Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan

Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan
Dua pria satu hati


__ADS_3

Pagi ini Gavin tampak tergesa-gesa mengendarai mobilnya, ia sama sekali tidak bisa berkonsentrasi saat mengetahui dari orang suruhannya tentang keberadaan Luby.


Ia menyuruh seorang anak buahnya untuk mencari mencari informasi akan keberadaan Luby pagi ini, dan betapa kaget nya ia saat mengetahui bahwa Luby tengah berada di sebuah RS, hal ini tentu saja kembali menyalakan api cemburu di hati Gavin.


"Bisa-bisa nya pagi-pagi buta gadis itu bertemu dengan selingkuhannya! apa sih memang kelebihan pria ingusan itu di banding saya? seorang pria matang, tampan, kaya ya walaupun masih kalah kaya dengan orang tua gadis itu paling tidak saya menghasilkan uang sendiri." Tak hentinya Gavin berbicara kepada dirinya.


Saat ia membayangkan kedekatan antara Luby dan Aryan kembali Wajah Gavin tampak memerah menandakan ia sangat marah saat ini, beberapa kali pria pemarah itu terus membunyikan klakson mobilnya saat terlihat kendaraan yang menghambat laju mobilnya.


Dan beberapa kali kata-kata kasar meluncur bebas dari mulut Gavin saat ia harus direpotkan oleh pengedaran lain yang dirasa berjalan seperti siput.


Maya yang sedari tadi berusaha mengikuti mobil Gavin dari belakang akhirnya memilih untuk mengalah saat melihat mobil Gavin melaju dan hilang di dalam kemacetan.


"Aduh--- kenapa kamu mengendari mobil ngebut gitu sih mas? memangnya sepenting itukah meeting kamu hari ini"


Dengan perasaan kecewa Maya memilih untuk


menghentikan misinya hari ini.


*


*


Di tempat lain memasuki siang hari Luby tengah menyuapi bubur kepada sang kakak ipar yang sudah sadar sedari tadi, tak hentinya Luby memberikan kekuatan untuk kakak iparnya itu.


"By, gimana kalau Azka marah sama aku? dia udah nyuruh aku untuk menjaga kandungan aku dengan baik, tapi aku melalaikan perintahnya By, aku nyesal"


"Kak Bian gak boleh terlalu stres memikirkan hal itu, aku yakin kak Azka tidak akan memarahi kak Bian, semua itu udah takdir kak. Lagian mana ada seorang calon ibu dengan sengaja ingin membunuh darah dagingnya sendiri. ini semua murni karena kecelakaan"


"Iya By, tapi Azka itu sangat sulit untuk menerima kesalahan apapun aku jadi worry sendiri By"


Bianca yang terlahir dari kedua orang tua yang memilki 2 kewarganegaraan berbeda, membuat ia memiliki pemikiran dan kebudayaan yang sedikit berbeda dari pemikiran keluarga besar Azka yang murni asli dari negara I,


"Kak Bian pokoknya harus berpikiran positif, kalau kak Azka berani memarahi kak Bian, Luby yang akan balik memarahi kak Azka"


Bianca tampak sumringah saat mendengar ucapan gadis kecil itu. Memang selama ini Luby telah banyak membantu ia berkomunikasi dengan sang suami, karena terkadang akibat ego yang sama-sama tinggi membuat Azka dan Bianca sering terlibat perdebatan karena perbedaan visi dan misi, namun sejauh ini Luby terus menjadi bidadari penolong untuk menyatukan isi kepala kedua orang yang lumayan jauh berbeda usia dari dirinya itu.


Tak berapa lama terdengar suara pesan masuk di dalam hp miliknya, Luby pun memilih untuk segara melihat pesan masuk yang ternyata di kirim oleh Aryan.

__ADS_1


"Luby saya sudah ada di RS Zenit dimana tempat kakak kamu di rawat?"


betapa kagetnya Luby stelah melihat isi pesan singkat yang Aryan kirim kepadanya, ia tak menyangka dokter yang telah merawatnya nya itu akan datang ke RS yang berbeda dengan tempat ia praktek.


Tadi pagi dia hanya meminta izin untuk tidak ikut terapi dengan alasan kakak iparnya yang mengalami pendarahan. Namun siang ini malah sang dokter langsung datang ke RS tempat di mana sang kakak ipar di rawat.


"By, what's Going on?" Bianca merasa heran saat melihat ke arah sang adik ipar yang tampak bengong sesaat setelah membaca sebuah pesan masuk di hp miliknya.


"Nothing --- but, teman aku maksud nya dokter yang biasa ngerawat aku mau jenguk kak Bian, saat ini dia sudah berada di RS ini. Apakah kah Bian keberatan jika dia ingin membesuk kakak?" Dengan ragu-ragu Luby bertanya kepada sang kakak ipar yang terlihat sedang tersenyum saat mendengar kekhawatiran sang adik ipar yang telah ia anggap seperti adiknya sendiri.


