Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan

Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan
Cinta??


__ADS_3

"Ya elah maksa banget Lo jadi orang"


"He, udah Lo jalan aja, entar gue kirimin bayaran Lo Doble deh"


"Okeh, janji Lo ya! kalau enggak gue bakal kaduin perbuatan Lo tadi ke Maya"


Gavin langsung memukul pundak Javier lumayan kuat,


"Santai dong bro, heheh, takut Lo kalau Maya tahu Lo ada hati ke istri muda lo?"


"Sok pintar lo! gue gak ada hati ke dia, gue cuma iseng aja, tadi penasaran dikit, tapi gue sama sekali gak tertarik sama tu cewek,"


"Serius lho? gue pegang kata-kata Lo ya"


"Ya iya lah, mana mau gue sama cewe bekas orang banyak kaya dia"


"Lah gaya Lo, emang mantan-mantan Lo dulu masih ORI apa? kan kagak"


"Siapa yang mantan gue njir? Mereka cuma tempat pelampiasan doang, lagian gue gak ada tertarik sama mereka, "


"Emang Maya ORI?"


"Hmm--- bukan urusan Lo, kalau pun dia gak ORI, tapi dia ngelakuinnya karena mabuk, jadi gue gak masalah"


"Dasar, plin-plan Lo. Luby juga karena kepaksa, dan bukan karena mabuk!"


"Gak mempan kalau Lo mau bandingin Luby sama Maya, karena Maya itu tetap jauh beda sama Luby"


"Ya elah bucin banget Lo ke Maya, btw Lo pernah ngerasain yang ORI gak?"


"Hemm" Gavin langsung menggelengkan kepalanya,


"Gue harap jangan deh, karena kalau lu udah ngerasain yang ORI, BEUGH----Lo bakal sulit untuk lupain nya, apalagi ngelepasin nya,"


"Hahaha--- sok tahu lu," Gavin kembali menekan kepala bagian belakang Javier cukup kuat.


"Anjir, kepala gue. Tapi gue pernah bro, bahkan sampai saat ini gue gak bisa lupain dia. Dia yang buat gue jadi Casanova kaya gini"


"Mantan Lo SMA?"


Javier hanya dapat terdiam, sang mantan yang dulunya sangat ia cintai di temukan meninggal keran over dosis saat tengah berbuat mesum di sebuah club' malam,

__ADS_1


"Mantan aja masih lo kenang"


"Udah deh males gue bahas masa lalu"


Javier kembali fokus mengendarai mobilnya, namun wajah Luby kembali masuk ke dalam fikirannya, jujur ia sudah jatuh cinta sejak pertama kali melihat istri muda dari sepupunya itu.


"Tapi Lo memang gak ada hati ke Luby kan?"


"Ya enggak lah, gila kali gue suka sama tu cewek"


Bagus deh, kalau memang Lo benar gak ada hati ke Luby, gue siap kok buat nampung dia jadi bini gue. Tapi sumpah, dia tu cantik banget bro"


seketika Javier kembali mengingat bagaimana untuk pertama kalinya ia bertemu dengan Luby di pernikahan Gavin dan Luby,


Gavin yang mulai tersulut emosi hanya dapat merapat kan giginya saat ia melihat sang sepupu yang juga sahabat nya Javier tampak sangat tertarik dengan Luby, sang istri muda yang terpaksa ia nikahi.


"Gue yakin Casanova kaya Lo bisa nya cuma kawin, tapi gak bisa nikah"


Seketika Javier langsung menghentikan laju mobilnya.


"Chiiitttt"


Javier menatap mata Gavin dalam, ia pun berusaha untuk meyakinkan Gavin akan keseriusannya,


"BUGH" Gavin langsung menjitak kepala Javier yang terlihat tengah membayangi Luby.


"Apa Lo bilang mantan? ingat bro gue gak bakal lepasin Luby buat orang kaya Lo"


"Ha---Ha, cemburu kan Lo?"


"Hehehe, cemburu kan Lo? Gavin mengulangi kembali perkataan Javier sembari mengejek nya, dan tiba-tiba Gavin langsung menarik kerah kemeja Javier dengan kuat.


