
Setelah berhasil mengganti pakaian Luby, Gavin langsung menelpon seorang dokter yang masih kerabatnya.
Saat melihat Luby tengah terbaring di atas kasurnya, membuat otak Gavin kembali Travelling, masih terekam jelas di otaknya tubuh Luby yang begitu mulus, bahkan tak pernah sekali pun ia melihat tubuh wanita sesempurna milik sang istri kedua,
Walau cintanya hanya untuk Maya, namun Gavin yang pernah besar di luar sudah pernah merasakan kenikmatan dari beberapa wanita sebelum menikahi Maya. Namun ia tak pernah melakukan nya karena cinta, semua itu ia lakukan karena penasaran, coba-coba dan jadi ketagihan, Namun sejak kembali ke negaranya, ia melakukannya hanya kepada Maya seorang, Dan bahkan langsung menikahinya.
"Anzink, ada apa dengan otak gue! kenapa ini cewek bisa naikin Bira*** gue walau hanya melihatnya," Beberapa kali Gavin menjambak rambutnya dan berusaha memalingkan wajah nya ke arah yang berbeda namun, hati dan pikirannya selalu tertuju ke Luby yang masih memejamkan matanya.
Karena tak dapat menghapus otak kotornya akhirnya Gavin memberanikan diri untuk duduk lebih dekat dengan posisi Luby tertidur, perlahan tangannya mulai gatal untuk kembali menyentuh dua gunung kembar yang tadi sempat tak sengaja ia sentuh.
"Sorry, aku sebenarnya gak nafsu sama kamu! tapi aku cuma penasaran" Gavin mencoba berinteraksi dengan Luby yang masih pingsan. Di rasa kesempatan sedang berpihak kepadanya tangan kekar Gavin pun hampir menyentuh dua benda kenyal dengan size pepaya mengkal.
"Ehem--- pintu nya lupa Lo kunci bro?"
Dengan cepat Gavin langsung menjatuhkan tangannya yang hampir menyentuh milik Luby,
"Sialan bikin kaget aja Lo"
"Bikin kaget kenapa mas"
Maya yang berjalan di belakang dr Javier sama sekali tak melihat kelakuan Gavin yang hampir berbuat mesum kepada Luby,
"Eh, sayang kamu udah bangun? sejak kapan yang" Gavin yang salah tingkah langsung menggaruk rambutnya yang tak gatal, sambil matanya berusaha untuk mengintimidasi Javier agar tidak mengadu kepada sang istri pertama.
Memang dari awal menikah dengan Maya hanya Javier sang sepupu yang mengetahui pernikahan siri mereka, karena Gavin sangat mempercayai sepupu sekaligus sahabatnya itu.
"Aku bangun dari tadi mas, cuma pas lihat kamu gak ada aku mutusin untuk cariin kamu, tapi pas aku mau lihat kamu di tempat gym, ternyata aku lihat Javier dari lantai atas, katanya kamu nyuruh dia datang untuk ngobati Luby. Makanya aku antar dia ke sini. Eh, ternyata kamu nya juga lagi di sini"
"Iya yang, sorry tadi tu aku gak sengaja lewat depan kamar Luby, karena mau ambil kopi. pas pintunya kebuka lebar, terus aku gak sengaja lihat dia udah tergeletak di lantai. jadi telepon Javier deh"
"Emang benar ceritanya kaya gitu? gak ada yang lu tutup-tutupi bro?"
"Breng**sek Lo njg, awas aja Lo kalau sampai ceplos ke Maya"
Gavin menatap Javier dengan pandangan tajam, ia juga menggertakan giginya di hadapan sang sepupu laknut nya.
"Ya benar lah, emang buat apa Lo curigain gue kaya gitu, toh cinta gue udah gak bisa di bagi lagi"
Maya menatap mata Gavin dengan tajam, ia mencoba mencari kebohongan dari semua omongan sang suami. Walau terlihat agak gugup dan terbata namun Maya sama sekali tidak mencurigai adanya kebohongan dari setiap perkataan Gavin.
__ADS_1
"Ya cinta Lo emang ke Maya, tapi kalau ada kesempatan gima---"
"Pletak" Gavin yang mulai emosi dengan candaan Javier langsung melempar sandal rumah yang ia pakai tepat mengenai kepala sang dokter gaul itu.
