Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan

Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan
Segitiga Bermuda


__ADS_3

Sesampai nya di rumah megah milik Gavin, Tak hentinya sebuah senyuman terbit di bibirnya. Pria tegap nan tinggi besar itu senantiasa menyenderkan kepalanya di pundak Luby, dengan tangan kanannya melingkar erat di pinggang ramping sang istri muda.


"Aduh, ni cowok berat nya bukan main, masa dari mobil sampai di rumah ngelendot terus. Huft--- sabar--sabar Luby, sampai di kamar penderitaan kamu akan berakhir"


Tak hentinya Luby berkata di dalam hati, sambil terus membopong tubuh Gavin masuk ke dalam kamar milik Gavin,


"Astaga? tuan Gavin apa yang terjadi? kenapa kepala anda di perban?" Lusy yang sengaja ingin menyambut kedatangan sang majikan langsung mendekat ke arah Gavin, dan mendorong tubuh Luby menjauh dari Gavin, ia pun langsung menggantikan posisi Luby.


"Huft--- selamat, untung Lusy cepat datang, jadi aku gak perlu lagi membopong tubuh Gavin naik ke kamar" Luby bermonolog di dalam hati sembari meregangkan tubuhnya yang sudah terasa lumayan pegal, dan mulai berlalu dari hadapan Gavin.


Namun tak disangka perlakukan tiba-tiba yang Lusy lakukan terhadap Luby membuat Gavin tidak senang ia pun secara reflek langsung membentak sang asisten rumah tangga,


"Hei! lancang sekali kamu melakukan hal itu! tolong menjauh dari saya!" Gavin kembali membalas mendorong tubuh Lusy tak kalah kuat dari yang Lusy lakukan kepada Luby.


Lusy yang mendengar amarah dari mulut Gavin dengan terpaksa mulai melepaskan kembali tangannya menjauh dari tubuh Gavin.


"Maaf tuan, saya hanya merasa khawatir melihat kondisi tuan seperti ini"


Gavin sama sekali tidak menanggapi perkataan sang pembantu, ia malah fokus kembali kepada Luby yang terlihat tengah berjalan menaiki tangga rumah miliki nya,


"Luby berhenti! tolong bantu saya naik ke atas"


"Aduh Gavin bukannya Lusy bisa menolong kamu! kenapa harus saya lagi Gav? saya lelah sedari tadi membopong tubuh kamu" reflek Luby mulai mengeluarkan unek-uneknya yang sedari tadi ia tahan secara langsung di hadapan Gavin.


"Capek?memang siapa yang telah mencederai saya hingga seperti ini!"


"Aww, kepala saya terasa semakin sakit!"


Sambil memegang kepalanya Gavin mulai berakting kembali di hadapan Luby, padahal sedari tadi ia sama sekali tidak merasakan apa-apa pada kepalanya. Rasa sakit yang tengah ia rasakan saat ini belum lah apa-apa di banding luka-luka yang pernah ia rasakan saat ia duduk di bangku SMA.


"Lah? bukannya tadi sudah baikan, kenapa tiba-tiba kesakitan lagi?"


Mendengar rintihan sakit dari mulut Gavin, Luby pun kembali turun dari tangga dan mendekati Gavin yang terlihat masih menahan rasa sakitnya.


"Gav, masih sakit ya?"


"Ehem" dengan lemah Gavin menganggukan kepalanya di hadapan Luby,


"Lusy, tolong bantu saya untuk membawa Gavin ke atas"


Luby yang masih melihat Lusy berdiri di dekatnya meminta bantuan kepada sang art kediaman Gavin tersebut, karena samasekali ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Gavin saat harus sendiri membawa tubuh bongsor sang suami menaiki tangga yang rumah itu.


"Baik saya---"


Namun langkah Lusy di hentikan oleh Gavin yang langsung mempelototi matanya ke arah Lusy.


"Tidak perlu! saya cuma mau bantuan kamu! dan kamu harus bertanggung jawab sendiri Luby, jangan pernah memberatkan orang lain atas apa yang kamu lakukan terhadap saya"


"Tapi----"


"Ingat perjanjian kita Luby! apa kamu mau ingkar?"


"Baik" dengan suara lemah Luby kembali membantu Gavin untuk menaiki tangga menuju kamar utama.


