
Dengan penuhi lebam di wajah nya Gavin berdiri menatap ke arah jendela apartemen yang ia sewa. Tampak begitu jelas raut kesedihan di di matanya, pria yang biasanya tampak kuat dan tegas itu kini tampak terlihat rapuh sangat jelas terpampang penyelasan yang amat besar kini tengah ia rasakan.
"Aku hanya ingin kamu kembali ke pelukan ku Bi, andai ada mesin waktu, aku berharap semua kembali di saat pertama kali kita menikah dulu"
Semua bayangan masa lalu yang pernah Gavin dan Luby lalui kembali singgah di ingatannya, bagaikan sebuah kaset yang terus berputar,
"Hih---maaf kan aku Bi, ma-af"
Gavin kembali tergugu tat kala putaran kaset di kepalanya kembali memperlihatkan kelakuan kejamnya selama ini kepada Luby,
"aku memang pantas mendapatkan hukuman ini By, tapi-"
"aku tidak sanggup jika..."
Tubuh Gavin pun luruh ke lantai, dengan kedua tangan yang menarik rambutnya dengan kasar.
***
Di sisi lain terdengar suara sirine ambulance memenuhi jalanan malam itu, dua buah ambulance dengan kecepatan yang cukup tinggi tengah melaju menuju sebuah rumah sakit terdekat.
"Hiks-- Bagaimana ini pa, aku gak sanggup pa" Luna kembali pingsan di dalam mobil yang kini tengah melaju menuju ke sebuah RS.
"Ma, sadar ma--"
Pria tua itu kembali mengguncang tubuh sang istri yang kini kembali kehilangan kesadaran sejak awal ia mendengar kabar bahwa putri bungsu nya beserta dr Aryan mendapatkan kecelakaan, Luna sudah beberapa kali pingsan.
__ADS_1
Setibanya di sebuah RS yang cukup terkenal di kota itu dengan terburu-buru Bryan dan Luna yang baru sadar setengah berlari menuju ruang UGD RS tersebut.
Sesampainya di sana terdengar Isak tangis seorang wanita yang tengah berteriak histeris hingga akhirnya pingsan, Luna yang melihat kondisi itu semakin terguncang saat mengetahui wanita itu adalah sahabatnya sendiri,
"Pa, kenapa ini semua terjadi pa--"
Dengan erat Brian kembali memeluk tubuh sang istri menuju ranjang di mana sang putri kini tengah mendapatkan penanganan dari beberapa orang dokter.
"Semoga Luby bisa kuat menghadapi kenyataan ini ma"
Dari tempat nya berdiri Brian dapat melihat sosok Aryan kini telah terbungkus dengan selimut RS, bisa di pastikan bahwa Arian kini telah tiada, sedangkan Luby yang masih di dalam sebuah kamar masih tampak di pasangkan alat-alat di beberapa bagian tubuhnya.
Dengan lunglai dan perasaan yang tak menentu Luna akhirnya memilih untuk mendampingi sahabatnya itu, sembari menunggu dokter selesai dengan tugasnya dalam menangani sang putri.
***
Setelah kejadian kecelakaan itu kedua mata Luby di nyatakan buta, karena benturan yang terjadi saat itu telah melukai kedua kornea matanya, sehingga wanita cantik itu hanya bisa melihat kegelapan di hadapannya.
Sedih, kecewa sudah pasti ia rasakan, di tambah kepergian dr Aryan yang mendadak membuat Luby menyalahkan dirinya sendiri, padahal malam itu mereka baru saja memutuskan untuk saling terbuka satu sama lain, namun malang tak dapat di sangka, mobil yang dr Aryan kendarai malam itu tiba-tiba di tabrak oleh sebuah mobil Fuso yang hilang kendali dari arah belakang dan saat ini Luby pun harus ikhlas menerima takdirnya.
Dan hampir setengah bulan pula sejak kejadian itu kini Gavin dengan penuh dengan kesabaran terus mendampingi Luby, dan menjadi perawat Luby tanpa Luby sadari,
Setelah mengetahui kecelakaan yang Luby dan Aryan dapatkan malam itu Gavin langsung mendatangi Luby ke RS, dengan perasaan sedih bercampur senang Gavin memutuskan untuk berjuang kembali mendapatkan hati Luby, setelah Pria dingin itu mendengar rival nya ternyata telah meninggal dunia di tempat kejadian.
Dengan kesungguhan hati, mulai hari itu Brian menebalkan muka nya untuk mendatangi keluarga besar sang istri yang senantiasa terus berada di RS.
__ADS_1
Walau terus mendapatkan penolakan dari mertua dan Abang iparnya namun Gavin tak patah semangat, bahkan demi sang pujaan hati pria dingin dan arogan itu rela memindahkan semua kekayaanya yang ia miliki atas nama Luby dan sang putra Darren, hal itu iya lakukan untuk mendapatkan kembali kepercayaan dari semua keluarga Luby terutama Brian sang ayah mertua nya yang terkenal kejam kalau menyinggung keluarganya.
Walau dengan pengorbanannya itu ia terpaksa rela di anggap tiada oleh kedua orang tuanya sendiri, namun demi cinta dan menebus kesalahannya di masa lalu Gavin pun mempertaruhkan segalanya.
Dan oleh karena kegigihannya itu maka Brian pun akhirnya membuka pintu maafnya untuk Gavin yang saat ini masih berstatus menantunya di mata hukum.
Hari-hari Gavin di penuhi dengan kewajibannya mendampingin dan merawat Luby, namun untuk membuat Luby nyaman di dekatnya ia pun memperkerjakan seorang perawat wanita untuk membantunya, karena ia tidak mau Luby mengetahui bahwa ia juga ikut merawat sang istri, karena Gavin menyadari bahwa Luby masih sangat terguncang atas kejadian itu dan Luby pun masih belum bisa memaafkan dirinya.
"Sus-- bisa tolong antar kan saya ke kamar mandi?"
Dengan perlahan Gavin yang tadinya tengah duduk di sebuah sofa, langsung beranjak dan kembali membatu Luby ke kamar mandi, ia pun tak pernah mengeluarkan suara nya saat berhadapan bersama Luby, jika Luby mengajak nya untuk mengobrol maka ia pun meminta sang perawat yang ia sewa untuk berbicara kepada Luby.
Saat Luby telah berada di dalam rangkulan tangan Gavin, wanita itu kembali terhipnotis, perasaan yang tak asing kembali merasuki dirinya, walau di awal-awal ia merasakan keanehan namun seiring berjalanya waktu hal itu telah menjadi hal yang biasa.
"Kenapa tubuh suster ini begitu besar dan nyaman, aku selalu merasa aman saat berada di kedua tangannya dan aroma ini kenapa kembali mengingatkan ku kepadanya---"
Perasaan-persaan itu membuat Luby tanpa sadar mulai merindukan seseorang yang selama ini berusaha untuk ia lupakan.
"Aroma ini masih aku rindukan sampai saat ini By, percayalah sama aku By, semuanya akan ku lakukan untuk kesembuhan kamu sayang, walau harus mengorbankan diri ku sendiri ".
Pintu kamar mandi pun di buka, dengan perlahan Gavin mendampingi Luby menuju kloset, ia pun berdiri di hadapan Luby saat Luby berusaha membuka bagian bawah daster nya dan mulai mengeluarkan hajatnya.
Bersambung...🥰🥰
Selamat datang kembali readers kesayangan, maaf untuk Hiatus nya novel ini kemrin karena ada pekerjaan yang komplit rempong nya, semoga masih setia ya dengan Luby dan Gavin...
__ADS_1