
Karena tak tahan lagi, Kania pun berniat pergi melewati Alex dan keluar dari rumahnya untuk segera menuju kampus. Namun, Alex yang masih ingin berdua bersama Kania langsung menahan tangan gadis itu dengan cengkraman kuat. Akhirnya Kania tidak punya pilihan lain, gadis itu terpaksa menuruti kemauan Alex untuk tetap disana dan harus mengurungkan niatnya.
Alex tampak menyunggingkan senyumnya, menatap wajah Kania dengan intens tanpa berkedip. Kania berusaha lepas dari genggaman pria itu, tetapi usahanya sia-sia lantaran Alex justru semakin kuat mencengkram lengannya. Bahkan permohonan dari Kania juga tak diindahkan oleh Alex, sepertinya pria itu sudah terlalu jengkel dengan sikap Kania yang terus saja berusaha menghindar darinya.
"Lex, lepasin aku! Kalau kamu gak nurut, aku bakal teriak nih supaya orang-orang di sekitar sini datang dan pukulin kamu!" ucap Kania mengancam.
"Jangan gitu dong Kania! Aku begini juga karena kamu loh, aku gak mau kehilangan kamu. Kamu ke kampus sama aku ya Nia, aku masih pengen bicara berdua sama kamu!" bujuk Alex.
"Aku bisa berangkat ke kampus sendiri, kamu gak perlu repot-repot antar aku!" ucap Kania menolak.
Bukannya menurut, Alex justru mencengkram lebih kuat lengan Kania dan memaksanya untuk ikut bersamanya. Alex tidak ingin melepaskan gadis itu kali ini, ia mau Kania menjadi miliknya kembali seperti dulu karena ia masih mencintai gadis itu. Entah kenapa Alex sangat sulit melupakan Kania, maka dari itu ia pun berharap Kania mau kembali bersamanya menjalin hubungan cinta.
"Kania, aku mohon sama kamu kali ini aja! Aku cuma mau antar kamu kok, please!" ucap Alex memaksa.
Kania menggeleng sekali lagi menolak ajakan Alex, ia tetap pada pendiriannya untuk tidak mau pergi bersama Alex karena ia khawatir Alex akan memaksanya untuk kembali bersama pria itu. Kania juga terus berontak, menghentak tangannya berusaha lepas dari cengkraman Alex meskipun amat sulit karena kalah tenaga.
Tak lama kemudian, seorang pemotor muncul secara mendadak di hadapan mereka dan berhenti tepat di depan gerbang rumah gadis itu. Sontak baik Alex maupun Kania sama-sama terkejut, keduanya menatap ke arah pemotor yang baru turun dari motornya itu dan melepas helmnya. Seketika Kania terbelalak, karena orang yang datang ialah Daniel.
"Daniel, kamu ngapain datang ke rumah aku pagi-pagi begini?" tanya Kania terheran-heran.
Daniel hanya tersenyum, menatap secara bergantian wajah Kania serta Alex sebelum meminta Alex untuk melepaskan tangan Kania. Tentu saja tak semudah itu Alex menuruti perintahnya, karena dia tidak mungkin mau menurut pada siapapun, apalagi seorang pria seperti Daniel yang bisa saja menjadi saingannya dalam mendapatkan Kania.
"Lepasin dia, Lex! Gue minta sama lu, tolong jangan paksa Kania kalau dia udah gak mau lagi sama lu! Lo itu laki kan, harusnya lu jangan bertindak kayak gini dong!" ucap Daniel.
"Cih, gausah ikut campur lu! Ini urusan gue sama Kania, bukan lu!" sentak Alex.
"Emang ini bukan urusan gue, tapi gue berhak bela Kania karena dia udah bukan siapa-siapa lu lagi Lex!" ucap Daniel tegas.
"Eh udah udah, kalian jangan ribut di depan rumah aku! Kasihan Aisyah nanti tambah stres," sela Kania.
"Sorry Nia, tapi gue kesel aja sama cowok pemaksa kayak gini!" Daniel menunjuk wajah Alex, lalu menarik paksa tangan Kania lepas dari genggaman pria tersebut.
