
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Kania POV
Sebuah hari yang buruk bagiku hari ini, karena aku harus tanpa sengaja bertemu dengan sosok pria yang sudah menyakiti hati kakakku dan membuat Aisyah sampai depresi hingga saat ini. Ya aku justru bertemu dengan kak Marvel saat aku sedang berada di sebuah minimarket untuk membeli barang keperluan yang aku butuhkan.
Anehnya, kulihat dia bersama seorang wanita cantik yang seksi bahkan mungkin lekuk tubuhnya lebih bagus dibanding Aisyah. Mereka tampak begitu mesra, si cewek yang belum ku kenali itu tampak bergelayut manja pada lengan Marvel.
Sayang sekali karena rupanya mereka melihat keberadaan ku disini, aku pun terpaksa harus meladeni mereka walau sejujurnya aku sangat malas untuk berbicara apalagi bertatapan langsung dengan pria yang mungkin sangat aku benci saat ini, ya tentunya bersama dengan Alex.
"Aisyah?"
Dia menegurku dan mengira kalau aku ini adalah Aisyah, aku pun sempat bingung sejenak apakah aku harus meneruskan penyamaran ini sekarang atau mengaku jika aku bukanlah Aisyah melainkan Kania? Ah sudahlah, itu terlalu rumit dipikirkan. Lebih baik sekarang aku mengikuti saja apa yang ingin dilakukan kak Marvel saat ini.
Awalnya obrolan diantara kami memang masih belum terlalu panas, sampai tiba-tiba kak Marvel menyebut jika Aisyah adalah wanita murahan yang sukanya tidur dengan pria lain di belakangnya. Tentu aku sangat marah dan tak terima ketika saudaraku dihina seperti itu, bagaimanapun juga belum terbukti seratus persen jika yang di video itu adalah Aisyah.
Plaaakk...
Aku pun menampar wajah kak Marvel dengan sangat keras hingga meninggalkan bekas warna marah di wajahnya itu, kulihat dia tampak terkejut saat mendapati tamparan dariku. Matanya menyala tajam menatap ke arahku sepertinya dia juga sangat emosi dan ingin membalas perbuatan ku, tentunya aku tidak takut sama sekali dengannya karena aku merasa tindakan ku adalah benar.
Ya memang tamparan dariku tadi membuat seisi minimarket syok lalu berkumpul menyaksikan keributan antara kami disini.
"Kenapa kamu nampar aku? Kamu gak terima kalau aku sebut kamu sebagai wanita murahan? Kan emang kenyataannya begitu, Aisyah! Kamu itu bukan wanita baik-baik seperti yang aku kira selama ini, aku salah menilai kamu karena ternyata kamu adalah wanita busuk yang suka dicelup sana sini sama pria hidung belang!" ucapnya.
Aku semakin tak tahan lagi mendengar ucapannya, ingin sekali rasanya aku melayangkan pukulan ke arah wajah pria itu. Namun, aku masih mencoba untuk menahan diri dan memejamkan mata agar aku tidak terpancing oleh emosiku.
"Kamu salah, Marvel! Aku yakin kamu akan menyesal jika kamu mengetahui yang sebenarnya, disaat itu pasti kamu akan merengek meminta maaf padaku dan bersujud di kakiku memohon supaya aku mau memaafkan kamu lalu balikan dengan kamu. Sekarang ini memang kamu berhasil bikin aku dicap sebagai wanita yang buruk, tapi suatu saat nanti setelah aku menemukan bukti kebenarannya aku jamin kamu akan sangat menyesal!" ucapku.
"Hahaha, bukti apa? Video itu sudah jelas-jelas nyata dan memang kamu yang ada di dalamnya, kamu gak bisa ngelak lagi Aisyah! Mau sampai matipun, aku tidak akan pernah menyesal atas keputusan yang telah aku buat sekarang ini! Kamu wanita murahan, gak pantas untuk dicintai atau dinikahi oleh siapapun pria yang ada di dunia ini!" ujar Marvel.
__ADS_1
"Udah lah, Marvel! Gak ada gunanya kamu ngeladenin cewek murahan ini, mending kita ke kasir sekarang bayar semua ini!" ucap wanita di sampingnya membujuk Marvel untuk segera pergi.
"Iya, kamu benar. Ayo kita pergi!" ucap Marvel.