"Dari dulu sampai detik ini di hati gue cuma ada nama Maya seorang Cam kan itu!" Gavin langsung melepaskan kembali tangannya.


"Sakit anjir" Javier kembali memperbaiki penampilannya yang tampak sedikit berantakan, "Ya udah terserah Lo deh, yang penting kalau palu pengadilan udah ngasih keputusan Luby sama Lo sah bercerai, baru deh gue sang ex Casanova akan keluarin semua jurus andalan gue buat nakhluk in si cantik dari keluarga Subrata"


"Kenapa semua orang menyukai gadis itu. Memang apa kelebihannya? kalau di bandingkan Maya, Maya jauh segalanya dari Luby"


Gavin yang mulai menyukai Luby berusaha untuk menolak perasaannya terhadap sang


istri muda. Walau saat ini mulai merasakan getaran yang berbeda di hatinya namun ia mengira itu hanyalah sebuah nafsu belaka.

__ADS_1


Tak berapa lama sampailah mereka ke sebuah perusahaan berlantai 5 milik Gavin yang ia bangun sendiri dengan jerih payahnya,


"Udah turun sana, gue langsung pulang"


Gavin pun mulai turun dari kendaraan milik Javier, "Gue udah tf uang Lo, ingat jangan bicara yang enggak-enggak ke Maya. Kalau Maya sampai tahu! awas Lo"


"Iya, tapi kapan-kapan gue boleh mampirkan ke rumah Lo"


"Gak usah! buat apa sih Lo mampir, rumah gue udah penuh, gak bisa buat nampung Lo"


"Njir--- emang gue gelandangan apa,"


Gavin langsung berjalan masuk ke dalam perusahaannya dan meninggalkan Javier, dengan kharisma yang ia miliki membuat semua pegawai sangat segan kepadanya.


Terlahir dari kedua orang tua yang berlatar belakang pengusaha membuat Gavin sedari kecil paham akan apa itu nama nya usaha, apalagi Gavin kecil pernah mengalami sesuatu yang buruk saat sang papi harus bangkrut dalam usahanya, ia dapat melihat perjuangan sang mami yang tak pernah lelah untuk membangun kembali perusaahan mereka hingga bisa seperti saat ini,


Karena hal itu membuat ia tak pernah ingin memberatkan orang tuanya secara finansial,


namun ia dapat membangun perusahaanya dari bawah karena latar belakang nama besar kedua orang tuanya.


***


Tepat jam 12:00


Gavin sudah beberapa kali mengirim pesan kepada Luby untuk segera bersiap sesuai ucapannya tadi pagi, Gavin yang terkenal loyal dalam bekerja sama sekali tidak perduli dengan keadaan Luby saat ini.


Karena yang ada di dalam pikirannya saat ini, perusahaanya bisa berkembang lebih pesat dari sebelumnya, apalagi ada embel-embel Subrata di belakangnya,


"Ingat Luby, aku sudah hampir sampai rumah! jadi jangan buat aku menunggu!"


Luby hanya membaca pesan dari Gavin tanpa membalasnya, ia yang masih merasakan sedikit tidak enak badan terpaksa harus bersiap, ia khawatir Gavin yang gila akan kembali mengancam dirinya.


Sebagai seorang istri, tepatnya sebagi seorang istri cadangan membuat Luby kini harus siaga kapanpun Gavin membutuhkannya untuk mengahdiri beberapa pertemuan penting demi bisnis yang dapat menguntungkan perusahaanya.


Rencana nya hari ini Gavin akan melakukan pembukaan salah satu anak cabang perusahaannya yang bekerja sama dengan salah satu usahawan dari luar kota, dan di sini ia ingin memperkenalkan Luby sang putri Brian Subrata sebagai istri nya, karena Gavin telah mengundang beberapa pengusaha sukses yang rencananya akan ia ajak bergabung untuk lebih melebarkan sayapnya.


Saat Gavin telah sampai di kediamannya tampak Luby sudah menunggu nya di depan rumah,



Dengan sebuah dress putih di atas lutut dan sebuah pouch bag berwarna merah membuat tampilan sederhana nya terlihat cantik dan eksklusif.

__ADS_1


"Cantik--- "


Bersambung....✍️✍️


__ADS_2