
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Aisyah POV
Sesudah mendengar cerita dari Kania, hatiku rasanya remuk dan hancur. Ingatanku akan kelakuan jahat Marvel kembali muncul, menyerang lubuk hatiku dan menggerogotinya seperti harimau kelaparan. Aku kini tak mampu lagi menahan kesedihan yang membara di dalam jiwaku, tekanan itu membuatku kesulitan dan akhirnya kembali menumpahkan air mata yang cukup banyak itu.
Saat ini aku memang sudah keluar dari kamar Kania, aku masuk ke kamarku dan menguncinya rapat-rapat supaya tidak ada gangguan ketika aku tengah menangis meluapkan kesedihan.
Aku masih tak menyangka jika Marvel secepat itu menemukan pengganti ku, apakah mungkin semua ini adalah rekayasanya yang ingin membuat hidupku hancur dan menderita? Dia ternyata bukan orang yang baik, jika memang benar itu terjadi.
Video tentangku yang tidur bersama seorang pria tak dikenal itu memang sudah viral ke seluruh jagat raya dunia maya. Semua orang juga kompak menghujat diriku dan mencap aku sebagai wanita j*l*ng.
Padahal video tersebut tidaklah benar, mana mungkin aku tega mengkhianati pacarku sendiri saat hendak menikah dengannya? Aku pun sangat yakin jika ada seseorang yang sengaja mengedit video tersebut dan ingin membuat hidupku hancur, namun aku tidak tahu siapa dibalik semua ini.
TOK TOK TOK...
Ketika aku tengah dirundung kesedihan mendalam dan menangis meratapi nasibku di atas ranjang, tiba-tiba saja suara ketukan pintu muncul dari arah luar kamarku.
"Syah, buka dong!"
Suara itu sangat kukenal, ya tentu saja itu Kania. Mungkin dia ingin datang membujukku agar tidak terus menangis seperti ini, namun itu semua percuma saja karena aku baru akan berhenti menangis jika bukti tentang aku bukanlah pemeran wanita dalam video itu ditemukan.
"Syah, ayolah buka pintunya! Aku mau bicara sama kamu sekarang!"
Kania masih terus saja memaksaku untuk keluar membukakan pintu untuknya, dia sepertinya sangat khawatir padaku, terdengar dari suaranya yang cemas itu.
__ADS_1
Aku hanya diam tak menghiraukan panggilan dari Kania, karena yang ada dalam diriku saat ini hanyalah kesedihan serta amarah dan rasa balas dendam kepada Marvel. Bahkan bukan hanya Marvel, aku juga akan membalas perbuatan semua orang yang sudah menggunjing ku baik melalui sosmed maupun di dunia nyata.
"Aisyah, ayo buka dong! Aku mau bicara sama kamu. Please Syah, jangan begini lagi! Kita kan udah janji buat jalanin ini bersama, aku bakal bantu kamu buat selesaikan semua masalah kamu!" teriak Kania.
Akhirnya aku sudah tidak tahan lagi dengan teriakan Kania yang sangat mengganggu di telingaku itu, lagipun benar juga apa yang dikatakan Kania barusan. Ya sekarang aku dan dia kan sudah terikat janji untuk saling bertukar peran, itu artinya Kania lah yang harus menerima hujatan dari orang-orang bukan aku lagi.
Aku pun berjalan ke dekat pintu untuk menemui Kania sembari menghapus air mata dari wajahku, kucoba untuk menenangkan diri saat ini agar tak ada lagi air mata yang kubuang percuma hanya untuk menangisi pria seperti Marvel.
Ceklek...
Aku membuka pintu dan kulihat Kania berdiri di depan sana dengan ekspresi wajah gelisah, bahkan Kania langsung menghampiriku dan menggenggam dua tanganku begitu aku membuka pintu.
"Aisyah! Akhirnya kamu mau keluar juga, jangan begitu lagi ya! Aku kan udah janji sama kamu, saat ini aku yang akan jadi kamu sampai semua masalah tentang video viral itu selesai. Kamu jangan sedih lagi ya, Aisyah!" ucap Kania tampak sangat mencemaskan diriku.
