Bahagia Setelah Menderita

Bahagia Setelah Menderita
Pengaruh obat


__ADS_3

Daniel kini masih memantau dari luar cafe untuk melihat apa yang dilakukan Alex serta Kania di dalam sana, ya pria itu merasa heran mengapa Kania justru mau saja diajak ke dalam bersama Alex yang jelas-jelas sudah menyakitinya. Daniel pun tampak kecewa pada sikap Kania, ia berpikir mungkin saja Kania memang masih mencintai Alex dan itu alasan Kania menolaknya.


Namun, untuk saat ini Daniel ingin terus berada disana dan memastikan kondisi Kania baik-baik saja. Ia tentu tak mau jika Alex berlaku buruk kepada Kania, pastinya ia akan langsung menghajar pria itu dengan tangannya sendiri jika memang Kania diperlakukan buruk olehnya. Meski kini, tidak ada tanda-tanda hal itu akan terjadi.


"Kania, apa kamu masih mencintai Alex? Sepertinya kamu juga bahagia diajak makan bareng sama dia, apa ini alasan kamu tolak aku? Jujur aku kecewa, aku kira kamu itu wanita yang beda!" lirih Daniel.


Tak lama kemudian, Daniel terkejut saat melihat Alex keluar dari cafe itu sambil memapah tubuh Kania di sampingnya. Sontak Daniel langsung turun dari jok motornya dan menatap ke arah Alex dengan tangan terkepal, ia curiga terjadi sesuatu pada Kania karena gadis itu tampak tak sadarkan diri di dalam rangkulan Alex.


Tanpa menunggu lama lagi, Daniel bergegas menghampiri Alex serta Kania disana dengan wajah kesalnya. Ya Daniel pun menyapa Alex dan terlihat menatap tajam ke arahnya, sontak Alex berhenti melangkah lalu terkejut ketika melihat Daniel ada disana. Padahal Alex tak merasa jika ia mengajak Daniel kesana, tentu saja Alex pun terlihat bingung dan ketakutan saat ini.


Apalagi Alex kini sedang membawa tubuh Kania yang pingsan, ia pun bingung harus menjelaskan apa kepada Daniel nantinya. Tak mungkin tentu jika Alex berkata jujur bahwa ia sengaja membuat Kania pingsan dengan memberinya minuman yang sudah dicampuri obat bius, pastinya Daniel akan marah dan bisa aja menghajarnya saat itu juga.


"Ini ada apa, kenapa Kania bisa pingsan kayak gini? Apa yang lu lakuin ke Kania, ha? Ngaku lu sialan!" geram Daniel.


Alex terdiam sesaat, ia berpikir keras apa yang harus ia jawab kepada Daniel saat ini. Namun, akhirnya pria itu coba membuka mulutnya dan menatap ke arah Daniel dengan sikap tegak. Alex tak mau jika Daniel mencurigainya, maka dari itu ia berusaha bersikap tetap tenang di hadapan Daniel kali ini.


"Gak ada apa-apa, Kania cuma lelah abis makan sampai kenyang tadi. Makanya dia ketiduran deh, terus ini mau gue bawa pulang. Udah lu minggir, jangan halangi jalan gue!" ucap Alex.


"Lu pikir gue percaya sama lu? Enggak Lex, gue tahu lu itu punya banyak cara busuk buat deketin Kania lagi. Jadi, sekarang serahin Kania ke gue dan biar gue yang antar dia!" pinta Daniel.


"Hahaha, enak aja lu! Gue gak akan pernah mau serahin Kania ke lu!" ucap Alex menolak.


"Yaudah, kalo gitu gue bakal rebut paksa Kania dari lu." Daniel tampak serius dan terus mendekati Alex dengan tatapan tajamnya.


"Lo mau apa? Kalau lu pengen ribut sama gue, oke gue bakal ladenin lu!" ucap Alex tegas.