"Kenapa gadis ini terlihat tidak senang jika harus berdua dengan saya! memang sedikit pun dia tidak tertarik apa dengan ketampanan wajah saya?" Gavin terus merutuki Luby di dalam hati.


Dan tak berapa lama akhirnya mereka sampai ke kamar milik Gavin, dengan bersusah payah Luby mencoba membuka kamar Gavin yang masih tertutup rapat.


"krek...krek..."


"Aduh susah banget bukanya, Gav? tolong dong buka pintu nya, "


"Kamu aja yang buka, karena kepala saya masih sakit"


"Gavin yang sakit itu kan kepala, bukan tangan kamu masa kamu gak bisa buka pintu?, kalau enggak aku lepasin kamu dulu ya"

__ADS_1


"Jangan--- jangan oke saya akan buka pintunya, tapi jangan lepas tangan kamu, nanti saya bisa jatuh"


"Sesakit itu kah kepalanya? masa cuma jahit 3 aja, udah kaya gitu sakitnya, bisa ngerambat kemana-mana"


"Kriet"


Setelah pintu terbuka Luby mulai masuk kedalam kamar sembari memapah tubuh Gavin.


Dengan sangat hati-hati Luby membaringkan tubuh Gavin di atas ranjang nya,


"Owh jadi ini kamar Gavin dan Maya"


Sebuah kamar dengan ukuran 6x5 dengan cat berwarna perpaduan hitam dan putih, serta dilengkapi dengan kasur ukuran king size bergaya klasik menjadi daya tarik tersendiri bagi Luby yang sangat menyukai warna-warna Gothik itu.


"Huft---, akhirnya selesai juga" sambil menyeka keringat di kening nya Luby bersiap berbalik untuk kembali ke kamar nya.


"BERHENTI!"


Seketika Luby mulai menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Gavin yang tengah terbaring di atas kasur dengan pakaian lengkap nya.


"Kamu mau kemana?"


"Keluar, kan kamu sudah sampai kamar, jadi aku mau balik ke kamar aku"


"Kembali? enak aja kamu, gak lihat saya masih memakai seragam lengkap?"


Luby mulai memperhatikan pakaian serta jas yang terkena noda darah masih melekat di tubuh Gavin.


"Aku lihat kok, memang nya ada yang salah?"


"Tentu, seharusnya sebagi seorang istri kamu harus membuka pakaian saya, bantu saya mandi terus ambil baju ganti untuk saya dan bantu saya memakai pakaian kembali"


"Apa? kenapa harus saya? bukannya itu pekerjaan Maya?"


"Ya memang itu pekerjaan Maya, tapi berhubung Maya sedang keluar kota untuk beberapa hari kedepan, maka pekerjaan ini menjadi tanggung jawab kamu. Lagian ini semua kan karena kamu, jadi kamu harus bertanggung jawab dong?"


"Tidak, yang istri saya itu kamu bukan Lusy"


"Tapi Gav----"


"Cepat Luby badan saya sudah sangat gerah,"


"Kita kan bukan pasangan yang sebenarnya, masa aku yang bantu kamu buka baju Gav?"


"Ingat Luby saya itu menikahi kamu secara sah, jadi gak ada yang salah kalau kamu membantu saya untuk membuka pakaian saya atau kamu mau--??"


"Oke--oke, saya akan bantu kamu bersih-bersih, tapi kamu mandinya sendiri ya, dan aku tunggu di luar, kalau enggak mau, biar deh kamu laporin aku ke polisi, aku rela"


"Apa sih yang ada di pikiran gadis kecil ini? kenapa dia terlihat tidak suka melihat tubuh saya, padahal saya sudah melakukan hal lebih kepada dirinya"


"Oke, saya akan mandi sendiri"


Setelah membuat kesepakatan bersama Gavin akhirnya dengan telaten Luby mulai membuka jas hitam yang masih menempel di tubuh Gavin, stelah itu ia meletakan nya di lantai, dan dengan tangan yang bergetar Luby mulai membuka kancing kemeja Gavin satu persatu,


"Oh my God, apa yang aku lakukan? tapi ini kan gak dosa ya kalau aku harus melihat tubuh Gavin, toh benar yang dia bilang kan, walau hanya istri cadangan tapi aku kan memang istri sah dia juga"


Sambil menelan Saliva nya Luby pun selesai membuka kancing yang terakhir, dengan perlahan ia akhirnya berhasil menanggalkan kemeja itu dari tubuh Gavin.


