
"Degh"
"Owh God kenapa pemandangan ini selalu aku jumpai, ingat Gavin kondisikan perasaan mu, ingat lah Luby saat ini tengah buang hajat, kenapa di saat seperti ini dia malah menegang seperti ini"
Gavin kembali mengkondisikan dirinya saat tanpa sengaja lagi-lagi ia melihat pakpau tembam yang selama ini ia rindukan.
Dengan sedikit frustasi Gavin mengalihkan pandangannya, sembari mengusap kasar wajahnya,
Setelah beberapa menit Luby akhirnya telah kembali berada di kasurnya,
Dan saat mendengarkan suara langkah kaki Luby kembali bersuara,
"Sus tunggu bisa kah nanti kamu menemani saya untuk mandi? karena saya sudah merasakan kegerahan yang luar biasa karena selama ini hanya di basuh dengan air hangat"
"Aku merasakan tubuh ku sudah sangat lengket sus"
Dengan wajah mengiba Luby kembali meminta pertolongan kepada seseorang yang ia anggap suster itu.
"What??? mandi Luby meminta ku untuk menemaninya mandi? apa aku bisa tahan dengan godaan yang begitu besar"
Tanpa bersuara beberapa kali Brian menelan Saliva nya, membayangkan menemani sang istri membuang air kecil saja sudah menjadi godaan yang luar biasa untuk Gavin apalagi harus menemani Luby tanpa sehelai benang di tub**uhnya, apakah ia akan sanggup.
"Sus, apakah kamu keberatan?"
Saat tak mendapatkan respon dari lawan bicaranya Luby merasa bahwa sang suster keberatan akan permintaannya.
__ADS_1
Gavin yang baru tersadar dari lamunannya, bergegas mengambil hp nya yang terletak di atas meja
"Baik mbak, saya akan melakukannya"
Sebuah rekaman suara yang telah Gavin rekam di hp sebelumnya menjadi alat bantu Gavin untuk menutupi jati dirinya di hadapan Luby,
"Baiklah terimakasih ya sus, kalau begitu aku mau istirahat sebentar nanti sore aku baru minta di antar kan mandi"
Gavin yang di ajak bicara hanya dapat berdiam tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
"Maaf kalau selama ini aku merepotkan suster, dan terimakasih untuk bantuannya"
Untuk menutupi penyamarannya Gavin hanya mampu terdiam, karena ia hanya merekam beberapa suara sang perawat dalam beberapa kata saja.
Luby hanya dapat berbicara dalam diam,
Sedangkan Gavin yang saat ini telah berada di dalam ruang kerjanya kembali terpaku saat mengingat kembali permintaan Luby,
"Apa yang harus aku lakukan By, dulu waktu masih di RS aku masih bisa menahan saat harus membersihkan tu--buh kamu di tempat tidur, tapi saat ini berbeda By"
Gavin kembali frustasi memikirkan keinginan Luby saat ini, saat tubuh sang istri masih terbaring di rs sakit kala itu ia hanya merasakan kasihan saat membasuh sebagian tubuh Luby yang lengket, namun sekarang semua tentu berbeda, karena hanya pandangan Luby saja yang tak dapat melihat namun semua bagian tubuh Luby telah kembali seperti semula.
Sambil menatap layar komputer yang ada dihadapannya Gavin akhirnya mencoba menelepon sang perawat yang ia sewa untuk datang ke rumahnya, setelah mengutarakan keinginannya kepada sang perawat Gavin pun beralih mengerjakan pekerjaan kantornya yang ia handle melalui komputernya untuk berkomunikasi kepada bawahnya di perusahaan.
Sore pun menjelang, Gavin pun membawa sebuah nampan di tangannya,
__ADS_1
"Permisi mbak, ini saya bawakan snak sorenya"
Rekaman suara dari hp yang Gavin bawa membuat Luby memalingkan wajahnya kearah di mana Gavin berada.
"Terimakasih suster, ngomong-ngomong apa snek nya sore ini sus? ada jambu madunya gak?"
Gavin yang tidak mempersiapkan jawaban hanya dapat bungkam mendengar pertanyaan Luby.
Cukup lama Luby menunggu jawaban dari sang suster namun yang di harapkan tak kunjung ia dengar.
"Hmm-- ya udah gak papa kalau enggak ada, maaf sudah merepotkan"
Seketika perkataan Luby membuat Gavin kembali merasa bersalah karena seakan-akan dirinya tidak menyukai Luby.
"Maaf kan aku sayang tapi ini semua untuk kenyamanan kamu" Gavin bermonolog di dalam hati sembari mulutnya berucap tanpa suara.
Dan tak berapa lama, Gavin langsung keluar dari dalam kamar Luby untuk menemui suster yang telah menunggunya di ruang tamu.
Gavin berjalan menuju lantai bawah, sesampainya di sana ia melihat perawat Luby telah menunggunya di sana, akhirnya Gavin pun meminta sang perawat untuk melakukan beberapa hal yang harus dilakukan saat itu, dimana ia akan tetap memapah tubuh sang istri namun ia meminta perawatlah yang membantu Luby untuk mandi.
Setelah itu pun Gavin berencana untuk merekam kembali suara sang perawat dalam beberapa kata, yang tentunya lebih banyak dari sebelumnya , ia tidak ingin keadaan miss seperti tadi terulang kembali.
Hingga saat ini Gavin masih tidak berniat untuk menyerahkan semua tangung jawab atas Luby kepada orang lain, maka ia hanya akan memanggil sang perawat dalam beberapa hal saja saat ia merasa perlu bantuan, namun selebihnya pria itu ingin merawat Luby sepenuhnya sendiri.
Bersambung...🤗🤗🤗
__ADS_1