Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan

Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan
Kebenaran yang mulai terungkap


__ADS_3

Sepulangnya dari taman bermain kini Gavin tengah berdiri di dalam kamar apartemennya, sambil memandang pemandangan kota di tengah malam, tampak lampu di gedung-gedung pencakar langit begitu indah menerangi ibu kota di negara J.


"Kamu sedang apa By? kenapa sampai saat ini saya tidak bisa melupakan kamu? ilmu apa yang kamu pakai hingga membuat saya tersiksa seperti ini?"


Tanpa sadar bibir Gavin berucap akan kerinduannya yang mendalam terhadap sang istri saat ini.


"Andai kamu tidak melakukan kejahatan itu, mungkin saat ini kita masih bisa hidup bahagia By!!"


***


Malam ini Luby telah menumpahkan isi perutnya untuk yang kesekian kalinya, dengan tangan yang bergetar dia mencoba berjalan pelan menuju ranjangnya kembali.


"Kenapa aku masih merasakan mabuk seperti ini, padahal aku telah meminum obat yang dokter berikan" sembari menyeka keringat yang membasahi wajahnya Luby mencoba untuk membaringkan tubuhnya kembali.


Tak berapa lama tanpa sadar dari sudut matanya keluar cairan bening yang mengalir begitu saja, perasaan hampa dan sedih mulai kembali menggerogoti hati dan pikirannya tatkala ia merasa merindukan seseorang yang telah tega menuduh dirinya dengan kejam.


"Kamu harus kuat By, mulai hari ini aku harus bisa melupakan laki-laki itu. Aku harus membuktikan bahwa aku bisa tanpa dia, dan biarlah anak ku tidak pernah mengenal ayahnya, karena kelak aku akan menjadi ayah dan ibu untuknya"


Luby kembali memejamkan matanya dan mencoba untuk mengistirahatkan kembali tubuh dan pikirannya yang sudah terasa begitu lelah dua bulan ini.


***


Dua tahun kemudian..


Tampak seorang wanita dan anak kecil laki-laki yang tengah bercanda gurau bersama ibu dan kedua orang tua.


"Awas sayang jangan berlari seperti itu kasihan opa jika harus berlari seperti itu"

__ADS_1


Luby mencoba untuk menghentikan langkah sang putra yang tampak gembira berlarian saat sang opa berusaha menggendong tubuh mungilnya.


"Hap..akhirnya opa bisa menangkap cucu opa"


Bryan yang sudah tampak tua namun masih sehat di usia nya yang sekarang.


Saat ini Luby tengah menghabiskan waktu bermain di taman bersama putra dan kedua orang tuanya.


Flash back on...


Sejak dua tahun silam saat Luby akan melahirkan sang buah hati, tiba-tiba saja kedua orangtuanya hadir di RS, hal itu di karena ternyata secara diam-diam Brian berusaha untuk melacak keadaan sang putri yang sebenarnya.


Ia merasa janggal saat beberapa tahun terakhir putri kesayangannya itu tidak pernah berkunjung ke kediaman mereka, bahkan Brian juga merasa aneh saat mengunjungi perusahaan Gavin sang menantu di sana ia juga tidak bisa bertemu dengan sang pemilik yang tak lain Gavin menantunya sendiri. sehingga Brian menyuruh salah seorang anak buahnya untuk menyelidiki keadaan yang sebenernya.


Sungguh murka nya ia saat itu, karena dengan jelas ia dapat membaca hasil penyelidikan yang dilakukan anak buahnya selama dua bulan lamanya. Dengan amarah yang memuncak ia bersama sang istri memutuskan untuk mencari keberadaan sang putri, dan ia pun berniat ingin menghancurkan perusahaan keluarga Gavin yang ia anggap telah menyia-nyiakan putri nya yang ternyata saat ini tengah hamil besar.


Dengan menahan sakitnya yang masih hilang timbul Luby melepas rasa rindu yang teramat besar kepada kedua orang tuanya, tampak air mata kebahagiaan terpancar di matanya


Dan beberapa saat setalah itu tak lupa ia pun meminta sang ayah untuk tidak mencari tahu lagi tentang Gavin, bahkan Luby memohon kepada Brian untuk menganggap Gavin tidak pernah ada di kehidupan mereka, karena ia ingin tenang dalam membesarkan sang buah hati tanpa ada keikutsertaan Brian nantinya.


Dan dengan berat hati demi kebahagian sang putri tercinta Brian pun menyanggupinya, namun jauh di dalam hati pria tua itu ia masih menyimpan dendam dan amarah yang besar terhadap sang menantu nya itu.


Flash back off...


***


Gavin akhirnya memutuskan untuk kembali ke negaranya, karena hari ini bertepatan dengan tanggal lahirnya Maya sang istri siri tercinta yang telah mendahului dirinya, dengan sebuket bunga di tangannya Gavin melangkah menapaki rerumputan menuju makam sang istri.

__ADS_1


Namun seketika langkahnya terhenti saat melihat seseorang pria asing dengan kaca mata hitam tengah duduk bersimpuh di makam sang istri.


"Maya maaf kan aku yang tidak dapat menghadiri pemakaman mu saat itu, sungguh aku sangat terkejut saat mengetahui ternyata kamu sudah meninggal dunia, padahal beberapa tahun belakang ini aku terus mencari keberadaan kamu May, mencari keberadaan kamu dan anak ki-ta..."


Sekita langkah Gavin terhenti saat ia mendengar perkataan pria asing yang tengah duduk di makam sang istri.


"Apa yang anda katakan di depan makam istri saya??"


Dengan suara lantang Gavin bertanya kepada sang pria asing, seketika Dion yang mendengar suara dari belakangnya langsung melihat ke arah dimana Gavin berdiri.


"Kenapa bengong? siapa yang kamu maksud tengah mengandung anak kamu!!!"


Dengan amarah yang telah menggebu-gebu Gavin langsung berjalan menuju laki-laki tersebut dan mengangkat kerah baju nya hingga pria itu berdiri sejajar dengan tubuhnya.


Setelah mendengar semua perkataan Dion, Gavin yang sudah sangat murka langsung melayangkan pukulannya bertubi-tubi hingga tubuh pria itu pun lunglai ke tanah.


Dari kejauhan Bims yang melihat sang atasan yang tengah memukuli orang akhirnya berusaha memisahkan keduanya, dan langsung membawa Gavin masuk kembali ke mobilnya.


Dan setelah mobil itu berjalan meninggalkan pemakaman Gavin pun berteriak frustasi.


"Bims, tolong kamu selidiki dengan jelas aktor yang bernama Dion tadi, dan selidiki kembali kematian Maya dan bayinya"


"Baik pak.."


"Apa benar kamu telah selingkuh di belakang saya May? Dan apakah bayi itu bukan anak saya? Dan apakah benar Luby tidak bersalah??"


Dan titik terang pun sedikit demi sedikit mulai terungkap.

__ADS_1


Bersambung...✍️✍️


__ADS_2