Kini Kania berada di samping Daniel dengan tangan mereka yang saling menggenggam, tentu saja Alex tak terima dan coba mendekati Kania kembali. Namun, dengan cepat Daniel berhasil melindungi Kania agar tidak direbut oleh Alex. Sedangkan Kania sendiri hanya bisa diam kali ini, jujur gadis itu tak tahu harus berbuat apa untuk melerai mereka.
"Eh Niel, lu tuh kenapa selalu ikut campur sih? Gue cuma mau ngobrol sama Kania, mending lu lepasin dia deh sekarang!" ucap Alex.
"Gue gak akan lepasin Kania, justru gue bakal anterin dia ke kampus. Kita ini satu kampus, jadi gak ada salahnya kalau Kania bareng sama gue. Justru lu yang gak ada kepentingan disini," ucap Daniel.
"Kurang ajar lu!" Alex mengumpat dan hendak maju mendekat dengan penuh emosi.
"Alex cukup! Benar kok yang dibilang Daniel, dia itu satu kampus sama aku. Aku juga gak masalah diantar sama dia," ucap Kania menyela.
Deg
Alex benar-benar dibuat terkejut dengan pernyataan Kania, rupanya gadis itu berhasil membuat Alex ciut dan tidak percaya diri lagi seperti tadi untuk bisa mendekatinya. Ya Kania memang sengaja berkata seperti itu, supaya Alex berhenti berharap padanya atau memintanya kembali bersama lelaki itu. Karena tentu, Kania sudah tak menginginkan hal tersebut.
__ADS_1
Sedangkan Daniel tersenyum mendengarnya, lalu mengajak Kania ke motornya dan menyerahkan helm padanya. Kania menurut saja, memakai helm tersebut sambil sesekali melirik ke arah Alex. Setelah itu, Kania mengikuti perintah Daniel dan naik ke atas motornya. Barulah mereka berdua pergi dari sana, untuk bergegas menuju kampus.
"Aaarrrgghhh sialan!" Alex mengumpat kesal dan berteriak sangat keras, ia melampiaskan emosinya karena gagal mendapatkan tujuannya. Ya itu semua terjadi karena Kania telah dibawa pergi oleh Daniel.
•
•
Sementara itu, Marvel terlihat menemui Nazla yang sudah menunggu sejak tadi di salah satu taman tempat mereka biasanya bertemu. Tampak pria itu langsung terduduk di sebelah si wanita, yang sontak membuat Nazla terkejut lalu menoleh ke arahnya sambil tersenyum. Marvel menghela nafasnya, cukup bingung harus bagaimana caranya untuk bisa menebus kesalahan yang sudah ia lakukan.
"Vel, kamu masih mikirin Aisyah? Ayolah, dia kan udah gak mau maafin kamu! Buat apa coba kamu mikirin dia terus? Lagipula, kamu gak harus minta maaf atas apa yang bukan kesalahan kamu!" ucap Nazla coba memengaruhi Marvel.
"Enggak Nazla, ini jelas salah aku. Harusnya aku gak bikin Aisyah malu di depan umum waktu itu, aku nyesel banget Nazla!" ucap Marvel.
"Maksudnya apa sih? Kamu kok jadi berubah begini sih, Vel? Kamu sekarang lebih percaya sama Aisyah gitu? Ingat Vel, dia udah main gila sama laki-laki lain di belakang kamu loh!" ucap Nazla.
"Belum tentu itu Aisyah, aku juga sebenarnya gak yakin kalau itu dia!" ucap Marvel dengan tegas.
Nazla geleng-geleng kepala mendengar ucapan yang dilontarkan Marvel barusan, gadis itu masih tak percaya jika Marvel berkata demikian. Padahal dulu Marvel sangat yakin dan membenci Aisyah, tetapi tiba-tiba kini pria itu malah berubah pikiran seolah lebih mempercayai Aisyah. Sontak Nazla langsung beranjak dari kursinya, menatap tajam wajah Marvel dengan dua tangan terkepal menahan emosi.
