Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan

Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan
Hanya cadangan


__ADS_3

Gavin mulai memarkirkan mobilnya tepat di depan pelataran rumahnya, ia langsung turun dan berdiri tepat di depan pintu mobilnya,


"Mas Gavin, " Tiba-tiba dari dalam rumah Maya yang sudah rapi dengan sebuah dress berwarna maroon turut melangkahkan kakinya tepat di belakang Luby,


"Sayang, waaww kamu cantik banget yang,"


Maya langsung datang menghampiri sang suami dan tak lupa ia memberikan sebuah kecupan di bibir sang suami yang tampak terpukau dengan kecantikannya.


"Makasih sayang"


"Mas jadi tambah sayang deh sama kamu" Gavin dan Maya kembali melanjutkan kemesraan mereka di depan Luby,


"Huft--- mulai lagi, kenapa sih harus ngelakuin itu di depan umum,"


Luby yang merasa risih saat melihat tingkah laku kedua pasangan suami istri itu memilih pergi meninggalkan Gavin dan Mia,


"Heh! kamu mu kemana?" Gavin langsung menghentikan kegiatannya saat melihat Luby memalingkan badannya dan terlihat berjalan


kembali ke dalam rumah mereka.


"Mau minum, aku haus"


"Cepatan, karena aku gak mau kita sampai terlambat"


Luby kembali melanjutkan langkahnya, menuju dapur.


"Udah yang, jangan marah-marah, kasihan kan dia masih sakit gitu, "


"Gak usah mikirin kondisi dia yang, paling dia juga pura-pura, lihat tu dia udah bisa jalan dengan normal"


"Luby beneran sakit kok mas, tadi aja aku lihat dia masih ngurut kepalanya sama pundaknya, bahkan dia tadi dia sempat oyong waktu masuk ke kamar mandi, untung aja aku di sana.


"Benaran?"


"Heem, aku gak bohong"


"Apa benar dia masih sakit? tapi kalau gue lihat dia terlihat udah lebih baik, lagian siang ini gue udah terlanjur undang beberapa pengusaha untuk grand opening CtZ mall, kalau gue gak bawa Luby bagaimana gue bisa tarik investor baru. Mereka akan lebih percaya dengan kinerja gue kalau mengetahui gue menantu dari Subrata corp"


Gavin memang sengaja memanfaat kan kedudukan Luby sebagai putri pengusaha besar untuk lebih melebarkan sayap nya di dunia bisnis.

__ADS_1


"Gimana kalau kamu ajak aku aja yang, buat gantiin Luby, kan aku yang istri kamu biar Luby di rumah aja istirahat. Lagian Luby kan cuma istri pura-pura"


"Aduh, gimana gue mau ajak Maya--- kalau sampai mertua sama bonyok gue tahu, bisa ambyar semuanya. Bisa di pastikan mereka akan marah besar. Bisa runyam urusannya kalau papa Brian dan mama Luna sampai tahu gue punya istri dua"


"Hmmm---- Sayang bukannya mas gak mau bawa kamu, tapi kamu tahu kan kalau orang tua Luby juga datang di acara nanti siang, papi sama mami aku juga datang, kamu bisa bayangin kan apa yang akan terjadi kalau mereka tahu aku punya istri dua, bisa-bisa perusahaan aku bisa bangkrut saat ini juga, kamu mau aku kaya gitu?"


"Ya enggak lah mas, aku gak mau lihat kamu bangkrut, nanti aku sedih, terus gak bisa keliling dunia lagi,"


Gavin langsung membawa Maya masuk kedalam pelukannya.


"Sabar ya sayang, kalau waktunya sudah tiba aku pasti akan memperkenalkan kepada dunia bahwa kamu istri aku yang paling aku cintai, terus kita bisa pergi keliling dunia berdua tanpa ada yang harus kita tutupi lagi,"


"Iya mas, tapi kapan mas? aku capek jadi istri yang gak ada identitas kaya gini"


"Sabar sayang, kalau papa Luby sudah menyerahkan sebagain saham nya atas nama aku, maka aku akan segera menceraikan dia, dan saat itu juga papi dan mami aku akan menyetujui pernikahan kita secara hukum"


"Benar kah mas?" Terlihat senyum kebahagiaan dari wajah Maya saat mendengar semua ucapan Gavin, karena memang hal itu satu-satunya yang sangat ia harapkan saat ini, selain itu ia ingin menunjukan kepada keluarganya bahwa ia bisa menjadi istri dari orang kaya.


