
"Apa maksud perkataan mu Bims!!!"
Mendengar semua ucapan Bims membuat dirinya kembali emosi, bagaimana bisa sudah hampir 4 bulan lama nya sama sekali ia tidak dapat menemukan jejak keberadaan istri kecilnya itu.
"Apa kah ada campur tangan papa Bryan di balik ini semua?"
"Sudah kah kamu mengetahui di mana keberadaan mertua ku itu sekarang Bims?"
"Sudah tuan terakhir kali saya mendengar dari Haikal bahwa tuan Bryan saat ini tengah berada di negara I, namun kami sama sekali tidak mengetahui di mana keberadaan nyonya Luna"
"Hah--" Bryan pun tersenyum licik saat mendengar sang ibu mertua tidak tinggal bersama ayah mertuanya.
"Sudah pasti mereka ada di balik semua ini, saya yakin keluarga Subrata telah menutup semua informasi tentang keberadaan istri saya"
"Saya mau kamu untuk terus mengikuti nya Bims, jangan sampai sedetik pun kamu kehilangan jejak nya"
"Minta salah seorang mata-mata terbaik untuk terus membuntuti orang tua itu, karena saya yakin suatu saat dia pasti akan menemui putri nya"
"Baik pak, akan saya laksanakan semua perintah bapak-- dan akan saya pastikan sesegera mungkin memberikan kabar baik tentang keberadaan nyonya Luby"
"Bagus"
"Ingat Bims, saya hanya ingin bukti, bukan sekedar buwalan, saya akan menyiapkan hadiah yang besar untuk siapa saja yang bisa memberikan informasi pasti tentang keberadaan Luby saat ini"
"Baik pak"
Setelah kepergian Bims dari ruangannya, Gavin hanya dapat terdiam saat ini iya tidak lagi mengharapakan saham milik sang mertua, ia tidak perduli jika memang saham itu tidak akan diberikan kepada keluarganya.
__ADS_1
Di dalam otaknya saat ini hanya berisi tentang Luby dan Luby , bagi nya Luby adalah segala-galanya di tambah beberapa tahun belakangan ia terpaksa menahan rasa rindu yang teramat dalam kepada Luby.
"Kamu sebenarnya di mana By? tolong kembali lah ke sisi saya, maafkan karena dulu saya tidak mempercayai kamu By, sungguh saya tidak pernah ingin berbuat kasar sama kamu By"
"Jika dari awal saya tahu penghianatan yang Maya lakukan, pasti kita sudah hidup bahagia By 'BERDUA'. Dan wanita penghianat itu memang pantas mati!!"
Sambil menyenderkan punggung nya di senderan kursi, Gavin kembali mengingat dirinya saat masa-masa hidup bersama Luby.
Bagaikan putaran filem di sana terekam jelas begitu banyaknya kesalahan yang sengaja ia buat kepada gadis kecil keluarga Subrata itu.
"Pulang lah sayang, saya janji tidak akan pernah menyakiti kamu lagu Luby"
***
Di dalam sebuah toko yang cukup besar saat ini Luby berada, dengan sangat serius wanita muda itu tengah sibuk menggoreskan tinta di atas sebuah kertas putih.
Dengan bahan yang cukup murah Luby mampu menyulap sebuah gaun dari bahan biasa menjadi berkelas.
Sedari awal Luby memang menginginkan menjadi seorang designer handal untuk semua kalangan.
Impiannya adalah membuat semua wanita bisa menjadi seorang putri di hari penting mereka.
Yang ia tahu selama ini hanya sebagian orang kalangan atas saja yang mampu membeli baju rancangan seorang designer karena harganya yang fantastis,
Sehingga banyak wanita dari kalangan biasa hanya dapat sekedar bermimpi untuk mendapatkan baju sesuai keinginan hati mereka, di hari yang spesial.
Maka dari itu Luby pun berinisiatif membuat baju nan mewah dari bahan yang lebih murah, sehingga semua wanita dapat merasa cantik di hari spesialnya.
__ADS_1
"Huft-- selesai, akhirnya hari ini aku bisa menyelesaikan rancangan yang ke 3"
Tak lepas matanya memandang ke arah hasil gambarnya. Ia pun langsung meminta seorang pegawainya untuk langsung menjahit gaun tersebut.
Saat ia merentangkan tangannya ke atas untuk menghilangkan rasa lelahnya, tiba-tiba hp nya berbunyi, terlihat nama sang mama di sana,
"Halo ma?"
"Halo sayang, apa kamu sudah siap Luby?"
"Sudah ma, tapi aku masih akan membaut satu rancangan pesanan lagi, memang nya ada apa ma?"
"Sayang apa kamu sudah lupa bahwa kakak mu Azka mengajak kita untuk makan siang bersama nya hari ini"
"Ya ampun, maaf ma Luby lupa, tapi bagiamana kalau mama dan Darren aja yang pergi"
"Tidak sayang, apakah kamu tidak kasihan kepada Azka dan istrinya, mereka sudah jauh-jauh datang kemari tapi kamu tidak menyambut mereka"
"Baiklah ma, aku akan ikut dan segera pulang agar mama ku tersayang senang"
"Baik sayang mama tunggu dirumah, ingat untuk cepat pulang"
Dan sambungan percakapan itu pun terputus, Luby memilih untuk break sebentar dan segera bersiap pulang,
Di sisi lain saat ini Luna tak hentinya menyunggingkan senyuman bahagia nya ada hal tersembunyi yang tengah ia dan Azka persiapkan untuk Luby.
"Hari ini kamu harus mengakhiri kesedihan kamu nak, mama yakin dia adalah seorang pria yang baik untuk kamu dan ayah yang tepat untuk Darren kelak".
__ADS_1
Bersambung....🤗🤗