Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan

Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan
Psycho


__ADS_3

Pagi ini Luby tiba-tiba di kejutkan dengan keberadaan Gavin yang tiba-tiba telah berada di dalam kamarnya, dengan langkah lebar secara perlahan Luby berlari kecil masuk ke dalam kamar mandi. " Huft---, untung dia udah bangun! capek harus pura-pura tidur kaya gini"


Hanya butuh waktu 10 menit akhirnya Luby telah siap dengan mandinya, memakai sebuah jubah mandi yang hampir menyentuh mata kaki nya Luby pun mulai kuat dari dalam kamar mandi.


"Ehem, pagi ini papi dan mami di undang Tante Luna untuk sarapan, jadi aku subuh harus ke sini"


"Owh" Luby mulai meninggalkan Gavin dan masuk ke dalam ruang wardrobe yang ada di dalam kamarnya.


Saat Luby telah siap, ternyata Gavin pun telah siap dengan jas lengkapnya. "Kita harus tetap berpura-pura di hadapan orang tua kita, jadi aku minta kamu ikuti apa yang aku lakukan" sambil memegang tangan windu akhirnya kedua pasang suami istri itu berjalan menuruni setiap anak tangga menuju ruang makan.


Dan pagi itu akhirnya kedua keluarga besanan itu menghabiskan kebersamaan mereka di atas meja makan yang sama, tampak raut kebahagian dari wajah Luna dan Brian.


1 bulan kemudian....


Sudah hampir 1 bulan Luby telah tinggal bersama di rumah Brian dalam satu rumah, namun mereka tidur di dalam kamar yang berbeda, dan hari-hari mereka lalui seperti orang asing yang tidak saling mengenal,dan mereka akan kembali berpura-pura saat berada di hadapan kedua orang tua mereka.


Pagi ini ia berencana untuk segera berangkat menuju kampusnya, saat di meja makan tampak Gavin yang sedang uring-uringan dan tak fokus dengan makanannya,


"Ehem, nanti pulang kampus aku mau nginap di rumah mama"


"Gak bisa!"Dengan suara yang sedikit keras Gavin menolak keinginan sang istri,


"Lho kenapa? aku cuma ingin menginap di rumah orang tua aku"


"Karena nanti malam salah satu klien besar aku ngajak kita makan malam bersama"


Sambil mengerinyitkan dahinya Luby merasa bingung dengan pernyataan sang suami.


"Dia minta aku untuk membawa serta kamu, jika tidak maka dia tidak akan menyetujui kontrak kerja dari perusahaan aku"


"Ingat Luby, aku masih memilki soft copy akan kejadian beberapa bulan silam. Apa kamu mau semua video dan gambar-gambar kamu beredar di mana-mana?"


Dengan keahlian yang Gavin miliki ia mencoba mencari kembali file lama yang sempat beredar saat tindakan pencabulan yang pernah Luby alami. Semua file yang telah Brian musnahkan, dapat kembali Gavin temukan dengan kemampuan hacker yang diam-diam ia miliki.


Luby hanya dapat terdiam mendengar pernyataan Gavin, air mata nya mulai mengalir dari pelupuk matanya. Gavin yang kejam sengaja mencari-cari kelemahan Luby untuk mengancamnya, karena ia tidak mau dengan kekuasaan yang Brian miliki maka ia dapat dengan mudah di kendalikan oleh sang mertua.


"Ingat! kamu harus berpenampilan cantik malam ini. Dan jangan terlambat"


"Kamu laki-laki brengsek Gavin!"

__ADS_1


Dengan gaya setengah mencibir, Gavin mulai pergi meninggalkan Luby sendiri di meja makan.


"Hiks--- "


"Heheh, makanya non jangan suka ngerebut suami orang, kan jadi nangis terus, cintanya gak dapat tapi sedih mah iya"


Lusy mengejek sambil merapikan setiap piring yang masih berantakan di atas meja makan.


Luby tak pernah menanggapi ocehan sang art kediaman Gavin, karena baginya saat secepatnya pisah dengan Gavin adalah sebuah pilihan yang tepat.


Saat tengah berada di kampus, Luby kembali merasakan pusing pada kepalanya, akhirnya saat jam istirahat ia memutuskan untuk segara pergi ke klinik dokter Aryan. Sudah beberapa Minggu belakangan ini Luby kembali di hantui dengan rasa sakit yang luar biasa pada kepalanya, yang terkadang menyebabkan ia tak dapat bernafas dan sedikit susah tidur.


Karena bayang-bayang kejadian beberapa bulan silam sering hadir di kepalanya, manakala Gavin sering mengirim gambar-gambar kejadian yang pernah menimpanya untuk sekedar mengintimidasi dirinya, maka itu Luby mencoba untuk mencari ketenangan dengan menginap di rumah sang mama, namun malam ini ia harus mengurungkan niatnya sementara.


Dan untuk menangani semua keluhan yang Luby alami dokter Aryan memintanya untuk check up dan terapi setiap satu minggu sekali guna merileks kan kembali pikiran-pikiran positif Luby.


***


Dengan terpaksa malam ini Luby harus mempersiapkan dirinya. Tampak beberapa perias tengah sibuk mendadani nya sejak sore, hal itu Gavin lakukan agar penampilan Luby tidak mengecewakannya malam ini.


