
Pagi ini Luby tengah bersiap menuju kampusnya untuk mempersiapkan segala kepentingan wisuda nya, rencananya beberapa hari lagi ia akan resmi menjadi seorang sarjana.
Wanita muda itu sudah sangat bersemangat menyambut hari ini, perlahan akhirnya semua cita-cita yang ia ingin kan tercapai satu persatu, mulai dari melahirkan anak yang sehat dan tampan, serta menyelesaikan kuliahnya, satu langkah lagi maka lengkaplah impiannya yaitu ia ingin mendirikan butik yang menampung hasil rancangannya sendiri.
"Semua tidak ada yang sia-sia kalau kita bekerja keras akhirnya selangkah lagi aku bisa menggapai semuanya" sambil tersenyum Luby mengangkat tangan kanannya ke atas seakan ia dapat melihat sebuah keberhasilan di sana.
Hingga bunyi klakson mobil di belakangnya membuyarkan pikirannya wanita muda itu pun mulai menjalankan mobil nya kembali setelah lampu merah berubah menjadi hijau.
"Welcome masa depan, selamat tinggal masa lalu.. aku berjanji mulai hari ini aku akan melupakan kamu Gav, aku akan menghapus semua memori tentang kamu, ini adalah janjiku demi kebahagian aku dan David anak kita...."
"Bukan kita tapi anak ku" setelah mengatakan hal itu di dalam mobilnya yang telah terparkir Luby pun mulai turun dari dalam mobil menuju ruang administrasi kampus tempat ia menimba ilmu selama ini.
***
"Arghhh-- ****!! tidak mungkin dasar wanita ********* sia**lan!!!
__ADS_1
Gavin terus berteriak keras setelah membaca semua hasil penyelidikan Bims dari beberapa orang suruhannya.
Gavin lebih bertambah frustasi saat melihat semua isi pesan dari hp milik Maya, di sana ia mendapati fakta bahwa saja jamu yang membuat Maya meregang nyawa adalah jamu yang Maya pesan sendiri dari seorang dukun aborsi yang ia kenal melalui Lusy sang pembantu.
Di sana tampak jelas tulisan pesan Maya kepada Kasandra sang sepupu bahwa ia ingin segara menggugurkan bayi Dion yang tengah ia kandung, selain tidak ingin memiliki anak saat itu Maya juga sangat khawatir apabila Gavin mengetahui ayah asli dari bayi yang ia kandung saat itu.
"Breng**sek !!! " Gavin menjatuhkan semua barang yang ada di dalam ruangannya.
ia pun akhirnya terduduk di lantai sembari menutup matanya dengan satu tangannya.
"Saya akan mencari kamu By, saya ingin menebus semua dosa-dosa saya kepada kamu"
"Bims cari informasi tentang keberadaan Luby saat ini segera"
"Baik pak, saya akan lakukan segera"
__ADS_1
Bims akhirnya pergi meninggalkan ruangan milik Gavin, ia tidak akan menyelidiki kediaman Subrata, karena ia tahu Luby tidak ada di sana setelah terakhir kali tuannya meminta ia untuk mengantarkan ke sana, hanya untuk melihat Luby dari kejauhan namun mereka tidak pernah melihat keberadaan Luby atau pun sang mertua di sana.
Rasa rindu yang Gavin rasakan terhadap Luby selama ini telah membuat ia seperti orang gila di tambah kenyataan yang ada membuat rasa bersalah nya semakin besar kepada Luby hingga membuat dirinya semakin frustasi.
Selain memerintahkan anak buahnya untuk bergerak Gavin pun turut terjun langsung mencari keberadaan Luby saat ini.
Walau pun buta akan informasi tentang Luby namun ia berencana untuk mengecek ke kampus tempat Luby kuliah selama ini.
Di sana ia akan bertanya kepada setiap orang dari jurusan Luby dahulu yang tahu akan keberadaan sang istri selama ini, ia juga berencana akan bertanya kepada pihak kampus akan informasi terkahir tentang Luby.
Gavin pun bertekad untuk mengubur rasa malu nya saat ini ia bertekad untuk mendapatkan kabar sang istri secepat mungkin. Informasi akan keberadaan sang istri adalah yang sangat penting baginya di banding kewibawaannya yang selama ini ia jaga dan misi mengejar sang istri pun ia mulai.
"Tunggu saya By, saya akan melakukan apapun untuk mendapatkan maaf dari kamu, dan saya sangat mencintai kamu By"
Kendaran yang ia bawa pun melesat meninggalkan pelataran parkir kantornya.
__ADS_1
Bersambung....🤗🤗