Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan

Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan
Suara aneh


__ADS_3

"Bruk"


Dan Luby pun terjatuh kelantai saat reflek berbalik ke belakang, karena tanpa sengaja kakinya terbelit dengan kain handuk Gavin yang telah terlepas.


"Luby kamu enggak papa?"


"AWww, pantat aku rasanya hampir mau tanggal" Sambil mengusap pantatnya yang sakit, Luby langsung di bantu oleh Gavin untuk kembali berdiri, dan reflek menggendong tubuh Luby di tangannya, ala bridal style


"Gavin lepas!, pakai dulu handuknya!!!"


"Sstss, kenapa kamu harus kaget ngelihat under wear saya? toh sebelumnya kita sudah ---"


"Jangan ngada-ngada, cepat lepaskan aku"


Dengan jantung yang sudah tidak beraturan Luby masih setia menutup matanya. Namun ia merasa kan kehangatan di dalam dekapan Gavin, dengan sangat jelas ia dapat menghirup aroma wangi dari tubuh Gavin.


"Kenapa bibir dan hati aku berkata lain, rasanya aku begitu nyaman saat berada di dalam pelukan pria pemarah ini, dan tubuh nya sangat wangi"


Sedangkan Gavin sengaja memperlambat langkahnya menuju ranjang milik nya, ia berjalan tertatih-tatih seperti orang yang benar-benar sakit, padahal saat ini ia merasakan perasaan asing yang seketika membuat ia merasa nyaman.


Jantungnya pun sudah berdetak tidak beraturan bahkan dapat terdengar jelas oleh Luby yang tengah ia gendong.


"Perasaan apa ini? bukannya saya hanya tertarik dengan tubuhnya saja? Tidak ini pasti hanya karena tubuh saya yang bereaksi dengan tubuhnya yang menimbulkan getaran-getaran aneh di jantung dan hati saya. Yang saya cintai hanya Maya, dan saya tidak akan mengkhianati nya"


Gavin terus menyangkal perasaan nya, sama seperti dahulu saat ia pernah tidur dengan 2 orang wanita saat menyelesaikan kuliah nya di luar negri, ia pun berfikir bahwa saat ini ia hanya menyukai tubuh Luby namun tidak menyukainya.


Saat sampai di ranjangnya dengan perlahan Gavin meletakan tubuh Luby di atasnya, dan ia pun langsung berbalik tanpa berbicara apapun, pria labil itu langsung berjalan kembali dan masuk ke kamar mandi.


"Huft---, apa-apaan pria itu, berani sekali dia menggendong aku, padahal aku bisa berjalan sendiri! sebaiknya aku harus cepat menyiapkan baju ganti untuknya dan segera keluar dari kamar ini, sebelum dia selesai mandi"


Dengan segera Luby pun beranjak dari kasur menuju ruang wardrobe milik Gavin.


Saat sampai di ruang wardrobe, Luby pun melihat jejeran baju milik Maya ada di sepanjang kiri ruangan yang berukuran 4x4 itu, dan jejeran baju Gavin di sebelah kanannya.


"Seharusnya kamu yang menyiapkan baju untuk Gavin Maya! bukan aku"


Dan tidak tak ingin mengulur waktu Luby pun segera mengambil sebuah piyama pria dari dalam ruang wardrobe tersebut, dan ia pun kembali keranjang Gavin dan menyusun sepasang piyama itu di atasnya.

__ADS_1


Dan Luby pun segera beranjak keluar dari kamar Gavin, tapi belum sempat ia keluar dari sana, Luby kembali di kejutkan suara benturan dari dalam kamar mandi Gavin,


"Braaaaaakkkkkk"


Dan seketika suara keras itu membuat Luby reflek berlari ke arah kamar mandi Gavin, di dalam fikirannya saat ini pasti Gavin terjatuh akibat pusing pada bagian kepalanya yang terluka.


Saat Luby berhasil membuka pintu yang tidak terkunci itu ia pun langsung masuk ke dalam kamar mandi, di sana ia melihat semua peralatan mandi milik Gavin sudah berserakan di lantai.


"Gavin? Gavin kamu di mana?" Luby sama sekali tidak melihat keberadaan Gavin di sana, hingga tanpa ia sadari tiba-tiba ada sepasang tangan yang mendekap nya dari belakang.


