Bahagia Setelah Menderita

Bahagia Setelah Menderita
Gugup


__ADS_3

Kania POV


Aku telah menyelesaikan kelas hari ini, aku pun berniat pulang ke rumah karena sudah tidak ada lagi yang harus aku lakukan di kampus ini. Akan tetapi, langkahku ini tersendat sebab tiba-tiba dua orang wanita cantik berambut panjang berdiri di depanku dan menatapku dengan senyuman lebar mereka seolah bersiap untuk meledekku kembali.


Ya dua orang wanita yang berdiri di hadapanku saat ini ialah Risa dan juga Marwa, mereka berdua ini memang sering sekali membully aku dan juga menghinaku dimanapun. Entah apa masalah mereka dengan Aisyah, sampai-sampai mereka tak mau berhenti menghina diriku yang tengah menyamar sebagai Aisyah saat ini.


"Kalian mau apa lagi sih, gak puas ya dari kemarin kalian udah bully gue? Masih kurang?" ucapku pada mereka dengan rahang bergetar menahan emosi.


"Hahaha, lu pikir cukup gitu bagi kita bully lu segitu doang? Masih kurang Aisyah, gak ingat lu dulu sering bully kita juga waktu masa jaya lu? Jangan pura-pura lupa deh, Aisyah!" ujar Risa.


Deg


Aku terkejut sekali mendengar perkataan Risa barusan, jadi ternyata mereka begini karena Aisyah sempat membully mereka dulu. Namun, entah mengapa aku tak ingin semudah itu percaya pada mereka karena aku yakin Aisyah tidak mungkin suka membully orang seperti yang mereka katakan dan aku percaya seratus persen pada kembaranku itu.


"Iya betul tuh, sekarang ini waktunya pembalasan kita disaat lu lagi terpuruk kayak gini!" sahut Marwa.


"Okay, gue minta maaf soal waktu itu. Gue tuh gak ada niat buat bully kalian, please stop ya jangan kayak gini terus! Gue itu gak pernah ngelakuin seperti yang ada di video," ucapku tegas.


"Lu pikir kita perduli? Semua orang lihat sesuai bukti yang ada, jadi itu yang kita semua tahu. Lo gak bisa ngelak lagi, dasar cewek murahan!" ucap Risa.


"Berhenti Risa!!"


Tiba-tiba saja, seseorang berteriak sangat keras dari arah yang berlawanan dengan kami. Sontak aku segera menolehkan kepala ke asal suara, dan disana aku menemukan sosok Darwin yang seperti sangat emosi kali ini. Darwin pun juga mendekati kami saat ini, dia terlihat menarik tanganku dan melindungi ku di belakang tubuhnya itu dengan sigap.

__ADS_1


"Kalau kalian berdua mau menyakiti Aisyah, langkahi dulu mayat gue!" ucap Darwin dengan tegas.


"Ohh, ada pahlawan kesiangan nih. Emang dasar laki-laki gak sadar diri, udah ditolak berulang kali juga masih aja pengen deketin cewek murahan itu!" cibir Marwa.


"Jaga bicara lu Marwa! Yang lu bilang cewek murahan ini bekas murid terpintar di sekolahnya dulu, jadi lu gak boleh sembarangan ngomong kayak gitu! Gue gak terima ya, gue bisa laporin tindakan kalian ini ke dekan!" ucap Darwin.


"Apa sih Darwin? Mau sampai kapan lu demen sama nih cewek murahan, hm? Dia aja gak pernah anggap lu ada kok," ejek Risa.


"Gue gak perduli, pokoknya gue bakal terus lindungi Aisyah dari orang-orang kayak kalian berdua!" tegas Darwin disertai tatapan tajamnya.


Aku benar-benar kagum dengan rasa cinta dan keperdulian Darwin kepada Aisyah, menurutku Aisyah beruntung memiliki lelaki yang tulus mencintainya seperti Darwin ini. Namun, sayang sekali Aisyah harus menyia-nyiakan Darwin dan malah lebih memilih Marvel yang akhirnya juga menyakiti perasaan kakakku itu.


