
Semalaman Gavin terus meminta maaf kepada Luby, pria dingin itu pun berubah menjadi seorang pria bucin, dengan mengesampingkan wibawanya selama ini di hadapan Luby.
Dan tanpa di sadari Luby yang diam-diam telah jatuh cinta kepada Gavin akhirnya luluh dengan bujuk rayu sang pria matang tersebut.
Dan pagi itu pun Gavin kembali mengantarkan sang istri kembali ke rumah mereka, dan dengan tergesa-gesa ia pun kembali memutar mobil nya menuju tempat sarapan bersama Maya di sampingnya.
"Akhhhhh!! kenapa aku sulit sekali untuk lepas dari Gavin!! kenapa aku selalu kalah dari nya"
Sambil berteriak di depan cermin kamar mandinya Luby mengingat kembali bagaimana Gavin tak henti membujuk dirinya untuk tetap bertahan.
"Kenapa kamu begitu rapuh di hadapannya Luby. Apakah aku bisa menjalankan pernikahan yang tidak biasa ini??"
Saat mengingat kepergian Gavin bersama Maya tadi ada rasa sakit yang tiba-tiba menjalar di dadanya.
"Heh, tadi saja aku tidak rela melihat kalian bersama"
Sambil tersenyum masam gadis cantik itu melihat dirinya di dalam cermin, di sana ia melihat sosok yang menyedihkan di mana dalam usia mudanya ia sudah mengalami begitu banyak permasalahan
kehidupan.
Setelah puas mengeluarkan unek-uneknya di depan cermin, Luby pun bersiap untuk segera berangkat ke kampus.
Tepat pukul 09:00 pagi ia pun tengah memanaskan kendaraannya sebelum berangkat, namun tiba-tiba ada seorang tamu yang datang kekediaman mereka, seorang wanita paruh baya yang tampak kebingungan seperti sedang mencari alamat.
__ADS_1
Karena merasa kasihan Luby pun menemui sang wanita paruh baya itu, ternyata sang ibu membawa sebuah paket untuk Maya.
Sebelumnya hampir kurang lebih 20 menit sang ibu menunggu di depan gerbang rumah mewah itu namun ia tidak melihat seorang pun di sana, hingga saat ia melihat Luby yang tengah berada di dalam mobilnya barulah sang wanita paruh baya itu berdiri dan melambaikan tangan nya ke arah Luby.
Dengan sifat tolong menolong yang Luby miliki ia pun bersedia menerima paket tersebut untuk di antar kan kepada Maya yang saat ini sedang tidak berada di rumah.
Saat bungkusan hitam itu sudah berada di tangannya, Luby pun menitipkan bungkusan itu kepada Lusy untuk di berikan kepada Maya saat ia telah sampai ke rumah.
***
Terkadang takdir seseorang tidak akan sesuai dengan yang di harapa kan, sebuah kebenaran belum tentu benar di mata orang yang tidak berfikir panjang.
"Bawa wanita itu ke sini!!!"
Nafas pria buas itu tampak naik turun saat mendengar suara yang di hasilkan oleh setiap alat yang menempel di hampir sekujur tubuh sang istri siri.
"Kamu harus bertahan sayang, maafkan saya karena tidak bisa mempertahankan anak kita"
Gavin masih terus berdiri depan kaca ruang ICU sambil terus menatap wajah Maya yang terlihat sudah sangat pucat.
Tak berapa lama beberapa orang kepercayaan Gavin datang ke tempat yang telah Gavin tentukan sebelumnya sambil membawa Lusy bersama mereka.
"Phak!!!"
__ADS_1
Sebuah tamparan langsung mendarat wajah sang art yang selama ini telah bekerja bersama Gavin,
"Aaawww!!! Tuan?? kena-pa--"
Dan tamparan itu kembali mendarat di wajah mulus milik sang art, bahkan Gavin pun mulai menarik rambut Lusy secara kasar.
"Lusy!! bilang sekarang juga apa tujuan kamu sebenarnya??"
"Tuj-uan a-pa tuan??" Lusy yang sama sekali tidak mengetahui kesalahannya terus menangis sambil menahan rasa sakit dari kepalanya yang masih di tarik Gavin.
Dan tak berapa lama seorang satpam rumah Gavin memberikan sebuah rekaman sisi tv, yang memperlihatkan Luby yang tengah membawa masuk kedalam rumah sebuah bungkusan hitam yang tadi berada di kamar Maya.
"Luby!!! kenapa kamu tega berbuat hingga seperti ini LUBY!!!"
Dengan darah yang mengalir deras di tubuhnya Gavin yang tengah kalap langsung menyuruh beberapa orang kepercayaannya membawa Luby kepada dirinya.
"Jika kamu tidak menyukai Maya seharusnya kamu tidak melakukan hal hina seperti ini!! memang benar seharusnya saya menerima permintaan kamu semalam!!!"
Dengan kedua tangan yang mengepal Gavin begitu merasakan sakit yang luar biasa saat harus kehilangan calon penerus yang sudah sangat ia tunggu-tunggu.
Dan tanpa ia sadari setitik air mata pun mulai jatuh di pipi tegasnya.
Bersambung.....😥😥
__ADS_1