Bahagia Setelah Menderita

Bahagia Setelah Menderita
Itu tidak benar


__ADS_3

Daniel berhasil membawa tubuh Kania lepas dari dekapan Alex saat di cafe tadi. Kini pria itu pun masih berada di dalam taksi bersama Kania tentunya, ya Daniel terus mendekap erat tubuh gadis itu seolah tak ingin melepasnya. Ia pandangi wajah Kania dari samping, sembari merasa kasihan pada gadis itu karena telah dijebak oleh Alex.


Tak lama kemudian, akhirnya taksi itu tiba di tujuan yang diberitahu oleh Daniel. Pria itu sengaja membawa Kania tidak pulang ke rumahnya, karena ia takut Aisyah atau yang lainnya disana akan banyak bertanya dengan dirinya terkait Kania yang jatuh pingsan saat ini. Daniel tentu tak mungkin menjelaskan semuanya pada Aisyah, sebab ia khawatir Aisyah malah emosi nantinya.


Setelah membayar taksi, Daniel pun membawa tubuh Kania masuk ke dalam kamar kostnya. Kebetulan disana cukup sepi, sehingga Daniel tak perlu khawatir akan ada yang melihatnya. Kini Daniel meletakkan tubuh Kania di atas ranjangnya, membiarkan gadis itu beristirahat disana sampai dia sadar dengan sendirinya nanti.


Daniel melihat keringat bermunculan di tubuh Kania, membuat pria itu merasa kasihan lalu akhirnya menyetel kipas disana dan mengarahkan ke tubuh Kania. Tentu Daniel tak ingin gadis yang ia cintai itu merasa kepanasan, meski ia juga tahu sekarang ini di kamar kostnya tidak ada AC seperti yang biasa didapatkan oleh Kania.


Disaat Daniel bangkit dan hendak berganti pakaian, tiba-tiba saja ia mendengar lenguhan pelan keluar dari mulut Kania. Pria itu pun terkejut dibuatnya, ia reflek menoleh ke arah Kania dan tampak penasaran melihat tubuh Kania yang bergerak tak karuan. Ia curiga ada sesuatu yang menimpa gadis itu, apa mungkin ini semua adalah efek obat yang diberikan Alex pada Kania di minumannya tadi.


"Kania, kamu kenapa? Apa yang kamu rasain Nia? Cepat bangun, biar aku bisa lakukan sesuatu untuk kamu!" ucap Daniel panik.


Pria itu terlihat sangat kebingungan, ia tak tahu lagi harus melakukan apa untuk bisa membuat Kania tersadar dari pingsannya dan membantu gadis itu agar tidak tersakiti. Daniel juga heran, apa yang membuat Kania sampai gelisah seperti itu dan terus mengeluarkan suara anehnya. Entah mengapa, mendengar suara tersebut membuat Daniel merasa tegang dan ingin menyentuh tubuh Kania.


"Mmhhh eeuungghh..."


Daniel membelalak, telapak tangan Kania makin menjadi-jadi mengusap tubuhnya sendiri tepat di hadapan Daniel. Ya kini Daniel tahu apa yang terjadi pada Kania, rupanya Alex telah memberi obat panas pada gadis itu tadi. Terbukti saat ini Kania merasa gelisah, mungkin saja dia sedang butuh sentuhan kenikmatan di setiap area tubuhnya.


"Kania cukup, tolong jangan kayak gini terus! Lama-lama aku bisa gak tahan kalau kamu pancing begini, sadar dong Kania sadar!" ucap Daniel.


"Eengghh..."


Perlahan Kania membuka matanya, ia terkejut saat melihat keberadaan Daniel di depannya. Gadis itu pun tersenyum, berusaha bangkit dengan memegangi kepalanya yang terasa pusing. Daniel sontak bergerak membantu Kania, dia tak mau terjadi sesuatu pada gadis itu.


"Daniel, ini beneran kamu? Syukurlah kamu disini, bantu aku Niel!" rengek Kania.


