Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan

Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan
Dilema


__ADS_3

"Akhirnya kamu keluar juga By, setiap pagi hanya dapat memandang kamu dari kejauhan, sesungguhnya saya sangat merindukan kamu By, tapi kenapa kamu terlihat enggan berada di dekat saya. Saya berharap bisa selama nya bersama kamu dan Maya serta anak-anak kita By, pelan-pelan saya akan membuat kamu mengerti dan menerima permintaan saya By"


Dari kejauhan Gavin memandang kepergian mobil Luby menuju kampus, sejak beberapa hari ini hanya hal itu yang dapat ia lakukan. Perasaan cinta yang begitu besar untuk Luby membuat ia terus merindukan sang pujaan hati, namun penolakan Luby waktu itu hingga kini masih membekas di hatinya.


Sejujurnya rasa cinta yang Gavin rasakan terhadap Maya saat ini tidak lah sebanding dengan rasa cinta nya kepada Luby, namun saat ia mengetahui akan kehamilan Maya membuat Gavin seketika sangat bahagia, karena di usia nya yang sudah matang akhirnya dia akan mendapatkan seorang anak dari sang istri siri.


"Tidak aku tidak boleh mengandung bayi ini, bayi ini hanya sebuah kecelakaan,"


Terpintas kembali di kepala Maya saat dua bulan yang lalu ia tertidur di ranjang seorang aktor yang ia temui saat ia tengah melakukan pekerjaan nya sebagai seorang youtuber di sela-sela liburan singkatnya, dan naas nya beberapa hari saat itu ia melupakan pil KB yang senantiasa ada di dalam tas nya.


Maya yang merasa bersalah kepada Gavin hanya dapat meratapi penyesalannya di dalam kamar, di saat sepanjang hari saat bersama Gavin ia pun harus berpura-pura bahagia dengan kehamilannya saat ini.


"Aku gak boleh sampai melahirkan anak ini, aku harus mencari cara untuk menggugurkan kandungan ini" Maya terus bermonolog sendiri sambil mengotak ngatik telepon genggamnya sembari mencari cara untuk menggugurkan kandungan.

__ADS_1


***


"Iya mi, oke pokoknya Gavin akan datang bersama Luby, mami dan papi hanya tinggal menunggu kedatangan kami"


Dan sambungan telpon itu pun terputus, Gavin pun langsung mendudukkan dirinya di kursi kerjanya kembali.


"Apa yang harus saya lakukan, apa Luby mau menerima ajakan saya untuk makan malam di rumah mami" Gavin yang sedikit putus asa akhirnya memberanikan diri untuk segera mengirim kan pesan singkat kepada sang istri yang diam-diam ia rindukan.


***


Namun tak berapa lama notifikasi di hp nya pun berbunyi, dan terlihat sebuah pesan masuk yang ternyata dari Gavin.


"Gavin?--- tumben dia kirim pesan" Luby yang hampir sampai ke mansion nya langsung meminggirkan mobilnya dan membaca pesan singkat dari sang suami.

__ADS_1


Gavin


"Luby ini saya Gavin, bisa kah nanti malam kamu temani saya memenuhi undangan makan malam dari papi dan mami? saya harap kamu bersedia"


"Kenapa tiba-tiba papi dan mami mengudang makam malam?" Luby pun menyenderkan tubuhnya di kursi kemudi.


"Gak mungkin aku ketemu Gavin lagi, aku gak mau sakit hati jika harus melihat dia. Aku harus bisa membuang perasaan ini jauh-jauh, sehingga saat kami benar-benar berpisah maka aku tidak akan merasakan sakit. Namun jika aku kembali dekat dengannya aku takut kalau perasaan ini tidak akan pernah hilang"


Di dalam mobil Luby terus bermonolog sendiri hingga sebuah dering hp membuyarkan pikirannya.


Gavin's calling ..


Melihat nama Gavin di layar hp nya membuat Luby ragu-ragu untuk mengangkat panggilan itu hingga panggilan yang ketiga baru lah ia memberanikan diri untuk mengangkat panggilan tersebut.

__ADS_1


Bersambung....🤗🤗


__ADS_2