
"Grep" Seketika tubuh Luby meremang saat merasakan ada seseorang yang tengah memeluknya tubuh nya dari belakang.
"Saya merindukan kamu By"
Gavin kembali mengeratkan pelukannya di tubuh Luby sembari menghirup aroma tubuh Luby yang sudah sangat ia rindukan.
"Gavin" dengan sebelah tangannya Luby menutup mulutnya yang terbuka akibat rasa kaget yang luar biasa.
"Maafkan saya By, tolong kembali lah bersama saya"
Seketika Luby menggelengkan kepalanya saat setelah mendengar semua perkataan Gavin yang tidak masuk akal.
"Lepaskan aku Gav! tolong jangan permainkan aku lagi"
"Tidak By, saya tidak pernah mempermainkan kamu, maaf kan atas keteledoran saya di masa lalu, namun untuk saat ini saya benar-benar menyesal, saya mohon maafkan saya yang pernah tidak mempercayai kamu"
__ADS_1
"Hah" Dengan nada mengejek Luby melepaskan pelukan tangan Gavin pada tubuhnya. Namun Gavin kembali mengeratkan pelukannya,
"Tolong kamu pulang bersama saya By, saya gila selama ini hidup tanpa kamu, saya sudah mengalami banyak hukuman yang menyakitkan selama ini karena kamu By"
"Jangan banyak membual Gav, tolong biarkan saya hidup bahagia, jangan lagi kamu datang kedalam kehidupan saya selamnya Gav, dan tolong lepaskan pelukan ini karena kita bukan pasangan lagi"
"Tidak By, kamu masih sah istri saya jadi tidak ada yang salah kalau saya memeluk kamu, kamu bisa saja menghukum saya dengan cara lain, kami bisa pukul saya, cambuk, atau bahkan tusuk saya dengan pisau tapi jangan minta saya untuk menjauh dari kamu By, saya bisa hancur tanpa kamu"
"Maaf Gavindra semua sudah berakhir saat ini saya tidak berniat untuk kembali bersama kamu, jadi tolong lepaskan saya, da saya susah bernafas kalau kamu memperlakukan saya seperti ini"
"By, tolong berhenti" Perlahan Gavin masih berusaha mengikuti langkah Luby, namun saat hampir di pintu keluar ia pun mulai berhenti, karena ia tidak ingin membuat orang-orang sewaan Tuan Brian sang mertua sadar akan kehadiran dirinya di sana.
"Kenapa Gavin datang lagi! apa maksudnya ingin kembali! " Dengan cepat Luby langsung masuk kedalam mobilnya dan melaju di jalanan kota.
"Huft-- Saya akan sabar untuk mendaptkan kamu kembali By, yang penting kamu sudah tahu bahwa saya masih mencintai kamu saat ini itu sudah cukup untuk saya By"
__ADS_1
Gavin kembali memakai topi dan kaca mata hitamnya, ia pun mulai keluar dari dalam butik milik Luby dengan sebuah celana denim dan kaos oblong yang ia pakai membuat orang yang melihat akan sulit mengenali nya, karena pakaian ini tidak pernah ia pakai sebelumnya.
Saat ini Luby memilih untuk segera kembali ke rumahnya, ia mulai khawatir jika Gavin akan mengetahui keberadaan sang putra, dan ia sangat takut jika suatu waktu Gavin tahu bahwa Darren adalah darah dagingnya maka suaminya itu akan mengambil putra satu-satu nya yang sangat ia sayangi.
"Darren--darren kamu di mana sayang"
Teriakan Luby seketika membuat sang art merasa terkejut karena baru saja ia melihat Luby pergi ke butik dan pagi ini pula sang majikan sudah kembali ke rumah sambil berteriak memanggil nama sang putra.
"Maaf non, bukannya den Darren sudah berangkat sekolah?"
"Owh iya Bi, saya lupa, " Luby pun kembali berbalik badan dan berniat untuk segera pergi ke sekolah Darren.
Keterkejutannya pagi ini saat melihat Gavin membuat ia melupakan banyak hal.
Bersambung...✍️✍️
__ADS_1