disaat ia tengah asyik melamun seorang diri, tiba-tiba saja matanya tak sengaja menangkap sosok wanita yang mirip dengan Aisyah sedang berjalan memasuki ruangan bioskop tersebut bersama seorang lelaki. Tentu saja Marvel terkejut melihatnya, ia tak menyangka bisa kembali bertemu dengan Aisyah saat ini.
"Aisyah? Iya benar, itu kan Aisyah. A-aku senang sekali, akhirnya aku bisa ketemu kamu lagi Aisyah!" ucap Marvel lirih.
Akhirnya Marvel beranjak dari tempat duduknya, kemudian melangkah cepat menghampiri Aisyah di depan sana dan menyapanya sambil tersenyum lebar penuh keceriaan. Marvel tak perduli Aisyah datang dengan siapa, karena yang ia inginkan hanyalah berbicara berdua dengan gadis itu dan berharap Aisyah mau memaafkannya.
"Aisyah!" pria itu menyapa si gadis dengan cepat, seraya menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Hah Marvel??" betapa terkejutnya Aisyah, begitu melihat keberadaan sang mantan di bioskop yang sama saat ini.
"Iya Aisyah, ini aku Marvel. Aku senang banget bisa ketemu kamu sekarang!" ucap Marvel tersenyum.
"Vel, kok lu bisa ada disini juga sih? Lu ngikutin gue ya daritadi? Sialan banget sih lu, selalu aja lu gak pernah biarin gue buat bahagia! Kita tuh udah gak ada hubungan, jadi harusnya lu sadar diri dong Marvel!" sentak Aisyah.
"Tenang dulu Aisyah, aku gak ngikutin kamu kok! Aku udah datang lebih dulu disini, aku aja udah selesai nonton kok. Aku tadi gak sengaja lihat kamu, makanya aku samperin deh kesini," jelas Marvel.
"Bodoamat, udah ah gue males ladenin cowok kayak lu!" kesal Aisyah.
Setelahnya, Aisyah langsung menggandeng tangan pria di sampingnya yang tidak lain adalah Darwin dan mengajaknya pergi dari sana. Perasaan Marvel amat hancur melihat Aisyah bergandengan dengan lelaki lain, rasanya Marvel ingin marah dan memberi pelajaran kepada lelaki itu, tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena terhalang status.
•
•
Sementara itu, Marsha yang baru keluar dari toilet merasa heran karena tidak melihat keberadaan Marvel di sekitar sana. Marsha pun kebingungan dan berusaha mencari sosok pria itu, ia terus celingak-celinguk ke kanan dan kiri dengan wajah panik karena mengira Marvel telah pergi lebih dulu meninggalkannya di tempat itu.
Namun, kedua bola mata gadis itu akhirnya berhasil menangkap sosok Marvel di seberang sana. Tanpa banyak berpikir lagi, Marsha bergegas menghampiri Marvel yang terlihat murung dan menundukkan wajahnya disana. Marsha tak mengerti apa yang terjadi, tetapi ia berusaha membuat pria itu mau tersenyum padanya dengan cara menghiburnya.
"Marvel, kamu ngapain ngelamun disini? Aku kira kamu udah pergi tinggalin aku loh, untung aja kamu masih ada disini. Oh ya, ini hp kamu! Maaf ya tadi aku lupa kasih?" ucap Marsha.
"Iya Marsha, gapapa kok. Kamu udah kan ke toiletnya?" tanya Marvel lirih.
"Udah kok, sorry kalau lama dan bikin kamu bete nunggunya! Soalnya di toiletnya rame tadi," jawab Marsha disertai anggukan kecil.
"It's okay."
Marvel mendekat ke arah Marsha, lalu tanpa diduga pria itu meraih telapak tangan Marsha dan menggenggamnya erat seperti apa yang dilakukan Marsha sebelum ini. Marsha sedikit kaget dengan perbuatan Marvel itu, suasana jantungnya berdetak cukup kencang karena merasa gugup saat Marvel menyentuhnya seperti itu.
"Yuk sekarang kita cari tempat makan yang enak di dekat sini! Aku yakin, kamu pasti lapar kan? Apalagi, kita udah nonton dua jam tadi," ucap Marvel.
Marvel tertawa mendengar ucapan Marsha barusan, lalu pria itu mulai melangkahkan kakinya ke luar dari bioskop dengan menggandeng tangan Marsha dan seolah tak ingin melepasnya. Marvel sangat menikmati momen berdua dengan gadis itu, ia tidak ingin semuanya cepat berlalu dan berharap Marsha juga merasakan hal yang sama.
Mereka pun berkeliling di area mall tersebut menikmati berbagai hiburan yang ada, baik Marvel maupun Marsha sama-sama tersenyum lebar di sepanjang jalan itu. Marvel bahkan sudah lebih berani, ia merangkul pundak gadis di sebelahnya dan memberikan dekapan erat kepada Marsha sembari memandang wajahnya yang cantik.