Akhirnya Marvel mau pergi dari tempatku berdiri saat ini bersama wanita itu, aku masih belum tau siapa wanita yang bersama kak Marvel itu. Namun, aku lumayan yakin jika dia adalah kekasih baru kak Marvel alias pengganti Aisyah.
Aku pun coba melupakan apa yang terjadi tadi dan kembali fokus pada niat awalku, ya walau saat ini banyak pengunjung toko yang menggunjing di belakang ku dan menyebut ku sebagai wanita murahan akibat perkataan Marvel tadi.
•
•
Aku langsung bergegas keluar dari minimarket sesudah membayar semua barang yang aku beli, karena aku sudah tidak tahan lagi dengan omongan orang-orang disana kepadaku. Jadi seperti ini rasanya dihujat, ternyata sangat tidak enak dan hampir membuat kepalaku pecah akibat ucapan mereka itu.
Tanpa berlama-lama lagi, aku memutuskan untuk mencegat taksi yang melintas di jalanan depan toko lalu masuk ke dalamnya dengan membawa barang belanjaan milikku.
"Mau kemana mbak?" supir taksi itu langsung menoleh ke belakang dan bertanya padaku.
"Baik, neng!" ucap supir itu.
Taksi pun melaju lumayan kencang, dan aku coba menenangkan diri dengan bersandar pada jok mobil yang lumayan nyaman ini.
"Kayaknya lagi kesel banget mbak, ada masalah ya?" tiba-tiba supir itu bertanya padaku, mungkin karena dia melihat raut wajahku yang sedang bete ini.
"Huft, iya nih bang! Tapi, aku bingung deh sama abangnya..." ucapku menggantung.
"Loh bingung kenapa, neng?" tanya supir itu.
"Tuh kan, tadi panggil aku mbak. Terus sekarang panggil aku neng, mau abangnya itu apa sih? Yang tetep dong kalo mau manggil orang, jangan gonta ganti begitu!" ucapku jengkel.
__ADS_1
"Oh iya ya, mbak. Maaf saya emang begini orangnya neng!" ujarnya sambil tertawa.
"Hadeh, baru aja dibilangin eh langsung begitu lagi." ucapku sembari memutar bola mataku.
"Maaf, mbak! Yaudah, jadi saya bolehnya panggil neng atau mbak nih?" ucapnya.
"Apa aja, terserah abangnya!" jawabku.
"Oh yaudah deh, neng aja. Soalnya kelihatan kalau mbaknya itu masih gadis remaja, pasti belum nikah kan?" ucapnya.
"Haish..." aku semakin dibuat jengkel karena berulang kali supir itu terus gonta ganti memanggil diriku.
"Hehehe, jangan jutek gitu neng! Saya bercanda kok, supaya eneng gak bete lagi. Soalnya kelihatan dari raut wajah neng, kalau neng itu lagi ada masalah! Makanya saya berusaha buat menghibur neng sebagai seorang supir, benar begitu kan neng?" ucap supir itu sambil senyum-senyum.
"Iya sih, bang. Aku lagi bete banget! Kenapa sih orang disini tuh gampang banget kemakan sama omongan orang lain? Padahal omongan dia itu belum benar, eh mereka langsung percaya gitu aja dan kompak hujat aku!" ucapku curhat kepada abangnya karena sudah tidak tahan lagi.
"Oalah, eh ngomong-ngomong muka neng kok kayak gak asing gitu ya? Kayaknya saya pernah lihat deh di majalah atau sosial media gitu, nengnya model iklan kan?" ucap abang supir.
"Eee iya, bang. Pasti abang juga tau ya berita tentang saya yang lagi viral itu?" tanyaku sedikit gugup.
"Ohh, ya tau sih. Itu kan viral banget, neng! Tapi, saya mah gak mau ikut-ikutan! Lagian juga bukan urusan saya, mau benar atau enggak juga gak ada untungnya atau ruginya buat saya kan?" ucap supir itu sambil tersenyum.
"Bener itu, bang. Tapi, itu semua gak bener kok! Aku juga heran ada aja orang yang mau bikin karir aku turun!" ucapku cemberut.
Akhirnya sepanjang perjalanan aku terus bercerita kepada abang supir taksi itu, menurutku beliau adalah tipe orang yang paling asyik dan baik karena tidak ingin mengurusi urusan orang lain.
Kania POV end
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...