Daniel mengernyitkan dahinya, "I-i-iya Nia, ini aku kok Daniel. Kamu butuh bantuan apa sayang, hm?" ujarnya tampak khawatir.


"A-aku gak tahu Niel, tubuh aku panas banget rasanya. Kamu bisa tolong aku enggak?" ucap Kania.


"Hah? Aku harus apa Kania? Aku gak mungkin sentuh tubuh kamu, nanti yang ada kamu marah sama aku dan hubungan kita bisa berantakan!" ucap Daniel terkejut bukan main.


"Aku gak perduli Daniel, kamu sentuh aja aku sekarang please!" mohon Kania.


Daniel terdiam tak berkutik dibuatnya, apalagi kini tangan Kania sudah menarik tangannya untuk menyentuh tubuh gadis itu. Daniel benar-benar bingung, Kania tampak memaksa Daniel menyentuh aset tubuhnya dan memuaskannya.


"Mmhhh iya begitu Daniel, kamu terusin ya sayang!" ucap Kania sensual.


Daniel hanya bisa diam menunduk, ia mengumpat mencoba menahan dirinya untuk tidak terus melakukan hal itu. Namun, paksaan dari Kania berhasil membuat Daniel hilang kendali dan merasa hawa panas di tubuhnya. Sepertinya Daniel juga telah menginginkan hal itu, meski ia masih ragu dan khawatir Kania nantinya akan membencinya.


"Kania, kamu yakin mau ngelakuin ini sama aku? Aku gak janji bisa tahan setelah kita memulainya nanti, kamu juga gak boleh berhentiin aku sebelum kita selesai!" ucap Daniel.


Kania mengangguk tanpa sadar, "Iya Niel, sentuh aku sekarang! Puasin aku pakai tangan dan milik kamu yang besar itu!" ucapnya sensual.


"Okay, aku harap kamu gak akan menyesal Kania!" ucap Daniel yang sudah tak bisa menahan diri lagi.


Setelah itu, langsung saja Daniel menyerang dan merebahkan Kania kembali di ranjangnya sembari mencumbu gadis itu. Satu persatu kancing baju Kania dilepaskan, hingga Kania tak lagi mengenakan bajunya. Dua aset indah milik Kania pun dapat dilihat oleh Daniel, sampai-sampai pria itu tercengang karena keindahannya.


"Gila, ini luar biasa banget! Kalo gini sih gue gak mungkin bisa berhenti, maafin gue Kania!" gumam Daniel dalam hati.


Tanpa berpikir panjang, Daniel segera melepaskan seluruh pakaian milik Kania dari tubuhnya. Ia kini dapat melihat seluruh aset gadis itu, yang berhasil membuatnya tergoda. Setelahnya, pria itu pun melahapnya satu persatu dan membuat sang empu merintih sekaligus menahan kenikmatan yang luar biasa diberikan oleh Daniel.


"Ahh Daniel..."

__ADS_1




Disisi lain, Aisyah serta Damar baru tiba di rumah setelah seharian berusaha mencari keberadaan Ivar maupun Nazla yang dianggap sudah bersekongkol untuk menjatuhkan Aisyah di hadapan Marvel. Ya keduanya kini pulang dengan perasaan kecewa, karena telah gagal menemukan keberadaan mereka dimanapun. Hampir seluruh tempat yang berhubungan dengan Ivar atau Nazla sudah mereka kunjungi, tetapi tak ada tanda-tanda mereka disana.


"Kak, gimana ya ini? Kita belum bisa temuin Ivar sama Nazla sampai sekarang," ucap Aisyah cemas.


Damar berusaha menenangkan gadis itu dengan cara mengusap puncak kepalanya, ia juga tersenyum dan mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Bahkan, Damar berjanji pada Aisyah kalau ia akan berusaha sekuat tenaga menemukan orang yang sedang mereka cari itu.