Marsha hanya bisa diam dan tak memiliki keberanian untuk menolak atau berontak, lagipun Marsha juga sebenarnya menikmati sentuhan dari Marvel yang memang sudah berhasil mencuri perhatian darinya. Marvel adalah sosok lelaki yang tampan dan gagah, maka dari itu Marsha tak merasa masalah bila Marvel mau mendekapnya atau bahkan melakukan hal yang lebih dari itu.
"Marsha, gak tahu kenapa rasanya aku nyaman banget deh jalan berdua sama kamu kayak gini. Kamu itu orangnya asyik, terus enak juga buat diajak ngobrol. Apalagi ditambah kecantikan kamu yang luar biasa ini," ucap Marvel tiba-tiba.
Marsha terkejut dan menoleh ke arahnya, "Kamu ngomong apa sih Vel? Gausah berlebihan gitu muji akunya, nanti aku baper repot loh!" ucapnya.
"Gapapa, kalau kamu baper ya kita jadian aja. Gimana, kamu setuju gak sayang?" ucap Marvel.
Deg
Saat itu juga Marsha tersentak dan spontan membelalakkan matanya, mulutnya terbuka serta langkahnya terhenti karena mendengar ucapan pria di sebelahnya itu. Marsha pun melepaskan diri dari dekapan Marvel, lalu terlihat membalikkan badannya dan berusaha menutupi wajahnya yang memerah akibat perkataan Marvel barusan.
•
•
Aisyah dan Darwin kini tengah menonton film di bioskop bersama-sama, tapi entah kenapa Aisyah masih saja teringat pada Marvel yang tadi tanpa sengaja ia temui di luar. Rasanya Aisyah belum bisa melupakan pria itu sepenuhnya, karena Marvel yang selalu saja muncul di hadapannya dan membuat dirinya kesulitan menghilangkan kenangannya bersama Marvel sebelumnya.
Darwin yang menyadari bahwa Aisyah tengah memikirkan Marvel pun mencoba untuk membantu gadis itu melupakannya, ya kini Darwin meraih satu tangan Aisyah dan menggenggamnya erat sambil mengelusnya perlahan. Hal itu sontak mengejutkan Aisyah, ia menoleh ke arah Darwin dengan wajah bingung sekaligus penasaran mengapa pria itu tiba-tiba menarik tangannya.
"Win, gausah modus deh! Ngapain coba pake pegang-pegang tangan gue segala? Lepas ah!" ucap Aisyah berusaha melepaskan diri.
Namun, tenaga Darwin yang lebih besar membuat Aisyah kesulitan untuk melepas genggaman itu. Akhirnya gadis itu pasrah saja saat Darwin mencengkram tangannya dengan kuat, apalagi Darwin menggunakan dua telapak tangannya untuk melakukan itu. Lagipula, Aisyah juga tadi sempat melakukan hal yang sama pada pria itu.
__ADS_1
"Kenapa sih Aisyah? Tadi kamu gandeng tangan aku tanpa izin, aku gak masalah tuh. Kenapa sekarang giliran aku yang pegang tangan kamu, kok kamu malah protes?" ucap Darwin.
"Ish, ya itu beda lah Darwin. Gue itu kan tadi kayak gitu cuma mau ngindarin Marvel," jelas Aisyah.
"Ohh, tapi kok lu masih pegang tangan gue aja tadi pas udah masuk kesini? Padahal Marvel nya juga gak ada lagi," goda Darwin.
Aisyah gelagapan dibuatnya, gadis itu reflek memalingkan wajahnya dan terlihat kebingungan. Sedangkan Darwin justru terkekeh geli melihat ekspresi Aisyah saat ini, rasanya Darwin begitu kagum dengan kecantikan Aisyah dan semakin tidak tahan untuk bisa memiliki Aisyah seutuhnya. Meski, Aisyah sendiri masih belum mau membuka hatinya.
"Lo gausah aneh-aneh deh Win, gue lagi mau fokus nonton! Kalau lu cuma pengen ganggu gue, sana lu keluar aja deh!" kesal Aisyah.
"Eh aku gak maksud ganggu kamu loh, aku cuma pengen hibur kamu supaya gak kepikiran sama Marvel terus. Soalnya daritadi aku perhatiin kamu bengong mulu sih," ucap Darwin.
Aisyah kembali terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi, Darwin memang benar kalau sedari tadi Aisyah terus saja memikirkan Marvel. Aisyah sendiri tak tahu apa yang terjadi pada dirinya, dan mengapa ia malah kepikiran sosok Marvel. Sudah berulang kali Aisyah mencoba melupakan pria itu, tapi selalu saja gagal.
"Yaudah, kamu gak mau jawab gapapa kok. Kita fokus aja nontonnya dulu!" ucap Darwin.
