Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan

Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan
Taman Hiburan


__ADS_3

Hari-hari Luby lalui dengan penuh perjuangan, dengan tabungan yang ia miliki Luby merasa tidak akan cukup apabila ia harus melahirkan serta melanjutkan kuliah nya di negara ini hingga sang buah hati dewasa.


Ia ingin kelak saat sang buah hati telah lahir Luby bisa memberikan yang terbaik untuk sang anak bahkan hingga kejenjang pendidikannya kelak, sehingga ia pun ingin mencoba untuk mencari pekerjaan freelance yang berhubungan dengan kemampuannya di bidang design grafis.


Sambil duduk di depan komputernya Luby mencoba mencari paltform yang berkaitan dengan bidang keahliannya, beberapa situs freelance mulai Luby masuki, hingga ia menemukan satu situs yang dirasa cocok dengan keahlian dirinya dalam mendisaign gaun dan pernak pernik wanita.


"Sepertinya yang ini cocok"


Dengan wajah sumringah Luby mulai mengisi form yang tersedia di platform tersebut, ia pun mulai memilih dan memposting beberapa gambar yang pernah ia buat sebelumnya.


"Kamu bantu mama ya nak, kita akan berjuang bersama, nanti mama juga ingin belajar menjahit sehingga kedepannya pelan-pelan mama akan membuka butik dari hasil jerih payah mama sendiri"


Sembari mengusap perutnya yang sedikit membuncit Luby kembali bersemangat menjalankan hidupnya, walau terlahir dari keluarga yang sangat berkecukupan namun Luby ingin mencoba untuk hidup mandiri tanpa memberatkan keluarga besar nya, terlebih lagi dengan keadaan rumah tangganya saat ini membuat ia tidak ingin terlihat menyedihkan di depan mereka terlebih di hadapan kedua orang tuanya.


Luby pun sudah merasa yakin bahwa inilah saat yang tepat untuk membuktikan bahwa semua bekal ilmu yang ia dapat kan saat ia di sekolahkan oleh kedua orangtuanya dapat ia manfaatkan.


***


"Argghhhh"


Suara amarah itu dapat di dengar jelas oleh Bims sang asisten, karena beberapa bulan belakangan ini memang hal itu sudah menjadi hal yang biasa ia dengar keluar dari ruangan bosnya itu.


"Bims---"


Tak berapa lama suara menggelegar keluar dari mulut sang atasan galak itu.


"Ia tuan ada yang bisa saya bantu?" Dengan berwibawa Bima pun masuk kedalam ruangan bosnya itu.


"Bims---, tolong antarin saya ke sebuah tempat hiburan yang ada di sini!"

__ADS_1


Dengan berpikir keras Bims pun menerka tempat hiburan yang dimaksud oleh Gavin.


"Baik pak, saya akan segera mengantarkan tempat yang bapak maksud" Tanpa bertanya lebih banyak Bims mulai mengikuti langkah sang atasan yang sudah mendahuluinya.


Tak berapa lama kendaraan yang mereka tumpangi pun berhenti di depan sebuah klub yang cukup besar di negara itu, tampak beberapa mobil mewah telah terparkir di sepanjang pelataran club' tersebut.


"Maaf pak kita sudah sampai"


Gavin yang sedari tadi banyak melamun mulai memfokuskan dirinya kembali, sorot matanya mulai melihat tempat yang Bims maksud.


"Bims, tempat apa ini? "


"Ini tempat hiburan tuan, ini adalah sebuah tempat yang cukup terbaik di negara ini dan ada banyak ar---"


Kata-kata Bims pun terhenti saat tiba-tiba Gavin terlihat tidak senang dengan perkataanya.


"Bims, apa kau tahu kesalahanmu?"


"Bims, saya ingin ke tempat hiburan!!!"


Dengan intonasi yang jelas dan tegas Gavin mengeluarkan unek-uneknya, yang membuat jantung Bims seakan akan mau keluar, dengan cepat pria itu kembali menjalankan kendaraanya.


"Owh tuhan kenapa semua nya harus aku yang salah, sungguh terkadang aku tidak mengerti keinginan pak Gavin yang terkadang sulit di pahami"


Dan setelah hampir setengah jam berjalan akhirnya kedua pria itu pun kini tengah duduk di sebuah kursi panjang dengan dua tangkai es krim di tangan mereka masing-masing.


"Bims, bukannya ini menyenangkan, entah kenapa beberapa hari ini saya ingin sekali pergi ke tempat seperti ini"


"Iya tuan, menyenangkan "

__ADS_1


Dengan tersenyum masam Bims, yang merasa sangat aneh dengan sang atasnya hanya dapat menahan malunya saat beberapa pengunjung taman bermain yang rata-rata anak-anak bersama orangtuanya melihat ke arah mereka.


Sembari memasang kaca mata hitamnya kembali Bims melanjutkan menjilat sepotong es krim yang ada di tangannya.


Twinkle, twinkle, little star


How I wonder what you are


Up above the world so high


Like a diamond in the sky


Twinkle, twinkle, little star


How I wonder what you are


Twinkle, twinkle, little star


How I wonder what you are


Up above the world so high


Like a diamond in the sky


Twinkle, twinkle, little star


How I wonder what you are


Sebuah lagu legend anak-anak pun turut mengiringi kegiatan kedua pria dewasa yang kesepian tersebut,

__ADS_1


Bersambung....😁😁


Hay readers selamat membaca kembali ya, makasih untuk readers yang masih setia menunggu tulisan aku... semoga hari nya menyenangkan, maaf terlalu lama up nya karena ada sesuatu hal yang harus di kerjakan..🤗🙏


__ADS_2