"Aduh, bre** ngsek Lo Gav. lecet nih ketampanan gue karena ulah Lo"
"Udah cepatan periksa ni cewek, gue gak mau dia sampai mati karena kelamaan Lo periksa"
Javier langsung berjalan lebih dekat ke arah kasur tempat Luby masih tertidur, betapa kagetnya ia saat melihat sosok sang istri kedua Gavin dari jarak yang begitu dekat.
"angelo molto bello (bidadari yang sangat cantik)"
"Apa Lo bilang? Lo harus hati-hati Jev"
"Hehe, Lo kan udah ada Maya, jadi gak salah kan kalau gue fall in love sama istri kedua Lo"
Gavin yang tersulut emosi dengan perkataan Javier kembali ingin melempar sebelah sliper nya ke arah Javier, namun aksinya langsung di hentikan oleh Maya,
"Kamu kenapa sih mas? kan sah-sah aja, kalau Javier suka sama Luby, jadi kalau nanti kamu udah ceraiin Luby Javier kan masih bisa nikahi Luby, jadi keluarga kita tetap ada hubungan dengan keluarga Subrata corp,"
"****"
"Dugh"
Gavin yang tengah berjalan kembali ke kamar nya langsung menendang pintu kamar nya lumayan kuat,
"Kenapa dengan gue! kenapa tiba-tiba gue gak ikhlas kalau Javier suka sama tu cewek. Gue gak boleh kaya gini terus, ingat Gavin jangan lo khianati Maya, gue yakin kalau ini cuma nafsu, bukan cinta"
Akhirnya Gavin memilih untuk segera mandi dan berangkat ke kantor.
Setelah siap dengan memakai setelan jas berwarna navy di mix dengan kemeja biru ia pun siap untuk bekerja. Gavin langsung berjalan meninggalkan kamar. Terlihat Maya sudah duduk di meja makan menikmati sarapan paginya,
"Mana Javier?"
"Biasa PDKT,"
"Maksudnya?"
"Iya, tadi Luby udah sadar, terus aku minta Lusy untuk antar sarapan untuk Luby, terus Javier yang nyiapin"
__ADS_1
"Nyuapin"
Gavin langsung tegak dari kursinya dan berniat ingin segera menghentikan kelakuan sang sepupunya yang terkenal seorang Casanova,
"Yang kamu mau ke mana?"
Gavin langsung menghentikan langkahnya dan kembali duduk di kursinya,
"Gak-- gak ada, aku cuma mau ngajak Javier untuk sarapan bareng"
"Gak perlu bro, gue udah kenyang makan sepiring berdua sama bidadari"
"Uhuk---uhuk--" Gavin terbatuk saat mendengar perkataan Javier yang sedang turun dari atas tangga, tanpa ada rasa takut Javier terlihat terang-terangan menyukai sang istri kedua.
"Wah, hebat dong baru kenal langsung nempel"
"Ya memang baru kenal, tapi ini kedua kalinya gue lihat dia, ya kan Vin?"
Gavin langsung menganggukan kepalanya sambil menahan amarah di dadanya.
"Gimana keadaanya? ada luka serius?"
Gavin yang juga penasaran dengan keadaan Luby langsung menaikan antena pendengarannya, matanya mantap menatap Javier sambil berpura-pura menikmati makanannya,
"Enggak, untung aja gue cepat datang ke sini, dia cuma banyak keminum air aja, sama stress yang berlebih"
"Keminum air?"
"Udah nanti aja ngomongnya, Jev gue ada perlu sama Lo, ayo ikut gue"
Gavin bergegas meninggal kan meja makan. Tak lupa Ia mengecup dahi sang istri sebelum pergi.
"Jev, Lo antar gue ke kantor!"
"Buset deh, gue baru pulang dinas malam bro, ini tadi gue datang karena permintaan Lo yang agak maksa. Sekarang gue ngantuk, bye"
Gavin mengikuti langkah Javier, iya pun ikut masuk kedalam mobil sepupunya itu.
Bersambung..🤗🤗
__ADS_1