Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan

Berbagi Cinta : Hanya Istri Cadangan
Tinggalkan aku


__ADS_3

Bak kebakaran jenggot Gavin yang terbakar api cemburu langsung berjalan menemui sang istri, dengan gaya elegan sang pria dewasa itu langsung merangkul pinggang sang istri yang tengah duduk di sebuah sofa panjang.


"Sayang, maaf saya telah membuat kamu menunggu" dengan mesra Gavin pun memberikan sebuah kecupan di pipi sang istri,


"Gav??" Dengan wajah kaku Luby hanya dapat menyunggingkan sedikit senyuman di bibirnya, gadis cantik itu begitu kaget saat sebuah tangan tangan tiba-tiba merangkulnya dari belakang dan sebuah ciuman hangat pun berlabuh di kedua pipinya.


"Hay, Gav? aku tadi temani istri kami ngobrol, ternyata di seorang gadis yang menyenangkan"


Sebuah senyuman licik terbit di bibir Diaz.


"Tentu, istri saya memang seorang yang menyenangkan bahkan dia selalu membuat saya semakin jatuh cinta kepada dirinya setiap waktu"


Dengan posesif Gavin membawa Luby masuk ke dalam pelukannya.


"Kenapa kamu terus saja membawa aku ke dalam drama kamu Gav? kalau saja aku tidak tahu kebenarannya mungkin saat ini aku merasakan kalau kamu memang benar-benar mencintai aku Gav"


"Owh bagus lah, kalau begitu saya ke sana dulu, semoga di lain waktu kita bisa bertemu lagi "


Diaz yang terlanjur jatuh hati kepada istri dari sepupunya itu masih berharap untuk mendapatkan cinta Luby, bahkan dari tatapan matanya Gavin dapat melihat jelas bahwa sang sepupu introvert nya itu menaruh hati kepada sang istri.


"Bisa di atur lain waktu kami akan mengundang kamu di acara anniversary kami, benarkan sayang"


Dengan mesra Gavin kembali memberikan ciuman di bagian wajah Luby, yang membuat Luby menjadi risih dan salah tingkah, sehingga dengan terpaksa ia pun menganggukan kepalanya berharap drama malam ini segera berakhir.

__ADS_1


Setelah melihat Diaz yang mulai menjauh dari posisinya dan Gavin, Luby memilih melepaskan diri dari pelukan sang suami dan kembali bersikap dingin terhadap suaminya itu.


"By, maaf kalau saya datang terlambat, tad-di ada meeting yang harus saya hadiri"


"Owh" Dengan cuek Luby menanggapi ucapan bohong dari mulut Gavin.


Mendengar jawaban dingin dari bibir Luby membuat Gavin seketika menjadi salah tingkah, jujur tadinya ia sangat senang saat bisa dekat dan menyentuh Luby kembali namun sikap Luby kepadanya membuat dirinya merasa canggung kembali.


Sejujurnya jauh di dalam lubuk hatinya yang terdalam saat ini gavin sangat merasa bersalah terhadap Luby karena telah membohongi istrinya itu.


"Maaf kan saya By, tapi ini saya lakukan untuk anak yang tengah dikandung Maya, karena apapun akan saya lakukan demi calon penerus saya, baik itu anak dari Maya atau pun anak dari kamu By"


Gavin bermonolog di dalam hati sembari menatap wajah sang istri yang terlihat tak bersemangat.


Malam ini Gavin yang baru saja selesai mandi tengah terduduk di kasur miliknya, sambil menatap sang istri yang tengah duduk di sebuah sofa.


"By, apa kamu belum mau tidur?"


Luby menjawab pertanyaan Gavin dengan sebuah gelengan.


"By, maaf kan saya sebenarnya---"


"Cukup, aku tahu apa yang ingin kamu katakan"

__ADS_1


Gavin kembali terdiam melihat sikap dingin yang Luby tunjukan terhadap dirinya.


"Ceraikan aku Gav"


Seperti di sambar petir, Gavin tak menyangka jika Luby semudah itu mengucapkan kata pisah dari dirinya.


"Sebaiknya kita istirahat, sepertinya kamu terlalu banyak pikiran sehingga bisa berkata seperti itu"


"Tidak Gav, aku saat ini sedang baik-baik saja jadi tolong ceraikan aku Gav"


Saat mendengar permintaan yang sama dari mulut Luby membuat Gavin kalang kabut ia pun langsung beranjak dari ranjangnya dan berjalan mendekati Luby.


"Jangan ucapkan itu lagi"


Sambil menyandarkan kepalanya di punggung Luby kedua lengan kekar Gavin pun turut melingkar erat di pinggang ramping milik sang istri.


"Kenapa kamu berbuat begini sama aku Gav, kenapa perasaan ini harus ada? kenapa harus ada aku dan Maya ?"


Luby akhirnya tak dapat lagi menahan air matanya yang sedari tadi sudah mengembun di kedua kelopak matanya.


"Maaf kan saya Luby, tapi apa kamu tahu? saya bisa mati kalau kamu tinggalkan saya"


Bersambung....✍️✍️

__ADS_1


__ADS_2