Aisyah pun mengangguk paham, gadis itu juga terlihat lebih tenang dibanding sebelumnya dan berniat memasuki rumah. Sebagai sepupu yang baik, Aisyah mengajak Damar ikut masuk bersamanya sembari menawarkan minuman. Tentu saja Damar setuju, pria itu langsung merangkul Aisyah dan membawanya masuk ke rumah itu.


Namun, baru saja mereka hendak melangkah sudah ada sosok Alex yang datang kesana menemui mereka dengan mobil miliknya. Pria itu langsung turun dari mobilnya, melangkah cepat mendekati Aisyah serta Damar dengan wajah cemasnya. Melihat itu, sontak Aisyah tampak keheranan dan bertanya pada Alex ada apa.


"Lex, lu kenapa ngos-ngosan begitu sih? Terus muka lu kok bonyok kayak gitu, lu pasti abis berantem ya? Hm, dasar cowok!" ujar Aisyah.


"Gak Syah, ada yang lebih penting daripada itu. Gue kesini mau kasih tahu ke lu, kalau Kania udah dijebak sama Daniel. Dia sekarang dibawa entah kemana, gue tadi coba tahan Daniel tapi gak bisa," ucap Alex terengah-engah.


"Apa? Dijebak gimana maksud lu? Coba jelasin dengan benar!" kaget Aisyah.


"Iya Syah, intinya ini bahaya banget buat hidup Kania. Bisa-bisa adik lu itu diperkosa sama Daniel, soalnya tadi gue lihat Daniel kasih obat bius ke Kania dan bawa Kania pergi!" jelas Alex.


Deg


Aisyah terkejut bukan main, matanya melongok lebar seolah tak percaya dengan apa yang dikatakan Alex barusan. Aisyah sungguh syok mendengarnya, ia sangat mengkhawatirkan adik kembarnya itu saat ini jika memang benar sesuatu tengah terjadi kepada Kania seperti yang dikatakan Alex tadi.


"Lo gak lagi bohongin gue kan? Mana mungkin Daniel ngelakuin itu? Pasti lu cuma mau jebak gue kan!" ujar Aisyah tampak kesal.


"Itu gak benar Syah, gue mengatakan yang sebenarnya terjadi. Kalau lu gak percaya, kita ke tempat Daniel sekarang biar lu semua bisa buktiin langsung kata-kata gue itu!" ucap Alex.


Alex mengangguk pelan, "Iya bang, gue serius. Gue masih sayang dan perduli sama Kania, gue gak mau dia kenapa-napa karena kelakuan biadab si Daniel!" jawabnya tegas.


"Okay, lu tahu dimana Daniel tinggal sekarang?" tanya Damar.


"Tahu bang,"


"Kalo gitu lu antar kita kesana, gue mau buktiin sendiri kata-kata lu itu benar atau enggak!" pinta Damar.


Alex mengangguk setuju, tentu saja ia tampak senang karena rencananya kali ini berhasil. Dengan begini, maka dapat dipastikan Aisyah dan Damar tidak akan mengetahui hal yang sebenarnya bahwa Alex lah yang sudah menjebak Kania sebenarnya. Justru sekarang, Aisyah serta Damar akan mengira Daniel adalah dalang dari semuanya.




Kini Kania tampak tak sadarkan diri setelah meraih kepuasan yang ketiga kalinya secara beruntun dalam waktu singkat, tentu saja gadis itu sangat lemas karena sentuhan-sentuhan nikmat yang diberikan Daniel di tubuhnya. Meski tidak sampai masuk, tapi Kania masih bisa mendapatkan kepuasan yang luar biasa dan membuat efek obat itu hilang.


Daniel sendiri juga berbaring di sebelah gadis itu, mengusap lembut wajahnya sembari menyeka keringat dan mengecup keningnya. Daniel benar-benar puas, sebab tubuh Kania itu ternyata sangat indah dan memuaskan. Ia beruntung berhasil menjadi yang pertama menyentuhnya, meski tentu Daniel masih menahan diri untuk tidak membobol perawan gadis yang ia cintai tersebut.