"Why not Luby, jangan lupa kenal kan dia sama aku"


"What? Haha, he just my friend kakak"


"Wait! aku lupa kamu sudah menikah ya, tapi aku belum pernah kenal dengan suami kamu, maaf untuk itu, karena saat kamu menikah Mom and dad aku mengalami accident di Negara L jadi aku harus balik soon tanpa Azka dan anak-anak"


"Ya aku tahu kak, nanti suatu saat aku akan memperkenalkannya kepada kak Bian"


"I"ll wait"


"Ok, tapi akan lebih sopan jika kamu menjemput nya langsung By, karena dia sudah mau repot-repot untuk datang kemari"


"Hmm-- tapi kakak?"


"Ibu akan menjaga nyonya Bianca di sini nona"


"Baiklah kalau begitu Luby akan menjemput dr Aryan kebawah"


Sesuai saran dari sang kakak ipar, Luby akhirnya pergi untuk menjemput dokter Aryan yang masih menunggu balasan dari Luby.


Wanita cantik itu berjalan di koridor RS, dengan tampilan yang menonjol dari pengunjung lainnya membuat Luby terlihat berbeda dan lebih charming.


Tak berapa lama Luby pun telah sampai di loby RS, dari sana ia dapat melihat dokter Aryan berdiri di depan loby tampak ia tengah mengobrol dengan seseorang yang Luby kenal. Orang itu tak lain dan tak bukan adalah Gavin sang suami,


"H--- kenapa bisa ada Gavin di sini? rasanya aku tidak memberi tahu dia akan kejadian yang menimpa kak Bian"


Dari jarak yang lumayan jauh Gavin dapat melihat dengan jelas sang istri yang sedang berjalan mengarah ke tempat di mana ia dan sang dokter berdiri.

__ADS_1


"Sayang! kamu datang menjemput aku? maaf tadi aku harus ke kantor dulu jadi agak telat datang ke sini, tapi aku malah jumpa dengan dokter siapa tadi nama nya? " Gavin memandang Aryan sambil memasang senyuman mengejek.


Luby yang mendengar panggilan Gavin hanya mampu menelan ludahnya,


"Huft---, mulai aktingnya," Dari jauh Luby hanya membalas senyuman manis ke arah Gavin yang terlihat sangat menjiwai perannya.


"Untung aja saya datang tepat waktu, sebelum dokter ganjen ini nemuin Luby duluan. Tapi saya kecewa kenapa Luby memberi tahu akan kejadian yang menimpa istri Azka ke dia? bukan ke saya suaminya. Huft---, untung dokter culun ini bercerita semuanya sebelumnya, sehingga saya bisa merangkai sebuah kebohongan di hadapannya, kalau enggak bisa jatuh harga diri saya sebagai seorang suami"


Saat melihat Luby yang hampir mendekati posisinya Gavin langsung berjalan mendahului Aryan, tanpa segan ia langsung mengecup bibir sang istri dan menggandeng tangannya.


"Sayang apa kamu capek? apa perlu aku menggendong kamu naik kembali ke atas sayang?"


"Aduh Gavin, jangan lebay gini dong. Aku jadi takut deh lihat nya"


Luby yang salah tingkah hanya menyembulkan senyuman masam ke arah Gavin yang terlihat serius akan ucapannya.


"Gak usah Gav---- maksud nya mas, biar aja aku jalan,karena kaki aku masih normal"


Gavin yang mendengar penolakan dari bibir Luby langsung mengalihkan perhatian Aryan dengan kemesraan lainnya.


Ia mulai memeluk pinggang Luby dengan mesra, dan tangannya tak henti mencium wangi tangan istri mudanya itu.


Luby yang seakan tahu akting Gavin hanya pasrah dengan perbuatan suaminya itu, walau merasa risih ia tetap menerima semua perlakuan Gavin, yang ia anggap masih sedikit normal, dari pada ia harus di gendong oleh pria itu sepanjang koridor RS.


"Hay dok? terimaksih sudah meluangkan waktunya untuk menjenguk kakak ipar saya"


Luby pun langsung menyapa Aryan yang saat ini tengah mantap dirinya dengan tatapan yang aneh.


"Hy, Saya gak merasa keberatan malah senang bisa bertemu kamu. Maksudnya itu saya ingin besok kamu bisa terapi lagi, jadi saya mau lihat kondisi kakak kamu sekalian kondisi kamu saat ini"


Dokter Aryan merasa salah tingkah akan ucapannya sendiri.


"Saya yang keberatan kalau dokter terlalu akrab dengan istri saya, karena saya takut kalau dokter tidak bisa menahan perasaan lain tentang istri saya. Namun saya yakin kalau 100% istri saya tidak akan pernah memilik perasaan lain ke dr" Gavin menatap mata Luby dengan tatapan tajam dan penuh cinta.


"Oh my God!Apa maksud perkataan pria gila ini?


Bersambung....✍️✍️

__ADS_1


__ADS_2