
Saat tengah asik dengan kegiatan panasnya tiba-tiba Luby yang merasa terganggu dalam tidurnya akhirnya mulai mengerjab-ngerjabkan matanya, sesaat kemudian ia dapat merasakan sesuatu yang aneh dengan tubuhnya.
Perasaan geli dan gelenjer aneh seketika menyerang dirinya, yang membuat Luby akhirnya mulai membuka matanya lebih lebar dan di sana ia dapat melihat Gavin sang suami tengah menyesap benda kenyal miliknya secara bergantian.
"AAA, Gavin? ehmmm" Luby sungguh merasa kaget saat melihat tindakan yang Gavin lakukan terhadap dirinya namun Luby yang sudah sangat terangsang akan ulah sang suami tidak dapat berbuat apa-apa selain pasrah.
Sedangkan Gavin yang cukup kaget melihat Luby yang telah terbangun langsung melancarkan serangan selanjutnya, sebagai seorang pemain handal Gavin tahu bagaimana menjatuhkan lawannya, ia pun mulai bermain-main di bagian inti sang istri, tangan nya dengan lihai mulai menari di sana sambil bibir nya terus menyesap kedua benda kenyal milik Luby.
"Arghhh" Dan benar saja dengan kelihaiannya Gavin mampu meruntuhkan benteng pertahanan Luby yang selama ini tampak kokoh, beberapa kali Luby terus mengeluarkan suara lenguhan dari bibirnya.
"Nikmati sayang, malam ini aku akan membuat kamu bahagia"
Gavin yang telah siap dengan rudalnya mulai memasang ancang-ancang untuk menyerang inti milik Luby untuk yang kedua kalinya.
Tentu saja hal ini terasa berbeda dari serangan yang pertama, karena saat pertama kali menerobos Luby untuk yang pertama kalinya sang istri dalam keadaan tidak sadar, sedangkan malam ini ia dapat merasakan Luby begitu menikmati kegiatan mereka malam ini.
"Gav, aku udah gak tahan Gav!!"
Rancauan demi rancauan dari bibir Luby semakin membuat Gavin lebih bersemangat dan tanpa basi basi langsung menancapkan batang tunggalnya.
Beberapa kali ia mencoba untuk meloloskan pusaka miliknta namun bukan hal mudah bagi dirinya, tampak Luby pun masih merasakan sakit yang luar biasa pada bagian inti miliknya.
Dengan kembali melakukan foreplay kepada tubuh Luby hingga akhirnya Gavin pun dapat melesat masuk kedalam titik sempit milik Luby.
__ADS_1
"Arghhh" Secara perlahan Gavin mulai menggerakkan rudalnya pelan hingga ia merasa tubuh Luby mulai nyaman dengan kegiatannya ia pun mulai memacu rudalnya untuk lebih cepat.
Dalam waktu sepuluh menit akhirnya Gavin pun mulai mendapatakan pelepasan pertamanya, namun ia kembali menunggangi sang istri hingga beberapa kali pelepasan. Dan kegiatan itu terus berlangsung hingga menjelang subuh.
"Terimaksih By, karena kamu sudah mau terima saya" Beberapa kali Gavin mengecup dahi Luby sambil membawa Luby lebih rapat ke dalam pelukannya, sungguh malam ini pria dewasa itu merasakan kebahagian yang luar biasa.
Namun berbanding terbalik dengan perasaan yang Luby rasakan saat ini, gadis cantik itu merasa senang namun juga merasa sedih.
Dan hal itu tampak jelas tergambar dari mimik wajahnya yang sendu,
"Apa kamu marah? kamu terpaksa melakukannya?" Gavin membuka suara kembali saat melihat wajah sang istri yang terlihat sedih dan murung.
"Hmm--Maaf kan aku Gav, aku---"
"Maaf untuk apa By? hey, jangan menangis sayang"
Dengan lembut Gavin pun menghapus air mata yang jatuh di pipi Luby, ia pun membawa Luby masuk kedalam peluknya, dengan tangan kanannya dengan lembut mengusap punggung milik sang istri.
"Maaf kan aku, karena aku tidak bisa memberikan mahkota aku ke kamu, aku udah jadi bekas---"
Sambil terisak Luby pun menumpahkan kesedihannya di hadapan Gavin saat itu.
"Oh tuhan, andai kamu tahu By, sebenarnya saya yang sudah mengambil mahkota kamu"
__ADS_1
Bathin Gavin berbisik, namun bibir nya tak mampu berkata langsung kepada Luby, karena ia takut Luby marah dan membenci dirinya, karena saat kejadian itu terjadi Gavin masih sering menyudutkan Luby sebagai seorang wanita yang telah kotor.
"Tidak By, untuk saya kamu itu sempurna, saya tidak perduli dengan masa lalu kamu, yang penting untuk saat ini dan kedepannya kita akan terus bahagia. Kamu dan saya, kita sebagai suami istri yang sesungguhnya"
Gavin kembali mengecup kedua mata milik Luby secara bergantian.
"Tidak Gav, mungkin hanya hari ini kita melakukan kesalahan, dan hari ini pula akan menjadi yang pertama dan terakhir kita melakukannya, karena aku sadar aku bukan siapa-siapa diantara kamu dan Maya. Aku hanya orang asing yang tiba-tiba masuk diantara kalian, dan hingga saat itu tiba maka aku akan kembali ke kehidupan aku, dan kamu akan tetap bersama Maya"
Luby yang telah menutup pintu hatinya untuk pria manapun kembali membangun benteng pertahannya, karena sejak awal di dalam kamusnya ia tidak pernah ingin dipoligami, namun pernikahan tiba-tiba yang terjadi diantara dirinya dan Gavin membuat ia tidak bisa lari dari kenyataan, namun secara perlahan sembari menunggu waktu Luby sudah mantap untuk segera berpisah dari Gavin, sesuai perjanjian Gavin dan kedua orang tuanya.
"Kenapa kamu kembali seperti itu? bukankah beberapa hari ini kita melewati hari-hari yang bahagia?"
"Tidak Gav, ini salah, saat ini aku sadar bahwa yang kita lakukan beberapa hari ini salah, aku sudah salah sejak awal, andai aku tahu kamu sudah memiliki Maya maka tidak akan mungkin aku mau menerima pernikahan ini"
"Tapi kenapa By? bukan kah poligami itu tidak dilarang? tidak ada yang salahkan kalau saya menikahi kamu dan Maya?"
Gavin yang mulai tersulut emosi dengan perkataan Luby mulai meninggi kan suaranya.
"Maaf kan aku Gav!" Luby yang melihat amarah Gavin yang mulai meluap memilih untuk pergi meninggalkan kamar milik nya, sambil kembali mengutip pakaiannya yang sudah berceceran di lantai Luby pun memilih keluar dari kamar dan meninggalkan Gavin sendiri.
"ARGHHH-- SH**it kenapa kamu keras kepala Luby !!!" sambil melemparkan bantal-bantal secara asal Gavin pun membaringkan tubuhnya di kasur Luby sembari mengistirahatkan tubuh dan otaknya yang mulai kalut.
Bersambung....🥺🥺
__ADS_1