
Aisyah sampai melotot dibuatnya, ia begitu ketakutan saat Nazla memerintahkan ketiga pria itu untuk memulai aksinya. Ia terus memberontak, mencoba melepaskan diri dari ikatan pada kedua tangannya itu. Namun, usahanya sia-sia saja karena semakin ia bergerak malah tali itu semakin kuat mengikatnya dan membuat ia sulit bergerak.
Nazla semakin puas melihat ketakutan di wajah Aisyah, ia sengaja menyorot raut wajah gadis itu sambil diiringi tawa kepuasan yang membuat Aisyah merinding seketika. Tubuh Aisyah hanya ditutupi penutup bagian intinya saja, sehingga gadis itu benar-benar merasa ketakutan.
Kini ketiga pria itu sudah sama-sama terduduk mengitari tubuh Aisyah, mereka bersiap-siap melepas kain terakhir yang menutupi tubuh wanita itu sambil tersenyum penuh hasrat. Ya gairah mereka sudah berada diujung tentunya, karena melihat tubuh Aisyah yang begitu seksi meski masih ada kain yang menutupi bagian intinya.
"Ja-jangan, jangan sentuh gue! Gue bisa laporin kalian semuanya, kalau sampai kalian mau macam-macam sama gue!" sentak Aisyah.
Bukannya takut, ketiga pria itu malah tertawa terbahak-bahak seolah meremehkan Aisyah. Mereka sama sekali tidak menunjukkan rasa takut setelah mendengar perkataan Aisyah tadi, karena tentu ada Nazla yang siap melindungi mereka dan juga kini yang terpenting bagi mereka adalah kepuasan.
"Kalian semua gausah takut, cewek ini gak mungkin bisa berbuat apa-apa selagi dia masih ada dalam cengkraman gue! Sekarang mending kalian cepat deh telanjangi dia sepenuhnya!" titah Nazla.
"Siap bos!" ucap ketiganya dengan semangat.
Tanpa basa-basi lagi, mereka bertiga mulai merayap mendekati tubuh Aisyah dan coba melepaskan pakaian terakhir yang menutupi tubuhnya. Aisyah berontak dengan semakin kuat untuk coba menghindar dari sentuhan ketiga pria besar itu, akan tetapi lagi-lagi usahanya itu sia-sia saja.
"Mending lu diam aja deh, kita gak bakal main kasar kok!" ucap salah seorang pria.
"Tu-tunggu, ja-jangan!!"
Namun, ketiganya tidak perduli dengan perkataan Aisyah barusan itu. Mereka semakin liar dan melepaskan penutup bagian atas tubuh Aisyah, sehingga Nazla yang merekamnya tampak tertawa puas dan terus menyorot bagian indah milik Aisyah untuk dibagikan pada para netizen nantinya.
"HEY STOP! LEPASKAN AISYAH!!"
Suara teriakan itu menggelegar di dalam gedung, membuat mereka semua menoleh secara bersamaan ke asal suara dan kompak terkejut. Ya disana sudah berdiri sosok Damar, yang memang tentu saja ingin menyelamatkan Aisyah selaku adik sepupunya.
"Kak Damar? Kak, tolong aku kak! Aku gak mau diperkosa sama mereka!" rengek Aisyah.
__ADS_1
Dengan gagahnya Damar mendekati mereka dan bersiap menyelamatkan adiknya dari sana, Damar tampak sangat emosi dan terus menatap nyalang ke arah ketiga pria yang hendak memperkosa Aisyah saat ini. Damar pastinya tak akan pernah memaafkan mereka, atas apa yang sudah mereka lakukan kepada Aisyah.
Sementara Nazla juga mulai terlihat khawatir, dengan adanya Damar disana maka pasti rencananya bisa berantakan. Nazla pun tampak kebingungan, ia tidak tahu harus melakukan apa untuk bisa mengalahkan Damar dan melanjutkan aksinya terhadap Aisyah saat ini.
"Kamu tenang aja Aisyah, aku gak akan biarin mereka sentuh kamu sedikitpun!" ucap Damar.
"Diem lu Damar, gausah sok jadi pahlawan kesiangan deh! Emangnya lu bisa apa coba sekarang?" geram Nazla.
"Lo nanya gue bisa apa? Gue bisa abisin kalian semua, dan jeblosin kalian ke penjara satu persatu!" ucap Damar dengan emosi.
"Cih, banyak omong lu! Kalian, ayo cepat habisi dia sekarang!" titah Nazla.
Kini ketiga pria berbadan kekar itu bangkit dan mulai mendekati Damar dengan ekspresi yang seolah hendak menghajar Damar saat itu juga, mereka mengitari tubuh Damar sembari tersenyum seringai dan bersiap-siap memulai pertarungan. Namun, tak ada rasa gentar dari Damar dan pria itu malah merasa tertantang kali ini.