Akhirnya Darwin mengajakku pergi dari tempat itu, satu tangannya juga masih setia menggenggam tanganku dan seolah tidak ingin dilepaskan. Aku pun menurut saja, karena aku juga sebenarnya malas sekali berhadapan dengan dua orang wanita yang selalu mencari gara-gara denganku itu. Meski, aku masih harus berjaga-jaga dengan sosok Darwin.




Disisi lain, Aisyah ditemani Damar datang menemui Alex yang memang sudah sedari tadi berada disana. Tampak Damar langsung menyapa pria itu, sehingga Alex menoleh ke arahnya dan terkejut melihat keberadaan Aisyah di hadapannya. Sontak Alex bergerak mendekat untuk memastikan kalau ia tidak salah lihat, sungguh Alex juga tak menyangka kalau dirinya akan berfoto bersama Aisyah kali ini.


"Lex, apa kabar? Gak nyangka banget aku, ternyata yang jadi partner foto aku itu kamu. Pantas aja kak Damar bilang nama cowoknya itu Alex," ucap Aisyah sambil tersenyum.


Alex menggeleng kebingungan, "Aisyah, ini lu kan? Kok gaya bicara lu jadi beda gitu?" ujarnya.

__ADS_1


Deg


Betapa kagetnya Aisyah, ternyata Alex mengenali dirinya saat ini dan tidak bisa ditipu. Jujur Aisyah terlihat bingung, ia tak tahu kalau Alex masih bisa mengenalinya. Padahal ia sudah berusaha sekeras mungkin untuk bisa menjadi Kania, namun sepertinya Alex tahu betul jika yang saat ini berdiri di depannya adalah Aisyah dan bukan Kania.


Damar yang berdiri tepat di sebelah Aisyah, berusaha mengalihkan topik dengan cara mendekati Alex dan mengatakan bahwa sebentar lagi foto akan segera dimulai. Akhirnya Alex tidak lagi bertanya seperti tadi, terutama setelah Damar turut meyakinkan dirinya bahwa wanita yang ada di depannya saat ini bukanlah Aisyah melainkan Kania.


Meski awalnya tak percaya, tetapi Alex mengiyakan saja ucapan Damar dan menerima jika yang akan menjadi partnernya adalah Kania. Sebenarnya Alex sangat senang jika yang berfoto dengannya itu Kania, tapi entah kenapa Alex yakin sekali jika wanita itu bukanlah Kania. Sebagai orang yang pernah menjalin hubungan lama dengan Kania, tentu saja Alex sangat mengenali siapa gadis tersebut.


Setelah sesi perkenalan selesai dengan waktu singkat, kini Alex dan Aisyah diantar bersama oleh Damar menuju tempat pemotretan. Keduanya tampak canggung kali ini, terutama Aisyah yang masih merasa gugup berdekatan dengan Alex. Apalagi sejak tadi Alex terus saja menatap ke arahnya seolah menaruh kecurigaan, ya memang Alex masih belum percaya pada gadis itu.


"Kenapa nunduk terus? Mau coba-coba jadi Kania? Gak akan mempan Aisyah, gue tahu banget kalau lu bukan Kania," ucap Alex berbisik.


Aisyah semakin merasa gugup mendengarnya, gadis itu tidak bisa fokus ke sesi pemotretan lantaran Alex yang terus mengintimidasinya dan mengatakan jika dirinya tidak mungkin dapat menjadi sosok Kania. Meski begitu, mereka tetap bersikap profesional di depan kamera dan berhasil menyelesaikan sesi itu dengan cepat karena tidak banyak kesalahan.


Setelah semuanya selesai, kini Alex pergi lebih dulu dari sana meninggalkan Aisyah tanpa berbicara sepatah katapun. Sontak Aisyah terduduk lesu di tempat yang tersedia, ia berusaha menenangkan diri mengingat baru saja ia dihadapkan pada situasi yang sangat sulit. Untungnya Damar cepat mendekat dan membantu sepupunya itu, ya sebagai saudara tentu Damar tidak tega melihat Aisyah saat ini.


"Kania, nih kamu minum dulu biar tenang!" ucap Damar seraya menyodorkan sebotol minuman ke arah Aisyah agar gadis itu meminumnya.


"Thanks kak."


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2