Nazla menyampaikan kekecewaannya pada Marvel dalam bentuk kalimat keras, ia heran mengapa Marvel begitu berbeda dibanding yang dahulu ia kenal. Apalagi sekarang Marvel juga mengatakan ingin menyelidiki video yang viral beberapa waktu lalu itu, Marvel yakin jika Aisyah tidak mungkin melakukan hal keji itu terlebih dalam keadaan mereka hendak melangsungkan pernikahan.
"Kamu sekarang bilang kayak gitu Vel, kamu lupa kalau dulu kamu sendiri yang seratus persen percaya sama video itu?" ujar Nazla.
"Makanya aku nyesel Nazla, harusnya aku gak buru-buru percaya sama yang belum pasti. Aku merasa diri aku ini bodoh banget, cuma karena video itu aku membatalkan pernikahan aku yang udah di depan mata!" ucap Marvel.
"Aku gak perduli, intinya aku tetap akan selidiki ini semua dan cari tahu kebenarannya!" ucap Marvel.
"Terserah kamu aja deh, aku bakal support kamu terus apapun yang mau kamu lakukan! Ya walau aku agak kecewa aja sih sama kamu," ucap Nazla.
Marvel turut beranjak dari posisinya, berdiri mendekat ke arah gadisnya dan mengusap puncak kepala sang gadis dengan lembut. Jujur Marvel senang mendapat wanita seperti Nazla, karena dia lah yang selalu ada dan mendukungnya selama ini. Namun meski begitu, tetap saja yang ada di dalam pikiran Marvel hanyalah seorang Aisyah.
Nazla pun ikut tersenyum membalasnya, lalu membenamkan wajahnya ke dada sang pria sembari mengusapnya perlahan. Tempat inilah yang menjadi tempat favorit bagi Nazla, karena disana ia bisa mendapatkan kehangatan. Tapi tiba-tiba, Marvel justru melepaskan tubuh Nazla dan memintanya menjauh. Entah apa salahnya, tetapi Marvel selalu merasa risih tiap kali Nazla bertindak seperti itu.
Tak ada protes yang keluar dari mulut Nazla, gadis itu memahami sikap Marvel yang masih belum bisa menerimanya sepenuh hati. Lalu, tampak Marvel pamitan kepada gadis itu dan segera pergi dari tempat itu karena berniat untuk mencari bukti mengenai video Aisyah. Marvel ingin tahu, apakah benar memang Aisyah yang ada di video itu.
Setelah Marvel pergi, tampak Nazla berdecak kesal lantaran sikap Marvel yang sekarang ini amat berbeda dibanding sebelumnya. Apalagi setelah ia tahu jika Marvel masih mencintai Aisyah dan ingin membuktikan bahwa yang ada di video itu bukanlah Aisyah, tentu saja Nazla sangat jengkel dan tidak mau Marvel menyelidiki semua itu.
Drrtt drrtt drrtt...
Tiba-tiba saja, ponselnya berbunyi dan membuat Nazla harus mengangkat sejenak telpon itu. Nazla pun tampak melihat-lihat sekeliling sebelum mengangkat telpon dari seseorang itu, lalu barulah setelah dipastikan aman kini Nazla menerima telpon tersebut dengan berhati-hati.
📞"Halo! Ada apa lagi kamu telpon saya? Urusan kita kan sudah selesai, saya sudah bayar semua yang kamu minta!" ucap Nazla dengan suara pelan.
📞"Maaf bu! Tapi, sekarang saya sedang diincar oleh polisi. Kediaman saja baru saja didatangi oleh mereka, dan sepertinya saya sudah tidak aman lagi bu. Kira-kira apa yang harus saya lakukan sekarang, bu?" ucap seseorang di seberang sana.
__ADS_1
📞"Haish, itu bukan urusan saya lagi. Saya gak mau tahu tentang itu, sebaiknya kamu jauhi saya dan jangan pernah hubungi saya lagi! Ingat ya, kamu harus tepati kata-kata kamu!" ucap Nazla.
📞"Saya tahu bu, saya tidak akan buka mulut dan bawa-bawa nama ibu dalam urusan ini. Tapi saya mohon bu, bantu saya untuk lepas dari kejaran polisi!" ucap orang itu.
Nazla terdiam sejenak, ia berpikir keras untuk bisa membantu orang suruhannya itu saat ini.
