
Setelah selesai mengantarkan Maya kembali ke rumah mereka, dengan tergesa-gesa Gavin langsung melajukan mobilnya menuju perusahaannya, karena tepat jam 10 akan ada meeting dengan rekan bisnisnya dari luar kota.
"Sebenarnya soto yang tadi pagi untuk siapa ya? atau jangan-jangan memang untuk dokter bau ingus itu? kalau tadi Maya gak minta jemput pasti saya bisa bisa menangkap basah mereka"
Seakan merasa yang paling benar Gavin masih merasa terkhianati dengan sosok misterius yang mendapatkan soto dari Luby.
Di lain tempat Luby yang telah selesai mengunjungi sang kakak saat ini telah sampai di kampusnya, tampak gadis cantik itu berjalan menuju kelasnya.
"Luby---" Dari kejauhan tampak seorang pria tampan belasteran sedang berlari kearahnya sambil melambaikan tangannya dari jauh.
Terlihat Luby mengerinyitkan matanya untuk melihat sosok yang tengah memanggil namanya "Danis?"
Pria itu pun langsung berhambur memeluk tubuh Luby dengan erat, sembari menetralkan deru nafasnya yang masih terengah-engah.
"Akhirnya aku menemukan kamu By, "
"Danis? ini benaran kamu? bukannya kamu udah menetap di negara A?"
"Iya, tapi aku gak betah di sana By"
Pria itu pun mulai melepaskan pelukannya, dan beralih memegang tangan Luby kanan Luby,
"Hehe, kok bisa? harusnya kan kamu senang, toh di sana kamu bisa berkumpul kembali dengan keluarga besar kamu, ini kok malah sebaliknya"
"Itu karena gak ada kamu di sana By"
Danis Adams Yule, seorang cassanova belasteran antara negara I dari sang mama, dan negara A dari sang papa. Sahabat Luby sejak bangku sekolah menengah pertama, yang secara terang-terangan telah menyukai sosok Luby sejak SMP, namun cinta nya bertepuk sebelah tangan karena Luby lebih nyaman menjadikan ia sebagai seorang sahabat dari pada seorang kekasih.
Sehingga saat tamat dari bangku SMA Danis pun memutuskan untuk pulang ke Negera dimana kedua orangtuanya tinggal dan meninggalkan cinta sejati nya di negara I.
Dan mulai hari itu ia pun memutuskan untuk menjadi seorang cowok playboy dengan kekasih lebih dari satu orang, seorang Danis berjanji akan insaf jika Luby mau menerima dirinya.
"Dasar tuan gombal!"
"Siapa yang gombal, kamu kan sudah tahu perasaan aku dari awal, dan alasan kenapa aku pulang ke negara A"
"Please Dan, aku gak mau dengar kata-kata gombal lagi dari mulut kamu, karena kalau kamu enggak stop, aku akan masuk kelas duluan" Luby mulai melanjutkan langkahnya kembali, dan meninggal Danis di belakang.
"Ok, aku tidak akan menggoda kamu lagi! but you have to know, this not a joke!"
Luby hanya melambaikan tangannya dan berlalu dari pandangan Danis, ia lebih memilih untuk masuk ke dalam kelasnya karena mata kuliah pertamanya akan segera di mulai.
Sejujur nya Luby sangat senang dapat bertemu kembali dengan sahabat lamanya itu, namun sejak kejadian beberapa waktu itu membaut ia kehilangan kepercayaan diri, dan Luby pun tidak ingin menyakiti perasaan sang sahabat yang jelas-jelas memiliki perasaan lebih terhadap dirinya.
Namun saat sang dosen mulai memasuki kelas Luby, tiba-tiba tepat dari belakang sang dosen terlihat Dania masuk ke dalam kelas dan duduk tepat di samping kursinya.
"Kamu?"
"Yupz--- kita satu kelas By"
__ADS_1
"Oh my God" Luby langsung menepuk kening nya pelan,
*
*
Siang ini setelah menyelesaikan urusannya Gavin langsung masuk ke dalam mobil dinasnya yang dikendarai oleh supir pribadinya, menuju sebuah restoran bersama beberapa rekan bisnisnya,
Sesampainya di restoran itu Gavin dan beberapa rekannya langsung memilih ruang VIP untuk tempat mereka bersantai sembari merayakan kerja sama yang terjalin di antara mereka.