"Astaga, itu kotak-kotak semua?" Tanpa sadar mulut Luby melontarkan kata-kata yang tak ingin ia ucapakan, saat kedua mata virgin Luby mulai di manjakan dengan dada sixpack milik Gavin.


Gavin yang melihat kepolosan Luby hanya mampu tersenyum, namun jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia merasa senang mendengar pujian dari mulut sang istri muda.


"Oops, maaf maksudnya itu ba-ju kamu, aku masukin di kotak baju kotor ya"


Luby yang salah tingkah langsung memungut pakaian kotor milik Gavin dan memasukan kan nya ke sebuah keranjang yang ada di dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Akhirnya kamu ngaku juga kalau menyukai tubuh saya" Sambil tersenyum penuh kemenangan hati Gavin pun turut berbunga-bunga mengingat rona merah di pipi Luby.


"Dug--dug---dug" Dari balik pintu kamar mandi milik Gavin Luby tengah mengatur ritme jantungnya yang sedari tadi berdetak tak beraturan,


"Ayo, dong jangan bikin malu, kenapa sih ni mulut gak bisa di ajak bekerja sama? dan kenapa jantung aku berdebar kaya gini? apa aku kena serangan jantung?"


Sambil menyenderkan tubuhnya di balik pintu kamar mandi, Luby tak henti meraba dadanya yang berdetak kencang.


Hampir 10 menit dia berada didalam kamar mandi akhirnya Luby pun memberanikan diri untuk keluar dan bermaksud kembali ke hadapan Gavin,


"Kenapa kamu lama di kamar mandi,?"


"Itu--- saya numpang buang air kecil,"


"OOO, ya sudah kalau gitu tolong buka celana saya, karena saya juga mau buang air kecil"


"AA---PA? kenapa aku harus bantu kamu buka itu?"


"Lah, jadi gimana saya pipis dan mandi kalau pakai ini"


Sambil menunjuk ke arah celananya yang masih terpasang Gavin terus memaksa Luby untuk mau membantunya.


"I--ya sih, tapi kamu kan bisa buka sendiri Gav?"


"Saya tidak bisa Luby, kepala saya sakit"


"Tapi tangan kamu kan enggak sakit Gav?"


"AWww, aduhhh...kepala saya rasanya pusing sekali, mana saya tidak tahan mau pipis"


"Aduh, kamu gimana sih"


Melihat Gavin yang tengah kesakitan akhirnya mau tak mau Luby pun terpaksa membantu Gavin membuka celana panjang nya,


Dengan perlahan Luby mulai membuka tali pinggang yang Gavin kenakan, setelahnya ia mulai membuka zipper dari celana milik Gavin sambil menutup kedua matanya, ia pun menarik celana panjang itu kebawah, hingga terlepas dari kedua kaki Gavin.


"Sudah, sekarang kamu pergi gih ke


kamar mandi"


"Bantu saya"


"Enggak, saya di sini aja nyiapin baju kamu, dan jangan lupa ini handuknya "


Sambil terus memejamkan matanya Luby hanya duduk di kasur milik Gavin.


Gavin yang seketika mendapatkan ide cemerlang langsung berpura-pura bangun dari kasurnya, dan tak lama ia mulai duduk di lantai sembari menghentakkan kakinya cukup kuat.


"AWww, Luby tolong saya"


"Gavin kamu kenapa?"


secara reflek Luby langsung membuka matanya dan berlari ke arah Gavin yang terlihat terjatuh di lantai,


Saat ia berhasil membantu Gavin berdiri, tiba-tiba handuk yang Gavin kenakan mulai melorot dari tempatnya, dan memperlihat kan topeng segitiga Bermuda yang tengah ia pakai.


"AAAAAAAAAAA"


"AAAAAAAAAAA"


"Gavinnn itu nya!!!!"


Dan


"Brukkkkkkk"

__ADS_1


Bersambung......✍️✍️


__ADS_2