Daniel mengangguk pelan, ia sudah bersiap untuk menghadapi Alex disana demi bisa menyelamatkan Kania dari cengkraman pria itu. Tampak Alex juga meletakkan sejenak tubuh Kania di bawah sana, agar ia bisa leluasa untuk menghadapi Daniel dan bertarung dengannya. Ya Alex pun turut mendekat, tanpa banyak berpikir lagi ia langsung saja menyerang Daniel dengan cekatan.


Pertarungan diantara mereka pun terjadi, baik Alex maupun Daniel sama-sama berhasil melayangkan pukulan ke tubuh masing-masing. Sampai pada akhirnya, Daniel berhasil menumbangkan Alex dan membuat pria itu tersungkur ke tanah. Alex tampak merintih kesakitan sembari memegangi dadanya, membuat Daniel menyeringai dan dapat membawa Kania pergi dari sana.


"Lo udah kalah Lex, sekarang Kania akan gue bawa pergi dari sini dan lu gak bisa halangi gue lagi!" ucap Daniel memperingatkan Alex dengan jari telunjuk mengarah ke wajah pria itu.

__ADS_1


"Tu-tunggu, lu gak bisa bawa Kania! Dia itu milik gue, jangan pernah lu sentuh dia!" geram Alex.


Disaat Alex hendak mencegah Daniel, tiba-tiba ia merasakan sakit yang amat sangat pada bagian tubuhnya. Sehingga Alex pun tidak dapat melakukan apapun, pria itu malah kembali tersungkur dan meringis kesakitan. Sedangkan Daniel sudah berhasil mendekati Kania, lalu membopong tubuh gadis itu dan membawanya pergi menjauh dari sana.


"Kania, lu tenang aja! Gue bakal jagain lu sampai kapanpun, dan sekarang gue akan bawa lu pulang ke rumah dengan selamat!" ucap Daniel sembari menggendong tubuh gadis itu dan berjalan meninggalkan Alex disana.


Ya Daniel pun membawa Kania menggunakan taksi yang ia cegat, sebab tak mungkin ia menggunakan motor untuk kali ini.




Singkat cerita, Daniel berhasil membawa tubuh Kania lepas dari dekapan Alex saat di cafe tadi. Kini pria itu pun masih berada di dalam taksi bersama Kania tentunya, ya Daniel terus mendekap erat tubuh gadis itu seolah tak ingin melepasnya. Ia pandangi wajah Kania dari samping, sembari merasa kasihan pada gadis itu karena telah dijebak oleh Alex.


Tak lama kemudian, akhirnya taksi itu tiba di tujuan yang diberitahu oleh Daniel. Pria itu sengaja membawa Kania tidak pulang ke rumahnya, karena ia takut Aisyah atau yang lainnya disana akan banyak bertanya dengan dirinya terkait Kania yang jatuh pingsan saat ini. Daniel tentu tak mungkin menjelaskan semuanya pada Aisyah, sebab ia khawatir Aisyah malah emosi nantinya.


Setelah membayar taksi, Daniel pun membawa tubuh Kania masuk ke dalam kamar kostnya. Kebetulan disana cukup sepi, sehingga Daniel tak perlu khawatir akan ada yang melihatnya. Kini Daniel meletakkan tubuh Kania di atas ranjangnya, membiarkan gadis itu beristirahat disana sampai dia sadar dengan sendirinya nanti.


Disaat Daniel bangkit dan hendak berganti pakaian, tiba-tiba saja ia mendengar lenguhan pelan keluar dari mulut Kania. Pria itu pun terkejut dibuatnya, ia reflek menoleh ke arah Kania dan tampak penasaran melihat tubuh Kania yang bergerak tak karuan. Ia curiga ada sesuatu yang menimpa gadis itu, apa mungkin ini semua adalah efek obat yang diberikan Alex pada Kania di minumannya tadi.


"Kania, kamu kenapa? Apa yang kamu rasain Nia? Cepat bangun, biar aku bisa lakukan sesuatu untuk kamu!" ucap Daniel panik.


