
Semua tamu undangan begitu kaget saat mendengar suara lantang yang terdengar dari salah satu tamu yang ada di sana.
"Saya keberatan atas lamaran ini! bagaimana dan sampai kapanpun pernikahan itu tidak akan pernah terjadi!"
Dengan penuh percaya diri Gavin berdiri dari kursinya sembari membuka topi dan kaca mata yang ia pakai sedari tadi.
"Gavin!!"
Kedua orang tua Luby berucap serentak saat melihat kehadiran menantu yang saat ini paling mereka benci.
"Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri!"
"Nama saya Gavindra dan saya adalah suami dah dari Luby. Pada kesempatan ini saya juga ingin minta kepada kedua orang mertua saya atas tindakan saya selama ini, sungguh saya sangat menyesal karena telah memperlakukan Luby dengan tidak adil"
"Cukup!! tutup mulut kamu Gavin! saya harap kamu pergi dari ruangan ini, karena kehadiran kamu sudah tidak diharapkan lagi di sini!"
Brian yang tersulit emosi tak dapat lagi menahan amarah yang selama ini ia rasakan terhadap menantunya itu.
"Maaf kan saya pa, tapi saya tidak akan pergi dari sini"
"Apa maksud kamu baji*Ngan! jangan buat saya berbuat cara lain untuk mengusir kamu dari sini!"
"Maaf kan saya pa, saya hanya akan pergi jika Luby ikut bersama saya"
__ADS_1
"Bre**ngsek kamu Gavin!!" Dr Aryan yang tahu akan masa lalu Luby turut tersulut emosi saat mendengar kalimat lancang yang keluar dari bibir Gavin,
Jarak antara dirinya dan Gavin tidak menghalangi nya untuk mencapai posisi di mana Gavin berada, dengan amarah yang sudah sampai di ubun-ubun Aryan langsung melayangkan sebuah pukulan di wajah tampan Gavin sehingga membuat Gavin oleng dan terjatuh ke lantai.
"****"
Gavin yang tak terima dengan pemukulan itu pun kembali bangkit dan mencoba membalas pukulan yang Aryan berikan di wajahnya, hingga akhirnya perkelahian diantara keduanya pun tak dapat lagi terelakan.
"Cukup"
Luby dan beberapa orang di sana mencoba untuk menghentikan pertengkaran keduanya, namun perkelahian kedua pria itu sangat sulit di pisahkan,
Hingga tanpa sadar Luby terdorong oleh kedua pria yang saat ini tengah bertikai yang mengakibatkan tubuhnya goyah dan jatuh ke lantai,
Aryan langsung mendekati tubuh Luby yang terjatuh sedangkan Gavin tak dapat lagi berkutik saat beberapa orang body guard Luby telah berhasil melumpuhkan dirinya,
"Maaf kan saya By!"
"Sudah diam kamu Gavin, semua ini tidak akan terjadi jika kamu tidak pernah hadir di dalam kehidupan Nada putri saya"
"Saya harap ini yang pertama dan yang terakhir kalinya saya melihat kamu berada di dekat Nada!"
Brian berucap dengan tegas, tampak siratan amarah dan kebencian yang besar terhadap Gavin.
__ADS_1
"Tolong maaf kan saya pa, saya janji tidak akan lagi menyakiti Luby pa!"
"Cepat bawa pria ini pergi dari hadapan saya!!"
"Pa tolong pa--"
"Pa saya mohon pa"
"Luby tolong By, maaf kan saya"
Brian hanya melihat kepergian Gavin yang ditarik paksa oleh 3 orang bodyguard nya tanpa menanggapi teriakan pria malang itu.
"Azka papa minta besok tolong kamu hubungi Narendra, suruh dia mengurus perceraian Luby secepatnya, papa tidak mau lagi melihat anak itu berada di sekitar Luby dan Darren"
"Baik pa"
Akhirnya acara ulang tahun Luby hari itu berakhir dramatis, banyak tragedi yang terjadi yang di akibat kan ulah Gavin.
"Mungkin ini yang terbaik untuk aku dan kamu Gav! aku harap kamu tidak lagi hadir di dalam kehidupan aku"
Luby yang menyaksikan kepergian Gavin hanya dapat pasrah dengan keputusan sang papa, sembari dipapah oleh Luna dan Brian, Luby pergi meninggalkan hotel dengan perasaan yang kacau.
Bersambung..✍️✍️
__ADS_1