Suatu keberuntungan bagi Gavin memiliki istri anak dari pengusaha sukses seperti Brian, sehingga mulai banyak investor dalam maupun luar negri mulai melirik perusahaanya, di tambah kinerja Gavin yang sangat loyal dan pekerja keras membuatnya lebih mudah mendapatkan kerja sama.


Sebagai seorang pengusaha yang cerdik membuat Gavin selalu melihat peluang usaha yang dapat menguntungkan perusahaannya, namun ia sama sekali tidak mau bergantung kepada orang tua nya terlebih mertuanya, namun sebisa mungkin ia masih memanfaatkan nama besar di belakangnya.


"Luby cepat sedikit. Kita sudah hampir terlambat, saya tidak mau semua gagal malam ini"


Brian berteriak sangat kuat memanggil nama Luby, hal itu membuat beberapa perias merasa was-was, karena beberapa kali mereka harus menambah make up pada wajah Luby karena sedari tadi gadis muda itu selalu mengeluarkan air matanya akibat tekanan batin yang ia rasakan.


"Nona, kami mohon jangan nangis lagi ya. Bisa-bisa tuan Gavin akan memarahi kami setelah ini"


Luna mulai menyeka air matanya kembali, akhirnya ia meminta sang perias untuk memperbaiki riasan pada wajahnya untuk yang terakhir kalinya.


Namun Gavin yang merasa sudah tidak sabar, akhirnya memilih untuk menyusul Luby ke dalam kamarnya.


"Eh cewek cengeng bisa cepatan gak!"


Luby yang tengah menatap kaca langsung berbalik ke arah sang suami yang tengah berdiri di belakang nya.


__ADS_1


betapa kaget nya Gavin saat melihat wanita anggun yang kini tengah berdiri di hadapannya, mata Gavin seakan tak dapat berpaling untuk terus menatap penampilan Luby yang sangat berbeda malam ini, "Perfect" Gavin langsung meraih tangan Luby dan membawa nya menuruni anak tangga,


Di bawah tangga tampak Lusy sang art menatap tak percaya ke arah Luby dengan penampilan sangat cantik malam ini tengah berpegangan tangan dengan Gavin sang majikan.


Sesampai di dalam mobil milik Gavin, Luby langsung menarik tangannya dengan kuat,


"Lepasin! gak perlu akting"


"Hahaha--- kamu kira kamu siapa bisa bentak aku!" Suara Gavin terdengar begitu marah.


"Ok! malam ini aku gak akan marah. Tapi aku harap malam ini kamu bisa membawa keberuntungan untuk aku!"


Dengan sekuat tenaga Luby berusaha untuk menahan emosi yang ada di dalam hatinya.


"Aku mau kita pisah Gavin!"


"Kamu yakin? apa kamu mau membuat keluarga Subrata malu? dengan satu kali klik maka seluruh dunia akan tahu siapa kamu nona kecil Subrata"


"Apa untungnya kamu menahan aku Gavin!, apa untuk setengah saham keluarga ku?"


"Bukan, karena aku sama sekali tidak tertarik dengan harta yang aku dapatkan hasil dari mengemis sama orang lain! karena aku tidak mau seseorang dapat mengendalikan aku, yang aku mau adalah dapat berdiri bebas!"


"Terus kenapa kamu tidak melepaskan aku jika aku tidak ada untungnya untuk kamu"


"Kamu mau tahu untungnya? untungnya orang tua aku akan berhenti menjodohkan kan aku dengan banyak gadis! dan yang terpenting mereka akan sukarela menyetujui pernikahan aku dengan Maya. Seburuk-buruknya sifat aku, restu mami tetap nomor satu buat aku"


"Kamu laki-laki jahat Gavin, aku menyesal menerima kamu menjadi suami aku"


"Haahha-- terlambat sayang. Tapi kamu bersabar aja,karena saat setelah mami dan papi aku mendapatkan keinginannya maka kamu akan aku lepaskan. Dan saat ini aku tidak akan melarang kamu untuk berhubungan dengan pria manapun, karena sampai kapan pun aku tidak akan pernah tertarik sama wanita kotor seperti kamu. Kalau kamu membutuhkan belaian pria kamu bisa melakukannya dengan siapa pun kamu bebas, tapi aku minta jangan mempermalukan nama keluarga kita, kamu harus pintar-pintar menyembunyikannya"


"Dasar baji**ngan" Secara reflek tangan Luby langsung mengarah ke wajah Gavin, namun dengan sigap Gavin langsung menangkap tangan Luby dan mulai meremas nya dengan kuat, hingga membuat Luby berteriak kesakitan.


"Ingat Luby, kamu harus patuh sama aku, karena bisa saja aku melakukan apapun yang tak pernah kamu pikirkan sebelumnya"


"Hahaha---"


Dari sini Luby dapat melihat selain kejam ternyata Gavin juga seorang Psycho.


"Semoga aku bisa melewati semua ujian ini, aku percaya suatu saat aku bisa bebas dari pria Psycho ini"

__ADS_1


Bersambung...🤗🤗


__ADS_2