Pria itu terlihat sangat kebingungan, ia tak tahu lagi harus melakukan apa untuk bisa membuat Kania tersadar dari pingsannya dan membantu gadis itu agar tidak tersakiti. Daniel juga heran, apa yang membuat Kania sampai gelisah seperti itu dan terus mengeluarkan suara anehnya. Entah mengapa, mendengar suara tersebut membuat Daniel merasa tegang dan ingin menyentuh tubuh Kania.


"Mmhhh eeuungghh..."


Daniel membelalak, telapak tangan Kania makin menjadi-jadi mengusap tubuhnya sendiri tepat di hadapan Daniel. Ya kini Daniel tahu apa yang terjadi pada Kania, rupanya Alex telah memberi obat panas pada gadis itu tadi. Terbukti saat ini Kania merasa gelisah, mungkin saja dia sedang butuh sentuhan kenikmatan di setiap area tubuhnya.


"Kania cukup, tolong jangan kayak gini terus! Lama-lama aku bisa gak tahan kalau kamu pancing begini, sadar dong Kania sadar!" ucap Daniel.


"Eengghh..."

__ADS_1


Perlahan Kania membuka matanya, ia terkejut saat melihat keberadaan Daniel di depannya. Gadis itu pun tersenyum, berusaha bangkit dengan memegangi kepalanya yang terasa pusing. Daniel sontak bergerak membantu Kania, dia tak mau terjadi sesuatu pada gadis itu.


"Daniel, ini beneran kamu? Syukurlah kamu disini, bantu aku Niel!" rengek Kania.


Daniel mengernyitkan dahinya, "I-i-iya Nia, ini aku kok Daniel. Kamu butuh bantuan apa sayang, hm?" ujarnya tampak khawatir.


"A-aku gak tahu Niel, tubuh aku panas banget rasanya. Kamu bisa tolong aku enggak?" ucap Kania.


"Hah? Aku harus apa Kania? Aku gak mungkin sentuh tubuh kamu, nanti yang ada kamu marah sama aku dan hubungan kita bisa berantakan!" ucap Daniel terkejut bukan main.


"Aku gak perduli Daniel, kamu sentuh aja aku sekarang please!" mohon Kania.


Daniel terdiam tak berkutik dibuatnya, apalagi kini tangan Kania sudah menarik tangannya untuk menyentuh tubuh gadis itu. Daniel benar-benar bingung, Kania tampak memaksa Daniel menyentuh aset tubuhnya dan memuaskannya.


"Mmhhh iya begitu Daniel, kamu terusin ya sayang!" ucap Kania sensual.


Daniel hanya bisa diam menunduk, ia mengumpat mencoba menahan dirinya untuk tidak terus melakukan hal itu. Namun, paksaan dari Kania berhasil membuat Daniel hilang kendali dan merasa hawa panas di tubuhnya. Sepertinya Daniel juga telah menginginkan hal itu, meski ia masih ragu dan khawatir Kania nantinya akan membencinya.


"Kania, kamu yakin mau ngelakuin ini sama aku? Aku gak janji bisa tahan setelah kita memulainya nanti, kamu juga gak boleh berhentiin aku sebelum kita selesai!" ucap Daniel.


Kania mengangguk tanpa sadar, "Iya Niel, sentuh aku sekarang! Puasin aku pakai tangan dan milik kamu yang besar itu!" ucapnya sensual.


"Okay, aku harap kamu gak akan menyesal Kania!" ucap Daniel yang sudah tak bisa menahan diri lagi.


Setelah itu, langsung saja Daniel menyerang dan merebahkan Kania kembali di ranjangnya sembari mencumbu gadis itu. Satu persatu kancing baju Kania dilepaskan, hingga Kania tak lagi mengenakan bajunya. Dua aset indah milik Kania pun dapat dilihat oleh Daniel, sampai-sampai pria itu tercengang karena keindahannya.


"Gila, ini luar biasa banget! Kalo gini sih gue gak mungkin bisa berhenti, maafin gue Kania!" gumam Daniel dalam hati.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2