•
•
Damar kembali mendatangi rumah sepupunya untuk bertemu dengan Aisyah disana, tampak Aisyah tengah bersantai di ruang keluarga dan terduduk pada sofa empuk yang tersedia. Gadis itu juga terlihat menikmati tontonan di tv sembari menyantap cemilannya, sehingga dia tak tahu jika Damar sudah berada di dekatnya saat ini.
Damar pun menyapa Aisyah seraya menepuk pundaknya, membuat sang empu terkejut lalu spontan melirik ke arahnya. Aisyah tersenyum, meminta Damar untuk duduk dan sedikit bergeser agar Damar mendapat tempat yang luas. Pria itu menurut, ia duduk di sebelah Aisyah sambil tersenyum lalu merangkul gadis itu dengan erat.
"Syah, kamu mau tahu gak aku ada kabar apa sekarang ini?" ucap Damar.
Sontak Aisyah mengernyitkan dahinya, ia menatap wajah pria di sebelahnya itu dengan bingung dan amat penasaran. Bagaimana tidak, baru datang saja Damar sudah mengatakan bahwa dia memiliki kabar yang hendak diberitahukan padanya. Tentu saja Aisyah amat penasaran, ia ingin sekali mengetahui apa sebenarnya kabar tersebut.
"Emangnya kamu punya kabar apa sih, kak? Jangan bikin aku penasaran deh, kasih tahu sekarang aja biar cepat!" pinta Aisyah.
"Hahaha, kepo ya kamu? Oke deh, jadi aku itu berhasil dapetin orang yang udah sebar video kamu ke sosial media. Dan sekarang orangnya lagi dalam pengejaran polisi, kamu doain aja supaya polisi bisa tangkap tuh orangnya!" ucap Damar.
"Beneran nih kak? Kamu gak lagi bohongin aku, atau cuma mau bikin aku senang kan?" tanya Aisyah.
Damar menganggukkan kepalanya, "Iya sayang, buat apa coba aku bohong? Barusan aja aku dapat kabar ini dari polisi, mereka bilang kalau pelakunya sedang dalam pengejaran," jawabnya santai.
"Syukurlah, aku harap semoga orang itu bisa cepat ketangkap dan kasus ini segera terungkap! Aku gak mau kak, nama baik aku jadi buruk!" ucap Aisyah.
Damar tersenyum dan langsung mendekap erat gadis itu sembari mengusap tubuhnya lembut, sepertinya Damar amat menyayangi sepupunya itu dan tidak ingin jika Aisyah terus bersedih. Maka dari itu, Damar bertekad untuk bisa menemukan pelaku yang sudah menyebarkan video tidak benar itu ke media sosial.
Disaat mereka sedang berpelukan, ponsel milik Damar tiba-tiba berbunyi dan membuatnya harus melepaskan sejenak tubuh Aisyah. Damar tampak melihat layar ponselnya, sebelum mengangkat telpon itu tetap di sebelah Aisyah berada. Ya rupanya telpon itu berasal dari salah seorang suruhannya, yang saat ini tengah membantu pihak kepolisian untuk mengejar pelaku tersebut.
📞"Halo Amar! Gimana, kamu punya informasi bagus gak soal pengejaran itu?" tanya Damar dengan nada dingin.
📞"Belum bos, tapi ini kami masih sedang mengejar pelaku utamanya. Sedangkan satu orang lagi, yang diduga juga membantu si pelaku sekarang sudah berhasil kami amankan," jawab Amar.
📞"Oh ya? Bagus bagus, bawa dia ke tempat biasa karena saya ingin banyak bertanya pada orang itu!" titah Damar.
📞"Baik bos!" ucap Amar patuh.
Tut Tut Tut....
Damar langsung menutup telponnya, beralih menatap Aisyah yang sepertinya sudah sangat penasaran siapa yang baru saja menghubungi Damar dan apa yang disampaikan oleh seseorang di telpon tersebut pada Damar.
"Kak, siapa yang telpon barusan? Terus ada info apa soal pengejaran pelaku itu?" tanya Aisyah tampak menanti-nanti jawaban dari sepupunya tersebut.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...