Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan

Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan
Cinta yang menyakitkan


__ADS_3

Seminggu berlalu sejak kejadian panas itu Gavin dan Luby tidak pernah bertemu kembali, saat pagi sekali Gavin sudah meninggalkan rumah untuk berangkat ke kantor sedangkan Luby dengan sengaja bertahan di dalam kamar hingga melihat kepergian mobil Gavin dari jendela kamarnya.


Perasaan cinta yang saat ini Luby rasakan terhadap Gavin membuat ia harus menangis saat mengingat kenyataan yang terjadi beberapa hari ini.


Di sisi lain Maya yang sudah pulang sejak beberapa hari yang lalu pun merasa teramat jengkel dengan sikap dingin yang Gavin tunjukan kepada dirinya.


"Huh, siapa sebenarnya wanita yang telah membuat Gavin berubah!! seharusnya kamu itu sedang merayu aku Gav karena aku saat ini marah sama kamu tapi kenapa seolah-olah aku yang sudah berbuat salah sama kamu!!"


Sambil memaki-maki di depan kaca kamarnya Maya yang murka merasa kesal mengingat kepulangannya tempo hari yang tidak di sambut hangat oleh sang suami, bahkan saat iya meluapkan kekesalannya kepada Gavin karena tidak datang menjemputnya dirinya malah Gavin hanya bersikap cuek dan minta maaf seadanya, tanpa ada kata rayuan dan gombalan seperti biasanya.


"Seharusnya saat aku ninggalin kamu beberapa hari ini, kamu itu merindukan aku Gav, tapi malah kenapa kamu terlihat begitu enggan untuk menyentuh aku!!"


Dengan kedua matanya yang bengkak Maya pun akhirnya memilih segara bersiap, dan kembali menjalankan misinya untuk mencari wanita yang telah berani merebut hati suaminya.


***


Gavin yang saat ini telah berada di kantornya masih terlihat termenung dengan tatapan yang kosong Gavin masih terus berfikir bagaimana cara dirinya untuk mendapatkan Luby seutuhnya,


"Apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkan hati kamu By? saya sungguh sudah sangat jatuh cinta sama kamu, bahkan hati dan pikiran ini tidak bisa sedikit pun berpaling dari kamu"


Tanpa sadar beberapa hari ini Gavin selalu bermonolog sendiri saat berada di ruangannya.

__ADS_1


"Saya akan memberikan apapun yang kamu minta, bahkan kalau kamu mau menerima saya, maka kita akan tinggal di rumah yang berbeda dengan Maya. Tapi--- maaf kan saya Luby karena saya tidak akan bisa meninggalkan Maya, karena Maya sudah lebih dulu ada di hati saya, kalian berdua saat ini telah berada di hati saya"


Ucapakan Gavin pun terhenti saat ia tersadar akan seseorang yang telah berdiri di hadapannya.


"Bims??"


"Maaf pak, saya hanya ingin menyampaikan bahwa lima menit lagi rapat akan segera di mulai"


Bims yang sudah berada lebih dari 10 menit di ruangan Gavin sama sekali tidak di indahkan oleh bos nya itu, namun Bims yang sudah terbiasa akan hal itu hanya dapat menelan ludahnya, ia merasa kasihan melihat rumah tangga sang bos yang memiliki dua istri. Gavin yang dulu sangat loyal dalam hal pekerjaan mulai terkalahkan dengan permasalahan cintanya.


***


Luby baru saja mengangkat panggilan dari sang papa yang baru saja kembali dari negara J, rencananya siang ini setelah pulang dari kampus Luby berniat untuk mengunjungi kedua orang tuanya di mansion keluarga Subrata.


Setalah bertubi-tubi permasalahan yang datang kepadanya membuat ia merindukan pelukan sang mama yang selalu menjadi obat penenang alami untuk dirinya.


Siang hari nya sepulang kampus Luby pun langsung mengarahkan kendaraanya menuju mansion keluarga Subrata.


Sesampai di depan pintu nan megah itu tampak Luna sang mama sudah menunggu kedatangan putri kecilnya, usai membaca pesan dari Luby yang sedang dalam perjalan menuju mansion membuat Luna bergegas kedepan rumah untuk segera melepas rasa rindunya.


"Mama" Sambil berlari kecil Luby merentangkan kedua tangannya sembari memeluk sang mama tercinta, hingga tanpa Luby sadari air mata haru pun mulai jatuh di pipinya.

__ADS_1


"Kesayangan mama" Luna memeluk Luby lebih erat, cukup lama ibu dan anak itu saling berpelukan guna melepas rasa rindu yang teramat dalam,


"Ma, Luby kangen jangan pergi lagi ma, karena Luby gak bisa sendiri ma" Luby yang tengah dalam kebimbangan menumpahkan sedikit perasaan hatinya kepada sang mama,


"Sayang, mama juga hak bisa kalau harus jauh dari kamu, tapi kenapa anak mama cengeng gini"


Luna mulai mengendorkan pelukannya terhadap Luby, ia langsung memegang kedua pipi sang putri sembari mencari tahu keadaan Luby saat ini.


Luby yang terbawa suasana akhirnya tak dapat lagi menahan tangisan yang semakin menjadi-jadi.


Luna pun memutuskan untuk kembali memeluk tubuh putri bungsunya.


Sesampai di dalam kamar milik Luby akhirnya Luna kembali menenangkan Luby yang masih terisak,


"Luby apa kamu sedang ada masalah sama Gavin?"


Luby hanya menggelengkan kepalanya sambil terus mencoba untuk mengehentikan tangisnya.


"Sayang, mama tahu kamu gadis yang tangguh, kalau memang kamu belum siap cerita sama mama gak papa, tapi kalau kamu memang tidak bahagia dengan rumah tangga kamu bilang ke mama sayang"


"Apa Gavin menyakiti kamu sayang??" Tiba-tiba Brian sang papa pun muncul dari balik pintu, ia begitu terlihat murka saat mendengar ucapan sang istri kepada putri kesayangannya itu.

__ADS_1


Bersambung...🥺🥺


__ADS_2