Sungguh aku memang benar-benar beruntung memiliki adik kembar seperti Kania, karena dia sangat pengertian dan sayang padaku.
...•••...
Author POV
Marvel tampak tidak fokus menyetir karena pikirannya masih terarah pada wajah Aisyah yang tadi ia temui di supermarket, entah mengapa rasanya ia masih sulit untuk melupakan gadis yang sangat dicintainya itu. Walau ia sudah berusaha keras untuk menyingkirkan Aisyah dari dalam pikirannya, kehadiran Nazla juga tidak cukup membuat ia dapat melupakan Aisyah.
Ciitttt...
Marvel hampir saja menabrak seorang kakek yang hendak menyeberang jalan, jika ia tidak cekatan menginjak pedal rem secara cepat. Marvel dan Nazla yang ada di sampingnya tampak terkejut dan mengelus dada mereka untuk mengatur nafas yang sedang tak karuan saat ini.
__ADS_1
"Duh, Marvel! Kamu tuh kenapa sih? Kok daritadi kayak yang gak fokus gitu nyetirnya? Kamu mikirin apa?" tanya Nazla heran.
"Maaf! Aku masih keinget ucapan Aisyah di supermarket tadi, dia bilang kalau dia sama sekali enggak ngelakuin itu dan dia gak selingkuh dari aku." jawab Marvel sembari mengerutkan keningnya.
"Vel, kamu ngapain sih masih mikirin dia? Udah jelas loh Aisyah tuh berkhianat dari kamu, kan kamu ada videonya!" ucap Nazla.
"Iya aku tau, tapi entah kenapa aku ngerasa kalau Aisyah gak melakukan itu. Buktinya dia yakin banget tadi sama ucapannya, dia juga bilang kan mau cari bukti dan bersihin nama baik dia? Aku takut Nazla, aku takut kalau memang semua yang aku tuduhkan ke dia itu tidak benar! Dan aku pasti akan sangat menyesal, karena aku sudah menyia-nyiakan kesempatan untuk memiliki gadis seperti Aisyah!" ucap Marvel dengan raut kesedihan di wajahnya.
"Udah ya, kamu jangan berpikir begitu! Gak mungkin dia bisa dapetin bukti apapun, orang dia emang salah kok! Kamu jangan sampai kemakan sama ucapan dia, mana ada sih maling yang mau ngaku?" ucap Nazla coba menenangkan Marvel sembari memegang lengan pria tersebut.
"Entahlah, aku juga masih bingung. Sebaiknya kamu sekarang turun aja ya dari mobil aku!" ucap Marvel.
"Hah? Kamu kok ngusir aku sih? Terus aku harus pulang naik apa kalo kamu nyuruh aku turun? Ish, lagian emang apa salah aku sih sama kamu, Vel?" tanya Nazla terheran-heran.
"Sabar dulu! Aku bukan bermaksud ngusir kamu, justru aku pengen supaya kamu gak kenapa-napa dan aman. Sekarang kan aku lagi kurang fokus nih nyetirnya, aku takut malah nantinya kenapa-napa dan kamu juga jadi kena imbasnya!" ucap Marvel.
"Ohh, peduli banget sih kamu sama aku! Gapapa kok, aku tetep disini aja temenin kamu, ya!" ucap Nazla.
"Jangan dong! Kan aku udah bilang, aku gak mau kamu kenapa-napa gara-gara aku yang enggak fokus nyetirnya! Udah, kamu turun aja ya? Nanti biar aku pesenin taksi buat kamu dan biar aku yang bayar, gapapa ya?" ucap Marvel memaksa.
"Huft, yaudah deh iya. Aku pulang naik taksi, tapi kamu hati-hati ya bawa mobilnya! Jangan kebanyakan ngelamun yang gak penting!" ucap Nazla mengingatkan pria tersebut.
"Pasti!" ucap Marvel tersenyum singkat.
Setelahnya, Nazla pun terpaksa turun dari mobil Marvel karena diminta oleh pria tersebut. Marvel masih ikut menemani Nazla, sampai gadis itu mendapatkan taksi untuk mengantarnya pulang.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...