"Ayo maju, serang gue sekarang! Gue mau tahu, sehebat apa sih kalian bertiga?" tantang Damar.
Ketiganya bergerak cepat menyerang tubuh Damar secara membabi buta, pertarungan mengerikan itu terjadi dimana Damar harus melawan tiga orang pria sekaligus saat ini. Tentunya Damar akan mengalami kesulitan dalam menghadapi mereka, tetapi itu tak membuat dirinya gentar sama sekali.
•
•
Kania dan Daniel akhirnya memilih kembali ke luar gedung, karena Kania yang mendadak tidak ingin mengikuti rencana pria itu untuk mengambil kecoak dari dalam gudang. Kini keduanya pun bingung dan tak tahu harus apa, terutama Kania yang sangat mencemaskan kondisi kakaknya di dalam sana.
"Haish, sekarang gimana nih? Aku takut banget terjadi sesuatu sama Aisyah sekarang, apalagi ada kak Damar di dalam sana!" ujar Kania cemas.
Daniel menggaruk-garuk kepalanya turut berpikir bagaimana cara untuk bisa menyelamatkan Aisyah maupun Damar, pria itu kini juga bingung harus melakukan apa demi Kania. Ia pun terlihat menoleh kesana dan kemari sambil berpikir keras, sebab belum ada ide yang ia dapatkan sampai saat ini.
__ADS_1
Namun, tak lama kemudian sebuah mobil berhenti di dekat mereka dan memperlihatkan Aura alias asisten Damar turun dari mobil itu. Setelahnya, di mobil lain pun tampak beberapa lelaki bertubuh besar yang tidak lain adalah anak buahnya. Sontak Kania menatap dengan tajam, ia tersenyum lega saat melihat kedatangan Aura disana.
"Aura, ah syukurlah kamu datang kesini! Cepat bantu kak Damar sama Aisyah di dalam, mereka sekarang lagi bertarung dengan orang suruhan Nazla!" ucap Kania panik.
"Ya Kania, kamu tenang dan tetap disini aja ya! Biar aku sama anak buah aku yang masuk," ucap Aura.
"Jangan Aura! Itu terlalu bahaya untuk wanita seperti kamu, lebih baik aku saja yang masuk ke dalam bersama anak buah kamu itu!" sela Daniel.
"Baiklah, aku percayakan mereka sama kamu! Kalo gitu hati-hati lah!" ucap Aura.
Daniel mengangguk dan bersiap memasuki gedung itu bersama para anak buah Aura, tak lupa ia menitipkan Kania kepada wanita itu selagi ia menyelamatkan Damar serta Aisyah. Awalnya Kania menolak untuk tetap disana, tetapi ia terpaksa menuruti perkataan Daniel karena tidak ada pilihan lain untuk saat ini.
Setelah Daniel pergi, Kania pun tinggal berdua dengan Aura di depan gedung tersebut sembari berharap-harap cemas. Kania sangat khawatir pada kondisi kakaknya disana, apalagi sekarang Daniel juga sedang masuk kesana berusaha untuk menyelamatkan mereka.
Aura sendiri juga merasakan kecemasan yang amat sangat pada bosnya itu, selama ini ia dan Damar sudah sangat dekat sehingga jika Damar berada dalam bahaya maka pasti Aura akan cemas dan berdoa untuk keselamatannya. Aura tentu tak ingin Damar kenapa-napa, sebetulnya ia pun juga memilik rasa yang sama kepada pria itu.
"Kania, kita duduk dulu yuk! Kamu kelihatannya cemas sekali, aku bawa minuman kok buat kamu!" ajak Aura.
Kania menggeleng menolak tawaran Aura barusan, ia memilih untuk tetap berdiri disana sambil menatap ke arah gedung dan menggigit jarinya serta berdoa pada yang maha kuasa. Kania tidak bisa duduk tenang untuk saat ini, sampai ia berhasil mendapatkan kabar baik mengenai kakaknya.
"Aku gak bisa duduk-duduk untuk sekarang, aku itu cemas banget sama kakak aku!" ucap Kania.
"Iya Kania, aku paham kok. Tapi, minimal kamu minum dulu ya!" paksa Aura.
Akhirnya Kania mau menerima tawaran dari wanita itu, ia pun mengambil botol minuman yang disodorkan Aura kepadanya itu dan langsung meminumnya sampai sisa setengah. Tampak sekali bahwa Kania memang haus, karena sedari tadi ia sangat mencemaskan kondisi kedua kakaknya yang masih berada di dalam gedung itu.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...