Ya sebenarnya tadi Kania berulang kali meminta Daniel untuk memasukinya, gadis itu juga memaksa dan terus mendorong-dorong milik Daniel agar masuk ke dalam miliknya. Namun karena rasa sayang dan imannya yang kuat, Daniel berhasil menahan diri untuk tidak melakukan itu saat ini. Daniel hanya ingin menyetubuhi Kania, nanti dikala mereka sudah sah menjadi suami-istri.


"Kamu benar-benar nikmat Kania, aku gak nyangka bisa ngelakuin ini sama kamu. Ternyata benar kata orang, perawan itu memang luar biasa dan bikin nagih!" ucap Daniel tepat di telinga Kania.


Hanya dengkuran yang dapat didengar oleh Daniel, ia tersenyum dan mencuri kesempatan dengan mencium bibir gadis itu secara singkat. Ia kini bangkit dari tidurnya, berniat membersihkan tubuhnya dari sisa-sisa permainan mereka tadi sekaligus memakai kembali pakaiannya.

__ADS_1


Daniel juga membereskan kekacauan yang mereka buat karena dahsyatnya permainan mereka tadi, terlebih Kania yang berada dalam kondisi kacau akibat pengaruh obat dari Alex. Untungnya Daniel berhasil meredam reaksi Kania itu, sehingga mereka tidak harus melanjutkan permainan itu sampai ke intinya dan akan merusak Kania nantinya.


"Huft, rasanya gue pengen lagi. Apa gue icip aja ya tubuh Kania sekarang mumpung dia masih tidur? Ah tapi enggak deh, nanti malah ganggu istirahat dia. Kania kan lagi capek, dia pasti butuh istirahat sekarang," gumam Daniel.


TOK TOK TOK...


Disaat Daniel hendak memasuki kamar mandi, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu kostnya dari luar sana. Sontak Daniel terkejut, ia reflek memakai baju serta celananya dengan cepat kali ini. Daniel sungguh tak menyangka, akan ada tamu yang datang kesana disaat ia tengah bersama Kania dan habis puas bermain bersamanya.


"Waduh gawat! Siapa tuh ya yang datang kesini? Sialan banget sih!" geram Daniel.


Setelah memastikan semua aman, Daniel berjalan keluar untuk membuka pintu dan melihat siapa yang datang. Ia mengintip melalui jendela, betapa syoknya ia ketika mengetahui Alex bersama Aisyah dan Damar ada di luar sana dengan tampang emosi. Tentu saja Daniel tampak ketakutan, ia tak ingin mereka semua mengetahui bahwa dirinya habis mencicipi tubuh Kania di dalam tadi.


"Mampus gue!"




"Eengghh..."


Lenguhan kecil keluar dari mulut Kania, gadis itu terbangun dan membuka matanya sembari duduk di atas ranjang itu. Ia memegangi kepalanya, menatap ke sekeliling dan terlihat kebingungan sambil bertanya-tanya dimanakah dirinya. Seketika ia terkejut saat menoleh ke bawah, ia baru sadar tubuhnya masih polos dan hanya tertutupi oleh sarung yang entah milik siapa.


Kania pun reflek memeluk tubuhnya sendiri, lalu mencari-cari dimana pakaiannya dan berniat memungutnya. Kania kini teringat pada momen saat ia dan Daniel melakukan perbuatan yang tidak benar, ia sungguh menyesal karena sudah kehilangan kendali dan malah berbuat seperti itu. Padahal selama ini, Kania selalu menjaga tubuhnya untuk suaminya kelak.


Gadis itu berhasil memakai semula pakaiannya, meskipun ada yang sedikit robek karena kelakuan Daniel tadi. Ia kini berdiri tegak dan merapihkan kondisi tubuhnya sembari bercermin, ia juga mencari keberadaan Daniel yang seolah tak terlihat di sekitar sana sejak ia terbangun. Padahal ia ingat betul, Daniel tadi ada di sebelahnya.