"AAA"


"Duagh" Luby yang merasa kaget langsung menyikut bagian perut Gavin cukup kuat,


"Aww--aww"


"Aghhh, sakitnya--- kepala sudah sakit, sekarang perut saya juga sakit!!"


"Ma-af Gavin, saya tidak sengaja, abis kamu nya bikin saya kaget. Ngapain kamu meluk saya dari belakang"


"Saya bukan meluk kamu Luby, tapi itu accident ok, accident karena tadi saat tengah mandi kepala saya tiba-tiba merasa pusing kembali, makanya saya tidak sengaja terjatuh, dan ketika saya ingin keluar kamar mandi tiba-tiba kamu masuk ke kamar mandi, dan saat kamu masuk kepala saya terjedut dengan pintu, terus saya oyong dan tak sengaja jatuh di punggung kamu"


Terlihat Luby begitu menyesal atas kejadian yang menimpa Gavin, yang di sebabkan oleh ulahnya.


Dengan tergopoh-gopoh Luby kembali membantu Gavin berjalan, sambil tangan kirinya memegang ikatan handuk Gavin, karena ia tidak ingin melihat sesuatu yang tersimpan di balik handuk Gavin.


"Hehehe, walau harus merasakan tonjokan tangannya namun paling tidak saya bisa kembali mengerjai dia. Dasar gadis lugu, pantas saja kamu bisa di kerjakan sama teman kamu, padahal kamu itu anak seorang Brian Subrata, harusnya kamu itu kuat Luby"


Dengan seksama Gavin mulai melihat ke arah Luby yang terlihat lelah saat membopong tubuhnya, tampak keringat mulai membasahi dahi wanita yang masih berusia 19 tahun itu.


"Saya janji akan terus menjaga kamu di sisi saya, saya tidak akan membiarkan siapapun kembali menyakiti kamu"


Tanpa sadar dari mulut Gavin keluar sebuah kalimat yang tulus dari dalam lubuk hatinya yang terdalam.


Saat ini Gavin belum menyadari bahwa ia sudah jatuh cinta kepada istri kecil nya itu, dan perasaan nya terhadap Maya telah mulai terkikis seiring berjalan nya waktu.


Saat sampai di atas ranjang milik Gavin, Luby pun kembali membaringkan tubuh Gavin di sana,

__ADS_1


"Tol-ong bantu saya memasang baju" Dengan lemah Gavin berucap kepada Luby yang terlihat masih bingung dan ragu.


"Ehem, itu--- anu Gavin saya akan bantu kamu tapi itu?"


"Apa?"


"Itu kenapa handuk kamu jadi seperti itu"


"Ha? kamu benar tidak tahu? ini apa?"


"Sini saya bisikin"


Luby yang polos pun mulai mendekatkan telinga nya di mulut Gavin.


Dan saat itu pula Gavin berbisik di telinga Luby dengan suara yang mulai berat,


"Itu punya kamu Luby"


Dengan cepat Gavin langsung menarik tengkuk Luby lebih dekat ke arahnya, dan ia pun kembali mengecap bibir manis sang istri muda,


Dengan kemampuannya yang luar biasa dalam menyenangi kaum hawa membuat Luby seketika diam seribu bahasa dan hanya mampu menikmati serangan dari Gavin yang dirasa berbeda dari sebelumnya.


"Muaachhh"


Cukup lama Gavin bermain di bibir cerry milik sang istri, setelah itu ia pun mulai mengecap leher jenjang milik Luby, dengan sangat lihat ia mulai meninggalkan beberapa jejak kehitaman di beberapa titik di sana,


Yang membuat Luby seketika hilang kesadaran, dan ia pun merasakan tubuhnya menggila dan tak ingin menghentikan kegiatan Gavin di sana.


Melihat Luby yang tampak pasrah membuat Gavin dengan leluasa membuka pakaian bagian atas milik Luby,


"Owhhh, ini dia makanan pembuka milik saya Luby. Saya akan membuat kamu melayang ke surga sayang"


Gavin yang telah berhasil membuka pengait kaca mata milik Luby, dengan bersemangat langsung melu*** mangga jumbo dengan titik merah milik Luby itu,


Dan hal itu berhasil membuat Luby mengeluarkan suara-suara aneh yang belum pernah secara sadar ia lakukan.


"Ahhh---ahhhh "

__ADS_1


Bersambung....😂😂


__ADS_2