Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan

Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan
Ceraikan aku


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa hari akhirnya malam ini pun tiba, dengan kedua mata yang di tutup Luna dengan perlahan menggiring putri nya untuk masuk ke ballroom hotel, di sebuah restoran hotel tampak beberapa undangan telah berjejer menunggu kedatangan Luby.


"Happy birthday to you - happy birthday to you" Dan ruangan itu menjadi riuh saat Luby membuka penutup matanya, semua karib kerabat Luby menyanyikan lagu selamat ulangtahun secara bersama-sama.


Sebuah senyuman terbit di bibir nya hingga tak terasa air matanya pun menggenang di pelupuk matanya.


"Selamat ulang tahun putri ku" Secara bergantian Brian dan Luna memberikan pelukan hangat kepada sang putri tercinta, hal yang sama di ikuti oleh kedua kakak Luby dan kerabat yang hadir di acara itu.


"celamat uyang tahun mama" Darren yang hadir di tengah-tengah mereka turut mengucapkan hal yang sama kepada sang mama tercinta, Luby juga lumayan kaget saat sang putra hadir dalam gendongan sahabat sekaligus mantan dokter nya dulu.


"Selamat ulang tahun ya By" Aryan pun mencium pipi kanan dan kiri Luby, sambil mengkerling kan sebelah matanya,


yang membuat seisi ruangan itu bersorak Sorai melihat pemandangan yang sangat romantis itu.


Seketika pipi Luby pun memerah karena malu.


"Brengsek!! berani sekali pria itu mencium istri ku!!" Gavin yang berada di lobby hotel kembali tersulut emosi saat melihat pemandangan keluarga bahagia yang ada di hadapannya.


Dengan mengepalkan kedua tangannya Gavin berpindah posisi agar bisa melihat Luby dari jarak yang lebih dekat, pria dengan pakaian kasual itu mulai melangkah masuk menuju restoran yang ada di dalam hotel, sebuah janggut dan kumis palsu memenuhi wajah nya yang biasa terlihat klimis.


"Jadi itu putra nya Luby"


"...."Sesaat Gavin tidak dapat berucap saat fokus melihat wajah Darren putra Luby yang tampak seperti seseorang yang familiar baginya, namun setelah cukup keras ia berfikir Gavin sama sekali tidak mengetahui di mana pernah berjumpa dengan wajah yang sama dengan putra Luby itu.


Dan tak terasa acara itu telah berlangsung hampir 2 jam, dan selama itu tak hentinya Gavin terus mengumpat dan mengepalkan tangannya saat melihat interaksi kedua pasangan yang ada di hadapannya.


"Damn!! saya belum pernah menceraikan Luby!! jadi bagaimana kamu bisa menikahi istri saya bangsat!!"


Dari jauh Gavin dapat melihat pergerakan Luby wanita pujaannya itu tampak berjalan menuju toilet yang terletak di belakang restoran, dan kesempatan itu segera dimanfaatkan Gavin untuk menemui sang istri tercinta, dia pun mulai mengeluarkan sebuah kotak dari dalam kantong celananya.

__ADS_1


Saat sampai di depan pintu toilet, dengan sabar Gavin menunggu Luby keluar dari kamar kecil itu, dan kurang lebih 10 menit kemudian yang di tunggu akhirnya keluar,


"Hmmm"


Dengan cepat Gavin membekap mulut Luby dan menarik nya kembali masuk ke dalam toilet,


"Lepaskan!!"


"Stss, jangan berisik By, ini saya. saya hanya ingin berbicara empat mata sama kamu, jadi tolong jangan berteriak"


Luby pun mengangguk kan kepalanya tanda setuju.


Setelah mulut Luby di buka Gavin pun kembali berdiri di hadapan Luby,


"Selamat ulang tahun sayang, maaf kan saya harus berbuat seperti ini kepada kamu, tapi saat ini saya bisa menemui kamu seperti ini dulu, tapi nanti saya akan memperjuangkan kamu"


Luby yang masih shok dengan perlakuan Gavin kepadanya hanya tampak terdiam.


"Eum, maaf sepertinya aku tidak pantas menerimanya Gav"


"Kenapa tidak Luby? apakah karena suami baru kamu itu kamu berkata seperti ini?"


"Suami baru?? apa maksud kamu Gavin?"


"Bukannya kamu sudah menikah dengan dokter Aryan itu? Dan bocah kecil itu bukannya anak kamu?"


Gavin memicingkan kan sebelah matanya sembari mencari kebenaran dari raut wajah Luby.


"Apa maksud pria ini? bukannya aku dan dia belum bercerai secara hukum, jadi bagaiman bisa aku menikah dengan pria lain dan darrenn--"

__ADS_1


"Eum, dr Aryan belum jadi suami aku dan Darren itu adalah anak angkat aku, tidak ada hubungannya dengan dr Aryan"


"Syukur lah kalau begitu, aku senang mendengarnya"


"Tapi Senin besok aku berencana untuk menggugat cerai Gav"


Seketika Gavin kembali tersulut emosi saat mendengar permintaan Luby kepada dirinya.


"Tidak, saya tidak akan pernah menceraikan kamu Luby"


"Maaf Gav, harusnya dari beberapa tahun yang lalu aku melakukannya, namun hari ini aku rasa waktu yang tepat untuk memperjelas hubungan kita"


"Tidak, aku tidak akan pernah menyetujui perceraian ini"


Luby akhirnya memilih untuk segera keluar dari kamar kecil, namun Gavin kembali mempererat pegangan tangannya.


"Saya belum selesai berbicara Luby, tolong kamu jangan pernah berniat memutuskan hubungan di antara kita"


"Lepaskan kan aku Gavin!! apa kamu mau saya berteriak?"


"Please Luby"


"Tidak Gavin, sampai kapan pun jawaban ku akan tetap sama"


"Chup"


Mendengar jawaban Luby membuat Gavin semakin marah, dengan brutal dia langsung mencuri ciuman dari bibir wanita yang masih sah menjadi istrinya itu.


Gavin memegang erat kedua tangan Luby dan meletakkannya di atas kepala Luby, dengan agresif Gavin semakin memperdalam ciumannya kepada sang istri.

__ADS_1


"Aku semakin membenci kamu Gavin!!"


Bersambung...✍️✍️


__ADS_2