"Daniel dimana ya? Masa dia ninggalin aku sendirian di kostnya kayak gini?" gumam Kania tampak kebingungan.


Kania terus melangkah menyusuri kamar yang tidak terlalu besar itu, hanya ada tiga petak disana seperti rumah kontrakan pada umumnya yang biasa ditemui di perkotaan. Kania berusaha mencari dan memanggil nama Daniel, tetapi ia tak berhasil menemukannya disana. Malahan ia justru teringat pada kelakuannya tadi, untungnya ia dan Daniel tidak sampai saling memasuki satu sama lain.


"Duh, aku kok malah kepikiran yang tadi terus ya? Ini juga kenapa coba mendadak punya aku jadi berkedut lagi, apa jangan-jangan efek obat itu masih ada? Sialan emang Alex, awas aja kamu kalo ketemu aku nanti!" lirih Kania.


"Untung aja Daniel bisa tahan diri, walau aku sendiri tadi yang maksa dia suruh masukin punyanya. Kalau sampai dia gak tahan, mungkin sekarang aku udah gak suci lagi!" sambungnya.


Disaat ia sedang berjalan menyusuri rumah itu, tanpa sengaja ia mendengar suara obrolan dari arah luar sana yang membuatnya penasaran. Akhirnya Kania memilih melangkah menuju pintu keluar untuk memastikan ada siapa saja disana, ya karena ia mendengar seperti banyak orang yang sedang berbicara saat ini.


Setelah mengetahuinya, Kania pun syok berat dan sampai harus menutupi mulutnya sendiri. Ia melihat Alex bersama Aisyah serta Damar sedang berbicara di luar sana dengan Daniel, tampak sekali ketiga orang itu seolah tengah menginterogasi Daniel dan menuduh Daniel yang tidak-tidak. Mungkin saja mereka sudah mengetahui semuanya, tapi mengapa justru ada Alex juga disana.


Sungguh Kania tidak tega melihatnya, ia tak mau mereka malah menyalahkan Daniel dikala Alex lah yang bersalah kali ini. Jika tidak ada Daniel, maka mungkin dapat dipastikan Kania akan diperkosa secara kejam oleh Alex tadi. Kania langsung saja melangkah keluar berniat menolong Daniel dan membantu pria itu menjelaskan pada semuanya.


"Cukup kak Damar, jangan salahkan Daniel kayak gitu!" sentak Kania menyela obrolan mereka sembari berdiri di dekat Daniel dengan langkah tertatih.


"Hah Kania??" Aisyah terkejut melihat adiknya muncul secara tiba-tiba disana.


Sontak Aisyah langsung bergerak mendekati sang adik dan memeluknya erat, ia juga memberikan tatapan cemas dan meraba seluruh tubuh Kania untuk memastikan dia baik-baik saja. Aisyah tentu tak mau jika terjadi sesuatu pada adiknya, apalagi setelah ia mendapat informasi dari Alex mengenai jebakan yang diberikan kepada Kania tadi.


"Nia, lu gapapa kan? Gue cemas banget sumpah sama lu, gue khawatir terjadi apa-apa sama lu!" ucap Aisyah tampak panik.


Kania mengangguk sambil tersenyum, "Aku gapapa Syah, sesuai yang kamu lihat sekarang. Udah kamu gak perlu panik ya, lagian justru Daniel itu yang udah tolong aku tahu Syah!" ucapnya.


"Maksud lu? Bukannya Daniel yang udah jebak lu ya? Dia kasih obat bius ke lu kan, lu diapain aja sama dia Nia?" ujar Aisyah.


Kania menggeleng-gelengkan kepalanya, mengelak semua yang dikatakan Aisyah dan mengatakan bahwa itu tidak benar. Ia juga menjelaskan pada semua disana, bahwa Daniel tidak bersalah dan ini semua hanyalah siasat dari Alex yang ingin menuduh Daniel agar dilihat sebagai sosok yang jahat di mata Aisyah maupun Damar.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!! ...


__ADS_2