*
*
Di sisi lain Luby yang sedari tadi terus di temani Danis sudah sampai di restoran yang sama dengan Gavin, tampak di sana beberapa pengunjung wanita tak lepas menatap ketampanan sang cassanova yang tampan bak seorang aktor jorrywood.
"By, tunggu dong masa kamu jalan duluan?"
"Gak usah lebay deh Dan? dari dulu kan kita memang seperti ini"
"Apakah ini tidak bisa berubah lebih? setelah sekian tahun kita berpisah Luby Ardila Subrata?"
"Danis?"
"Hahah---aku hanya bercanda By, jangan sewot ya"
Luby kembali melangkahkan kakinya diikuti Danis di belakangnya.
"Terimakasih Dan"
"Siap princess"
"Gombal lagi, princess dari mana coba?"
"Princess di hati aku By"
"Mulai deh"
"Hahahaha, ayo lah By, jangan marah. Kamu tahu kan gimana aku,
Setelah memesan makanan mereka berdua pun mengobrol santai sambil menunggu pesanan mereka sampai.
"Wah pak Radit seperti nya tidak bisa berpaling memandang wajah wanita cantik yang ada di luar sana"
"Haha--- pak Josh bisa saja,"
"Karena saya lihat dari tadi pandangan anda tidak putus melihat gadis kecil itu, sedari ia masuk bersama kekasih nya mata anda ke sana terus"
"Hahah, saya ketahuan ya?"
__ADS_1
Dari dalam ruang VIP, terlihat beberapa rekan kerja Gavin tengah membicarakan sosok Luby, namun Gavin yang belum ngeh dengan siapa yang mereka bicarakan hanya terus menikmati makannya sembari melihat pesan yang sama sekali belum di balas oleh Luby.
"Emang cantik sih, bahkan sangat cantik dan terlihat smart"
Mendengar perkataan dua rekan bisnisnya membuat Gavin tertarik untuk melihat sosok yang tengah menjadi perbincangan.
Dan alangkah terkejutnya ia, karena ternyata ia malah melihat sang istri duduk dengan pria muda lainnya.
"Bukannya itu Luby? dia sedang bersama siapa?"
Bak kebakaran jenggot, Gavin yang telah termakan rasa cemburu mulai menggenggam tangannya erat.
Dan tanpa meminta izin kepada kedua rekan bisnisnya, Gavin beranjak dari kursi dan langsung melangkahkan kakinya menjauh menuju meja milik Luby.
"Kamu pandai bermain-main sayang, tidak hanya mampu menggaet 1 brondong, namun ada brondong lain nya. Bahkan lebih parahnya kamu mampu menarik perhatian beberapa rekan kerja saya di dalam sana"
Sesampai di meja milik Luby, tanpa segan Gavin langsung melingkarkan kedua tangannya di tubuh Luby dari belakang.
"Sayang, kamu lagi apa di sini? saya sedang sibuk kerja kamu nya sedang main-main sama pria lain"
Gavin berbisik di telinga Luby,
"Ya ampun, Gav? kamu ngagetin aja" Luby yang sadar dengan kedatangan sang suami,
mencoba melepaskan pelukan suaminya itu, namun Gavin sama sekali tidak mengindahkan tindakan Luby itu bahkan dengan berani ia malah dengan cepat menerkam bibir mungil milik Luby,
Semua mata pun mulai mengabadikan kejadian romantis itu.
Luby seperti tengah terhipnotis, ia pun hanya pasrah menerima perlakuan dari suaminya itu,
"BUGH" tiba-tiba sebuah pukulan mendarat di pipi Gavin,
"Breng**sek lepasin Luby, oom mesum"
"Apa? oom mesum"
Gavin pun langsung berdiri dan langsung membalas pukulan telak dari sang cassanova.
"Bugh---bugh--bugh" Gavin membalas satu pukulan Danis dengan beberapa pukulan dari tangannya.
"Berhenti!" Luby langsung menarik tubuh Gavin menjauh dari Danis yang sudah terjatuh ke lantai.
"Gav, tolong jangan lanjutin,"
"Kenapa kamu marah ke saya? lihat dia yang telah memukul saya duluan!"
"Danis maaf, sungguh aku minta maaf atas pemukulan ini atas nama Gavin"
Luby pun mulai menjauh dari restoran itu sambil menarik tangan Gavin cukup kencang di sampingnya. Dan mereka langsung masuk ke dalam mobil milik Luby.
__ADS_1
Bersambung...✍️😁