Tanpa diduga, Darwin merangkul pundak gadis di sebelahnya dengan tatapan fokus ke layar dimana film ditayangkan. Aisyah terkejut bukan main, namun tidak bisa berbuat apa-apa dan akhirnya pasrah saja diperlakukan seperti itu. Meski awalnya ia merasa tidak nyaman, tapi kemudian Aisyah membiarkan saja karena malas berdebat.
Setelah film selesai diputar, kini Darwin kembali menatap wajah cantik Aisyah dengan senyuman lebar. Rasanya Darwin begitu bahagia karena bisa pergi berdua dengan gadis yang ia cintai sejak lama, walau hingga saat ini Aisyah masih saja belum mau menerimanya atau sekedar membuka hati untuknya dan mengizinkan ia memiliki gadis itu.
•
•
Darwin pun mengantarkan Aisyah kembali ke rumahnya setelah puas berkeliling selama setengah hari ini, Darwin cukup senang meski tidak terlalu karena sikap Aisyah yang masih saja cuek dan dingin padanya. Memang ada beberapa momen dimana Aisyah mau tersenyum ke arahnya, tetapi itu juga bisa dihitung oleh jari.
Aisyah langsung turun dari motor lelaki itu dan melepas helm di kepalanya, ia merapihkan rambut seraya menyerahkan helm tersebut kepada Darwin. Entah karena apa, Aisyah selalu saja ingin cepat masuk ke dalam rumah dan tidak mau terlalu lama bersama Darwin disana. Padahal, Darwin memang masih ingin berduaan dengan Aisyah saat ini.
"Eh eh, mau kemana sih kamu Syah? Tunggu dulu dong, aku itu kan belum puas ngeliat wajah cantik kamu! Jangan masuk dulu ya please, kita ngobrol disini sebentar!" cegah Darwin.
"Haish, lu gak ada puasnya ya? Kita udah lama loh tadi jalan-jalan, masa belum cukup juga? Gue capek tahu, gue pengen istirahat di dalam!" keluh Aisyah.
"Sebentar aja Aisyah, please!" bujuk Darwin.
Akhirnya Aisyah tidak memiliki pilihan lain, gadis itu menghela nafasnya dan terpaksa mengikuti kemauan Darwin untuk tetap disana. Walau begitu, tampak jelas ekspresi Aisyah yang amat kesal dan serasa ingin memukul Darwin saat itu juga. Aisyah memang tipe wanita yang tidak enakan, itulah sebabnya mengapa Aisyah selalu menurut.
"Okay, gue mau bicara sama lu sebentar. Sekarang emangnya lu mau ngomong apa, ha? Penting atau enggak?" ucap Aisyah ketus.
Darwin agak ragu untuk memulai berbicara, entah karena apa tapi yang pasti dirinya khawatir Aisyah akan bertambah marah atau malah mengusirnya jika ia nekat mengatakan itu. Ya Darwin sebenarnya ingin melamar Aisyah dan meminta gadis itu menjadi pendamping hidupnya, sebab sampai saat ini Aisyah adalah wanita yang sangat ia cintai.
"A-aku cuma mau bilang soal perasaan aku ke kamu, Aisyah. Aku yakin kamu udah tahu itu, makanya sekarang aku pengen banget kamu jadian sama aku!" ucap Darwin gugup.
"Hah? Apa lu bilang tadi? Lo pengen kita jadian? Gue, sama lu jadian?" kaget Aisyah.
Darwin menganggukkan kepalanya, "Iyalah Aisyah, kan kamu tahu sendiri kalau aku sayang dan cinta sama kamu," ucapnya sambil tersenyum.
"Win, jangan ngada-ngada deh! Gue sama lu gak mungkin pacaran!" tegas Aisyah.
"Kenapa gak mungkin Aisyah? Toh aku kan suka sama kamu, aku mau kamu jadi pacar aku. Emang salah ya kalau aku berharap begitu? Malahan, aku juga maunya kamu nikah sama aku!" ucap Darwin.
Deg
Betapa syoknya Aisyah mendengar apa yang dikatakan Darwin barusan, ia tak menyangka jika Darwin akan berkata nekat seperti itu. Kini dirinya pun diambang kebingungan, seolah tak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang ini. Aisyah pun berpaling dari wajah pria itu, lalu terlihat menggigit jarinya sendiri sembari berpikir keras.
Tak lama kemudian, sebuah mobil muncul di dekat mereka dan berhenti begitu saja. Sontak Aisyah serta Darwin sama-sama menatap ke arah mobil itu dengan bingung sekaligus penasaran, dan dari mobil itu tampak Kania bersama Damar turun menemui mereka. Ya sepertinya Kania baru selesai melaksanakan kuliahnya, gadis itu terlihat heran melihat Aisyah bersama Darwin.
"Ah cie cie, kalian jadi makin lengket gini sih!" ucap Kania menggoda keduanya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...