"Iya sayang, mas udah bilang sama kamu beberapa kali, kan? dan hal itu pasti akan mas wujudkan sayang"


"Makasih mas,"Maya dan Gavin kembali melanjutkan aktifitas mereka.


"Udah gak usah balik lagi, cepat naik"


Luby kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil milik Zaky,


"Luby nanti kamu harus totalitas ya buat ngangkat nama suami aku di kanca dunia. Kamu kan putri keluarga Subrata, pasti bisa dong buat mas Gavin lebih dikenal sama pengusaha besar lainnya"


Luby hanya menyunggingkan sedikit senyuman kepada Maya, iya tidak menyangka kedua orang di depannya ini ternyata hanya dua orang yang gila harta, yang terlihat mandiri namun munafik dan cerdik.


Sepeninggalan Gavin dan Luby, akhirnya Maya memutuskan untuk pergi shopping dan melanjutkan membuat content blog nya yang terbaru, karena sudah hampir 1 bulan ini ia tidak pernah lagi tampil di sosmed. Ia mulai menghubungi sang asisten untuk kembali membantu dirinya dalam membaut content terbaru.


***


Sepanjang perjalanan tak hentinya Gavin memberikan penjelasan dan aturan kegiatan yang harus Luby lakukan pada saat acara pembukaan berlangsung nantinya, di sini Gavin juga menekan Luby agar tidak terlalu ramah dengan setiap orang yang nantinya akan mereka temui selama pesta berlangsung.


"Ingat Luby kalau kamu tidak mengindahkan semua yang saya ucapkan saat ini! maka saya tidak akan segan-segan lagi untuk memberikan tanyangan gratis untuk semua orang yang mengenal pemilik Subrata Corp"


"Gak usah ngancam! karena aku melakukan ini semua untuk membantu diri aku sendiri, biar bisa cepat lepas dari pria ba**jingan seperti kamu"

__ADS_1


"Hahah---- "


Sesaat kemudian terdengar sebuah deringan suara hp dari pouch bag yang Luby bawa.


terlihat nama Dr, Aryan di dalam hp milik Luby ...


Dr, Aryan's calling..


"Hallo, dokter?"


"Halo Luby, giman kabar kamu?"


"Baik dok,"


"Maaf saya mengganggu waktu kamu, namun saya khawatir dengan keadaan kamu, karena sejak kemarin saya sama sekali tidak bisa menghubungi nomor kamu Luby,"


"Saya baik-baik saja dok, maaf karena kemarin saya pulang gak permisi sama dokter, maaf ya dok saya terpakas waktu itu karena ada urusan penting yang harus saya selesaikan"Syukur lah kalau kamu baik-baik saja saya senang mendengar nya---"


Dari kursi di samping Luby, samar-samar Gavin dapat mendengar semua percakapan yang terjadi di antara Luby dan Aryan


"Ehem---" Gavin yang mulai panas mendengarkan percakapan Luby dan Aryan sengaja mengeluarkan suaranya dengan keras,


"Hmmm---- saya hanya mau tahu keadaan kamu saat ini saja, jika kamu baik-baik saja syukur lah, kalau gitu saya tutup teleponnya"


"Baik dok, sekali lagi terimakasih dokter"


"Iya sama-sama Luby, ingat untuk jadwal terapi berikutnya"


"Iya dok, saya pasti akan datang"


Dan sambungan telpon pun terputus, terlihat Gavin tidak senang saat mendengar kalimat terkahir yang keluar dari mulut Luby seketika ia meremas tangannya dengan kuat.


"Ingat Luby, status kamu saat ini masih istri dari Gavindra, jadi aku harap kamu bisa jaga sikap kamu ditempat umum, jangan pernah kamu merusak image aku dengan terlihat berdua dengan seorang pria mana pun, karena kalau sampai itu terjadi maka kamu tahu kan apa yang bisa aku lakukan"


"Tenang aja tuan Gavin yang terhormat, aku gak akan memiliki kekasih diluar sana, karena aku bukan seorang baji**Ngan,"


"Good"


Dan akhirnya sampailah mereka di sebuah maal yang cukup besar milik Gavin yang sebentar lagi akan segera di resmikan.

__ADS_1


Bersambung....🕵️🕵️


__ADS_2